" Tuan Juan Ignazio dan Nyonya ada di sini. Mereka ingin bertemu denganmu." Sekertarisku di depan memberitahuku.
"Ohh benarkah, tentu saja suruh mereka masuk." Aku meloncat dari kursiku menyambut mereka. Sudah kuceritakan Iblis itu akan stroke jika mereka tahu dengan siapa aku dekat.
Aku diperintahkan untuk memegang dompetnya erat-erat oleh orang tua angkatnya sendiri Juan dan Maria Ignazio.
"Carla sayang." Nyonya Maria Ignazio merentangkan tangannya untukku memelukku hangat sambil tersenyum lebar. Nyonya Maria adalah Italian, dia bersikap ramai, ramah dan peduli dengan semua orang. Aku mengenalnya saat pertama menerima beasiswa Yayasan belasan tahun yang lalu sejak itu aku menganggapnya seperti Bibiku sendiri, malaikat penolongku, walaupun jelas aku menghormatinya.
Aku punya karier di perusahaan suaminya, adik perempuanku juga mulai berkarier di perusahaan mereka yang lain, sebuah line perusahaan kapal pesiar besar.
"Nyonya, kalian ke NY rupanya?" Aku memeluknya.
"Kami mengunjungi teman di NY, sekalian mampir ke sini. Bagaimana keadaanmu. Kau betah di NY? Apa ada culture shock, dari timur ke barat?"
"Ehm, sebenarnya aku rindu makanan Mexicoku. Ya semua butuh penyesuaian, aku akan terbiasa dengan semuanya nanti Nyonya." Jelas banyak yang harus disesuaikan dari cuaca, kebiasaan dan makanan. Tapi ya bukan hal yang menyebabkan kau harus mengepak kopermu dan terbang kembali.
"Dia akan baik-baik saja Maria. Apa David menyusahkanmu? Kata Gabriel kau berhasil menarik kartu kreditnya tanpa insiden?" Aku ganti memeluk singkat Tuan Juan, Spaniard (orang spanyol) yang penuh semangat, dia sangat menyukai kapal pesiar, itu sebabnya dia lebih memilih jadi executive untuk perusahaan kapal pesiarnya, walau sekarang dia juga sudah pensiun dan perusahaannya juga dikelola oleh profesional.
"Maafkan aku Sir, aku tidak menyukainya sama sekali, kebanyakan aku bertengkar dengannya. Aku memperingatkannya dia tidak mau mendengarkan lalu aku menariknya mungkin dia takut karena aku membuat rencana dengan Tuan Gabriel bahwa aku adalah Direktur Keuangan yang dekat dengan pemegang saham lain."
"Iya Gabriel memberitahuku kami tak boleh terlihat dekat denganmu, tapi sekarang dia di Dominica bukan jadi tak apa kami di sini..."
"Iya dia di Dominica Sir."
"Ceritakan padamu bagaimana detail kau bisa menarik kartu kreditnya." Nyonya Maria bertanya. Aku ceritakan padanya dengan sejelas-jelasnya, sampai aku memperingatkannya, menangkap untuk apa dia menggunakan kartu kreditnya, sampai kejadian yang terakhir yang terjadi di kantor ini dengan assistennya sendiri.
"Kenapa dia menghabiskan uang untuk perempuan yang tidak di sukainya. Aku benar-benar binggung. Sebenarnya apa maunya anak itu." Nyonya Maria mengeluh sekarang. "Jika dia memberikannya hadiah mahal lalu menginginkannya sebagai istrinya itu bisa dimebgerti, tapi ini seperti dia tidak ingin kekasihnya kembali. Jadi apa gunanya memberinya hadiah mahal."
"Nyonya, sebenarnya dari kemarin aku juga punya pertanyaan yang sama denganmu." Aku menimpali Nyonya Maria. "Mungkin dia hanya senang dengan service gadis itu Nyonya." Aku tak bisa memikirkan alasan lain selain itu
"Entahlah, aku juga tak tahu tapi jelas kita mengirim Carla ke sini bisa membuatnya berhenti memakai uang sembarangan." Tuan Juan menimpali.
"Ini karena kau sering mengajaknya berlayar dan menggoda gadis-gadis." Nyonya Maria sekarang menyalahkan Tuan Juan.
"Itu tak ada hubungannya, sebelumnya dia sama sekali membenci wanita seperti membenci Ibunya, kau sendiri takut dia menjadi g*ay. Sekarang dia malah menjadi playboy yang terlalu tak percaya cinta, coba sekarang mana yang harus kita pilih." OMG, percakapan apa yang kudengar ini? Iblis itu membenci Ibunya. Aku baru mendengar informasi ini. Aku tidak mau ikut campur soal ini.
"Apa anak itu juga menggodamu juga Carla?" Kali ini Nyonya Maria.
