"Milen, sampai kapan kita kejebak di hutan gini. Mana udah laper beud, ya tuhan. Mati matilah kita sia sia, tapi aku belum nikah. Belum punya pacar, cita citaku pengen punya cewe cantik dan pemberani buat nikahinya. Aku mohon tunjukan jalan keluar dari hutan ini." rengek Brian, membuat Milen mengerewes muka Brian agar diam.
"Kenapa kamu anak muda?" ucap suara itu, Milen dan Brian sontag mencari sumber suara.
"Kagak," ucap Brian dengan tangan gemetar.
Bukan tanpa alasan Brian, Milen berteriak. Di sela langkah menyaksikan siluet hitam bertubuh sekitar tiga meter tepat di belakang Milen. Matanya berwarna merah dengan tanduk yang memanjang ke depan.
Milen melangkah mundur sedikit. "Maaf, Pak. Bapak siapa yah? Dari tadi saya nanya, tapi belum dijawab. Kami disini bukan tidak berniat baik, kami tersesat ingin pulang. Kami berpisah dari regu camping lain."
"Omong kosong kalian anak muda yang banyak berbohong sama saja, saya jelaskan siapa saya. Yang penting tinggalkan dulu tempat ini. Ikut saya atau tetap di sini, terserah kalian."
"Ng-ngak, Pak. Ki-kita bakal i-ikut kok," sela Brian. Dia menatap Milen, bersyarat untuk ikuti saja apa yang dilakukannya.
"Ssst! Brian, lo beneran mau ikut dia?" bisik Milen.
"Kita keluar dan pulang dulu lah, gimana caranya. Lemes, capek gue Mil. Mau tuh orang tinggi tiga meter jin sekalipun, gue mau pulang aja deh."
Kalian ragu, tidak akan bisa pulang!! tapi jika kalian tidak pergi dari tempat ini, maka kalian akan bernasib sama dengan teman teman kalian yang tidak selamat!! ujar sosok tinggi tiga meter itu.
Milen dan Brian syok mendengarnya!!
Lelaki itu berbalik dan melajukan langkahnya, ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu. Brian, Milen pun langsung mengambil langkah berlari kecil karena langkah lelaki itu begitu cepat. Disusul Milen dengan lari kecilnya, begitu juga Brian.
"Kira kira dia beneran nunjuk jalan ga sih Mil? gue udah lemes, laper dan lelah banget nih. 3L."
"Doa, jangan ngomong aja lu. Lu cowok kudunya lindungin gue sebagai cewek." celetug Milen.
Sudah agak jauh mereka dari kuil, langkah lelaki itu tampak diperlambat. Lelaki itu berbalik, menatap Brian dan Milen.
"Jadi gini. Perkenalkan, saya Arrrggh .. Warg--"
"Aa-ak!" gumam Brian, memotong ucapan lelaki itu. Tampak Brian seperti orang tercekik, hingga napasnya terengah-engah.
"Brian? Lu kenapa ... ?" teriak Milen panik.
Milen dan lelaki bernama si tinggi tiga meter sontak terbelalak. Terkejut dengan Brian yang tiba tiba saja seperti itu.
"Aa-ak!" tukas Brian. Dia mengangkat tangannya dengan mata melotot, seperti ingin mengucapkan sesuatu.
Belum saja Brian mengangkat tinggi tangannya, dia langsung tumbang dan sontak kejang-kejang.
"Brian?" teriak Milen sangat keras.
"Ucapkan doa dek! saya akan bantu, mengusir hantu manis mbak kunti tutup botol yang menyukai teman priamu ini. Dia mengikutinya dan membuat teman pria mu ini mati seperti yang lainnya."
"Apa, tapi kita ga berbuat aneh kek! eh, pak! maaf jika saya salah."
"Memang kalian bukan yang berbuat aneh, tapi dari peserta camping kalian. Kalian terlibat didalamnya, cari mata air kering, desa di tengah hutan mati ini. Cuci muka dan badan tanpa melepas pakaian, bersihkan diri dan berdoa. Konon bala itu akan hilang, kalian bisa menemukan bukti, teman kalian dimana dan bisa keluar dari hutan ini. Satu lagi, jangan sesekali datang ketempat ini lagi! paviliun di tengah hutan ini terkutuk, akibat seseorang mengusik tidurnya yang sudah lama."
"Baik kek, tapi ke- na-pa...?" sepatah Milen ingin bertanya lagi, kakek itu sudah menghilang. Brian pun kembali sadar, dengan kebingungan.
"Mil, gue kenapa. Kok bisa duduk tiduran gini sih?" tanya Brian yang bangun, sementara Milen kembali memegang erat kalung, karena hatinya benar benar takut dan gundah.
'Petaka macam opo ini?! sudah berapa hari Milen tersesat, Tuhan berikan jalan untuk terakhir kali. Janji Milen akan membantu hantu tersesat jiwa yang tidak bersalah nanti.' batin Milen dan menangis, kali ini tidak peduli Brian melihat, karena pertama kalinya Milen menangis dengan panik.
TBC.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments