Milen tidak tahu berada di mana, yang jelas ketika ia membuka mata. Hal yang sulit ia terima adalah melihat dirinya sendiri dengan pakaian serba hitam dengan tudung putih, menyeruak senyuman bagai sambutan.
Ada bau wangi melati yang khas, dan air mawar. Hal itu juga membuat Milen sulit berbicara, padahal ia sudah berteriak sekencang mungkin memanggil.
'Milen, kamu jangan takut! aku adalah pelindungmu, aku akan membawamu pulang. Tapi ada banyak hal kamu sulit aku bisikan.'
"Kamu siapa?"
Sosok menyerupai Milen mendekat, dan berbisik pada Milen saat itu dengan menempelkan telapak tangannya pada bahu Milen, dan yang terjadi adalah sebuah dingin bagai buah es batu, sehingga Milen terdiam mendengarkan.
Setiap orang pada dasarnya telah didampingi oleh khodam sejak lahir, minimal khodam yang dikenal dengan sedulur papat atau saudara yang empat. Milen aku adalah saudaramu, pelindungmu selain dari gusti agung yang maha segalanya sempurna.
"Saudara sedulur papat, apa itu?" lirih Milen.
Khodam sedulur papat telah dimiliki oleh setiap orang yang pernah dilahirkan ke dunia, baik meninggal masih kecil atau ketika sudah tua.
Selain khodam sedulur papat, ada khodam lain yang dimiliki oleh orang orang khusus, misalnya khodam leluhur, amalan, dan pusaka. Tapi aku adalah salah satunya leluhur, karena energi kamu satu tujuan satu satunya yang dimiliki leluhurmu. Bisakah kamu menerimanya Milen?!
"Bagaimana bisa aku percaya denganmu, aku yakin kalian adalah sesat agar manusia menyekutukannya kan? lalu kamu dengan mudah mengambil orang yang aku sayang satu satunya lagi. Iya kan?"
'Milen, percayal! Sebabnya kamu adalah kurangnya pengasahan diri untuk membuka penglihatan batin, sehingga membuat khodam susah untuk berkomunikasi. Yang kamu lihat tak nyata adalah nyata, tapi aku bukan jin atau hantu yang seperti menyesatkan mu.'
Milen masih melirik arah pintu, karena ia berharap ada pintu lain yang bisa membuat ia kembali. Kembali tidak ada di alam mimpi yang buruk seperti saat ini.
'Milen, kamu boleh tidak percaya. Percayalah! jika kamu bisa mendengarkan aku, aku membantumu jalan keluarnya! aku juga mau kamu selamat, dari penunggu hutan mati ini, Milen!' sekejap menghilang? dan Milen kembali terbangun.
Pagi Harinya.
"Milen, lo kenapa?" tanya Brian, kala Milen membuka mata.
Brian menyodorkan air minum dalam botol, lalu membiarkan Milen meneguknya sampai habis.
"Gue dimana Brian?" tanya Milen, linglung.
"Masih di pendopo, gue bangunin lo dan baca yasin, soalnya lo semalam gelagat aneh.
Masa muter muter pendopo sambil merem. Dengan rasa gue yang bener takut, gue ambil ini. Eh salah, bukan buku Khodam. Tapi yasin."
"Oh, thanks Brian. Kita udah bisa pergi kayaknya ya? ayolah kita bersiap!"
"Milen, apa karena lo baca ini semalam. Jadi lo aneh?"
"Aneh gimana gue ga ngerti, yang ada gue berasa di ruangan gelap, rumah aneh deh. Dan gue lihat diri gue bicara, kaya nasehatin gue. Percaya ga sih lo?"
"Jelas, lo baca ini kan. Buku ini yang bikin raga lo pergi kemana mana, entah itu asli atau isyarat. Yang jelas, lo harus percaya. Dan kata kata di mimpi lo. Lo harus percaya itu!" ujar Brian.
Milen mengernyitkan dahi, seolah Brian yang sok bijak ini untuk diam. Milen kembali mendalami apa pesan wujudnya adalah benar sosok leluhur penjaganya. Milen pun, ikut menatap buku itu dan kembali membaca satu pesan yang mungkin salah satunya ia alami.
"Gue rapihin ransel dulu ya! mau isi air dalam botol, biar kita kuat perjalanan." ujar Brian,
"Oke." sementara Milen membaca buku, yang ia pegang saat ini.
Tanda tanda seseorang memiliki khodam, salah satunya adalah. Yang pertama, bau harum. Ketika khodam ada didekat seseorang yang di ingin ajak untuk berkomunikasi yaitu ada bau harum yang sangat menyengat, biasanya terjadi ketika seseorang berada di tempat sepi atau tempat keramat.
Yang kedua adalah. Telinga berdengung. Telinga berdengung merupakan tanda adanya khodam yang sedang mendekat dan mencoba untuk berkomunikasi.
Yang ketiga yaitu, ada perubahan suhu tubuh. Khodam yang mendekat dan ingin berkomunikasi kadang kadang membuat suhu tubuh berubah drastis, misalnya sangat dingin atau panas dan pingsan seolah berada di alam lain.
Perubahan suhu tubuh ini bukan disebabkan oleh suhu udara, namun karena khodam sedang mendekat dan ingin berkomunikasi.
Khodam tersebut bisa jadi khodam nya sendiri atau khodam orang lain yang diperintah untuk mendatanginya.
Ketika suhu tubuh terasa panas, bisanya khodam yang mendatanginya bertolak belakang dengan energi seseorang yang dimiliki melemah.
Milen terdiam, ia menutup buku itu dan kembali menuju Brian yang tengah bersiap. Meski masih memikirkan akan kata kata wujud yang menyerupai nya dalam mimpi Milen tadi.
"Mil, udaah siap?" tanya Brian.
"Iya udah."
Brian dan Milen kembali meninggalkan pendopo, tapi kali ini ia dihadang sosok pria bertubuh dan kaki jangkung, setinggi pohon pisang. Hal itu juga membuat mata Milen menutup, dan Brian latah dengan cool.
'Aduh, sakit deh hati gue, hantu ganteng muncul lagi.' batin Brian.
"M-mbah. Mau apa ya, apakah mbah ma-nu-sia atau ..?" gugup Milen bertanya
Tbc
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments