"Kita belum sempat berkenalan dengan benar, aku David Montgomery, Direktur Pengembangan Bisnis..." Dia menyalamiku dengan sopan, bagaimanapun aku di posisi setara dengannya, dan berkuasa mengendalikan dompetnya alias kartu kreditnya. Jadi jelas dia harus bersikap sopan denganku.
Sosoknya yang tinggi dengan proporsi tubuh atletis datang padaku, wangi parfumnya enak. Entah apa yang dia pakai wanginya, yang jelas aku seperti mencium gabungan, patchouli, grape, kayu manis, lavender wanginya enak kau bisa tertarik mengendusnya seharian. Pasti parfum mahal. Iblis seperti dia pasti tahu memilih parfum yang membuat wanita tergila-gila.
"Oh ya aku membawakan sedikit hadiah perkenalan. Semoga kau menyukainya." Dia mengangsurkan sebuah kantong makanan, yang kubuka isinya adalah kue coklat merk terkenal.
"Kau baik sekali, Tuan Montgomery. Terima kasih." Aku menerimanya dengan rasa terima kasih tentu saja. Tapi hanya kue tak bisa dimanfaatkan untuk membelokkan tugasku.
"Bukan hal yang besar. Panggil saja David." Aku tak tertarik memanggilmu begitu akrab. Tapi baiklah, dia sendiri yang minta. Lagipula posisi kami setara.
"Baiklah David, terima kasih untuk kuenya."
"Kau ke sini. Sihlakan duduk. Apa yang bisa kubantu untukmu?" Sekarang dia akan mulai negosiasi. Kueku sudah aman pada tempatnya. Aku sudah membenarkan posisi kacamata siap untuk berperang dengannya.
"Ini, manager keuanganmu mengatakan dia akan memotong gajiku karena pengeluaran entertainment dengan klien. Mungkin dia salah mengerti tapi transaksi-transaksi ini adalah untuk dealing pembelian sebuah hotel. Kami mengusahakan potongan harga pada transaksi ini, harus ada biaya yang keluar pastinya."
"Ehm...begitu?"
"Iya begitu." Melihat aku tak yakin dia menambahkan. "Kau tahu klub hiburan kadang harga mereka menetapkan harga tak wajar untuk paket pelayanan, tapi agar deal berjalan. Jadi aku mungkin memakai puluhan ribu, tapi aku menghemat jutaan dollar faktanya."
"Ohhh begitu. Oke baik, jika kau berkata begitu mari kita lihat detail tagihanmu yang bermasalah bulan ini."
Kukeluarkan map bon asli yang sudah kusimpan dari tangan assistenku.
"Bon pertama, The Apprentice Club, Paket minuman makanan, oke...tidak ada masalah semua di setujui, paket hiburan The Limo... apa ini rinciannya..." Tidak ada keterangan di notanya tentu saja. Assistenku harus mencari tahu sendiri. "...ohh memesan striptease dance dan dua orang peneman minum. Kau deal dengan Tuan Mitchell Burrell bukan umurnya 79 tahun, daripada kau memesan striptease dance, lebih baik memesan gingseng cina seharga 10,000 dollar untuknya. Apa dia masih bisa menggunakan miliknya dengan benar, atau kau menggunakan semuanya. Jelas bagian ini terlalu tidak bisa dipercaya."
Dia diam. Nampak cukup kaget aku membacakannya terang-terangan.
"Ya apa salahnya orang tua mendapat sedikit hiburan dari anak muda, hei Al Pacino yang berumur 84 saja baru punya bayi dengan gadis usia 29. Apa yang tidak mungkin sekarang." Bicaramu memang lancar Iblis.
"Tidak mungkin jika dia punya ring di jantungnya plus dia diabetes." Sekarang dia terdiam.
"Aku tak perduli dengan siapa kau memesan ini, tapi kau bayar sendiri. Jelas." Dia tidak menjawabku. Mungkin kaget jika aku tahu orang yang dia maksud punya penyakit seperti itu. Aku melanjutkan...
