-

hari-hari berlalu, eliza yang memang belum menyadari jika natan adalah pria yang dijodohkan dengan dirinya nampak biasa saja saat mengajar di kelas natan.

"bu, nanti malam dandan yang cantik ya. " ucap natan dari belakang lalu berjalan mendahului eliza.

"bukannya itu, natan. " serunya saat natan sudah berjalan jauh didepannya.

"emang siapa sih orang yang dijodohin ke gue, apa natan kenal sama orangnya. " ucapnya lirih hingga ia tidak menyadari kalau dirinya hampir saja menabrak pak andika.

"eh, maaf. maaf , pak. saya kurang fokus tadi. " ucapnya.

"gak apa-apa, bu. ibu eliza, lagi mikirin apa? kok bisa gak fokus. " mengambil kesempatan hanya untuk mengobrol dengan eliza.

"oh itu, pak. hanya mikirin ujian anak-anak, kalau gitu saya permisi. " ucapnya dan langsung pergi meninggalkan pak andika yang terlihat kecewa.

"eliza, eliza. saya tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu. " serunya.

saat eliza mengajar dikelas 12 IPA1, nampak natan menyenderkan tubuhnya di kursi dan tersenyum kepada eliza.

"natan, kamu maju ke depan dan kerjakan soal no 2." titah eliza dan dengan santai ia berjalan ke depan dengan senyum diwajahnya . seolah ia mendapatkan angin segar saat disuruh ke depan oleh eliza.

"kenapa tuh anak senyum-senyum mulu dari tadi?" bisik Tio .

"entah, ke sambat kali. " sahut zain.

eliza terlihat geram melihat natan yang terus tersenyum kepadanya. tapi ia tidak bisa memarahinya karena natan mampu mengerjakan soal yang ia berikan dengan cepat dan benar.

"silahkan duduk. " ucapnya kepada natan.

"baik, bu. " sahutnya dengan lembut.

natan masih nampak tersenyum setelah duduk di kursinya.

"tumben lho, gue perhatiin senyum terus sama bu eliza. Jangan-jangan suka lho sama, bu eliza? " tanya Tio .

"idih ni, anak. ditanya bukannya jawab malah senyum terus. " ucap Tio kesal. zain hanya tertawa pelan melihat Tio yang sedang kesal.

"syukur dicuekin, lagian kepo sih. " zain tertawa.

"Tio, zain. apa yang sedang kalian diskusikan ! "ucap eliza dengan sedikit meninggikan suaranya.

zain dan Tio langsung terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari eliza.

"kalau kalian masih ingin mengobrol, silahkan keluar dari jam pelajaran saya ! "ucapnya tegas.

"maaf, bu. "ucap keduanya.

setelah terdengar bel pulang besar bunyi, eliza pun merapikan bukunya dan keluar dari kelas tersebut.

"jangan lupa kerjakan halaman 103,senin saya cek. "ucapnya.

"kalau begitu selamat berlibur , assalamu'alaikum. ''ucapnya.

''iya bu, wa'alaikumsakam warahmatullaah . ''sahut semua murid kelas 12 IPA 1.

"nat, besok kemana ?''tanya abbas saat keluar dari kelas.

''gue ada urusan keluarga. ''ucapnya dan terus berjalan tanpa memperdulikan kedua sahabatnya.

''urusan keluarga mulu, lho. biasanya kalau libur nge-game . ''sahut zain.

''jangan-jangan lho mau ngedate ya?wah, siapa ceweknya bro?''tanya Tio penasaran.

''nanti kalian juga tau. ''jawabnya singkat. lalu menaiki motor sport nya dengan helm full face natan melajukan motornya , meninggalkan kedua sahabatnya yang masih dengan ekspresi kaget.

''jadi bener, natan mau ngedate sama cewek !''ucap Tio tak percaya. Pasalnya natan cowok yang tidak terlalu mudah untuk tertarik sama cewek, ia lebih milih bermain game dari pada berurusan dengan cewek.

''iya kayaknya, udahlah mending kita pulang. nanti natan juga bakal cerita. ''ucap zain yang tidak terlalu ambil pusing tentang natan yang akan ngedate dengan seorang cewe.akhirnya , zain, tio,abbas Dan juga arsya pulang menaiki motor mereka masing-masing.

''aduh cantiknya anak, mommy. ''puji mommy sandra .

''emang selama ini aku gak cantik, mom?''tanya eliza.

''cantik dong, tapi hari ini kayak ada yang beda cantiknya. iya kan, pi?''tanya mommy sandra kepada suaminya. Papi Rama hanya tersenyum menanggapi ucapan sang istri.

''ingat, sayang ! walaupun papi sama mommy sudah menjodohkan kalian itu bukan berarti kalian boleh bebas ya. ''nasehat papi Rama.

''papi tenang aja, eliza bisa jaga diri kok.oke, bos''ucapnya .

''ya sudah, pulangnya jangan malam-malam. "ucap mommy sandra dengan membawa segelas kopi dan meletakkannya di atas meja.

" iya, mom. kalau gitu aku berangkat dulu. "ucapnya lalu mencium pipi papi Rama dan mommy sandra bergantian.

" Hati-hati. " ucap mommy sandra. eliza menjawab dengan senyum dan mengangkat jari jempolnya pertanda iya akan mendengar ucapan mommy nya untuk berhati-hati.

ditempat lain, tepatnya di sebuah cafe yang sangat ramai pengunjungnya. mungkin karena malam minggu jadi banyak muda-mudi yang mampir ke sana untuk menikmati malam minggu mereka dengan menikmati hidangan yang ada di cafe tersebut.

