Edward yang menghilang beberapa menit itu tiba-tiba kembali dengan tersenyum. Azura nampak biasa saja dengan kedatangan edward. Tapi sekretaris azura berbisik kepada nonanya.
" Lihatlah nona tuan edward nampak sangat aneh setiap ingin bertemu denganmu. Mungkinkah dia benar-benar mencintaimu nona?" Tanya Valerie dengan memastikan sesuatu. Azura begidik tak paham yanh di maksud
" Aku tak peduli Valerie ... Kau bahkan tahu kisahku seperti apa untuk menunggu kebersamaan lagi bersama mas Reyhan," ucapnya dengan sendu.
" Iya nona ... Semoga nona di berikan jalan keluar atas semuanya," jawab Valerie memberi dukungan untuk atasannya itu. Azura mengacungkan jempol.
Saat mereka sedang bercengkeramah edward ikut bergabung kembali. Azura hanya bersikap biasa karena memang tak ada apapun di antara mereka. Edward berbisik kepada azura di tengah - tengah keramaian.
" Ikutlah bersamaku sebentar!" ajaknya. Azura hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki edward berjalan. Hingga mereka sampai pada titik dimana tempat itu terlihat sangat indah.
ketika mereka sampai di sana ...
" Bolehkah aku memberikan satu tawaran padamu azura?" tanya edward sambil menelisik pemuda di hadapannya ini.
" Katakan!" seru Azura.
" Menikahlah denganku setelah ini," jawab edward tanpa tameng sedikit pun. Kini azura menatap ke arah pemuda itu dengan tatapan elangnya.
" Sudah ku katakan aku tidak bisa menikah dengan siapapun. Kenapa kamu masih mempertanyakannya ?" tanya Azura kali ini penuh penekanan.
" Bukankah bisnis bagimu sangat penting saat ini. Jika dia saja tak pernah muncul di hadapanmu? Kenapa kau masih mengharapkan lelaki pengecut sepertinya," jawaban edward memyentil hatinya. Bukan suaminya yang tak ingin datang tapi perjanjian laknat itu yang membuatnya harus berpisah dengan suaminya itu.
" Jangan mengatakan hal yang tidak bisa kamu pahami. Berhentilah mengatakan hal di luar nalar," ucapnya dengan sedikit dongkol namun dia tak mengatakan apapun selebihnya. Azura merasa tak ada yang di bicarakan dia pun segera berdiri. Namun edward memegang tangannya.
" Pertimbangkanlah ... Pernikahan ini untuk kemajuan perusahaan kita. Aku tak memaksamu menjawab malam ini," ucap edward kali ini membuat azura membuka mulutnya.
" Aku .... " belum sempat dia meneruskan edward sudah memotongnya terlebih dahulu.
" Jangan di jawab. Pulang dan renungkanlah!" seru Edward dan kemudian pergi dari sana. Azura kini terduduk di tempatnya kembali.
Bagaimana bisa edward memaksanya untuk menikah. Andaikan dia tak menikah mungkin azura akan mempertimbangkannya. Masalahnya dia masih istri orang.
Mas bisakah aku saat ini memelukmu. aku butuh dukungan seorang suami. Rasanya lelah setelah hampir bulan keempat aku berjalan seorang diri. Tidak bisakah kita bertemu sebentar. Aku merindukanmu. Langkah lelah dan hati yang hambar membuat Azura merasakan bahwa dirinya seperti butiran debu. Dia bak orang yang tak memiliki tenaga saat ini.
Azura mengendarai mobilnya dengan tatapan sendu. Dia meninggalkan pesta itu tanpa berpamitan pada siapapun. Dia sangat lelah sekali saat ini. Dia butuh pergi ke suatu tempat. Azura melesatkan mobilnya ke arah taman di mana dia dan suaminya melepas lelah setelah menghadapi hiruk pikuk duniawi.
Azura yang telah sampai di sana. Memilih ruang yang biasa dia tempati. Dia memeluk kedua kakinya dalam tangisan. Dia ingin menumpahkan semuanya sebelum dia kembali pulang. Tak mungkin dia pulang dalam keadaan seperti ini. Ibu pasti sangat mengkhawatirkannya. Setelah 30 menit berlalu...
" Sayang .... Kaukah itu?" pertanyaan itu berhasil memikat daun telinga azura yang tertutup hijab. Tanpa aba-aba wajahnya menengok ke atas dengan lelehan air mata yang masih mengalir mewakili hatinya yang berkecamuk.
Deg.
Hayoooo siapa ya yang manggil sayang. Edward atau Reyhan nih. Yuk dukung terus karya author jangan lupa kasih likeeeee. Mkshhhh
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments