Setelah memperingatkan iblis itu bahwa aku bisa menarik kartunya jelas dia bukan akan berenti, malah aku yang harus berhati-hati. Jelas akan ada kejadian yang disengaja oleh pendukungnya. Tapi aku punya cara membuatnya menangulanginya.
"Dukungan apa yang kau inginkan untuk menjalankan tugasmu? Gabriel Ramirez yang sekarang menjabat sebagai CEO bertanya padaku.
"Dukungan HRD Director di NY Sir."
"Kenapa kau perlu bantuan HRD Director?" Ganti Juan Ramirez yang bertanya.
"Saya akan dibuat kesulitan oleh klub pendukungnya, dengan Direktur HRD membantu saya, saya akan bisa menghajar pendukungnya agar tak macam-macam dengan saja. Dengan dia tak bisa mendapatkan bantuan untuk menghajar dia, saya akan bisa menyudutkannya."
"Ya baiklah. Kau mendapatkannya. Aku akan meneleponnya nanti saat kau datang ke sana."
"Baik Sir."
Juan Ramirez adalah ayah angkat David, yang sudah dipanggilnya Ayah tentu saja, yang juga adalah' saudara sepupu Ibunya. Ibunya dan Ayahnya bercerai, keluarga mereka berantakan sehingga dka tega meninggalkan anaknya sendiri dengan pria lain, Juan dan istrinya yang kasihan pada David, akhirnya mengadopsi David.
Tapi kenakalan David terhadap wanita sudah dimulai dari dia remaja, sampai sekarang dia bisa mencuri memakai kartu kredit kantor. Kedua pamannya itu berusaha menutup itu, memperingatkannya, tapi nampaknya tak mempan, bahkan Thomas di permainkan olehnya.
Sekarang mereka menyuruhku ke sana. Dengan imbalan kenaikan gaji 30% kalau berhasil. Jelas aku menerimanya. Untuk menyediàkan dukungan terbaik untuk keluargaku, ibu dan tiga adikku, aku yang masih berusia 35 tahun ini sangat berusaha meningkatkan karierku dengan cepat. 30% itu jelas jumlah yang sangat berarti untukku.
Persetan dia setampan dewa Thor, yang penting kenaikan gaji 30%. Aku ingin dia segera bergerak, kali ini setelah bicara dengannya, aku tak akan menghindar jika seseorang ingin membuat masalah denganku. Lebih cepat bisul pecah akan lebih baik.
Baru saja aku melangkah ke lobby, seorang berlari di sampingku sengaja menyenggolku. Gadis yang termasuk dalam kelompok kemarin.
"Maaf. Aku buru-buru." Dia langsung dengan alasannya. Harusnya dia melakukan sesuatu yang lebih baik dari sekedar menabrak bahuku, tapi dia hanya sendirian kemana yang tiga lagi.
Segara pertanyaanku terjawab.
"Hei kalian tunggu aku."
Satu orang dari kanan, satu orang dari kiri. Satu menabrak bahu kiriku dan satu lagi menabrak bahu kananku pura-pura dan menyiramkan kopi panas padaku. Klise.
Semua orang di lobby kantor itu melihatku ketika aku berteriak kaget, dan kemudian berubah pandangan menjadi mengasihaniku ketika melihat jas putihku menjadi coklat karena kopi.
"Ahh maaf ...maaf, Nona." Jasku cukup tebal, tapi hari ini warnanya adalah putih. Aku mengibaskan kopi panas itu dengan cepat. Blouse hitamku hanya terkena sedikit di dalam.
"Kalian brengsek juga."
"Kami tak sengaja Nona, maafkan kami." Dua orang itu langsung pura-pura perduli pada bajuku.
"Lihat di sana." Dua dari mereka langsung melihat arah yang kutunjuk. Itu adalah arah kamera CCTV. "Oh sudah."
"Apa yang kau tunjuk Nona."
"Kamera CCTV, supaya polisi bisa mengenali kalian jika kalian mencari masalah lagi denganku." Aku membat mereka terkejut.
"Apa?! Nona kami benar-benar tidak sengaja."
