Temanku Berubah

Jangan Lihat Cermin Guys!! teriak Melin, saat sadar.

Hal itu membuat yang lain jadi percaya, jika Melin memilik mata yang bisa menembus ke arah dunia lain. Sejak camping acara sekolah yang di rekomendasikan pak Kola, entah kenapa mereka seperti gelap ketakutan.

'Kita harus tuntut siapa sih, yang udah buat kita masuk ke paviliun ini?' bisik Sika, ke arah Jaet. Dimana Melin mendengar sedikit menunduk merasa bersalah. Jaet pun melangkah pergi diam diam, lari terbirit birit.

Setelah Brian merasa takut ketika bukan tangan Melin ia pegang, apalagi di saat gelapnya embun. Hal itu membuat mereka berpegangan, dan benar saja dalam beberapa saat hembusan embun kembali menghilang.

Setelah Mbak Kunti hilang dari pandangan, Melin dan Brian sontak tersadar. Dia lupa bahwa waktu sudah larut gelap dan dia masih belum bisa kembali ke jalan.

"Melin, kenapa tadi terang, terus udah gelap lagi?" tanya Brian.

"Gue juga ga ngerti! gue harus gimana ya. Hantu penunggu itu, udah ilang. Gue belum ada tanda, tanda kita bisa keluar dari hutan ini, sebab itu kita bakal muter di paviliun ini."

"Melin, kita harus cari pak Kola dan regu lainnya. Biar kita semua keluar dari desa mati ini. Hutan penunggu disini benar benar terusik adanya kita. Atau paviliun ini keramat, aneh aja paviliun di tengah hutan kan."

"Betul itu Sika, yang gue rasain hutan ini damai, tapi karena kita salah camping ke desa ini. Malah jadi petaka, mereka terusik pasti karena ada seseorang yang ganggu. Kalau model Brian kemarin, udah kelar. Tapi ini beda, pasti diantara peserta camping ada yang melanggar." jelas Melin, yang merasakan karena batinnya merasa tak beres.

Baru ingin berbalik, tiba tiba Brian terbelalak saat dia merasakan ada sosok yang menepuk belakangnya. Matanya dipejamkan, perasaannya seketika was was.

"Allahummabariklana. Eh kok Allahummabariklana sih," celetuk Brian,

Hal itu membuat Melin menoleh dengan diam. Sika dan Sea hanya kebingungan karena melihat Brian memejamkan mata, dan Melin sangat pucat saat itu, pasalnya mereka tidak melihat apa apa.

"Melin ..?"

Suara itu tiba tiba membuat Brian membuka matanya lagi. Dia berbalik, memastikan tentang pikirannya. Benar saja, itu adalah Mbak kunti bertutup botol besar, wajahnya hancur dan taringnya yang menakutkan. Melin membaca lafadz Tuhan, yang di tengah menggenggam erat bahu Brian.

"Ah!" umpat Brian. "Lu bikin gue kaget aja." Brian menghempaskan tangan Melin dari bahunya.

"Jangan takut! semakin takut, kita semua ga bisa pergi dari tempat ini. Satu lagi, anggap kita benar benar ga melihatnya! dia bakal ganggu mata kita, teman kita seperti hantu." jelas Melin.

"Lu-lu ngapain ngo-ngobrol sendiri?" celetug Sika kembali menoyor Brian.

'Eh .. Sika ga liat sosok pejangga Melin kah?' pasalnya Melin masih memejamkan mata berdoa, masih berpegangan erat.

"Dia ga lihat, hanya kita berdua." pelan Melin berbisik.

"Idih, pake bisik bisik lo pade." celetug Sika pada Brian, Melin.

"Kagak. Kagak lah, lu ngarang. Wong gue cuma nyanyi doang. Lagian sih kenapa lu ada di sini? Kan tadi dibelakang Melin, mana ada gue ngomong sendiri dan bisik bisik." ujar Brian, yang mematahkan matanya menatap Hanna saat ini.

"Ow gitu. Ki-kirain lu ngomong se-sendiri tadi. Jan kek o-orang gile lu," ucap Sika percaya saja, dengan cuaca kembali dingin bagai di freezer ia berbicara sedikit gagap.

"Ta-tadi gue pen pipis, te-terus habis itu g-gue lihat lu kek o-orang gila tau kagak. Ngo-ngomong sendiri, ngo-ngoceh sendiri. Ba-bahkan l-lu-lu ta-tadi sempat te-teriak. Cu-cuma kagak je-jelas tadi g-gu-gue dengernya. Soalnya ke-kebelet bat." tambah Jaet yang ada di samping Sea membuat kaget semuanya.

Aaaaargh! "Jaet, sejak kapan ada disini. Perasaan tadi lo ga ada pergi ama pak Kola?" teriak Sika.

"Lah, dari tadi gue dibelakang kalian. Lu kenapa gagap tadi Sika? nanya sama Brian ko gugup?"

"Dih, pede lu. Gue kebelet ini. Tambah dingin banget, gue bener bener ga bisa terus disini. Melin gimana caranya kita keluar dari sini?" ujar Sika.

"Tetap disini, Jaet jangan lepas dari lingkaran kita!" teriaknya dan menurut selama beberapa saat.

"Melin, gue lemes beud ini."

"Perhatikan dirimu Brian! kamu bisa melihat mereka sepertiku. Sementara Sika, Sea enggak. Tapi perhatikan baik baik, Jaet dia bukan teman kita yang asli. Gue lihat di bagian telinga kanan, setengah rusak hanya saja kealingan rambut keriting." bisik Melin.

Setelah rasa aman, embun pun hilang. Mereka melepas erat pegangan tangan, lalu mencari tempat aman menuju tempat peristirahatan entah tenda, yang menuju paviliun belum ia lihat pintu masuk dari tadi.

"Sea, Sika mending tidur nunggu pagi. Besok pasti pak Kola dan regu lain kembali datang. Ga usah dipikirin. Mending tidur, bobok bae bae. Esok kita lanjutkan perjalanan dah. Moga aje kita masih diberi kesempatan buat pulang." ucap Brian.

"Ok deh." balas Sika dan Sea yang telah lelah juga, setelah aman dari kabut dan hal janggal beberapa saat lalu.

Brian merebahkan badan dengan susunan tangan menjadi sandaran kepalanya, lalu perlahan menutup mata. Brian berusaha membuat Sika dan Sea tidak panik. Padahal jelas jelas Brian dan Melin di sudut ruangan lain tengah panik, setengah mati ia mencuri waktu berdiri membelakangi, posisi Jaet yang sedang membakar jagung.

'Melin sama Brian kenapa sih, kok dia kaya ikutin Jaet aneh deh.' gumam Sika pada Sea.

Sementara Melin mengedip pada mata Brian, mereka berdiri seolah sedang berolahraga, ia senyum ketika Jaet meliriknya dengan wajah pucat. Hal itu membuat Melin berpura pura mengambil teko.

Benar saja, Melin setengah duduk, kepalanya ia intip dibawah kaki. Benar saja itu bukan Jaet yang sedang membakar jagung. Hal itu juga membuat tatapan meleset pada Brian, agar ia lihat sendiri.

'Aah! kenapa gue juga harus lihat sih Mel.' batin Brian, kala Melin menatapnya dengan kode.

Brian mau tak mau berpura pura menjatuhkan pulpen, lalu menelungkup kepalanya dibawa kakinya. Dan menoleh pelan pelan, matanya terbuka perlahan dan besar tatapannya membuat ia gugup ingin berteriak tapi Brian menahannya.

"Po- pocong setengah muka, wuaaah! ini gimana bisa Jaet bisa jadi pocong. Melin." bisik Brian berteriak tanpa suara, ia bergeser dan saling bicara dengan aneh.

"Jangan panik, alihin Sika dan Sea buat ambil bambu kuning runcing di tas gue diam diam, cepat bawa kesini!" ujar Melin.

"Bambu! buat apa? huaaa. Oke deh, gue nurut kali ini. Melin." kode Brian.

Tak lama Brian terkejut dan benar saja ia berpura pura senyum, memanggil Jaet. Padahal jelas wajah Jaet yang sedang membakar jagung di api unggun. Telah berubah menjadi pocong berwajah setengah dan penuh belatung darah segar.

"Woy! ngapain lo Brian. Suruh siapa ambil gituan?" tanya Sika yang tak jadi tidur di dalam kemah.

"Sssttt! diem aja lo, pade nurut aja ya!" bisik gagap Brian, membuat Sea dan Sika kembali takut, karena menoleh dibelakang Brian, ingin berteriak sekencang mungkin.

Sssst!! Jangan teriak sekarang Sika Please .. Sea Jangan teriak .. !! ujar Brian bicara tanpa suara.

Tbc.