"mana sih orangnya. " ucap eliza. ia meneliti setiap pengunjung yang ada di cafe tersebut.

"nah itu dia orangnya. " seru eliza saat melihat seorang pria yang sedang duduk sendirian dengan memakai topi putih serta jaket hoodie berwarna sage.

mungkin karena gaya pakaian yang ia kenakan membuat eliza tidak mengenal jika itu adalah natan.ia terus melangkah menuju menghampiri pria tersebut yang tak lain adalah nata.

"Hai, selamat malam. " ucap eliza sopan lalu duduk di hadapan natan.

"bu, cantik banget malam ini. " puji nya.

"kamu !" eliza kaget saat melihat wajah pria yang akan dijodohkan dengannya adalah natan yang tak lain adalah muridnya sendiri.

"hehe,kenapa kaget gitu , bu?"tanyanya santai.

"kamu, ngapain disini?"tanya eliza.

"ya mau ketemu, kamu lah. "jawabnya dengan santai .

"hah ! ngapain ketemu, saya. kalau gitu saya permisi dulu, sepertinya saya salah tempat. "ucapnya dan hendak berdiri.

"tunggu dong, bu. "natan memegang tangan eliza agar duduk kembali.

"ya ampun, natan ! kamu, bikin saya kesal ya. saya kesini buat ketemu sama seseorang tapi, kenapa malah ketemu sama kamu. "keluh nya kesal .

"ya, saya tahu, bu. ini kita sudah ketemu. "jawabnya .

"kamu jangan aneh-aneh ya, natan. ''ancam nya.

''loh ! kok aneh-aneh sih , bu. kan benar kita mau ketemuan disini. lihat, apa yang saya pakai sesuai dengan apa yang saya katakan lewat pesankan. ''ucapnya membuka topinya lalu dipasang kembali dengan posisi dibalik.

''gimana bu. keren gak ?''tanyanya dengan senyum.

''jadi, kamu ! ''ucapnya tidak percaya jika orang yang dijodohkan dengan dirinya adalah natan yang umurnya lebih muda darinya dan juga natan adalah muridnya di sekolah.

''ya ampun ! ini gak mungkinkan, ini pasti mimpi. ''ucapnya menepuk kedua pipinya agar terbangun dari mimpinya. tapi sayang semua adalah kenyataan yang harus ia Terima.

''ternyata benar, jadi kamu yang dijodohkan sama saya. ''ucapnya dan mendapat anggukan oleh natan.

''ya ampun, mom. apa gak ada yang lebih dewasa dari aku. kenapa harus brondong kayak gini. ''keluh nya kesal.

''kenapa sih, bu. memangnya saya kurang tampan?''tanyanya dengan jari telunjuk dan jempol ia letakan dibawah dagu lalu tersenyum manis.

eliza menghembuskan nafas berat , apa ini pilihan orang tuanya. pikirnya.

''bu, dari pada kesel. lebih baik, kita pesan makanan atau minum gitu. tenang, saya yang traktir. ''ucap natan.

''terserah kamu ajalah. ''jawabnya pasrah.

''assiap. ''ucapnya lalu memanggil seorang waiters.

setelah memesan hingga 15 menit pesanan merekapun datang.

''bu, diminum. ''ucapnya.

''heem. ''jawab eliza singkat. ia sibuk dengan ponselnya, entah apa yang ia lakukan hingga ia tak menganggap ucapan natan.

''bu, saya mau nanya. ''ucap natan.

''apa ?''tanyanya judes.

''saya enaknya panggil, ibu, apa, eliza ya?''tanyanya.

''terserah. ''jawab eliza.

''eliza, aja ya. disini kan bukan sekolah, jadi saya panggil eliza aja. ''ucapnya.

''kenapa kamu gak ngasih tahu kalau kamu yang dijodohkan oleh kedua orang saya?''tanya eliza dengan judes.

''loh, saya kira kamu sudah tahu. memangnya kamu pikir siapa?kan yang datang ke rumah kamu itu saya dan kedua orang tua saya. saya , awalnya kaget saat tahu ternyata kamu yang dijodohkan dengan saya tapi, setelah mengetahui usia kita hanya terpaut satu tahun bagi saya tidak masalah dan satu hal lagi yang membuat saya menyetujui perjodohan ini adalah karena orang tua saya. saya, tidak ingin mengecewakan mereka. ''ucapnya. mendengar ucapan natan yang tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, membuat eliza mengangkat wajahnya menghadap natan. natan umurnya yang lebih muda satu tahun darinya tapi sudah bersikap se-dewasa ini.

''kenapa ? kagum ya dengan ketampanan saya?''tanyanya dengan percaya diri.

''jangan terlalu percaya diri, saya hanya terkesima dengan ucapan mu tadi. ''jawabnya dengan sedikit salah tingkah. eliza akui saat memakai pakaian seperti ini natan memang lebih tampan dan juga manis.

''terkesima dengan ketampanan, saya juga tidak apa-apa. ''ucapnya.

''terserah. ''ucapnya kesal. ia tidak ingin berbicara lagi dan lebih memilih untuk menghabiskan makanannya.

natan tersenyum melihat wajah eliza yang terlihat kesal.

jika suka cerita natan dan eliza jangan lupa buat like dan komentarnya🙏😁

Terpopuler

Comments

nuraeinieni

nuraeinieni

nathan dan eliza kam usiax beda sedikit

2023-10-19

1

Lathifah Ummi

Lathifah Ummi

semangat kak lanjut, kalau ada konflik ya jangan berat2

2023-10-18

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!