Tinggalkan Cermin Kalian

Menjelang pagi, Brian dan Milen sudah membereskan kemah. Terlihat Sika dan Sea sudah bersiap, mereka akan melanjutkan perjalanan.

"Udah beres semua kan? pokoknya jangan ada sampah disekitar bekas semalam. Nanti kita mampir dulu ke danau, mayan buat bersihin diri, dan gue minta tutup cermin di sekitar kemah atau paviliun ini, tinggalin semua kaca kecil yang ada di tas perempuan." ujar Milen.

Eh! Ga boleh ada cermin ya?! sontag Sea menurut.

Semua pun menurut, kala itu Brian berada tepat paling belakang. Meski ia sendiri penakut, tapi berhubung ini adalah pagi. Mau tidak mau Brian mengawal tiga wanita di depannya itu. Hingga dalam beberapa puluh menit, benar saja mereka bisa melihat pak Kola dan regu lainnya.

Brian bahagia, sehingga seluruh teman camping menyalaminya dan bersyukur karena ia bisa ditemukan. Termasuk guru mereka pak Kola. "Syukurlah, kami semua disini udah minta bantuan desa loh. Nah sekarang kalian mending cari kamar di temen kalian yang masih kosong! kemah kita di percepat karena kalian hilang. Besok kita kembali!" ujar pak Kola.

"Kamar saya dimana pak?" tanya Brian.

"Lah kamu kan cowo, cari bantuan sama temen kamu yang lain. Kalau ga salah, kamar satu lagi yang kosong. Dan itu mau di pakai untuk anak perempuan. Milen! cepat temui regu C, kalian bisa taruh barang kalian dulu!"

"Iy pak."

Milen kembali dengan lelahnya, satu hal yang ia tapaki alas paviliun kayu itu. Membuat Milen konsentrasi dadakan seperti strum dan magnet, seolah dirinya memejamkan mata dan raganya melayang di tempat yang gelap. Saat itu juga Milen melihat adegan sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh satu pria di dalam satu ruangan, begitu sadisnya ia mencambik sebuah celurit ke leher anak dan ibu yang masih menyusui.

Aarrrrgh!! teriak Milen.

"Mil, lo kenapa? lo lihat lagi ya?" ucap Sika memegang tangan Milen, saat melangkah naik tangga.

'Semua salah gue yang rekomendasiin tempat ini, kenapa pak Kola ke paviliun ini. Pantas paman kosongin ini paviliun karena banyak hal ganjil.' batin Milen.

Milen menelan saliva, ia kembali merapatkan jalannya. Berusaha menoleh ke arah lain yang menatap aneh padanya. Tidak pada Sika, Sea dan Brian yang sudah tahu.

Brian sosok pria indigo, tapi jiwanya penakut sehingga ia belum terbuka mendapat ilham seperti Milen yang sedikit berani, yang selalu terbawa isyarat atau telepati roh halus untuk meminta bantuan, atau sekedar peringatan tempat ini sangat berbahaya.

"Gue ga apa apa. Mungkin gue capek tadi, gue pasti salah lihat tadi." balas Milen.

Prook!! Prook.

Oke semuanya! kalian bisa istirahat sore hari ini, kita berkumpul lagi besok pagi! ingat jangan lakuin hal aneh aneh di desa orang ya. Desa ini masih hutan dan asri, mistisnya masih kental. Besok pagi kita bertemu di tempat ini lagi, kalian bisa tidur di kamar paviliun nomor yang sudah disediakan okee ...!!

Baik pak!! serentak semua balas.

***

Malam Harinya.

Saat hendak menyantap makanan, sontak pintu tampak di dorong dari luar lagi. Ternyata itu Brian, tengah tersenyum masuk ke area dapur. Ketika lihat Milen yang sedang duduk. Belum lama tersenyum, raut wajah Brian sedikit kaget.

"Milen? Lo udah sadar?" celetuk Brian.

"Gue ga pingsan, gue tadi cuma ketiduran dan mimpi. Masa gue lihat .." belum Milen bicara, Brian sudah terbata kaku melihat sesuatu dibalik punggung Milen, pasalnya ia sedang keluar dari kamar lantai lain, hanya ke dapur untuk memasak air.

Sontak mata Brian terbelalak, sesaat melihat Milen yang masuk dalam ruangan. Bukan karena Brian, tetapi makhluk yang mengikuti Milen yang begitu menyeramkan.

