ke butik

sepulang sekolah, natan pun berpamitan kepada keempat sahabatnya untuk pulang terlebih dulu. setelah itu ia pun melajukan motor sportnya menuju butik langganan snag mama.

Eliza baru selesai mengecek tugas murid-muridnya . ia mengambil tasnya Dan keluar dari ruangan guru.

"but Eliza, apa sudah mau pulang? " tanya pak andika.

"iya, pak. maaf kalau begitu saya duluan. " ucap nya seramah mungkin.

"ibu bawa mobil sendiri atau diantar, jika tidak bawa mobil mari bareng saya, bu. kebetulan saya juga akan pulang. " ucap pak andika .

"ah maaf, pak. saya juga mobil sendiri. " sahut nya.

"oh gitu. " ucap pak andika terdengar sedikit kecewa.

Eliza tersenyum canggung lalu pergi Dan berjalan ke parkiran .

"akhirnya, sampai juga. saya kira gak bakal jadi kesini. " celetuk natan saat Eliza masuk kedalam butik.

"saya kan sudah bilang jadi tidak mungkin saya mengingkarinya. " ucap Eliza .

"baguslah kalau begitu. " ucap nya dengan senyum.

"ini anak ya gak Ada sopan-sopannya sama guru sendiri. " batin Eliza.

karena pasangan pengantin sudah datang pemilik butik pun mempersilahkan natan Dan Eliza untuk melakukan fitting baju. hampir dua jam mereka melakukan fitting baju Dan akhirnya Eliza menurut apa yang men jadi keinginan natan.

"nah yang ini baru cocok. " ucap natan saat melihat Eliza memakai gaun putih yang terlihat sederhana tapi mewah Dan yang pasti lebih tertutup dari gaun-gaun sebelumnya.

"tante, saya Dan calon istri saya pilih yang ini saja. " ucap natan.

"baiklah, kalau gitu tante akan mempersiapkan gaunnya Dan akan tante kirim besok pagi. " ucap pemilik butik.

setelah selesai fitting baju, natan Dan Eliza pulang dengan raut wajah Eliza yang terlihat cemberut. bagaimana tidak, ia harus bolak balik mengganti gaun karena natan yang tidak suka dengan gaun tersebut.

"senyum dong biar cantik. " goda natan tapi Eliza diam saja Dan terus melangkah kan kakinya ke arah mobil.

natan hanya tersenyum melihat wajah Eliza yang seperti itu. "biar aku yang mengemudi. " ucap natan menahan pintu mobil Eliza ketika Eliza hendak masuk kedalam mobil nya.

"kamu bawa motor bagaimana bisa kamu yang mengemudi? " tanya Eliza ketus.

"urusan motor camping yang penting saya yang akan mengantar kamu pulang. " ucap nya.

"terserah." ucap Eliza . ia malas berdebat dengan natan yang ujung-ujungnya juga bakalan kalah.

"nah gitu dong, sekarang kita berangkat. " ucap natan yang sudah duduk di kursi pengemudi Dan sudah siap menjalankan mobil.

Lima belas menit mereka sampai disebuah restoran . "ngapain kita kesini? " tanya Eliza.

"makan, saya sudah lapar sejak tadi. " ucap natan lalu melepaskan sabuk pengamannya Dan keluar dari mobil.

"tapi kan saya tidak lapar. " ucap Eliza.

"ya sudah terserah, kalau kamu gak mau makan tunggu saja disini sampai saya kembali. " ucap natan Dan ia langsung masuk kedalam restoran tanpa melihat ekspresi wajah Eliza. saat melangkah natan tersenyum, itu hanya triknya agar bisa lebih lama bersama Eliza.

"dasar , bocah. kayak gini bakal jadi suami aku. gak Ada romantis-romantisnya ngajakin makan. " Kelly Eliza.

karena perut yang juga lapar akhirnya Eliza keluar dari mobil Dan masuk kedalam restoran Dan duduk didepan natan.

"kamu pesan apa? " tanya natan dengan lembut.

"samain aja. " jawabnya singkat Dan ketus.

"baiklah, karena nyonya Eliza ingin samaan jadi aku pesannya ini sama ini aja. " ucap natan.

setelah memanggil pelayan Dan memesan apa yang ingin mereka pesan tidak berapa lama makanan mereka datang.

