POV Author
Nyonya Maria dalam keadaan khawatir setelah bicara dengan Carla. Bagaimana jika seperti yang dikatakan Carla jika nanti jika David tak ingin berumah tangga karena kebenciannya pada Ibunya.
"Suamiku, bagaimana jika apa yang Carla benar? Bagaimana kita bisa punya cucu jika dia berencana begitu. Dia sudah sering mementahkan semua nasihat kita. Kita sudah mengupayakan banyak hal dari menjodohkan, menanyakan siapa pacarnya, semua tak ada yang berhasil meyakinkannya menikah."
"Mungkin dia akan ada di titik jenuh nanti. Dia baru saja putus, dan entah bagaimana dia menyerahkan kartu kreditnya, artinya dia tidak ingin membelanjakan wanita lagi. Mungkin dia mau berubah. Kita harus menunggu kurasa, coba nanti kita bicara dengannya lagi. Katanya dia akan ke Miami akhir bulan ini bukan."
Nyonya Maria menghela napas.
"Aku mungkin egois tidak pernah punya bayi. Walau kita punya David dalam asuhan kita tapi kita tak pernah punya seorang bayi untuk digendong. Aku sudah 62, apa aku akan mengendong bayi Juan. Mungkin aku meminta terlalu banyak pada Tuhan."
"Kau masih muda sayang, nanti akan dikabulkan... mungkin kau akan melihat cucumu menikah nanti. Kau akan hidup sampai 100 tahun..."
"Kau memang paling bisa menghiburku Juan. Harusnya kau bicara pada David lagi, mungkin aku bukan Ibunya jadi dia tidak mendengarku, tapi mungkin jika kau yang bicara dari hati ke hati dia akan mendengarkan."
"Akan kucoba oke. Kau tenanglah, tidak akan separah itu." Tuan Juan Ignazio mencoba menenangkan istrinya, sebenarnya dia sudah berbicara dengan anaknya itu dari hati ke hati. Pernikahan orang tuanya memang berakhir buruk tapi itu bukan berarti dia juga akan berakhir begitu. Dia sudah mengatakan itu berkali-kali ke David.
Maria mencoba tenang, tapi dalam hatinya dia tahu dia sangat khawatir. Sepertinya yang dikatakannya, mungkin dia tidak punya cukup waktu untuk melihat cucunya besar.
Sementara itu David sudah kembali ke NYC lagi, dia ada pertemuan dengan pemilik hotel yang mereka beli. Baru kali ini dia tandem dengan Carla dan dia bisa melihat Carla benar punya jabatan yang sesuai. Dia tidak tahu pemegang saham mana yang dekat dengannya tapi dia mulai mengakui profesionalitas dan kecerdasan gadis itu. Tak salah jika diangkat menjadi Direktur Keuangan di usia yang begitu muda.
Dia jadi penasaran dengan apa yang dikatakan gadis itu apa benar dia yang membiayai adik-adiknya dan Ibunya, jika iya pasti hebat sekali. Dia seorang yang tangguh dibanding dengan Ibunya yang pergi meninggalkannya dalam asuhan nenek Ayahnya, akhirnya diadopsi olej Pamannya demi untuk menikah dengan pria yang kaya.
Dia tidak pernah memaafkan Ibunya untuk itu. Walaupun Ibunya beberapa kali bertahun-tahun kemudian ingin menemuinya dan mengajaknya tinggal bersamanya, semua kejadian di masa kecilnya begitu membekas di ingatannya sehingga dia tidak sanggup memaafkannya sampai sekarang.
Sebenarnya dia lelah menanggung kebencian ini, sampai setiap hubungannya dengam wanita kandas karena dia teringat wanita-wanita itu seperti Ibunya, semua melihat dia adalah seorang ahli waris yang akan mewarisi jaringan hotel dan bisnis mapan orang tua angkatnya.
"Sir, pengeluaranmu di Dominica sudah ditransfer kembali ke rekeningmu. Nona Carla sudah menyetujui semuanya." Janette memberi tahu saat dia mengantar beberapa dokumen kepada David.
"Baiklah, oh ya kau ikut Carla dari LA bukan Janette?" Tiba-tiba dia bertanya kepada Janette.
"Iya aku ikut Nona Carla dari LA Sir."
"Apa benar dia membiayai adik-adiknya." Jannette heran kenapa David menanyakan mengenai keluarga Carla tapi tetap dijawabnya.
"Oh benar, hidupnya memang berat. Dia bekerja keras untuk kenaikan gajinya di awal, aku masuk tak lama setelah dia. Jadi aku tahu dia selalu melakukan yang terbaik. Sangat jarang Direktur berusia 33 tahun, tapi Carla pantas, Anda akan tahu setelah bekerja dengannya."
Janette menyangka pria ini masih menganggap Carla naik ke posisi Direktur karena dia dekat dengan salah seorang pemegang saham. Padahal Janette juga tahu pemegang saham yang dimaksud adalah Juan Ignazio.
"Dia hebat nampaknya."
"Tentu saja membiayai 3 orang adik dan 1 orang Ibu bukan hal yang main-main. Adiknya beruntung memiliki kakak sepertinya." Janette menambahkan dengan bersemangat dan mulai berpikir jangan-jangan David Montgomery tertarik pada Carla. "Dan Carla sejak aku mengenalnya selalu memberikan 100%, mungkin 200% untuk pekerjaannya, itulah kenapa dia bisa menempati posisi Direktur di usia yang muda. Otaknya encer dan direktur yang lalu memang mengakui kalau dia brilliant."
"Ohhh kakak yang membiayai 3 orang adik. Itu memang luar biasa. Terima kasih Janette. Yah seperti katamu dia memang brilliant, tak diragukan." David menyetujuinya sekarang.
Gadis itu hebat.
Dia tidak seperti gadis lain yang ditemuinya yang melihat dia sebagai laki-laki kaya yang harus dikejar. Dia sendiri punya banyak yang harus dilakukan untuk keluarga dan itu dilakukannya dengan tangannya sendiri bukan dengan mengejar pria yang kaya seperti Ibunya.
Tapi Carla membencinya dengan segenap hatinya. Penyihir itu menganggap dia adalah pria yang harus dia hindari. Dia tahu kelakuannya memang minus. Carla benar dia mengelilingi dirinya dengan gadis-gadis seperti itu. Dia hanya melihat kecantikan mereka.
Sekarang dia tahu gadis-gadis tangguh seperti Carla penyihir itu pasti bukan cuma satu di luar sana. Hanya dengan begitu dia bisa melihat seorang gadis berbeda.
Kebanggaan pada diri sendìri dan tidak takut untuk menghadapi kerasnya hidup.
Carla Winston. David mengakui dia bukan gadis yang biasa ditemuinya. Gadis itu punya tekat dan penyayang keluarga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Erfi Ana
nah nah nah
2024-02-10
0
Dwi Sasi
Step by step...
2024-01-01
0
Klara Rosita
Waah mulai tertarik nih yaaa... 😂😂😂
2023-10-03
0