..."Hanya karena kamu tidak mempostingnya dimedia sosial bukan berarti kamu tidak melakukan hal-hal yang besar, tetaplah rendah hati karena privasi adalah segalanya."...
..._Unknown...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
10. BERTEMU LAGI
Setelah jam manggung mereka selesai, Helena dan ketiga temannya dengan segera pulang kerumah masing-masing.
Tengah malam.
Itulah yang menggambarkan suasana kali ini, jam diponsel Hellena menunjukan 23:23. Tinggal beberapa menit lagi untuk pergantian jam ke hari esok.
Memang sudah menjadi rutinitas Helena pulang tengah malam, jika selesai dari The Heaven Cafe tersebut. Untung mereka hanya bekerja saat dimalam weekend saja, sehingga tidak akan mengganggu jam sekolah mereka seperti biasa.
Suasana jalan masih saja ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang, dan juga tidak sedikit tempat yang masih buka sampai pada jam itu.
Hal tersebut tentunya sudah sangat biasa terjadi di kota besar seperti San Francisco, California ini.
Selain itu, memang ada beberapa tempat yang beroperasi selama 24 jam. Sehingga kota ini tidak akan pernah sepi, entah itu siang ataupun malam sekalipun.
Helena selalu ditemani Lucas untuk pulang dan memang jarak rumah mereka juga yang berdekatan. Hanya terhalang beberapa rumah dari Lucas menuju rumah Helena.
Keduanya tampak berjalan dengan santai seperti biasa, tentunya ditemani dengan obrolan ringan didalamnya.
Terlihat Lucas yang merapatkan jaket yang dipakainya, serta kedua tangan yang dimasukan kedalam masing-masing saku jaket tersebut. "Ku rasa udara malam ini sangat dingin," celetuk Lucas yang semakin merasa kedinginan meskipun sudah memakai jaket yang cukup tebal.
Helena yang berada tepat disamping Lucas tentunya ikut merasakan apa yang dirasa, "mungkin karena sebentar lagi musim dingin."
Suasana keduanya kembali sunyi setelah percakapan tersebut, mereka berdua kembali fokus pada pijakan mereka dengan harapan agar segera sampai dirumah.
Namun dari kejauhan dapat Helena dan Lucas lihat, jika ada seseorang yang tampak kedinginan menunggu diluar mini market yang terlihat sepi karena sudah tutup.
"El, lihat itu!" Suara Lucas semakin membuat Helena ikut memperhatikan dengan teliti orang tersebut.
"Ayo, kita hampiri orang itu!" Ajak Lucas sambil menarik tangan Helena agar berjalan mendekati orang tersebut.
Helena tanpa banyak protes mengikuti semua yang dilakukan Lucas, jujur saja dia juga ikut merasa kasihan dengan orang itu.
"Kau tidak apa?" tanya Lucas terlebih dahulu setelah mereka berdua berdiri tepat didepan orang tersebut.
Namun nyatanya respon orang tersebut terlihat tidak bersahabat, dimana tertera sekali wajah takut dari gadis tersebut.
Ya, seorang gadis. Mungkin umurnya sedikit dibawah Helena dan Lucas. Seorang gadis yang sangat cantik dan mungkin juga kaya.
Dapat dilihat dari pakaian yang dipakai sangatlah bermerk dan juga mahal. Terlihat sederhana, namun memiliki harga yang fantastis.
"Hei, tidak perlu takut. Kita berdua bukan orang jahat, kita berdua berniat menolong mu." Sesama perempuan, kini Helena mulai membuka suara dan berbicara dengan lembut dengan gadis dihadapannya ini.
"Kakak," cicit pelan gadis tersebut yang masih dapat didengar oleh Helena maupun Lucas. Terlihat kini tubuh mungil tersebut makin meringkuk, entah merasa dingin atau takut.
Helena dan Lucas saling pandang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh gadis yang hendak ditolongnya.
"Kau kesini bersama Kakak mu?" Tanya Lucas kembali yang mencoba mengartikan kata dari gadis tersebut.
Tidak ada jawaban apapun, tidak ada gelengan maupun anggukan dari gadis itu. Tentunya menambah rasa bingung untuk Helena dan juga Lucas.
"Apa sebaiknya kita tinggalkan saja?" Bisik Lucas pelan pada Helena, namun dengan segera Helena memukul tangan Lucas lumayan keras.
Bugg
"Kau gila! Bagaimana kita bisa meninggalkannya dengan keadaan seperti ini?"