"Kalian pikir aku percaya. Kalian akan bertemu denganku di kantor HRD jam makan siang, aku akan membalas kalian hari ini juga." Aku meninggalkan mereka dengan wajah terpana.
Satu kelompok sudah muncul. Akan ada beberapa kelompok lainnya. Tapi setelah nanti aku menghajar mereka berurutan, yang lainnya akan tahu apa konsekuensi macam-macam denganku.
Aku langsung memberitahu Direktur HRD yang bernama Alan kejadian penyiraman itu.
"Jam berapa Nona kau disiram di lobby? Kau bilang tiga orang?"
"Sekitar 8.45. Ya, tiga orang Tuan Alan."
"Baik jam 1.15 orangnya akan ada di ruang meeting HRD Nona ." Jika aku sudah memegang dukungan CEO sendiri jelas semua hal akan berjalan cukup lancar.
Tiga orang yang menabrakku kemudian ada di ruang meeting HRD. Alan menemaniku langsung ke sana. Tiga orang itu nampaknya kaget melihatku langsung masuk dengan Direktur HRD.
Aku sudah bicara apa yang aku inginkan dengan ke tiga orang ini.Tuan Alan langsung bicara untuk menghemat waktu, akupun punya banyak pekerjaan daripada mengurusi pekerjaan penggemar David ini.
"Karena kalian berusaha mencelakakan Nona Winston di lobby hari ini. Semua promosi kalian, kenaikan gaji, akan ditangguhkan selama 2 tahun." Tuan Alan tidak berusaha menginterogasi apapun, dia langsung ke hukumannya. Aku sangat suka mendengar protes langsung keluar dari mulut mereka.
"Apa Sir, kami benar-benar tidak sengaja, kenapa kami dituduh seenaknya seperti ini. Kami tidak bisa menerima dituduh seenaknya seperti ini."
"Tiga tahun karena kalian membantah kesalahan kalian." Mereka tambah mengganga
"Sir ini tidak adil kami tidak melakukan itu." Satu lagi yang lain melayangkan protes.
"Empat tahun." Tuan Alan berlaku sebagai tiran kali ini.
"Sir, Anda sewenang-wenang kepada kami."
"Lima tahun. Satu kali lagi adalah surat pemecatan karena kalian melakukan dianggap melakukan konsporasi melawan dan melakukan hal tercela, mencelakakan kepada management. Ada di surat kontrak kalian."
Mereka semua diam . Tak berani bicara lagi sekarang. Setelah mereka tenang sekarang aku baru bicara.
"Mau 5 tahun kubatalkan, boleh, masing-masing dari kalian bayar 1.000 dollar, pengantian kerugian material dan emosional." Aku bicara sambil tersenyum lebar.
"Apa?"
"Mau bayar atau terima lima tahun?" Aku mengulurkan tanganku yang sudah gatal ingin menerima uang.
"Aku bayar..." Akhirnya mereka menyerah juga.
Mereka membayarku aku dapat tambahan 3.000 dollar bulan ini. Senyumku langsung mengembang. Membawa pendukung selevel Direktur HRD memang sangat menjamin kemenangan.
"Kalau kalian mencari masalah lagi dengan Nona Winston, kalian akan terima surat pemecatan kalian 1x24 jam. Cobalah kalau berani."
Satu orang selesai. Akan ada yang lainnya. Untuk mempercepat proses ini aku sengaja berpapasan dengan David sorenya.
Dia melihatku mendatanginya di lift. Aku sedikit tersenyum sinis padanya.
"Apa maumu?" Ternyata dia tidak tahan untuk tidak bertanya duluan
"Mengirim gadis-gadis untuk mengerjaiku, kau memang banci pengecut."
Matanya berkilat marah menatapku. Tapi sebelum dia membalas perkataanku. Aku berbalik meninggalkannya. Tak memberinya kesempagan apapun.
Dia pasti sangat kesal. Mari kita lihat apa lagi yang akan dilakukannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Daanii Irsyad Aufa
huu Carla just like Xena the warrior princess
2024-10-03
0
Virgo Girl
Mampusss 🤣🤣
2024-06-28
0
Erfi Ana
ngakak aku🤣
2024-02-08
0