jodoh ku murid ku sendiri?

senyum merekah dari pria tampan yang sedang masuk kedalam rumah dengan pakai seragam sekolah.

"ehem ehem, lebar banget tuh senyum. " goda neta yang sedang duduk sofa sambil memainkan ponselnya.

natan gelagapan dan langsung mengubah ekspresinya seperti biasa.

"mama mana, deg? " tanya natan mengalihkan pembicaraan.

"lagi di kantor, papa." jawab neta .

"oh." natan hanya ber oh ria dan kembali melangkahkan kakinya menaiki tangga.

setibanya dikamar, natan melemparkan tasnya di atas kasur empuknya dan ia pun ikut melemparkan tubuhnya di atas kasur. dengan tubuh yang terlentang, ia kembali tersenyum membayangkan wajah kesal eliza, walupun beda satu tahun darinya tapi wajah eliza nampak lucu saat kesal.

"eliza, eliza. aku tidak akan menolak perjodohan ini, sekuat apa pun kamu menghindar dari perjodohan ini. akan aku pastikan, kamu akan menyukai ku. " ucapnya dengan senyum smirk nya.

tanpa sadar natan pun akhirnya tertidur dengan tubuh yang masih memakai seragam sekolah.

"neta, kakak kamu mana? " tanya jeng sri yang baru pulang bersama papa ridwan.

"di kamarnya, ma. " jawab neta yang baru saja menuruni anak tangga.

"ya sudah, kamu tunggu mama, papa di meja makan. mama, papa mau ke kamar sebentar. " ucap jeng sri.

"emang mau nyebrang, ma gandengan. " ucap neta yang terlihat kesal Dengan kedua tuanya yang selalu bermesraan ditempat umum.

" syirik aja, kamu. cari pacar sana biar ada yang digandeng. "ucap jeng sri.

" emang boleh, ma? "tanya neta dengan semangat.

" neta ! jangan Aneh-aneh. "ucap papa ridwan yang tidak setuju jika neta berpacaran.

" kan, mama tadi yang nyuruh pa. "ucap neta yang tidak mau di salahkan.

papa ridwan memberikan tatapan jika snag istri tidak boleh berbicara seperti itu lagi.

" hehehe, becanda pa. "jeng sri cengengesan melihat tatapan suaminya.

" jadi boleh apa yang nggak nih, ma? "tanya neta.

" husst, gak boleh . "ucap jeng sri. ia melanjutkan langkahnya menuju kamar dengan tangan yang masih menggandeng tangan sang suami.

" huu, mama. kirain beneran padahal, udah ada yang aku suka. "ucapnya lirih.

hingga lima belas menit, jeng sri dan papa ridwan menghampiri neta yang sedang menunggu untuk makan malam.

" kakak, kamu belum turun? "tanya jeng sri.

" belum, ma. "sahutnya.

" ya sudah, papa sama neta makan duluan aja, mama mau ke atas dulu manggilin kakak kamu. "ucap jeng sri.

tok

tok

tok

" natan, ayo makan malam. papa sama adek kamu udah nungguin . "panggil jeng sri dari luar.

karena tidak ada jawaban, jeng sri memutar kenop pintu yang memang tidak terkunci.

" astagfirullah, anak ini ya. malah tidur, mana masih pakai seragam lagi. "jeng sri geleng-geleng melihat natan.

" natan , bangun !"panggil jeng sri sedikit kencang.

"sebentar, ma. masih ngantuk. " ucapnya tanpa membuka mata dan hanya mengganti posisi tidurnya menjadi miring dan membelakangi jeng sri.

"gak ada ngantuk-ngantukan. sekarang kamu mandi terus turun, makan malam. " ucap jeng sri.

"iya-iya, ma. natan bangun. " jawabnya Dengan suara berat.

"ya sudah, mama tunggu di bawah. jangan lama-lama ! " ucap jeng sri sebelum ia keluar dari kamar natan.

setelah jeng sri keluar, natan beranjak dari tempat tidurnya dan masuk kedalam kamar mandi.

"natan, bagaimana perkembangan hubungan kamu dengan , eliza? " tanya papa ridwan .

"biasa saja, pa. " jawabnya santai.

"biasa gimana? apa kamu gak bisa menaklukan hati , eliza. " ucap papa ridwal yang bingung dengan jawaban putranya itu.

