pulang bareng

hari hari berlalu, elza nampak masih belum bisa menerima jika natan adalah calon orang yang ternyata dijodohkan dengannya. walaupun dengan sikap manis natan yang setiap hari menyapanya, itu tidak membuat eliza tertarik.

seperti hari ini, saat eliza hendak pulang setelah selesai mengajar. nampak natan sudah standby di luar pagar sekolah dengan motor sport nya.

dengan senyum merekah dibalik helm full face yang ia pakai saat melihat eliza yang sedang berjalan menuju gerbang. Terlihat eliza yang sibuk dengan ponselnya seperti sedang menghubungi seseorang.

"papa, gimana sih. udah tau mobil aku lagi di bengkel.eh , pak amin malah disuruh nganterin mama. " keluhnya.

"ini juga, kenapa ojek onlinenya gak nemu-nemu. " keluhnya lagi yang terlihat kesal.

karena sekolah sepi dan hanya ada beberapa guru yang belum pulang karena tugas mereka yang belum selesai. sedangkan para murid sudah pulang semuanya.

"siang, bu. " sapa natan dari atas motor saat eliza sudah keluar dari gerbang sekolah. ia hendak mencari ojek yang lewat tapi tanpa ia duga ternyata ada natan di sana sedang duduk di atas motor sportnya.

"natan ! bukannya semuanya sudah pulang? kamu ngapain masih disini? " tanyanya .

"ya nungguin kamu lah. " jawabnya santai.

"natan! saya guru kamu, bersikaplah yang sopan. " ucap eliza yang tidak mau di sapa hanya dengan memanggil kamu, selain masih dilingkungan sekolah eliza juga tidak mau natan mengucapkan kamu , karena menurutnya eliza guru dan natan adalah muridnya yang sudah sepatutnya bersikap sopan.

"iya, iya. bu eliza. maaf. " ucapnya.

"sekarang saya tanya, ngapain kamu masih disini? " tanya eliza.

"nungguin ibu, kan mau nganter pulang. " jawabnya santai.

eliza kaget dengan ucapan natan dan ia langsung melihat kiri kanan takut ada orang yang mendengar ucapan natan yang ingin mengantarnya pulang.

"natan, kamu nekat banget sih. bagaimana kalau ada yang lihat, bisa mikir yang enggak-enggak. " ucapnya yang terlihat kesal.

"santai dong, bu. gak bakal ada yang lihat kan semua orang susah pada pulang. " ucapnya dengan santai.

eliza menarik nafas lalu mengeluarkannya pelan. natan benar-benar tidak ada lelahnya untuk mencoba mendekatinya.

"bu eliza ! " ucap pak andika yang baru saja keluar dari gerbang sekolah menggunakan motornya.

"eh, pak dika. " ucap eliza kaget.

"sejak kapan bapak di sana? " tanyanya dengan sikap biasa saja walau hatinya deg-degkan takut pak andika mendengar obrolan dirinya dengan natan.

"baru saja, bu. ibu, belum pulang? atau mau saya antar? " tanya pak dika. sontak natan yang mendengar langsung menjawab.

"bu eliza, bareng saya pak. kebetulan rumah kami satu arah. " jawab natan. eliza langsung melirik ke natan dengan tatapan tajam.

"searah? bukankah berlawanan arah ya dengan rumah bu eliza? " tanya pak andika yang memang mengetahui rumah eliza dan natan.

deg! eliza dibuat deg-degkan dengan ucapan pak andika.

"iya, pak. tapi rumah tante saya searah dengan rumah bu eliza dan hanya berjarak lima rumah dari rumah tante saya. kebetulan mama saya sedang berada di sana jadi sekalian jemput gitu. " ucap natan yang seperti benar adanya.

"ah iya, pak. benar apa yang di ucapkan oleh natan. lagian dari tadi nyari ojek gak dapet-dapet. " ucap eliza seolah membenarkan perkataan natan.

"ya udah, saya bareng kamu ya, tan. lumayan irit ongkos. " ucapnya asal.dari pada dia dibonceng pak andika lebih baik eliza memilih ikut dengan natan walau ia sebenarnya sedang kesal dengan natan, tapi gak ada pilihan.

"mari, pak andika. " ucap eliza yang berusaha bersikap ramah tamah kepada pak andika.

"iya, bu. Hati-hati. " sahutnya dengan perasaan kecewa.

"kita duluan, pak. " ucap natan setelah eliza duduk di atas motornya.

pak andika nampak diam, rasanya kesal melihat natan mengantar eliza pulang. setelah motor natan sudah tidak terlihat, pak andika pun melajukan motornya meninggalkan sekolah tersebut.

ditengah ramainya suara kendaraan, seorang wanita yang sedang di duduk di atas motor yang sedang melaju dengan kecepatan sedang terlihat kesal.

