cemburu?

"natan ! Kita harus bicara !" ucap eliza yang terlihat kesal.

"apa ,za?" tanya natan dengan lembut.

"pakai mobil aku aja,kita bicara didalam mobil." ucapnya.

Eliza memberikan kunci mobilnya kepada natan dan ia masuk kedalam mobil.emosinya sudah di ubun-ubun .

"natan,bagaimana bisa kamu memutuskan sesuatu sendirian dan tanpa mempertanyakan pendapat ku terlebih dulu.aku juga berhak berpendapat." ucapnya yang terlihat marah.

"kamu tenang dulu.maaf ,aku tidak memberitahu mu tentang kepindahan kita.aku harap kamu bisa menerima keputusan ku untuk pindah ke rumah yang sudah aku persiapkan." ucapnya dengan tenang .

"tapi setidaknya kamu harus bicarakan terlebih dulu kepada ku,nat.tidak seperti ini,aku istri mu ." ucapnya .

"maaf,za.sekali lagi maaf.aku takut kamu tidak akan setuju jika aku bertanya terlebih dahulu kepada mu." ucapnya.

"aku ini istri mu ,nat.sudah sepantasnya aku mengikuti kemana pun suami ku pergi tapi,tidak seperti ini." ucapnya.

"iya,za.maaf ya,lain kali aku akan membicarakan apapun itu kepada mu." ucap natan yang merasa bersalah .tangannya memberanikan diri untuk mengelus kepala eliza.

"natan,fokus ." ucap eliza saat natan mengelus kepalanya.ia merasa masih kesal dengan natan.

"iya iya.tapi sudah tidak marah kan?" tanyanya.

Eliza tidak menjawab .ia memalingkan wajahnya kearah jendela.

Natan hanya tersenyum melihat sikap eliza yang seperti itu.hingga mobil pun berhenti di parkiran sekolah.beruntungnya parkiran sudah terlihat sepi karena jam sudah menunjukan pukul 07.15.dan itu berarti sebentar lagi bel masuk berbunyi.

"untung sepi." ucap eliza.

"memangnya kalau ramai kenapa?" tanya natan.

"kalau ramai,otomatis semua orang melihat kita dan akan jadi gunjingan disekolah." ucap eliza.

"menurutku tidak apa biar mereka semua tahu jika ibu guru cantik yang biasa mereka puji ini adalah milik natan pratama." ucap natan.

"jangan ngaco ,nat.sudah kamu duluan keluar habis itu baru aku." ucap elizq.ia tidak ingin pernikahan mereka diketahui oleh orang apalagi natan belum lulus sekolah.

"baiklah,tuan putri." ucap natan tersenyum.lalu ia keluar dari mobil eliza tapi,ia tidak menyadari jika ada seseorang yang baru saja sampai dan sedang memarkirkan kendaraannya di sana.

"bukankah itu ,natan .kenapa dia keluar dari mobil bu eliza.sebentar,itu juga bu eliza dan juga baru keluar dari mobilnya.apa yang mereka lakukan didalam mobil ?apa mereka berangkat bareng? Tapikan mereka tidak satu arah?" banyak pertanyaan dibenak seseorang tersebut.

eliza pun keluar dari mobilnya.saat ia hendak menutup pintu mobil ,terdengar seseorang memanggilnya."bu eliza."ucap seseorang tersebut yang tak lain adalah pak andika .

Eliza menoleh "pak andika !" serunya .

"iya,bu.kenapa ibu seperti kaget gitu melihat saya?" tanyanya.

"tidak ,pak.perasaan bapak saja.kalau begitu saya duluan ,pak." ucap eliza.tanpa menunggu jawaban dari pak andika,eliza bergegas berjalan menuju ruang guru.

"semoga saja ,pak andika tadi baru datang dan tidak melihat natan keluar dari mobil ." ucapnya lirih saat di perjalanan menuju ruang guru.

"bu eliza,sepertinya ada yang kalian sembunyikan .saya akan menyelidikinya sendiri." ucap pak andika dengan senyum penuh arti.

dikelas , natan yang sedang mengobrol bersama teman-temannya tiba-tiba seorang siswi yang bernama celsi menghampiri mereka.gadis yang sejak kelas satu menyukai natan."ha,nat ."sapanya.

"eh ada ratu sejagat nih." abbas berceletuk.tapi celsi tidak menggubris ucapan teman-temannya natan.ia hanya fokus kepada natan.

"nat,pulang sekolah ada acara gak?" tanyanya dengan nada selembut mungkin.tapi natan tetap diam.

"udah hampir tiga tahun tapi gak nyerah juga,hebat !" ucap tio mengacungkan jempolnya .entah itu pujian atau ledekan yang diucapkan oleh tio.

"berisik,kalian.yang ditanya itu natan bukan ,lho lho." ucap zain.

"tapi benar juga sih,udah hampir tiga tahun ya .tapi sayang dicuekin" zain malah ikut meledeki.