"Ya, begitulah Nyonya. Dia mengajakku makan malam semacam itu, bahkan dia pertama bertemu denganku bermanis-manis dengan membawakan kue coklat. Tapi yang itu kurasa bukan untuk merayu tapi memperlancar urusan keuangan."
"Benarkah? Lalu bagaimana kau menangapinya."
"Aku menjawabnya aku dan dia cuma kolega kerja. Tak ada acara makan malam antara kami sampai kapanpun. Sederhana saja."
"Ohh?" Mereka berdua mengeluarkan gumaman lalu berpandangan satu sama lain, ada apa dengan pandangan itu. Mereka takut aku bisa dipengaruhi David? "Kau yakin sampai kapanpun, bukankan anak kami itu sangat menggoda?" Sir David berusaha mengorek.
"Iya tentu saja, Ayah saya orang yang sama seperti David. Saya sudah tahu bagaimana ujung punya hubungan dengan orang seperti David. Dia tak akan bisa mempengaruhi saya Sir. Anda bisa yakin dengan saya."
Mereka berpandangan lagi berdua.
"Begitu rupanya, kau benar-benar anti dengan David."
"Benar sekali Nyonya. Anda bisa tenang. Kartu kredit itu tak akan pernah keluar, atau saya tak akan pernah akan menyetujui pembelian apapun yang bukan untuk perusahaan." Aku sekali lagi meyakinkan mereka.
"Hmm... ya baiklah. Bagian itu kami percaya. Apa menurutmu dia tidak bisa ditolong Carla." Nyonya Maria sekarang bertanya kepada Carla.
"Ayah saya baru bercerai dua kali, tiga tahun yang lalu baru menikah lagi. Umurnya sudah 67, punya 3 pernikahan, terakhir dia bercerai karena selingkuh juga. Wanitanya banyak bahkan sampai sekarang karena dia terlalu tampan dan menyukai petualangan wanita seperti David. Itu referensi saya jika Anda tanya apakah David bisa ditolong. Tapi yah itu pendapat saya saja, tak mungkin semua manusia sama."
"Astaga Juan, kapan kita punya cucu?" Keluha Nyonya Maria membuatku ingin tertawa. Tapi aku tak berani, apa orang seperti David akan menyerahkan kebebasannya untuk membuatkan orang tua angkatnya cucu.
Ini sangat lucu...
"Kau tahu Carla, kami sudah beberapa kali menjodohkannya dengan wanita yang kami pikir cantik, baik, tapi dia mematahkan hati mereka. Aku tak tahu bagaimana caranya lagi membuat dia berkeluarga dengan baik-baik." Nyonya Maria mengeluh padaku.
Aku tak tahu bagaimana menanggapi keluhannya.
"Mungkin nanti dia akan bertemu dengan gadis yang bisa menundukkan hatinya Nyonya. Tak semua orang sama seperti Ayahku bukan." Aku hanya bisa menghiburnya begitu sekarang.
"Kau pikir begitu?"
"Iya mungkin saja ....Aku tak tahu masa depan. Ayahku hanya cerita ayahku, tak mungkin dua manusia mempunyai cerita yang sama satu sama lain bukan."
Aku berkata begitu tapi bagiku David itu sudah tak tertolong. Yang bisa menolongnya hanya keajaiban dari Tuhan. Seperti Ayahku, sampai sampai tua pun dia masih mencari cinta kemana-mana.
"Kau bisa percaya padaku Nyonya, Tuan, dia harus menjelaskan setiap sennya padaku. Tak akan kubiarkan dia menggunakan uang perusahaan." Tapi kalau untuk dia tak memakai uang perusahaan jelas itu bisa kuatur. Tak akan ada lagi kesempatan bagi iblis itu.
"Kami percaya padamu. Kau tak pernah mengecewakan kami. Titip salam untuk Ibumu, apa dia baik?"
"Dia baik, walau sedikit sering sakit belakangan Sir." Karena aku bekerja jauh, sekarang dia punya housekeeper untuk membantunya di rumah. Juga jadi teman bicaranya, gajiku bisa memungkinkan aku untuk mengambil housekeepers. Lagipula adik-adikku sudah dewasa sudah bisa menopang diri mereka sendiri.
"Kurasa dia bisa tinggal di Miami, adikmu di sana. Udara lebih hangat. Di NY mungkin tak terlalu cocok untuk orang yang sepanjang hidupnya ada di LA.
"Kau benar Sir, aku memang mempertimbangkan itu."
Aku mengantar mereka pergi kemudian, sambil berpesan agar aku tak melonggarkan apapun permintaan David jika dia menggunakan uang perusahaan untuk membiayai gadis-gadisnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Daanii Irsyad Aufa
jelas sudah orang tua angkat David ingin Carla bisa menaklukkannya
2024-10-03
0
Dwi Sasi
Semakin menarik...
2024-01-01
0
💕Bernadet Wulandari💕
kamu jodohnya David Carla.
2023-12-20
0