'Haa-haa-n-tuu.' degub Brian memejamkan mata gemetaran.

Brian menyaksikan makhluk kepala besar dengan tampilan yang hancur. Tubuhnya mungil, tengah bersandar di punggung Milen. Darah kering tampak menempel di rambut makhluk itu, hingga membuat Brian yang mengunyah makanan langsung memuntahkannya.

"Brian, ada apa?" Milen berucap spontan, karena cemas melihat Brian yang tampak aneh padanya.

Milen kembali memegang kalung kuno, lalu menoel Brian untuk tidak takut.

"Dia penjaga gue! gue yang manggil dia, karena kejadian lo kemarin. Kalau lo masih penakut kaya gini, yang ada lo bakal terus ngompol. Coba biasakan buat ga takut Brian!"

"Mukanya ancur, bentuknya juga Mil! gimana gue ga takut." Brian masih mengintip, dan benar saja tak ada Hantu yang pernah ia lihat di dapur Milen tempo lalu.

"Lihat di ujung sana! perhatikan pintu pagarnya akan rapuh, makhluk lain yang di sekitar pohon pinus itu, akan mengusik kalian. Jika mereka berhasil menerobos masuk, maka nyawa kalian akan dalam bahaya." ujar Hantu yang membuat teriakan Brian tiba tiba mengecil ketika hantu seram tadi, tiba tiba di depannya dan berbicara.

"Wuuuaaahahahaha ... Huhuuu, uwanya Hantu kenapa main nongol aja sih, bisa dong tampilin wajah cantik. Jangan seram bau anyir gitu." ujar Brian, seketika membuat tamparan pada pipinya sendiri.

"Buset!" Brian melotot. Sementara Milen masih dengan posisi menatap temannya yang dilihatnya tengah berbicara seorang diri.

"Milen, usahakan kalian dan teman kalian mengitarinya sebanyak tujuh kali. Jangan palingkan pikiran kalian pada makhluk di luar pagar. Terus berlari mengitari pohon pinus utara saja. Setelah mengitarinya, kalian akan dibukakan pintu menuju dunia manusia untuk selamat."

Brian pun mengangguk. Dia paham apa yang dijelaskan oleh Hantu itu, yang berbicara pada Milen. Milen masih terlihat menatap Brian, agar ia paham. Karena Brian satu satunya yang bisa melihat sepertinya, meski hanya bisa melihat dibawah ketek.

"Lu juga ikut kita mbak Kun. Bimbing kita ampe di pohon pinus itu, biar tetap selamat jangan bisanya nyuruh aja." ujar Brian masih dengan mode histeris penakutnya.

"Ti-dak bi-sa. Ji-ka ke-pala pemukiman datang dan saya tidak berada di perbatasan untuk menyambut mereka, maka sa-ya akan dimakan oleh-nya." ucap mbak hantu dengan suara bergema.

"Duh ilah, Mil. Ribet juga jadi Hantu, ada kepala juga ya. Gue yakin dunia hantu ada mentri dan pak pres, wapresnya ini. Keren bener hantu piaraaan lo." bisik Brian. Yang di plototi Milen, agar Brian tidak asal bicara.

Bruuugh!!

Sontak suara benturan keras terdengar dari luar pemukiman, membuat ucapan Brian tadi terhenti. Seperti hantaman pohon yang keras atau semacamnya.

"Suara apa itu? Apa ada makhluk lain selain kita di sini, Milen?" raut wajah Brian terlihat menerka.

"Gawat, dia datang. Hantu pemakan jiwa," celetuk Milen. Dia merasakan aura jahat hantu yang dimaksudnya itu.

"Tidak. Penghuni mukim ini muncul, saat langit mulai terang. Saat langit gelap, tidak ada makhluk di sini." tambah Milen.

"Seriusan, bener nih lo Milen?" tanya Brian.

"Aura ini yang menyebabkan manusia jadi pembunuh dan gelap mata...." Milen pun turut merasakannya.

Deg.

Mendengar Milen berkata seperti itu, ia menyimpulkan banyak tragedi pembantaian di paviliun ini.

TBC.

Episodes
1 Hal Ganjil Milen
2 Dua Hari Sebelumnya
3 Jatuh Ke Alam Lain
4 Gemetaran Kaku
5 Temanku Berubah
6 Tinggalkan Cermin Kalian
7 Dikejar Iblis
8 Ada Yang Menyamar
9 Terjebak Di Dalam
10 Bau Hanyir
11 Pelindung Milen
12 Cerita Penjaga
13 Blody Mary
14 Pohon Penunggu
15 Cermin Itu
16 Di Ikuti Hantu
17 Berkomunikasi
18 Arwah Kematian
19 Kakak Kecelakaan
20 Tidak Percaya
21 Meyelamatkan Arwah
22 Ada Makam
23 Makam Bergetar
24 Mimpi Almarhum Ayah
25 Resto Panglaris Jin
26 Azal Kemaksiatan
27 7 Kembang
28 Dibantu Intel
29 Arwah Di Rumah Brian
30 Pembunuhan Keluarga
31 Hantu Mantan
32 Kekejaman Penjahat
33 Dicegat Penjahat
34 Ditangkap Polisi
35 Dijadikan Tumbal
36 Bersikap Aneh
37 Dikuasai Sosok Seram
38 Sosok Lelembut
39 Sosok Nenek Bersisik
40 Hantu Bunga
41 Menolong Hantu Selokan
42 Menuju Rumah Korban
43 Kasus Bunga
44 Kembalinya Arwah Mantan
45 Jin Qorin Keluarga
46 Kesalahan Milen
47 Saling Berjanji
48 Kenyataan Pahit Milen
49 Tidak Di Tutup
50 Ancaman Roy
51 Hantu Kola
52 Mencoba Sadar
53 Mengungkap Kampus
54 Energi Terkuras
55 Kecelakaan Milen
56 Hilangnya Milen
57 Brian Jadi Tumbal
58 Keluarga Baru
59 Kesedihan Masa Lalu
60 Mimpi Buruk
61 Hantu Mantan Suamiku
62 Dia Melihatku
63 Hati Yang Tak Bohong
64 Pergi Bersama Diva
65 Makam Brian
66 Membersihkan Makam
67 Diva Manis
68 Mengunjungi Sosoknya
69 Foto Album
70 Membakar Kemenyan
71 Arwah Amnesia
72 Kehabisan Dupa Elektrik
73 Demi Ingatan Arwah
74 Milen Cemas
75 Arwah Brian Aneh
76 Hari Sebelum Mati
77 Ingatan Brian Hidup
78 Pergi Ke Rumah Brian
79 Menyadarkan Brian
80 Ingatan Arwah Kembali
81 Mata Batin Di Tutup
82 Pertemuan Ustad Alvaro
83 Kedatangan Ustad Ruqyah
84 Surat Masa Lalu
85 Asap Jin Emosi
86 Membangkitkan Kenangan Arwah
87 Kembali Ke Dunia Berbeda
88 Awal Mula Indigo
89 Syok Brian Dahulu
90 Sadar Dari Pingsan
91 Diva & Alva
92 Konflik Hati Melin
93 Diva Bertengkar
94 Hancurkan Keluarga Melin
95 Mirip Temanku
96 Kebodohan Alva Muda
97 Milen Ke Pengadilan
98 Keluarga Alva Menolak
99 Menerima Takdir
100 Sosok Hitam Mengikuti
101 Bekerja Naskah Film
102 Kecelakaan Karena Arwah
103 Kebenaran Alvaro
104 Perjanjian Diva & Alva
105 Di Amati Alva
106 Bayangan Tiba Hilang
107 Menyelidiki M Alva
108 Di Tahan Alva
109 Milen Dan Rahasia Sihir
110 Arwah Hitam Tidak muncul
111 Suami Palsu Dengan Sihir
112 Pulau Sihir Kecebur
113 Menggoda Milen
114 Mimpi Buruk Mas Diva
115 Menerka Keberadaan Diva
116 Melepas Kutukan
117 Terjadinya Sesuatu
118 Pernikahan Ketiga Milen
119 Pesta Milen
120 S3 Kisah Anak Milen
121 S3 Reina Di Asingkan
122 S3 Kembalinya Azam
123 S3 Siapa Reina
124 S3 Mengikuti Reina
125 S3 Roy & Azam
126 S3 Masa Lalu Reina
127 S3 Driver Baru Itu?
128 S3 Wanita Asing Datang
129 S3 Aib Reina
130 S3 Mengarang Cerita
131 S3 Mencoba Online
132 S3 Azam Mengejutkan
133 S3 Berhentilah
134 S3 Percintaan Reina
135 S3 Azam Menyulitkan
136 S3 Kedatangan Jing
137 S3 Berharap Diva Ada
138 S3 Mencuri Hati Bocil
139 S3 Kehilangan Putraku
140 S3 Kembali Bertemu
141 S3 Kembali Dipertemukan
142 S3 Siapa Yang Datang
143 S3 Ternyata Dia
144 S3 Bersaingnya Pria
145 S3 Rencana Shi
146 S3 Azam Kecelakaan
147 S3 Pria Wajah Rusak
148 S3 Ingatan Tentang Putrinya
149 S3 Berharap Tidak Remaja
150 S3 Bingung Untuk Menjenguk
151 S3 Ke rumah Sakit
152 S3 Menjenguk Azam
153 S3 Di Fitnah Shi
154 S3 Ada Yang Datang
155 S3 Ramai Di Supermarket
156 S3 Tiba Tiba Menikah
157 S3 Namanya Mirip
158 S3 Foto Azam Kecil
159 S3 Laporan Palsu
160 S3 Cepat Pulang
161 S3 Tiba Tiba Pulang
162 S3 Bertemu Ibu
163 S3 Milen Marah
164 S3 Pergi Liburan
165 S3 Mencari Bahagia
166 S3 Reina Bahagia
167 S3 Anak Anak Bertanya
168 S3 Shi Terbongkar
169 S3 Kedatangan Alva Diva
170 S3 Reina anak Alva
171 S3 Heru Menasehati
172 S3 Pesan Misteri Reina
173 S3 Shi Sombong
174 S3 Alva Ayah Reina
175 S3 Suamiku Delay
176 S3 Sama sama Anak Milen
177 S3 Kedatangan Tamu
178 S3 Kenyataan Reina & Azam
179 S3 Terjadi Sesuatu
180 Dendam Azam
181 S3 Harus Hati Hati
182 S3 Ingin Bertemu Ibu
183 S3 Bukti Azam
184 S3 Kebenaran Bertemu Lagi
185 S3 Menerima Takdir
186 S3 Ada Bahaya
187 S3 Reina Di Culik
188 S3 Ritual Kembalinya Reina
189 S3 Umroh Dan Happy Ending
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Hal Ganjil Milen
2
Dua Hari Sebelumnya
3
Jatuh Ke Alam Lain
4
Gemetaran Kaku
5
Temanku Berubah
6
Tinggalkan Cermin Kalian
7
Dikejar Iblis
8
Ada Yang Menyamar
9
Terjebak Di Dalam
10
Bau Hanyir
11
Pelindung Milen
12
Cerita Penjaga
13
Blody Mary
14
Pohon Penunggu
15
Cermin Itu
16
Di Ikuti Hantu
17
Berkomunikasi
18
Arwah Kematian
19
Kakak Kecelakaan
20
Tidak Percaya
21
Meyelamatkan Arwah
22
Ada Makam
23
Makam Bergetar
24
Mimpi Almarhum Ayah
25
Resto Panglaris Jin
26
Azal Kemaksiatan
27
7 Kembang
28
Dibantu Intel
29
Arwah Di Rumah Brian
30
Pembunuhan Keluarga
31
Hantu Mantan
32
Kekejaman Penjahat
33
Dicegat Penjahat
34
Ditangkap Polisi
35
Dijadikan Tumbal
36
Bersikap Aneh
37
Dikuasai Sosok Seram
38
Sosok Lelembut
39
Sosok Nenek Bersisik
40
Hantu Bunga
41
Menolong Hantu Selokan
42
Menuju Rumah Korban
43
Kasus Bunga
44
Kembalinya Arwah Mantan
45
Jin Qorin Keluarga
46
Kesalahan Milen
47
Saling Berjanji
48
Kenyataan Pahit Milen
49
Tidak Di Tutup
50
Ancaman Roy
51
Hantu Kola
52
Mencoba Sadar
53
Mengungkap Kampus
54
Energi Terkuras
55
Kecelakaan Milen
56
Hilangnya Milen
57
Brian Jadi Tumbal
58
Keluarga Baru
59
Kesedihan Masa Lalu
60
Mimpi Buruk
61
Hantu Mantan Suamiku
62
Dia Melihatku
63
Hati Yang Tak Bohong
64
Pergi Bersama Diva
65
Makam Brian
66
Membersihkan Makam
67
Diva Manis
68
Mengunjungi Sosoknya
69
Foto Album
70
Membakar Kemenyan
71
Arwah Amnesia
72