"Dan nota ke 2, LV, Penerima Tuan Danovan Burrel, keterangan darimu handbag LV Man, keterangannya sebenarnya.... handbag LV, kode tasnya ada, tapi aku baru tahu Tuan Danovan Burrel suka tas City Streamer LV , 11.200 dollar."
"Itu untuk istrinya."
"Ohh istrinya yang berusia 75 tahun memakai City Streamer, pink, mini? Selempang? Seperti ini." Aku tahu dia akan memakai alasan itu. Kutunjukkan gambar tas LV itu. "Nenekku baru 65 tahun, tapi tasnya jelas tidak seperti ini. Kau kirim ke kekasihmu sebagai hadiah ulang tahun?"
"Itu tidak benar. Aku tidak..."
"Kau tidak akan menggunakan cara kotor ini padaku Tuan Montgomery, perintahku jelas, jika kau menggunakan kartu kredit perusahaan untuk hal-hal yang bukan untuk perusahaan, kau bayar sendiri. 20,500 dollar akan dipotong ke gajimu. Diskusi kita selesai." Aku tersenyum padanya. Senyum yang menyakitkan karena aku memotong ini ke gajinya.
"Nona Carla kita bicarakan lagi ini, begini saja..." Kupotong kata-katanya karena aku malas berdebat dengannya.
"Aku tidak berdamai dengan uang puluhan ribu. Thomas mungkin melewatkannya tapi aku akan mencurigai semua pengeluaranmu mulai sekarang. Mulai sekarang semua bill restoran diatas 1.000 dollar yang kau bilang makan dengan klien harus menyertakan foto klien. Manager keuangan akan memeriksa tanggal foto di ponselmu."
"Apa?!"
"Aku tidak membayar kau makan malam dengan kekasihmu."
"Kau tidak bisa melakukan ini, sejak kapan makan harus ada fotonya."
"Sejak aku berkuasa di sini. Kau gagal menyediakan foto, aku akan membebankan ke gajimu!" Aku menunjuknya langsung. "Mau tak mau kau harus mengikuti aturanku kalau kau ingin kubayari."
"Kau gila Nona."
"Kau benar aku gila, Tuan Montgomery. Itu aturan khusus untukmu, karena reputasimu sangat bagus! Kau keberatan? Pamanmu mendukungku. Kau tak akan bisa melakukan apapun padaku, bahkan sampai melapor ke Tuan Juan dan Gabriel akan kulayani kau." Aku menunjuknya sekarang.
"Baik terserah padamu."
"Ohh?" Kejutan dia langsung menyerah apalagi yang direncanakannya.
"Ya sudah Carla, aku akan menuruti keinginanmu." Sekarang dia tersenyum menatapku seakan sudah memikirkan banyak hal yang bisa dia lakukan untuk mengelabuiku.
"Kau akan menuruti yang mana?"
"Kau minta setiap bon diatas 1.000 dollar ada bonnya bukan."
"Iya baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu." Dia berbalik pergi. Apa dia sudah menemukan cara mengakaliku secepat ini? Bagaimana dia ingin mengakaliku. Otakku mencari kemungkinan kemungkinan yang mungkin akan di cobannya.
"Jika aku menemukanmu mengedit fotonya, atau melalukan apapun kau akan kudenda tiga kali lipat. kau boleh mencobanya."
Sekarang langkahnya terhenti sebelum mengapai pintu, dia berbalik menghadap ke arahku.
"Kau memang penyihir."
"Terima kasih kuterima itu sebagai pujian." Aku tersenyum puas.
Dari situlah aku mendapat nama penyihir.
Dan seperti kubilang dia buatku adalah Iblis.
Dan beberapa saat kedepan kurada kami penyihir dan iblis, akan sangat cocok.
Sangat cocok untuk menjadi musuh bebuyutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
💜Ilalang Senja💜
🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩
2025-03-13
1
Daanii Irsyad Aufa
wah awal yg menarik, kita lihat seberapa licik si David ini
2024-10-03
1
Kinara (Hiatus)
baru baca sekarang🤭
2024-05-09
2