Dia diam mendengar jawabanku.
"Jadi kau menyamakanku dengan Ayahmu. Kami dua orang yang berbeda."
"Kau benar kalian dua orang yang berbeda, tapi kau mungkin bahkan lebih punya akses lebih baik. " Aku tersenyum padanya. Itu artinya dia lebih parah dari Ayahku. "Lagipula kenapa kau harus perduli. Kita hanya kolega. Aku tak tertarik membuat masalah denganmu, apa yang disuruh oleh Ibumu kuanggap sebagai permintaan tolong."
Dia tak menjawabku lagi.
"Sejak kapan kau kenal dengan Ayah dan Ibuku." Dia masih penasaran.
"Sudah kubilang..."
"Kau tak usah berbohong, tak mungkin kau hanya mengenal mereka sekelebat. Kau dekat dengan mereka lebih dari yang aku bayangkan, aku mulai berpikir pemegang saham yang dekat denganmu itu adalah mereka. Kau bahkan berani melawanku seakan kau disuruh mereka. Benar bukan? Mereka yang menyuruhmu. Dan sekarang bahkan mereka menyuruhmu mengawasiku di sini."
Nampaknya aku tak bisa berbohong lagi.
"Aku tak bisa menolaknya, Ayah dan Ibumu sudah banyak membantuku, aku diberi beasiswa dari high school, adik pertamaku juga mendapat beasiswa karena mereka yang langsung merekomendasikan ke Yayasan. Aku hanya mengurusi kartu kredit, tak tertarik dengan urusan pribadimu oke. Kau mau punya selir 100 orang, kau mau beli Ferrari untuk setiap dari mereka bukan urusanku selama kau tak memakai uang dari kas perusahaan. Itu saja..."
"Jadi begitu selama ini kau ternyata kenal dengan Ayah dan Ibuku."
"Yah begitulah. Pekerjaan kali ini seperti baby sitting kukira, jangan khawatir aku sama sekali tak tertarik dengan urusan pribadimu seperti kubilang. Kau mau tidur dengan 100 wanita di sini itu urusanmu..Sihlakan saja aku tak perduli..Aku tak akan melapor.ke Ayah dan Ibumu."
Pembicaraan yang melelahkan. Aku harus lari dari ini.
"Aku akan bersiap-siap. Tak akan lama" Kutinggalkan ruangan ke kamar mandi. Setelah mengambil gaunku di koper. Welcome dinner, ini bukan pesta formal, aku hanya perlu memakai casual dress, meluruskan rambut dan selesai dalam kurang dari 30 menit, aku memberikan 30 menit lagi untuknya bersiap-siap.
Dia melihatku keluar dengan dress-ku. Dress pink itu cukup cantik dan elegan menurutku. Tapi aku tak tahu menurut ukurannya. Dia terlalu banyak bergaul dengan wanita cantik, ukuran kecantikan baginya pasti sangat tinggi."
"Aku hanya membawa ini, tak apa bukan? Aku tak pernah ikut pesta pernikahan orang-orang kaya." Jangan sampai aku mempermalukan perusahaan.
"Itu bagus. Cantik seperti biasa." Cantik seperti biasa? Playboy ini jelas tahu cara memuji wanita.
"Baguslah kalau begitu."
"Aku akan berganti pakaian dulu." Ganti dia yang masuk kamar mandi.
Tak lama dia keluar, dengan kemeja setengah terkancing. Aku melihat dia keluar dari kamar mandi dan setengah terpesona dengan pemandangan dadanya, dan tato tersembunyi yang dia punya disana, dia mengancingkan lengannya dulu nampaknya sengaja memberi kesempatan aku melihatnya. Aku melihatnya dan tertangkap memandangnya. Dia tersenyum dan aku memalingkan muka. Iblis ini sengaja menjebakku.
Lebih baik aku lari ke balkon agar tidak tergoda melihatnya lagi.
"Di sana banyak nyamuk, kenapa kau kesana."
"Melihat pemandangan."