"hahaha." ketawa semua orang yang ada di kelas.

Tepat semua ketawa,eliza masuk dan menggebrak meja .semua murid kaget dan langsung duduk ketempat duduk masing-masing.sedangkan celsi diam di samping natan dengan wajah sedih.

"celsi,bukannya kelas kamu disebelah?terus ngapain kamu disini dan sedih seperti itu?" tanya eliza

"biasa,bu.cinta ditolak air mata keluar." celetuk tio.semuanya kembali tertawa.

"diam !" ucap eliza dengan tegas.semuanya langsung terdiam dan tak ada satupun yang bersuara.

"benar begitu ,celsi?" tanya eliza lagi.celsi mengangguk.

"memangnya salah ,bu.kalau saya menyukai seseorang." ucap celsi.

Eliza menarik nafasnya lalu mengeluarkannya dengan pelan.percintaan anak abg batinnya."lebih baik kamu kembali ke kelas mu,celsi.urusan cinta-cintaan kalian jangan dibawa ke sekolah." ucapnya.sebenarnya ia ingin marah saat ada seorang cewek menyukai natan tapi ia tidak bisa apa-apa kecuali bersikap profesional sebagai guru.lagi pula pernikahan mereka juga tidak ada yang tahu.

dengan kesal ,celsi keluar dari kelas natan."ingat anak-anak,saya harap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi .apalagi saat akan pergantian jam pelajaran saya."ucapnya dengan tegas.

"ya ampun ,bu.kalau lagi galak gitu tambah cantik." ucap arsya yang tersenyum menatap eliza.natan yang berada di samping arsya dan mendengar apa yang dikatakan oleh arsya rasanya ingin sekali natan menonjok wajah arsya dan bilang kalau eliza itu hanya miliknya.

"iya gak,nat?" tanya arsya.

"hem." jawab natan singkat.

"kenapa sih,nat.dari tadi diem aja?" tanya arsya lagi.

"arsya ! Kalau mau bicara silahkan keluar !" ucap eliza.

"gak bu,ini tadi mau pinjem pulpen sama natan." kilahnya.

"ya sudah ,kalau begitu kita lanjutkan catatan yang kemarin.karena mulai minggu depan sudah ujian akhir.jadi ibu harap kalian harus melengkapi catatan kalian ." ucapnya dengan tegas.

"iya,bu." jawab semuanya.

Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat ,semua siswa-siswi satu persatu sudah keluar dari gerbang sekolah."nat,ayo !"ajak tio.

"kalian duluan aja,gue mau ke ruang guru dulu ada urusan." jawabnya.

"oh gitu,ya sudah kita duluan ya." ucap tio dan juga temannya yang lain.

"oke." jawabnya dengan mengangkat jari jempolnya.

karena merasa sudah sepi ,natan pun berjalan ke parkiran menuju mobil merah yang masih terparkir di sana.

"nat ." panggil seseorang saat ia hendak melangkah ke mobil eliza.

Dengan malas ia menoleh "aku ikut kamu ya.soalnya aku gak dijemput." ucapnya.

Eliza yang sudah menunggu sejak tadi didalam mobil tiba-tiba membunyikan klakson mobilnya saat melihat celsi menghampiri natan."maaf,celsi.gue gak bawa motor .ini juga mau ikut bu eliza karena ada urusan ."ucapnya lalu pergi meninggalkan celsi yang terlihat kesal.

"sekolah itu buat belajar bukan buat pacaran." ucap eliza saat natan masuk kedalam mobil.

"yang pacaran siapa?kan tadi sudah dengar sendiri kalau dia yang bilang suka tapi ditolak." jawabnya dengan lembut.

eliza tidak menjawab tapi dari ekspresi wajahnya nampak ia masih terlihat kesal.cemburu yang ia sendiri tidak menyadari.

"cemburu?" tanya natan setelah mobil mereka keluar dari gerbang sekolah.

"cemburu?siapa?" tanyanya yang pura-pura tidak tahu.

"kamu lah,siapa lagi." ucap natan dengan santai.

"jangan Gr.aku hanya tidak ingin sekolah mu terganggu gara-gara mikirin cewek." ucapnya .

"oh gitu,kirain cemburu." ucap natan dengan senyum smirknya.

"sudah gak usah bahas itu lagi.lebih baik kita sekarang ke rumah mamah biar cepat pulang." ucap eliza .

"ngapain pengen buru-buru pulang?biar cepat pindah ya." godanya.

"sudah ,nat.fokus aja nyetirnya gak usah mikir aneh-aneh." ucap eliza yang terlihat salah tingkah.

"iya-iya,bu guru.siap." jawab natan.akhirnya tidak ada lagi percakapan didalam mobil tersebut hingga mereka tiba di rumah jeng sri.

Like-likenya jangan lupa😘

Terpopuler

Comments

G

G

semoga gk ketahuan

2023-09-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!