Mom berusia 36 tahun dan dia punya 4 anak dengan suami yang sering meninggalkannya untuk berlayar dan punya banyak affair dengan wanita. Kupikir jika itu aku, aku tak akan punya toleransi begitu besar.
Dia melihatku bicara dengannya. Bukan sekali tahun-tahun belakangan aku bicara begitu, kadang bukan dengan cara baik-baik. Aku sering bertengkar dengannya awalnya, tapi akhirnya aku saat itu sadar kenapa dia begitu. Dia mencintai keluarga ini, tapi sayangnya kehidupan tidak berjalan terlalu sempurna dan dia hancur dengan harapannya sendiri.
"Kau bicara seperti kau sudah dewasa, dan paham bagaimana perasaan Mom, Carla."
"Aku sudah dewasa karena sering menerima kemarahanmu, aku juga berharap Ayah akan berubah, aku belajar dan menjadi juara kelas untukmu dan mungkin berharap Ayah akan bangga padaku dan berhenti melihat wanita-wanita cantik penggoda itu. Tapi aku sudah lama berhenti berharap Ayahku akan jadi Ayah normal Mom, teman-temanku bilang Ayahku tampan. Dia tak tahu kadang aku tak mengharapkan Dad begitu tampan hanya ingin Ayah yang ada buat kita. Aku hanya ingin kau bahagia, aku pernah membaca bahagia itu cukup dengan diri kita sendiri, awalnya aku tak tahu apa arti kata itu Mom, tapi kurasa itu artinya sekarang adalah berhenti menjadikan Dad sumber kebahagian Mom, dia hanya akan jadi sumber kesedihan Mom selamanya, ada kami yang jadi sumber kebahagiaanmu."
Mom diam. Tapi kali ini aku harus bicara semua pikiranku sehingga bisa mengubah pemikiran Mom.
"Mom dimasa mudamu kau pasti terlalu banyak membaca novel happily ever after atau pangeran tampan dengan kuda putih, kau tak tahu pangeran tampan itu banyak yang mengincar bukan kau saja. Apa kau tak tahu di masa lalu pangeran itu akan jadi raja, raja punya banyak selir dan bahkan beberapa raja punya hareem."
"Mom bersalah padamu Carla, tapi kau yang paling mengerti apa yang ada dalam hati Mom. Iya, kadang ini menyiksa sekali. Tapi demi kalian punya keluarga lengkap, Mom tak apa menahan semua ini."
"Aku tak perlu keluarga lengkap Mom, kurasa kami semua terbiasa tanpa Ayah karena Ayah sering pergi. Hanya kami tak terbiasa melihatmu bersedih. Aku ingin kau melepaskan beban perasaanmu. Tak ada gunanya mengharapkan orang yang menyakitimu berkali-kali Mom." Dia melihatku dengan mata berkaca-kaca.
"Mom tak tahu darimana kau dapat pemahaman itu. Tapi terima kasih telah mengatakan ini. Kau yang paling mengerti semuanya. Mom mencintaimu..."
Sekarang dia tertawa tapi setelah itu dia diam. Aku tahu perkataanku berat untuknya. Aku tak berharap dia menjawabku saat itu.
Tapi dari saat itu aku bersikap supportive padanya. Aku mengorbankan uang jajanku yang sudah kutabung bertahun-tahun, untuk membelikannya makanan, bunga, hadiah, aku membantu sebisaku untuk merawat adikku, apapun yang bisa mendukungnya berubah pikiran.
Aku berjanji akan menjadi kebahagiaannya karena itu berarti hidupku dan adik-adikku lebih mudah daripara harus mendengarkan kemarahannya dan tangisannya. Aku hanya ingin dia berhentu menangis karena Ayah.
Akhirnya tiga bulan setelah pembicaraan itu dia memutuskan meminta perceraian saat Ayah kembali. Aku tahu sejak saat itu kebahagiaannya jadi tanggung jawabku.
Singkat cerita di usiaku yang ke 14, Ibuku menjadi single mother. Mom menuntut rumah kami sebagai tempat tinggal kami dan menjadi milik Mom. Dan yah Ayah membayar cukup besar saat itu, dan dia juga masih harus membayar tunjangan kami. Mom merawat anak-anaknya tanpa kehadiran Ayah, dia berhenti berharap pada Ayah. Aku melihat dia lebìh bahagia.
Di usia ke 15 aku masuk high school dan mulai menerima beasiswa Yayasan karena aku terdaftar sebagai anak yang hidup dengan orang tua tunggal.
Umur 21, enam tahun kemudian, aku bekerja dan mulai bisa memberikan gajiku ke Mom, usia mom saat itu baru 43 tahun dia memerimanya dengan mata berkaca-kaca. Mungkin di bagian dunia kami tak ada tradisi memberi gaji ke orang tua, tapi sejak aku memintanya bercerai dengan Ayah dan menjadikan kami kebahagiaannya aku ingin memberikan segala yang kubisa untuk menjadi kebahagiaan baginya.
Tak lama tunjangan Dad mangkin tak menentu datangnya dan aku yang kemudian menjadi tulang punggung keluarga dan membiayai adik-adikku.
Sekarang di umurku yang ke 35, dua adikku perempuanku sudah berusia 29, 28 satu meniti karier di keuangan sepertiku, satu adalah perawat seperti Mpm dan satu adik laki-laki seorang pengacara yang masih 23 tahun sudah hampir menyelesaikan kuliah masternya. Semua tampaknya berjalan dengan baik sekarang.
Ayah bercerai lagi dengan istri yang terakhir dan sekarang di umurnya yang ke 67 dia bersama istri ketiga. Mungkin saat dia renta dia berhenti.
Jadi jika kau tanya apa aku mempercayai orang seperti David Montgomery bisa berubah. Jawabannya kau sudah tahu. Aku sudah melihat contoh hidup
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Lenni Namora
sepemikiran ama carla
2025-01-28
0
Daanii Irsyad Aufa
berat sekali hidupmu Carla. tak heran kau menjadi wanita tangguh sekarang
2024-10-03
0
Dyah Oktina
👍🏻👍🏻😍
2024-01-20
0