"tadi katanya gak lapar tapi makannya semangat. " goda natan.

Eliza langsung memelankan kunyahannya Dan memasukan lebih sedikit makanan kedalam mulutnya.

"sudah jangan malu-malu, saya suka kalau kamu apa adanya Dan gak malu. " ucap natan.

"uhuk-uhuk." Eliza tiba-tiba terbatuk-batuk mendengar ucapan natan karena yang bilang suka.

"pelan-pelan jadi batuk kan. " ucap natan memberikan segelas air putih kepada Eliza.

sikap natan yang nampak dewasa membuat Eliza sedikit terpesona tapi ia berusaha menyadarkan dirinya.

"sudah hampir jam 5,lebih baik segera selesaikan makanan much. " ucap Eliza saat melihat jam dipergelangan tangannya.

"baiklah, aku sudah selesai. kamu duluan saja aku ke kasir sebentar. " ucap natan.

Eliza meninggalkan natan Dan menunggunya didalam mobil. natan yang sudah selesai membayar makanan mereka, ia pun menyusul Eliza yang sudah berada didalam mobil.

"karena sudah sore kita pulang aja. " ucap natan lalu memasang sabuk pengamannya.

"ya iyalah pulang aja. emang mau kemana lagi." ucap Eliza dalam hati.

setengah Lima belas menitmereka sampai di rumah Eliza natan keluar setelah memarkirkan mobil milik Eliza.

"loh motornya udah Ada disini ! " ucap eliza lirih.

"natan, kamu gak mampir dulu? " tanya mommy sandra yang sedang menyirami bunga-bunganya.

"gak, tan. lain kali aja. " ucap natan.

"jangan panggil, tante. panggil, mommy. " ucap mommy Sandra. Eliza melototkan matanya mendengar ucapan sang mommy.

"iya, mom. kalau begitu saya pulang dulu. " ucap natan lalu menaiki motor sportnya Dan melaju meninggalkan kediaman keluarga Eliza.

"mommy , apa-apaan sih. " ucap Eliza saat motor natan sudah keluar dari pekarangan rumah mereka.

"memangnya Ada apa sama, mommy? " tanya mommy Sandra yang kembali sibuk dengan tanamannya.

"yang kata-kata panggil mommy aja, memangnya natan anak nya mommy? " tanya Eliza yang sedang kesal.

"kan sebentar lagi akan jadi anak, anak menantu. " sahut mommy Sandra dengan santai.

"tapi kan belum , mom. masih berapa hari lagi. " protes Eliza.

"sama saja, sudah lebih baik kamu masuk terus ganti baju. " ucap mommy sandra yang tak mau pusing berdebat dengan Eliza.

"iya." jawab Eliza Dan berjalan masuk kedalam rumah.

keesokan hatinya

"natan, lho beneran gak bisa ikut? " tanya arsya.

"iya, udah taking aja. kalian pasti bisa walau tanpa gue. " ucap nya.

"ya sudah kalau gitu, doain aja biar kita bisa menang. " ucap arsya.

"iya." sahut nya.

"memangnya yang nikahan siapa sih, nat? sampai lho sibuk Dan gak bisa nge game? " tanya abbas.

"perasaan keluarga lho, tante om lho udah pada nikah Dan sepupu lho juga masih pada sekolah. " ucap tio.

natan di buat bingung dengan ucapan para sahabatnya. semua yang di ucapkan oleh tio memang benar terus dia harus beralasan apa? tidak mungkin kan dia bilang kalau dia yang akan menikah.

"oh itu, saudara dari om gue. suaminya tante sisil kan punya sodara Dan yang nikah itu sodaranya. " ucap natan mengarang.

"oh gitu, masih sodara jauh dong , nat. kalau gak ikut juga gak apa kali. " sahut abbas.

"lho kayak gak tau mama gue aja, kalau gue gak ikut bisa-bisa motor gue disita. " jelas natan.

"iya juga sih. " sahut zain . mereka memang mengetahui betapa kejamnya jeng Sri jika natan tidak ikut.

"ya sudah, nat. kalau gitu lebih baik lho ikut aja dari pada tante Sri marah. " ucap zain Dan diangguki oleh ketiga sahabatnya itu.

natan bernafas lega karena sahabat-sahabatnya menerima alasannya yang gak bisa ikut nge game.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!