"Ini peringatan terakhir Carla Winston, jika kau berani memukulku lagi, akan kuci*um kau."
Aku tak mau dicium Iblis ini. Mau tak mau aku berhenti memberontak.
"Bagus. Maaf, aku hanya senang menggodamu. Tak akan kulakukan lagi... Kulepas kau oke. Jangan memukulku lagi. Setuju."
"Lepas!" Walaupun aku berhenti memberontak bukan berarti aku tidak marah.
"Katakan dulu kau setuju. Deal?"
"Deal!" Aku akan menyetujui apapun asal terlepas dari pelukan iblis ini sekarang.
Dia melepasku, aku langsung mundur tiga langkah.
"Aku akan memotong dua bulan gajimu!" Dia tersenyum lebar sekarang. Aku setengah shock, setengah takut, setengahnya lagi marah pada Iblis ini.
"Aku orang yang menempati janji, aku tidak mencoba tidur denganmu. Jelas kau tidak punya urusan memotong gajiku. Jika kau berani melakukannya aku akan membuat kau membayar kembali, gadis pera*wan."
"Aku bukan per*awan!" Dia mengulum senyumnya melihatku marah-marah.
"Kita damai saja bagaimana." Dan sekarang dia mengabaikan perkataanku.
"Aku membencimu!" Kusemburkan kata-kata itu dengan sekuat tenaga. Aku benci orang yang memakai ksunggulan fisiknya pada wanita yang lebih lemah.
"Iya aku tahu." Sekarang dia tersenyum lebar. "Kita damai saja oke. Aku minta maaf membuatmu marah. Aku hanya penasaran. Kau tetap di sini, setelah ini aku tak akan menyentuhmu, kau terlalu sensitif..." Dia melihatku, lalu menyembur tertawa. "Kau ternyata sangat lucu...."
Aku tidak bisa bicara. Menyebalkan!
"Kau mau pergi atau tidak!? Kita akan terlambat!" Sekarang dia berusaha berhenti tertawa tapi kemudian melihatku dia tertawa lagi.
Aku bergegas ke pintu pergi sendiri. Tapi lagi-lagi dia menghalangi pintu.
"Ya-ya baiklah, tunggu oke. Aku ambil jas dulu, kita akan pergi setelah ini." Nampaknya dia sudah ingin menyelesaikan topik ini. Aku tak mau membahasnya lagi. Walaupun dia akan menjadikannya senjata di masa depan.
Aku menunggunya mengambil jas. Karena tadi shock diperlakukan sedemikian rupa aku melamun dan tak sadar dia sudah berdiri di sampingku.
"Carla... " Aku hampir terlonjak kaget. Dia memperhatikan aku yang langsung mengambil jarak. "Oke, aku benar-benar minta maaf. Aku tak akan menyentuh dan memelukmu tanpa persetujuanmu lagi. Tadi hanya spontan, maaf oke."
"Hmm..." Aku hanya mengumam, tak bicara banyak. Mungkin dia sungguh-sungguh minta maaf. Tapi aku mengambil jarak dua langkah darinya, dengan tampilannya yang seperti gangster itu aku merasa terancam.
"Sekali lagi maaf. Apa aku membuatmu takut. Aku hanya bercanda tadi. Tidak ada maksud apa-apa. Selama di sini tidak akan ada apapun yang terjadi." Aku melihatnya, wajahnya melembut.
"Baiklah." Jika dia menempati janjinya berarti aku bisa bernapas. Entah apa aku bisa tetap tidur dengan lelap malam ini. Rasanya seperti memiliki bom yang siap meledak di sampingmu.
"Kau tak usah mencari hotel lain, besok aku saja yang pergi." Kenapa tiba-tiba Iblis ini berubah jadi baik hati. Aku melihatnya dengan tak percaya. Dia melewatkan kesempatan untuk mempersulit hidupku? Sulit dipercaya?
"Tadi kau mengancamku aku tak boleh pindah."
"Aku hanya bercanda, sudah kubilang. Besok aku cari hotel lain karena di sini penuh." Mungkin dia kasihan aku ketakutan karena dia. Ternyata dia punya sisi kemanusiaan juga.
"Ayo pergi. Kita akan terlambat." Dia memakai jasnya. Wangi minyak dengan wangi yang enak itu menerpaku lagi. Parfum apa yang dia pakai, Iblis ini tahu memilih parfum.
Aku berjalan di sampingnya. Kami berjalan ke restoran hotel yang jadi tempat acara bersisian
"Kau boleh memegang lenganku jika kau ingin, tapi jika tidak juga tak apa." Tiba-tiba dia menawarkan. Aku tak ingin menyentuhnya, merasakan dia memelukku tadi sudah cukup membuatku merasa tidak nyaman.
"Begini saja." Aku berjalan lebih dekat sedikit padanya.
"Oke." Dia tidak memaksaku untuk memegang lengannya. Hanya heels tinggi yang kupakai, dan aku yang tidak terlalu terbiasa membuatku kesulitan mencari pegangan saat menaiki tangga.
"Pegangan nanti kau jatuh." Dia mengulurkan tangannya kali ini. Aku terpaksa menyetujui karena dia benar. Tapi sesaat setelah aku memegang tangannya dia menaruh tanganku di lengannya jadi aku lebih nyaman memegangnya.
Seorang yang banyak terlibat dengan wanita tahu memperlakukan wanita. Ya tidak disangsikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Dwi Sasi
😍😍😍
2024-01-01
0
🍾⃝ɪͩɴᷞᴅͧɪᷠʀᷧᴀ
david kayaknya mau ngincar perawan.dapat perawan klepek-klepek kau vid
2023-10-20
1
Klara Rosita
😂😂😂😂😂 David sudah mulai naksir ni...
2023-10-03
0