"bu, pegangan. " teriak natan, karena ramainya suara kendaraan. ia takut suaranya tidak terdengar oleh eliza jika ia berbicara pelan.

eliza nampak acuh, ia tidak mau memeluk natan. takutnya muridnya ini makin kesenangan.

karena eliza yang tetap seperti itu, natan pun mempercepat laju motornya sehingga membuat eliza kaget dan tanpa sadar memeluk natan dengan erat.

"natan !! " teriak eliza kaget.

"maaf, bu. lagian ibu sih, aku kan tadi sudah bilang pegangan tapi, ibu tetap gak mau pegangan. jadi bukan salah saya dong, bu. " ucapnya santai dengan senyum yang tertutup oleh helm full facenya.

"lebih baik, kamu turunkan saya disini. saya, akan cari ojek online atau taksi. " ucap eliza dengan nada tegasnya.

"kenapa sih, bu. sebentar lagi sampai. sudah ibu tenang saja, nikmatin aja meluk aku. " ucapnya. eliza seketika sadar dan kembali melepaskan tangannya dari tubuh natan.

"jangan di lepas, bu. ibu mau kaget kayak tadi. bahaya loh, bu. " ucap natan.

"ya , kamu jangan ngagetin saya. " sahut eliza.

tapi bukan natan jika ia mendengarkan eliza, guru sekaligus calon istrinya itu. ia akan terus melajukan motornya dengan kencang hingga eliza tidak melepaskan tangannya dari tubuh natan.

hingga sampai mereka di rumah mewah milik keluarga eliza. "terimakasih, bu. " ucap natan yang sengaja untuk menyinggung eliza. karena eliza tidak mengucapkan sepatah katapun dan langsung berjalan masuk kedalam rumahnya dan meninggalkan natan yang terlihat tersenyum senang.

eliza menoleh sebentar"makasih."ucapnya dengan ketus lalu melanjutkan kembali langkahnya masuk kedalam rumah.

natan hanya tersenyum dan ia pun melajukan motornya meninggalkan kediaman eliza.

"loh, mom. bukannya mama lagi ada acara diluar? " tanya eliza saat ia masuk kedalam rumah dan melihat sang mama yang sedang menikmati salad buah dimeja makan.

eliza menarik salah satu kursi dan ikut duduk berhadapan dengan sang mommy.

"iya cuma sebentar. " jawab mommy sandra dengan santai sambil menikmati salad buahnya.

"terus kenapa, pak amin gak bisa jemput aku? " tanyanya sambil memasukan salad buah kedalam mulutnya.

"pak amin, habis bantuin mama di kebun belakang. " jawab sang mama dengan santai.

"gara-gara , pak amin gak jemput aku jadi sampai bingung mau pulang. nyari ojek online gak dapat-dapat. " keluh nya.

"tapikan tadi kamu diantar natan, jadi semakin dekatkan sekarang. " ucap mommy sandra

eliza memicingkan matanya menatap sang mama penuh curiga"mommy kok tau? "tanyanya.

" uhuk uhuk uhuk. "suara mommy sandra yang tiba-tiba batuk.

" minum dulu, mom. "eliza memberikan segelas air putih yang berada didepannya.

" pelan-pelan, mom minumnya. "sambungnya.

" gara-gara , kamu sih,za.mommy, kan jadi kaget.untung mommy tadi lagi ngunyah buah naga. coba kalau buah salah kan nyangkut pasti di tenggorokan mommy. "ucap mommy sandra kesal.

" lah, mommy yang salah kenapa jadi nyalahin aku. "ucapnya yang gak mau disalahkan.

" ya kan , mommy keselek gara-gara ucapan kamu. "sahut mommy sandra.

" aku, kan cuma nanya. mommy kok tau aku diantar sama natan, padahal kan mommy dari tadi di dalam? cuma itu, terus kenapa mommy jadi kaget. "ucapnya.

" apa jangan-jangan, mommy. "ucapnya terhenti.

" si bibik tadi yang kasih tau, mommy. udah ah, mommy mau masuk kamar dulu. mau mandi, sebentar lagi papi kamu pulang. "kilah mommy sandra , lalu berdiri dari duduknya dan segera meninggalkan eliza yang masih terlihat penasaran.

mommy sandra pun bergegas masuk kedalam kamarnya, ia tidak ingin eliza mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. jika ia ada hubungannya dengan natan yang tiba-tiba mengantarkannya pulang dan pak amin yang gak bisa jemput.

jangan lupa vote nya, likenya dan juga komentarnya🙏😘

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!