lamaran

hari yang di tunggu oleh para orang tua, termasuk Natan yang sebenarnya paling bahagia tapi ia menunjukan kebahagiannya walau hatinya bersorak ria.

rumah megah milik papi rama nampak Sudah ramai oleh keluarga dari papi rama Dan Papa ridwan. ya, mereka hanya mengundang keluarga dekat saja karena Natan masih anak sekolah jadi para orang tua tidak ingin Natan Dan Eliza mendapat masalah nanti kedepannya.

"cantiknya anak, mama. " ucap mommy Sandra tersenyum lebar saat menyambut Eliza yang baru saja menurini anak tangga bersama cinta.

"iya dong, tan. siapa dulu yang makeup in. " saut cinta. Eliza hanya tersenyum kaku, antara bahagia atau sedih.

para keluarga tersenyum manis saat melihat Eliza yang sedang berjalan ke arah papi rama Dan para keluarga. Natan yang sejak tadi diam di samping papa ridwan , ia juga ikut memperhatikan Eliza yang sedang berjalan ke arah papi rama yang berada didepannya. tercipta senyum tipis di wajah Natan yang tidak diketahui oleh semua orang.

"ternyata, ganteng juga. gak kayak bocah nih anak. " batin Eliza saat Sudah duduk berhadapan dengan Natan yang jaraknya hanya dua langkah kaki orang dewasa.

hingga pembawa acara memulai rangkaian acara, dari sambutan papa ridwan yang hendak meminang anak dari papi rama . karena Sudah diterima, Eliza Dan Natan pun melakukan tukar cincin di jari manis keduanya. suara tepuk tangan pun memenuhi ruangan tersebut.

"selamat ya, sayang. semoga lancar sampai hari H. " ucap mommy Sandra kepada Eliza Dan Natan yang sekarang sedang berdiri berdekatan.

"selamat ya, kalian. mama sangat bahagia. " ucap jeng Sri kepada Natan Dan Eliza.

setelah menerima ucapan selamat dari para keluarga, kini Natan dan Eliza duduk berdua di taman dekat kolam. suasana hening tanpa Ada sepatah kata pun padahal mereka Sudah Lima menit berada di sana.

"ehem ehem. " natan mencoba membuka suara.

"saya panggilnya, ibu, nama, apa calon istri. " ucap natan dengan pandangan lurus kedepannya.

Eliza yang mendengar langsung menoleh menatap sekilas wajah yang terlihat tampan Dan gagah malam ini.

tapi itu cuma sebentar Dan dengan cepat ia kembali menatap keep depan. "panggil nama saja saat tidak di sekolah. " jawabnya yang terdengar jutek.

"baiklah." saut Natan.

"kapan kita akan fitting baju?bukankah Satu minggu lagi pernikahan kita akan dilaksanakan. " ucap Natan .

"terserah, saya ikut saja. " jawabnya yang masih terdengar jutek.

Natan tersenyum tipis mendengar ucapan Eliza yang terdengar jutek. sungguh menggemaskan, pikir Natan. "baiklah.kalau gitu, besok setelah pulang sekolah kita akan langsung fitting baju di langganan mama. " ucap Natan dengan santai.

"hah! besok? " ucap nya kaget.

"biasa aja dong, tadi katanya terserah saya. tapi kenapa sekarang kaget. " ucap Natan.

"ya terserah kamu, tapi gak besok juga. " ucap nya yang Kerala bingung sendiri dengan ucapannya.

"besok adalah hari yang tepat, karena jika tidak besok semuanya tidak akan terlihat perfect. " ucap Natan.

"perfect? " ucap Eliza pelan namun masih bisa didengar oleh Natan.

"iya, karena pernikahan itu hanya Satu kali seumur hidup jadi semuanya harus terlihat perfect agar kenangannya juga indah nanti. " ucapnya serius.

"seserius itukah Natan dengan pernikahan ini. dewasa banget pikirannya. " batin Eliza.

"malah ngelamun, saya Sudah panjang lebar bicara , kamu dengarkan? " tanya Natan dengan menyipitkan matanya menatap Eliza.

"iya, aku dengar kok. ya Sudah aku ikut saja. " ucap nya.

"baiklah, kalau gitu kita sekarang kedalam. aku akan bicarakan ini dengan orang tua kita. " ucap natan.

"kelamaan disini takut khilaf. " ucap nya lirih lalu berdiri dari duduk nya.