Episodes
1 Hal Ganjil Milen
2 Dua Hari Sebelumnya
3 Jatuh Ke Alam Lain
4 Gemetaran Kaku
5 Temanku Berubah
6 Tinggalkan Cermin Kalian
7 Dikejar Iblis
8 Ada Yang Menyamar
9 Terjebak Di Dalam
10 Bau Hanyir
11 Pelindung Milen
12 Cerita Penjaga
13 Blody Mary
14 Pohon Penunggu
15 Cermin Itu
16 Di Ikuti Hantu
17 Berkomunikasi
18 Arwah Kematian
19 Kakak Kecelakaan
20 Tidak Percaya
21 Meyelamatkan Arwah
22 Ada Makam
23 Makam Bergetar
24 Mimpi Almarhum Ayah
25 Resto Panglaris Jin
26 Azal Kemaksiatan
27 7 Kembang
28 Dibantu Intel
29 Arwah Di Rumah Brian
30 Pembunuhan Keluarga
31 Hantu Mantan
32 Kekejaman Penjahat
33 Dicegat Penjahat
34 Ditangkap Polisi
35 Dijadikan Tumbal
36 Bersikap Aneh
37 Dikuasai Sosok Seram
38 Sosok Lelembut
39 Sosok Nenek Bersisik
40 Hantu Bunga
41 Menolong Hantu Selokan
42 Menuju Rumah Korban
43 Kasus Bunga
44 Kembalinya Arwah Mantan
45 Jin Qorin Keluarga
46 Kesalahan Milen
47 Saling Berjanji
48 Kenyataan Pahit Milen
49 Tidak Di Tutup
50 Ancaman Roy
51 Hantu Kola
52 Mencoba Sadar
53 Mengungkap Kampus
54 Energi Terkuras
55 Kecelakaan Milen
56 Hilangnya Milen
57 Brian Jadi Tumbal
58 Keluarga Baru
59 Kesedihan Masa Lalu
60 Mimpi Buruk
61 Hantu Mantan Suamiku
62 Dia Melihatku
63 Hati Yang Tak Bohong
64 Pergi Bersama Diva
65 Makam Brian
66 Membersihkan Makam
67 Diva Manis
68 Mengunjungi Sosoknya
69 Foto Album
70 Membakar Kemenyan
71 Arwah Amnesia
72 Kehabisan Dupa Elektrik
73 Demi Ingatan Arwah
74 Milen Cemas
75 Arwah Brian Aneh
76 Hari Sebelum Mati
77 Ingatan Brian Hidup
78 Pergi Ke Rumah Brian
79 Menyadarkan Brian
80 Ingatan Arwah Kembali
81 Mata Batin Di Tutup
82 Pertemuan Ustad Alvaro
83 Kedatangan Ustad Ruqyah
84 Surat Masa Lalu
85 Asap Jin Emosi
86 Membangkitkan Kenangan Arwah
87 Kembali Ke Dunia Berbeda
88 Awal Mula Indigo
89 Syok Brian Dahulu
90 Sadar Dari Pingsan
91 Diva & Alva
92 Konflik Hati Melin
93 Diva Bertengkar
94 Hancurkan Keluarga Melin
95 Mirip Temanku
96 Kebodohan Alva Muda
97 Milen Ke Pengadilan
98 Keluarga Alva Menolak
99 Menerima Takdir
100 Sosok Hitam Mengikuti
101 Bekerja Naskah Film
102 Kecelakaan Karena Arwah
103 Kebenaran Alvaro
104 Perjanjian Diva & Alva
105 Di Amati Alva
106 Bayangan Tiba Hilang
107 Menyelidiki M Alva
108 Di Tahan Alva
109 Milen Dan Rahasia Sihir
110 Arwah Hitam Tidak muncul
111 Suami Palsu Dengan Sihir
112 Pulau Sihir Kecebur
113 Menggoda Milen
114 Mimpi Buruk Mas Diva
115 Menerka Keberadaan Diva
116 Melepas Kutukan
117 Terjadinya Sesuatu
118 Pernikahan Ketiga Milen
119 Pesta Milen
120 S3 Kisah Anak Milen
121 S3 Reina Di Asingkan
122 S3 Kembalinya Azam
123 S3 Siapa Reina
124 S3 Mengikuti Reina
125 S3 Roy & Azam
126 S3 Masa Lalu Reina
127 S3 Driver Baru Itu?
128 S3 Wanita Asing Datang
129 S3 Aib Reina
130 S3 Mengarang Cerita
131 S3 Mencoba Online
132 S3 Azam Mengejutkan