"Bukankah pemandangan di dalam lebih bagus."
Aku tak menjawabnya, hanya merasa dia menatap punggungku sehingga aku merinding. Aku tahu dia menertawakanku, dia pikir entah sampai titik mana akulah yang duluan menyentuhnya.
"Ayo sudah selesai, nanti kita terlambat."
Aku berbalik tiga kancing di dadanya masih terbuka. Dia senhaja pamer dadanya yang berbu*lu lebat itu kepadaku, apa dia menyangka aku tertarik untuk menyentuhnya, aku lebih tertarik untuk mencabutinya dan melihatnya memohon ampun padamu.
"Apa yang kau bilang selesai?!" Aku membentak kesengajaan iblis inim
"Apa?"
"Kau benar-benar keterlaluan!" Dia tertawa melihatku blingsatan. Nampaknya permainan ini menyenangkan baginya.
"Ini hanya tiga kancing yang terbuka. Kenapa kau sensit*if sekali. Kau berlaku seperti biarawati pera*wan yang tak pernah melihat laki-laki." Rasa panas di wajahku langsung terasa. Aku tak mau menjawabnya.
Dia memperhatikanku. "Kenapa kau tidak menjawabku? Biasanya kau senang sekali mendebatku."
"Bisa kita pergi saja?! Kita akan terlambat!" Aku ke arah nakas tempat tidur mengambil tasku dan berniat keluar. Tapi dia memblok jalan keluar sehingga membuatku tak bisa melangkah keluar. Dengan tiga kancing masih terbuka...
"Kenapa kau di situ?!" Aku mundur selangkah.
"Kenapa? Kau tak pernah melihatnya?"
"Melihat apa? Kau jangan macam-macam."
"Kau memang penakut, aku macam-macam kenapa? kau takut denganku? Aku cuma berdiri di depan pintu... Kau memang gadis per*awan." Dan sekarang dia tertawa terbahak-bahak. Mukaku sudah sepanas oven. "Lihat mukamu begitu merah, astaga..." Dia kembali tertawa sambil menunjukku.
"Aku bukan per*awan!" Sekarang aku marah, kukumpulkan keberanian dan kudorong saja dia dengan bahuku.
"Gadis pe*rawan, mau kemana kau." Dia memeluk pingg*angku, menyebabkan aku harus berontak menekan d*adanya.
"Lepas David!" Aku panik dan memukulnya.
"Tenanglah. Atau kuciu*m kau."
"Lepas..." Lututku lemas. "Apa maumu." Aku mendorongnya sekuat tenaga. Tapi tenagaku tak sebanding dengannya.
"Gadis perawan, jika kubilang tidak ada yang akan terjadi maka tidak ada. Aku masih punya moral bukan penjahat seperti yang kau pikir. Percaya sedikit padaku."
"Aku tak percaya padamu, aku tak mau sekamar denganmu." Aku akan kabur saja malam ini, akan kucari hotel mana saja yang punya kamar kosong, tak mungkin tak ada.
"Kau akan tetap di sini, jika kau berani pergi. Akan kusebarkan gosip kau masih perawa*n, percayalah kau akan jadi tertawaan satu kantor." Dia tersenyum lebar sekarang dan aku tak percaya apa yang kudengar.
Aku benci Iblis bernama David Montgomery ini. Dia menang benar Iblis! Dan aku terjebak di sini bersamanya.
"Kau memang Iblis, lepaskan aku. Kau pikir aku akan menurutimu." Kupukul dadanya dan kudorong dia. Tapi dia memelukku dan mengunci dua tanganku di samping.
"Ini peringatan terakhir Carla Winston, jika kau berani memukulku lagi, akan kuci*um kau."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
yuristian
potong gaji.....potong gaji aku rela maakkk 😂😂😂wkwkwkk
2024-05-25
1
Mommy Raqila
Asek. Potong gaji 🤣
2024-02-17
0
Erfi Ana
uye uye knp dgn perawan bagus kan tu
2024-02-11
0