"apa? " tanya Eliza yang tidak begitu jelas mendengar ucapan Natan.

"tidak, takut para orang tua mikirin yang aneh-aneh testing kita kalau kita kelamaan disini. " kilahnya.

Eliza yang mendengar lang cemberut Dan dengan cepat ia berjalan mendahului Natan. Natan yang melihat kepergian Eliza hanya tersenyum.

keesokan harinya.

"za, hari ini jangan lupa fitting baju sama Natan. " ucap mommy Sandra saat Eliza hendak memasukan roti tawar yang Sudah diolesi selai nanas kedalam mulutnya.

"za, kamu dengarkan mommy ngomong? " tanya mommy Sandra karena Eliza hanya mengangguk tanpa menjawab ucapannya.

"iya, mom. Eliza dengar. " jawabnya setelah menelan roti tawar yang ia makan.

"ya Sudah kalau gitu, kamu nanti pulang Sama Natan aja Dan langsung ke butik. " ucap mommy Sandra.

"no, mom. apa kata murid Dan guru-guru saat mereka melihatku pulang bersama Natan. aku akan bawa mobil sendiri Dan ke butik sendiri. nanti aku sama Natan akan ketemu di sana. " ucap Eliza.

"yang di ucapkan, Eliza benar, sayang. lebih baik, Eliza bawa mobil sendiri. " ucap papi rama membenarkan ucapan Eliza.

"ya sudah kalau gitu. " jawab mommy Sandra pelan.

setelah sarapan, Eliza pun berangkat ke sekolah dengan mobil nya. saat sampai di sekolah, ternyata ia berpapasan dengan natan yang sedang memarkirkan motornya.

dengan cepat natan mengeluarkan ponselnya Dan mengirimkan pesan kepada Eliza.

"bukankah nanti kita akan ke butik? "tanya natan.

" terus kenapa, kamu bawa mobil? "tanyanya lagi.

eliza memarkirkan mobil nya Dan ia langsung membuka tasnya saat mendengar beberapa notifikasi masuk kedalam ponselnya.

"Natan" ucap nya.

"haduh anak ini, apa dia gak kepikiran jika aku ikut dengannya semua orang yang Ada di sekolah ini akan curiga. " Serunya lagi.

lalu ia membalas pesan dari natan"iya, nanti kita ketemu di butik aja. "balas nya.

setelah membalas pesan dari natan, Eliza pun kembali memasukan ponselnya kedalam tas Dan keluar dari mobil. dari kejauhan natan menatap Eliza yang keluar dari mobil Dan berjalan menuju ruangan guru.

" oke kali ini tak apa. tapi tidak untuk kedepannya. "ucap natan.

natan pun berjalan menuju kelas, banyak siswi yang senyum-senyum saat natan berjalan melewati mereka.

saat sampai di kelas, ternyata keempat sahabatnya sudah lebih dulu sampai.

"nih orang yang kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga. " ucap abbas.

natan tidak menjawab, ia langsung duduk di kursinya Dan meletakan tas ranselnya di atas meja. sedangkan keempat sahabatnya langsung menarik kursi masing-masing mendekati meja natan.

"tan, lusa Ada pertandingan. lho ikut gak? " tanya tio.

"iya, tan. kita gak boleh ngelewatin nya, tan. " ucap zain.

"gak bisa, gue sibuk. dalam satu minggu ini gue Ada acara keluarga, jadi gak bisa boat nge-game dulu. " jawabnya.

"perasaan, lho dalam bulan ini banyak urusan keluarga. emang Ada yang mau nikahan apa? " tanya arsya. ketiga temannya mengangguk membenarkan ucapan arsya.

"iya, makanya gue gak bisa ikut. " jawabnya.

"huhu, gak asyik , tan. lho kan yang paling handal di geng kita. kalau lho gak ikut terus gak bakal bisa menang. " lanjut arsya.

"kalian juga heat, percaya kemampuan kalian masing-masing. anggap aja kalian sedang bermain untuk hiburan . " ucap natan.

ketika asik berdiskusi, tiba-tiba guru masuk kedalam kelas mereka.

senyum terbit di wajah natan saat melihat Eliza yang masuk kedalam kelas nya. "makin cantik. " ucap natan lirih.

"siapa, tan? " tanya zain.

**jangan lupa tinggalkan jejak kalian. **

**baca juga novel ku yang baru tamat berjudul"arini**"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!