133 S3 Berhentilah
134 S3 Percintaan Reina
135 S3 Azam Menyulitkan
136 S3 Kedatangan Jing
137 S3 Berharap Diva Ada
138 S3 Mencuri Hati Bocil
139 S3 Kehilangan Putraku
140 S3 Kembali Bertemu
141 S3 Kembali Dipertemukan
142 S3 Siapa Yang Datang
143 S3 Ternyata Dia
144 S3 Bersaingnya Pria
145 S3 Rencana Shi
146 S3 Azam Kecelakaan
147 S3 Pria Wajah Rusak
148 S3 Ingatan Tentang Putrinya
149 S3 Berharap Tidak Remaja
150 S3 Bingung Untuk Menjenguk
151 S3 Ke rumah Sakit
152 S3 Menjenguk Azam
153 S3 Di Fitnah Shi
154 S3 Ada Yang Datang
155 S3 Ramai Di Supermarket
156 S3 Tiba Tiba Menikah
157 S3 Namanya Mirip
158 S3 Foto Azam Kecil
159 S3 Laporan Palsu
160 S3 Cepat Pulang
161 S3 Tiba Tiba Pulang
162 S3 Bertemu Ibu
163 S3 Milen Marah
164 S3 Pergi Liburan
165 S3 Mencari Bahagia
166 S3 Reina Bahagia
167 S3 Anak Anak Bertanya
168 S3 Shi Terbongkar
169 S3 Kedatangan Alva Diva
170 S3 Reina anak Alva
171 S3 Heru Menasehati
172 S3 Pesan Misteri Reina
173 S3 Shi Sombong
174 S3 Alva Ayah Reina
175 S3 Suamiku Delay
176 S3 Sama sama Anak Milen
177 S3 Kedatangan Tamu
178 S3 Kenyataan Reina & Azam
179 S3 Terjadi Sesuatu
180 Dendam Azam
181 S3 Harus Hati Hati
182 S3 Ingin Bertemu Ibu
183 S3 Bukti Azam
184 S3 Kebenaran Bertemu Lagi
185 S3 Menerima Takdir
186 S3 Ada Bahaya
187 S3 Reina Di Culik
188 S3 Ritual Kembalinya Reina
189 S3 Umroh Dan Happy Ending
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Hal Ganjil Milen
2
Dua Hari Sebelumnya
3
Jatuh Ke Alam Lain
4
Gemetaran Kaku
5
Temanku Berubah
6
Tinggalkan Cermin Kalian
7
Dikejar Iblis
8
Ada Yang Menyamar
9
Terjebak Di Dalam
10
Bau Hanyir
11
Pelindung Milen
12
Cerita Penjaga
13
Blody Mary
14
Pohon Penunggu
15
Cermin Itu
16
Di Ikuti Hantu
17
Berkomunikasi
18
Arwah Kematian
19
Kakak Kecelakaan
20
Tidak Percaya
21
Meyelamatkan Arwah
22
Ada Makam
23
Makam Bergetar
24
Mimpi Almarhum Ayah
25
Resto Panglaris Jin
26
Azal Kemaksiatan
27
7 Kembang
28
Dibantu Intel
29
Arwah Di Rumah Brian
30
Pembunuhan Keluarga
31
Hantu Mantan
32
Kekejaman Penjahat
33
Dicegat Penjahat
34
Ditangkap Polisi
35
Dijadikan Tumbal
36
Bersikap Aneh
37
Dikuasai Sosok Seram
38
Sosok Lelembut
39
Sosok Nenek Bersisik
40
Hantu Bunga
41
Menolong Hantu Selokan
42
Menuju Rumah Korban
43
Kasus Bunga
44
Kembalinya Arwah Mantan
45
Jin Qorin Keluarga
46
Kesalahan Milen
47
Saling Berjanji
48
Kenyataan Pahit Milen
49
Tidak Di Tutup
50
Ancaman Roy
51
Hantu Kola
52
Mencoba Sadar
53
Mengungkap Kampus
54
Energi Terkuras
55
Kecelakaan Milen
56
Hilangnya Milen
57
Brian Jadi Tumbal
58
Keluarga Baru
59
Kesedihan Masa Lalu
60
Mimpi Buruk
61
Hantu Mantan Suamiku
62
Dia Melihatku
63
Hati Yang Tak Bohong
64
Pergi Bersama Diva
65
Makam Brian
66
Membersihkan Makam
67
Diva Manis
68
Mengunjungi Sosoknya
69
Foto Album
70
Membakar Kemenyan
71
Arwah Amnesia
72