"papa , tenang saja , kak eliza gak mungkin gak terpaut hatinya sama kak natan yang gantang dan keren kayak gini. " celetuk neta.

papa ridwan dan jeng sri tersenyum mendengar ucapan anak bungsunya itu.

"papa, akan mempercepat pertunangan mu dengan eliza. bagaimana menurut, mu? "tanya papa ridwan.

" terserah, papa saja. "jawabnya singkat. lalu ia melanjutkan makannya kembali.

" kalau begitu besok, papa akan bicarakan masalah ini sama orang tua eliza. kebetulan, papa sama Rama besok akan bertemu. "ucap papa ridwan.

keesokan harinya, papa ridwan dan papi rama bertemu di perusahan papa ridwan untuk membicarakan kerja sama mereka dan juga membahas tentang pertunangan anak-anak mereka.

" sayang, eliza mana? "tanya papi ridwan. ia mendaratkan bokongnya di sofa dan meletakan tas kantornya di atas meja lalu membuka jaz yang seharian menempel di tubuhnya.

" ada di kamarnya, pi. "jawab mommy sandra tangannya mengambil tas dan juga jaz suaminya hendak di bawa ke kamar.

" panggilkan, eliza. ada yang ingin papi bicarakan. "pinta papi ridwan.

" iya, mommy letakan ini di kamar dulu. "jawab mommy sandra, lalu iapun bergegas ke kamar dan setelah itu ia ke kamar eliza.

" ada apa, pi? "tanya eliza setelah duduk di sofa di hadapan papi Rama.

" papi dan om ridwan sudah membicarakan tentang pertunangan mu dengan natan. kami sepakan pertunangan kalian akan di laksanakan satu minggu lagi dan pernikahan kalian 2 minggu lagi. "ucap papi Rama dengan santai.

" APA? papi gak salah ngomong kan? bagaimana bisa secepat itu. "protesnya.

" kami saja belum terlalu dekat.bagaimana bisa ,papi mempercepat semuanya. "sambungnya terlihat kesal.

" nanti setelah kalian menikah, kalian akan lebih mudah untuk melakukan pendekatan. "sahut mommy sandra yang setuju dengan ucapan suaminya, walau awalnya ia juga kaget dengan keputusan sang suami tapi ia langsung menerima keputusan tersebut.

" tapikan, mom. gak secepat itu juga. "ucap eliza.

" sudahlah, za. keputusan papi sudah bulat, setelah kamu menikah nanti, papi sama mommy akan keluar negri jenguk nenek kamu yang sering sakit-sakitan. papi ingin kamu ada yang menjaga dan menurut papi natan dan keluarganya adalah orang yang tepat buat jagain kamu.

"tapi, pi. eliza, bukan anak kecil yang harus di jagain. eliza sudah 21 tahun, pi. " protesnya.

"sama saja, pokoknya seminggu lagi kamu dan natan akan bertunangan lalu menikah. " ucap papi Rama yang tidak bisa terbantahkan.

"ayo, sayang. kita ke kamar. " ajak papi Rama.

"za, nikah itu enak loh. ada yang nemenin ada yang perhatiin terus ada yang gandeng, ya kayak gini. " ucap mommy sandra memperlihatkan kemesraan nya dia hadapan eliza. papi Rama hanya geleng-geleng melihat tingkah absurd istrinya itu.

"huhuhu, dasar orang tua gak ada akhlaknya, malah pamer kemesraan. bukannya bantuin kek. " gerutunya.

"apa iya jodoh ku anak murid ku sendiri? " tanyanya dalam lamunan.

dengan langkah gontai ia menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. saat masuk kedalam kamar, ia menghempaskan tubuhnya membayangkan bagaimana keadaannya setelah menikah nanti. siapa yang jadi kepala rumah tangganya nanti? natan atau malah sebaliknya dirinya lah yang jadi kepala rumah tangga sebab yang sudah bekerja dia dan yang lebih dewasa dia, natan hanya anak sekolah yang pasti sukanya bermain dengan teman-temannya, pikir eliza.

Hai gaes, terimakasih sudah mampir. jangan lupa mampir juga di novel aku yang sudah tamat .

berjudul"ARINI"

Terpopuler

Comments

Andi Fitri

Andi Fitri

arini ceritanya bagus dan saya sdh baca sampai tamat..

2023-09-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!