Aku tiba di airport dengan pakaian anak kuliah pergi piknik, jeans, topi, kaos, jaket yang nyaman untuk penerbangan 5 jam dari NY ke Barbados. Mendorong koper besar yang berisi pakaian tiga hari dua malam, untuk melewati dua pesta, dan liburan yang akan menyenangkan.
Jelas aku tidak punya pakaian 'sugar daddy' di koperku, tidak ada baju floral casual pendek yang bisa berkibar-kibar dengan tali spagetti. Ohhh tidak, itu tidak ada di list pakaianku. Tapi kali ini aku melepas kacamataku. Kacamata kamulfase yang kujadikan andalan untuk terlihat lebih serius di kantor.
Aku melihat David, dia dengan jeans dan kaus putih. Dia melambai ke arahku memintaku duduk di sampingnya. Aku merasa anak kuliah baru lulus yang duduk disamping model majalah. Tapi aku tak perduli, aku ke Barbados untuk liburan dan menghadiri pesta yang terpaksa aku harus hadiri.
"Sudah lama." Aku menyapanya menghilangkan kegugupan akibat di pandang dengan teliti oleh iblis ini, aku yakin ini cuma perasaanku saja.
"Baru 10 menit." Aku menyimpan topiku di tas yang kubawa.
"Kau lapar, aku punya burger." Dia menawarkan satu kantong yang berisi dua burger dan kentang gorengnya. Aku memang rencananya mau membeli sesuatu setelah selesai check-in ternyata dia membelinya duluan.
"Boleh. Terima kasih." Aku mengambil burger dari kantong yang dia berikan. Dia tidak menaruh obat bukan di sini? Aku memang berpikir berlebihan. Apa yang di dapatnya dengan menaruh obat pada burgerku.
"Sudah pernah ke Barbados?"
"Belum. Tapi aku sudah melihat fotonya. Pantainya sangat indah."
"Resort itu baru berumur tiga tahun. Aku yang menemukan tempat itu dengan bantuan orang lokal." Dia bercerita tentang proses deal dan pembangunan resort itu, seru ternyata dia harus berebut lokasi dengan salah satu operator hotel besar lainnya.
"Jadi bagaimana kau memenangkannya."
"Aku melobi walikotanya yang kebetulan perempuan tiga tahun yang lalu."
"Ahh aku tahu keahlianmu." Dia tertawa ketika aku langsung memberikan pandangan penuh arti. Bisa dibayangkan jika walikotanya terpesona pada orang yang mempresentasikan dibanding apa yang dipresentasikan, iblis seperti dia pasti sangat menyadari kelebihan yang diberikan padanya itu.
"Bagaimana kabar keluarga?"
"Hmm baik. Keluargaku biasa saja. Tidak ada yang istimewa."
"Kau pasti bekerja keras untuk membiayai adik-adikmu." Kenapa dia memujiku? Apa ini hanya strategi agar aku melunak padanya dan dia mendapatkan sesuatu.
"Ada kiriman Ayah tapi ya tidak tetap. Jadi jika aku sudah tidak cukup lagi aku memeras Ayah juga. Karierku baru berjalan beberapa tahun saat yang pertama-tama masuk. Bukan hal yang mudah. Tidak pantas diceritakan, tapi semua sudah berlalu. Mereka sudah lulus kuliah semua." Dia memandangku, kurasa dengan rasa kasihan. Hidup kami memang berbeda.
"Apa pekerjaan Ayahmu?" Dia rupanya masih penasaran.
"Kapten kapal pesiar. Tapi bukan punya Tuan Juan."
"Ohh, kapten kapal pesiar."
Dia menanyakan orang tuaku, aku ingin tahu orang tuanya karena pernah mendengar Nyonya Maria menyebutkan dia punya masalah dengan keluarganya, tapi aku tak berani.
"Mereka bercerai karena apa?" Yang ini pertanyaan yang terlalu pribadi kurasa. Dia melihat aku diam, "Maaf , jangan cerita kalau kau tak nyaman, anggap saja aku tak pernah bertanya."
Aku memilih tak menjawabnya. Itu terlalu pribadi untuk diceritakan.
Akhirnya kami tak membicarakan masalah keluarga lagi. Tak lama kami boarding aku sudah membawa buku untuk kuselesaikan di perjalanan lima jam itu, sudah lama aku tak membaca. Dan ini kesempatan dalam liburanku.
Kami mendarat jam 3 sore dengan perjalanan lima jam dari New York. Aku sudah menantikan menginjakkan kakiku di pantai pasir putihnya.
Barbados adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di bagian timur Karibia, sebelah utara Venezuela dan sebelah timur laut Trinidad dan Tobago. Negara ini memiliki luas wilayah sekitar 430 kilometer persegi dan terdiri dari pulau-pulau kecil di sekitar pulau utama Barbados.
Barbados adalah negara yang relatif kecil dan merupakan persemakmuran Inggris dan memiliki populasi sekitar 287.000 jiwa. Bahasa resmi di negara ini adalah bahasa Inggris, dan sebagian besar penduduknya adalah keturunan Afrika dan Eropa.
Dan kami menuju ke Hotel mewah yang dikelilingi pepohonan di samping Pantai Sandy Lane di sepanjang teluk ini berjarak 11 km dari Gua Harrison's dan 26 km dari Bandara Internasional Grantley Adams.
Aku terpesona dengan Sandy Lane Hotel ini, ini adalah sebuah resor mewah yang terletak di pantai barat laut Barbados, Karibia. Hotel ini terkenal sebagai salah satu hotel terbaik dan paling mewah di dunia, dengan fasilitas yang sangat lengkap dan pemandangan yang menakjubkan. Karenanya sering di datangi oleh selebriti dunia.
"Berapa kamar yang ada di sini?"
"112 kamar, ada juga lapangan golf 18 holes yang dirancang oleh Tom Fazio." Rupanya dia masih ingat jelas hotel yang dibangunnya.
"Kau masih mengingatnya?"
"Ini hotel kebanggaanku. Artis dunia sering memesan kamar di sini."
"Aku melihatnya." Suasana hotel ini memang luar biasa. Aku sudah tak sabar untuk duduk di pinggir pantai.di depan sana menyaksikan matahari menghilang di balik cakrawala. Tak salah banyak yang rela membayar mahal untuk berada di sini
** Hotel Sandy Lane beneran ada, ini satu malamnya paling murah 21 jutaan 🤪😎
\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Dyah Oktina
bener2 hanya u kamu have... ck...ck... yg ngak have... mimpi aja ...takut 🤭
2024-01-20
0
Dwi Sasi
❤️❤️❤️
2024-01-01
0
Maya Kitajima
biaya hidup setahun..😁😁😁
2023-11-29
1