"Kau terdengar tidak bersemangat."
"Aku tak mau berbagi kamar denganmu." Kujawab terang-terangan dengannya.
"Beberapa orang sangat menginginkan berbagi kamar denganku." Dia pikir aku termasuk golongan penggemarnya, padahal aku termasuk golongan musuhnya.
"Aku bukan termasuk golongan pengemarmu." Aku melihatnya dengan pandangan dia adalah makluk menyebalkan yang tidak ingin aku temui.
"Kenapa? Bukankah aku kaya, tampan, bisa membuatmu membayangkan hal indah. Lagipula aku hebat di ra*njang, kujamin sekali coba kau akan ketagihan." Iblis ini rupanya tidak keberatan memuji dirinya sendiri. Dan rasa percaya dirinya setinggi langit. Dia sangat percaya semua wanita akan tunduk pada ketampanan dan uangnya. Benar bagi 99% wanita tapi aku 1% yang tidak terpengaruh.
"Aku jelas tidak tertarik dengan kekayaan, ketampananmu." Dia menaikkan alisnya.
"Ohhh, begitu? Aku baru mendengar itu. Lalu apa yang membuatmu tertarik. Kau bahkan tak punya pacar sama sekali, wanita lain?" Iblis ini entah kenapa masih penasaran, mungkin karena aku satu-satunya yang tak silau dengan badge pewaris jaringan hotel Charleston yang ketampanannya selevel dewa.
"Itu bukan urusanmu. Kau sama saja payahnya, berpindah-pindah wanita tanpa satupun yang kau berani mengambil komitmen. Kenapa kau harus mengurusi persoalan pribadiku." Aku membalasnya. Dia tertarik sekali dengan urusan pribadiku.
"Komitmen bisa diatur jika aku mempercayai orang itu dan orang tersebut tepat menurutku."
"Kalau begitu jawabanku sama." Yang dia katakan adalah kebenaran umum.
"Menurutmu kenapa aku tidak tepat untukmu, sementara wanita-wanita yang lain 99% mengatakan aku tepat untuk mereka." Dia duduk menatapku dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Apa yang dia sedang usahakan? Berupaya agar aku bisa tidur dengannya?
"Apa yang sedang kau usahakan? Mengubah pendapatku untuk membuat aku merasa kau tepat untukku. Lalu kau punya teman tidur bersama." Sekarang dia tertawa.
"Begini saja Carla, aku menjamin kau tak akan tidur denganku. Jika aku melanggar itu kau boleh mendapatkan 2 bulan gajiku. Lagipula aku tak memaksa gadis-gadis untuk tidur denganku. Yang kutahu mereka yang memaksaku untuk tidur dengan mereka... Jadi nanti malam kau boleh bebas merayap ke tempat tidurku jika kau kepanasan. Aku tak akan menolak, aku akan mendinginkan semuanya." Dia mengatakan itu sambil tersenyum lebar, yakin aku akan memerlukannya itu duluan.
Iblis ini punya rasa percaya diri setinggi langit. Tak disangsikan.
"Jadi kenapa menurutku aku tidak tepat untukmu, sementara yang lain 99% mengatakan aku tepat untuk mereka. Jawab aku, anggap saja aku hanya penasaran tak ada maksud apapun."
"Apa itu penting."
"Penting, dari pertama kita bertemu kau menganggapku musuh." Aku tersenyum sekarang, dia sadar ternyata aku menganggapnya musuh.
"Itu karena kau memang tukang menghabiskan limit kartu kredit perusahaan, kau musuhku di keuangan."
"Aku yakin bukan itu alasannya. Kau tidak menyukaiku secara personal. Sejak kita bertemu, jika cuma alasannya tidak mungkin. Jadi katakan kenapa gadis lain menganggapku menarik, tapi kau membenciku."
"Kurasa itu tidak penting, kita hanya kolega. Selama pekerjaan kita lancar tak ada yang perlu diperdebatkan."
"Bagiku itu penting. Kenapa kau menganggapku tidak menarik. Apa yang salah, aku ingin tahu, kau mau membenciku sihlakan tapi aku ingin tahu alasannya." Baiklah, aku akan menjawabnya.
"Aku memang tak menyukaimu. Kau dan Ayahku sama, tampan dan punya uang. Ayahku juga tampan sepertimu, dengan seragam gagah kapten kapal pesiar besar, gaji yang lebih dari cukup untuk setidaknya 90% wanita, kecuali wanita yang mendambakan para millionaire. Dan dia menyakiti Ibuku, wanita yang melahirkan empat orang anak untuknya, dan Ibuku menyakiti kami, karena beban psikologis yang di ditimbulkan Ayah. Kau sama dengan dia, Ayahku umur 57 dia masih tampan, bahkan tiga tahun lalu dia masih menikah setelah dua kali bercerai. Aku tak perlu uang untuk membeli mansion, aku hanya ingin sebuah rumah yang nyaman dan penghuni yang bahagia." Aku melihatnya di matanya tanpa takut. "Apa jawabanku jelas untukmu?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Erfi Ana
uwoowwww
2024-02-11
0
Dwi Sasi
Carla dengan bpknya
David dengan ibunya
Klop...
2024-01-01
0
Klara Rosita
Carla punya trauma sama laki-laki tampan
2023-10-03
1