Kehabisan Dupa Elektrik
73
Demi Ingatan Arwah
74
Milen Cemas
75
Arwah Brian Aneh
76
Hari Sebelum Mati
77
Ingatan Brian Hidup
78
Pergi Ke Rumah Brian
79
Menyadarkan Brian
80
Ingatan Arwah Kembali
81
Mata Batin Di Tutup
82
Pertemuan Ustad Alvaro
83
Kedatangan Ustad Ruqyah
84
Surat Masa Lalu
85
Asap Jin Emosi
86
Membangkitkan Kenangan Arwah
87
Kembali Ke Dunia Berbeda
88
Awal Mula Indigo
89
Syok Brian Dahulu
90
Sadar Dari Pingsan
91
Diva & Alva
92
Konflik Hati Melin
93
Diva Bertengkar
94
Hancurkan Keluarga Melin
95
Mirip Temanku
96
Kebodohan Alva Muda
97
Milen Ke Pengadilan
98
Keluarga Alva Menolak
99
Menerima Takdir
100
Sosok Hitam Mengikuti
101
Bekerja Naskah Film
102
Kecelakaan Karena Arwah
103
Kebenaran Alvaro
104
Perjanjian Diva & Alva
105
Di Amati Alva
106
Bayangan Tiba Hilang
107
Menyelidiki M Alva
108
Di Tahan Alva
109
Milen Dan Rahasia Sihir
110
Arwah Hitam Tidak muncul
111
Suami Palsu Dengan Sihir
112
Pulau Sihir Kecebur
113
Menggoda Milen
114
Mimpi Buruk Mas Diva
115
Menerka Keberadaan Diva
116
Melepas Kutukan
117
Terjadinya Sesuatu
118
Pernikahan Ketiga Milen
119
Pesta Milen
120
S3 Kisah Anak Milen
121
S3 Reina Di Asingkan
122
S3 Kembalinya Azam
123
S3 Siapa Reina
124
S3 Mengikuti Reina
125
S3 Roy & Azam
126
S3 Masa Lalu Reina
127
S3 Driver Baru Itu?
128
S3 Wanita Asing Datang
129
S3 Aib Reina
130
S3 Mengarang Cerita
131
S3 Mencoba Online
132
S3 Azam Mengejutkan
133
S3 Berhentilah
134
S3 Percintaan Reina
135
S3 Azam Menyulitkan
136
S3 Kedatangan Jing
137
S3 Berharap Diva Ada
138
S3 Mencuri Hati Bocil
139
S3 Kehilangan Putraku
140
S3 Kembali Bertemu
141
S3 Kembali Dipertemukan
142
S3 Siapa Yang Datang
143
S3 Ternyata Dia
144
S3 Bersaingnya Pria
145
S3 Rencana Shi
146
S3 Azam Kecelakaan
147
S3 Pria Wajah Rusak
148
S3 Ingatan Tentang Putrinya
149
S3 Berharap Tidak Remaja
150
S3 Bingung Untuk Menjenguk
151
S3 Ke rumah Sakit
152
S3 Menjenguk Azam
153
S3 Di Fitnah Shi
154
S3 Ada Yang Datang
155
S3 Ramai Di Supermarket
156
S3 Tiba Tiba Menikah
157
S3 Namanya Mirip
158
S3 Foto Azam Kecil
159
S3 Laporan Palsu
160
S3 Cepat Pulang
161
S3 Tiba Tiba Pulang
162
S3 Bertemu Ibu
163
S3 Milen Marah
164
S3 Pergi Liburan
165
S3 Mencari Bahagia
166
S3 Reina Bahagia
167
S3 Anak Anak Bertanya
168
S3 Shi Terbongkar
169
S3 Kedatangan Alva Diva
170
S3 Reina anak Alva
171
S3 Heru Menasehati
172
S3 Pesan Misteri Reina
173
S3 Shi Sombong
174
S3 Alva Ayah Reina
175
S3 Suamiku Delay
176
S3 Sama sama Anak Milen
177
S3 Kedatangan Tamu
178
S3 Kenyataan Reina & Azam
179
S3 Terjadi Sesuatu
180
Dendam Azam
181
S3 Harus Hati Hati
182
S3 Ingin Bertemu Ibu
183
S3 Bukti Azam
184
S3 Kebenaran Bertemu Lagi
185
S3 Menerima Takdir
186
S3 Ada Bahaya
187
S3 Reina Di Culik
188
S3 Ritual Kembalinya Reina
189
S3 Umroh Dan Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!