Kehabisan Dupa Elektrik
73
Demi Ingatan Arwah
74
Milen Cemas
75
Arwah Brian Aneh
76
Hari Sebelum Mati
77
Ingatan Brian Hidup
78
Pergi Ke Rumah Brian
79
Menyadarkan Brian
80
Ingatan Arwah Kembali
81
Mata Batin Di Tutup
82
Pertemuan Ustad Alvaro
83
Kedatangan Ustad Ruqyah
84
Surat Masa Lalu
85
Asap Jin Emosi
86
Membangkitkan Kenangan Arwah
87
Kembali Ke Dunia Berbeda
88
Awal Mula Indigo
89
Syok Brian Dahulu
90
Sadar Dari Pingsan
91
Diva & Alva
92
Konflik Hati Melin
93
Diva Bertengkar
94
Hancurkan Keluarga Melin
95
Mirip Temanku
96
Kebodohan Alva Muda
97
Milen Ke Pengadilan
98
Keluarga Alva Menolak
99
Menerima Takdir
100
Sosok Hitam Mengikuti
101
Bekerja Naskah Film
102
Kecelakaan Karena Arwah
103
Kebenaran Alvaro
104
Perjanjian Diva & Alva
105
Di Amati Alva
106
Bayangan Tiba Hilang
107
Menyelidiki M Alva
108
Di Tahan Alva
109
Milen Dan Rahasia Sihir
110
Arwah Hitam Tidak muncul
111
Suami Palsu Dengan Sihir
112
Pulau Sihir Kecebur
113
Menggoda Milen
114
Mimpi Buruk Mas Diva
115
Menerka Keberadaan Diva
116
Melepas Kutukan
117
Terjadinya Sesuatu
118
Pernikahan Ketiga Milen
119
Pesta Milen
120
S3 Kisah Anak Milen
121
S3 Reina Di Asingkan
122
S3 Kembalinya Azam
123
S3 Siapa Reina
124
S3 Mengikuti Reina
125
S3 Roy & Azam
126
S3 Masa Lalu Reina
127
S3 Driver Baru Itu?
128
S3 Wanita Asing Datang
129
S3 Aib Reina
130
S3 Mengarang Cerita
131
S3 Mencoba Online
132
S3 Azam Mengejutkan
133
S3 Berhentilah
134
S3 Percintaan Reina
135
S3 Azam Menyulitkan
136
S3 Kedatangan Jing
137
S3 Berharap Diva Ada
138
S3 Mencuri Hati Bocil
139
S3 Kehilangan Putraku
140
S3 Kembali Bertemu
141
S3 Kembali Dipertemukan
142
S3 Siapa Yang Datang
143
S3 Ternyata Dia
144
S3 Bersaingnya Pria
145
S3 Rencana Shi
146
S3 Azam Kecelakaan
147
S3 Pria Wajah Rusak
148
S3 Ingatan Tentang Putrinya
149
S3 Berharap Tidak Remaja
150
S3 Bingung Untuk Menjenguk
151
S3 Ke rumah Sakit
152
S3 Menjenguk Azam
153
S3 Di Fitnah Shi
154
S3 Ada Yang Datang
155
S3 Ramai Di Supermarket
156
S3 Tiba Tiba Menikah
157
S3 Namanya Mirip
158
S3 Foto Azam Kecil
159
S3 Laporan Palsu
160
S3 Cepat Pulang
161
S3 Tiba Tiba Pulang
162
S3 Bertemu Ibu
163
S3 Milen Marah
164
S3 Pergi Liburan
165
S3 Mencari Bahagia
166
S3 Reina Bahagia
167
S3 Anak Anak Bertanya
168
S3 Shi Terbongkar
169
S3 Kedatangan Alva Diva
170
S3 Reina anak Alva
171
S3 Heru Menasehati
172
S3 Pesan Misteri Reina
173
S3 Shi Sombong
174
S3 Alva Ayah Reina
175
S3 Suamiku Delay
176
S3 Sama sama Anak Milen
177
S3 Kedatangan Tamu
178
S3 Kenyataan Reina & Azam
179
S3 Terjadi Sesuatu
180
Dendam Azam
181
S3 Harus Hati Hati
182
S3 Ingin Bertemu Ibu
183
S3 Bukti Azam
184
S3 Kebenaran Bertemu Lagi
185
S3 Menerima Takdir
186
S3 Ada Bahaya
187
S3 Reina Di Culik
188
S3 Ritual Kembalinya Reina
189
S3 Umroh Dan Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!