"Habisnya dia tidak menjawab pertanyaan kita, atau berbicara apapun. Bagaimana kita dapat menolongnya?"
Helena memilih untuk mengabaikan Lucas dan kembali bertanya pada gadis itu, "apakah kamu tersesat?"
Awalnya gadis tersebut menggelang pelan, lalu setelah itu mengangguk dengan cepat.
Tentu saja hal itu membuat Helena dan Lucas kembali bingung. "Jadi sebenarnya, kau tersesat atau tidak?" Entah kenapa Lucas menjadi geram sendiri melihat prilaku dari gadis itu.
Sungguh rumit dan membingungkan, jangan lupa juga membuatnya kesal.
Gadis itu kembali menjadi takut ketika mendengar nada bicara Lucas yang menjadi kesal, hal itu membuat Helena ikut menghela napas lelah melihatnya.
"Hei, dengarkan aku! Kita tidak berniat jahat kepadamu, kita berdua ingin menolongmu. Kamu lihat sendiri bukan, kita tidak berbuat hal jahat padamu."
"Lagian, apakah kita berdua terlihat seperti orang jahat?" Lucas menambahi perkataan Helena, dia berpikir mungkin saja gadis itu menganggap wajah dari salah satu dari mereka terlihat seperti seorang kriminal.
Gadis tersebut tidak langsung merespon, namun kini wajah takut itu sedikit berkurang. Dan juga kini gadis tersebut mulai berani menatap Helena dan Lucas secara bergantian.
"A-aku tidak tahu caranya pulang," ucap dengan pelan gadis itu yang masih dapat didengar oleh Hellenapun maupun Lucas.
"Dimana rumah mu?"
"Tidak tahu," jawaban polos dari gadis itu membuah Helena dan Lucas terkejut.
"Bagaimana bisa alamat rumah mu sendiri tidak tahu?"
"Aku baru saja pindah kesini, jadi tidak tahu."
"Jika seperti ini, bagaimana kita membantunya pulang, El?"
"Aku juga tidak tahu."
Akhirnya Helena, Lucas dan gadis tersebut diam saja tanpa ada percakapan apapun. Helena dan Lucas yang bingung harus berbuat apa, sedangkan gadis tersebut semakin takut karena ditemani oleh orang asing.
Tidak lama dari itu, terlihat sebuah cahaya yang terpancar dari sebuah lampu mobil yang mendekat kearah mereka.
Terlihat seorang pria keluar dari mobil tersebut dan berjalan cepat kearah ketiganya, yang kini tanpa sadar ketiganya malah meringkuk dengan posisi berjongkok.
Sekilas terlihat seperti anak-anak yang terlantar. Sungguh kasihan!
"Megan!" Seru pria tersebut dengan sedikit kencang, yang tentunya membuat Lucas dan Helena sedikit terkejut.
Tanpa sadar ketiganya berdiri secara bersamaan dan melihat kearah sumber suara.
"Kakak!" Pekik gadis itu yang langsung berlari kearah pria tersebut. dan memeluk dengan erat tubuh tegap itu.
Sedangkan Helena dan Lucas kembali saling pandang, keduanya seolah paham jika mungkin saja pria tersebut merupakan Kakak dari gadis tersebut.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya pria itu sambil melihat dengan seksama tubuh gadis kecil yang berada didepannya itu, tanpa sadar menghiraukan keberadaan Helena dan Lucas.
"Aku baik-baik saja, Kak."
"Syukurlah, lain kali jangan pergi sendirian lagi!"
Gadis tersebut mengangguk pelan, "iya, aku tidak akan pergi sendirian lagi."
"Kalau begitu, ayo pulang!" Ajak pria itu yang menarik tangan gadis tersebut, namun dengan cepat gadis tersebut mencegahnya.
"Tunggu dulu Kak, mereka..." perkataan gadis tersebut tergantung dengah arah pandang belakang, dimana Helena dan Lucas yang masih setia ditempat semula.
Pria tersebut langsung saja mengikuti arah pandang gadis tersebut, dan seketika kedua mata tersebut langsung membulat dengan sempurna.
"Kau!!" Pekikan yang cukup keras dengan tangan yang terarah menunjuk kearah Helena dan Lucas.
Sedangkan Lucas dan gadis itu menjadi shok sendiri dengan pekikan dari pria itu.
"Sudah kuduga."
To Be Continue
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Deha97
sabar bang luc, ini cobaan😂😂
2023-07-30
1