"Hai, Lis! kantin yuk," ucap Mika sahabat baru Alissa, setelah jam pelajaran habis.
"Ayuk! aku juga belum sarapan tadi pagi," ucap Alissa membereskan mejanya.
Mereka langsung berjalan menuju kantin secara bersama-sama. Mereka berjalan sampai bercanda gurau bersama. Hingga akhirnya tiba-tiba mereka berpas-pasan dengan Axelle dan teman-temannya. Melihat Axelle yang menatapnya, Alissa langsung memutar bola matanya memelas. Rasa kesal akan sikap genit Axelle terus menguasai dirinya.
Sedangkan Mika langsung menatap Alissa heran. Karena melihat Alissa yang tidak memperdulikan tatapan pangeran kampus yang di idolakan banyak wanita. Jika dia jadi Alissa, sudah di pastikan dia akan melompat kegirangan.
"Al! apa kau tidak melihat tatapan Kak Axelle tadi?" tanya Mika menel lengan Alissa.
"Aku lihat! memangnya kenapa?" tanya Alissa cuek.
"Kenapa kau tidak memperdulikannya? jarang-jarang lho, Kak Axelle menatap wanita di kampus seperti itu. Atau mungkin Kak Axelle naksir samamu?" tanya Mika membulatkan matanya.
"Masa bodo!" ucap Alissa kesal lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Mika.
"What! dia mengabaikanku?" batin Axelle menatap Alissa kesal.
Tidak terima di abaikan oleh Alissa, Axelle langsung melangkahkan kakinya kembali menuju kantin. Memang saat jam pelajaran tadi, Axelle dan teman-temannya memilih untuk menghabiskan waktu di kantin. Itu adalah hal biasa yang di lakukan Axelle dan teman-temannya. Saat jam pelajaran mereka akan berada di kantin. Sedangkan saat jam istirahat tiba, maka mereka akan menghabiskan waktu di kelas untuk membuat keributan.
"Lo mau ke mana?" tanya Pran menatap Axelle.
"Balik ke kantin," ucap Axelle simple sambil terus melangkahkan kakinya.
Melihat Axelle kembali ke kantin, Pran dan lainnya langsung mengikutinya dari belakang. Sesampainya di kantin, Axelle langsung mengambil meja tak jauh dari tempat duduk Alissa. Dia mengambil posisi yang pas agar bisa menatap Alissa dari kejauhan.
Alissa yang sadar dengan tatapan Axelle, hanya menundukkan kepalanya malu. Tak jarang netra mata mereka saling bertemu, saat Alissa juga menatap ke arah Axelle. Pran, Dirga dan Birma yang melihat sikap Axelle langsung mengerutka kening mereka bingung.
"lo melihat gadis cantik itu?" tanya Dirga menatap Alissa.
"Dia memang cantik! gue dengar dia mahasiswi baru. Bahkan dia di panggil secara langsung dari Universitas," ucap Pran.
"Wah! barang bagus ini. Bagaimana kalau kita melakukan taruhan," ucap Birma tersenyum.
Mendengar istrinya mau di jadikan bahan taruhan oleh teman-temannya. Axelle langsung mengeluarkan tatapan iblisnya. Suami mana yang terima jika istrinya akan di jadikan bahan taruhan oleh teman-temannya. Jika sampai mereka berani, akan di pastikan mereka akan mati mengenaskan di tangan Axelle.
"Kalian jangan telalu lama menatap istriku. Bisa-bisa bola mata kalian akan aku keluarkan saat ini juga," ucap Axelle menatap ketika sahabatnya.
Mendengar ucapan Axelle, ketiganya langsung menatapnya terkejut, sambil membuka mulut mereka. Mereka menatap Axelle dengan tatapan tidak percaya, lalu tertawa geli karena mengira jika Axelle sedang bercanda.
"Buahaaa! lo sedang mabuk ya?" tanya Birma tertawa geli.
"lo ada-ada saja. Jika kau menyukainya katakan saja. Kami akan mengalah untuk lo," ucap Dirga terkekeh kecil sambil menepuk punggung Axelle.
"gue serius! dia adalah istriku. Walaupun masih istri sirih," ucap Axelle menatap kesal ketiga sahabatnya itu.
"Lo serius?" tanya ketiganya menatap Axelle.
"Ia! untuk apa gue bohong kepada kalian tentang masalah serius seperti ini. Kalian ingat tidak, setelah selesai balapan kita pergi ke club untuk berpesta," ucap Axelle.
"Ia! setelah lo minum banyak. Lo menghilang begitu saja. Setelah itu kami yang harus bayar semuanya," ucap Dirga berfyecak kesal mengingat kejadian malam ini.
Karena tidak mau membuat para sahabatnya berburuk sangka. Axelle langsung menceritakan semua kejadian yang menimpanya dan Alissa pada malam hari itu. Axelle juga menceritakan apa yang terjadi kepada Alissa dan bagaimana caranya menolongnya. Hingga akhirnya mereka tertangkap basah oleh warga dan di paksa menikah.
Mendengar itu, para sahabat Axelle langsung membulatkan matanya terkejut. Mereka tidak menyangka jika dalam satu malam kehidupan sahabat mereka menjadi berubah drastis. Mereka bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana Axelle melakukan tanggung jawabnya sebagai suami.
Mereka tau persis bagaimana sifat Axelle. Seorang brandal yang hobi balapan liar dan mabuk-mabukan. Bahkan Axelle tidak mempunyai pekerjaan sama sekali. Jadi bagaimana caranya menghidupi anak orang nantinya. Terlebih lagi usia mereka yang masih muda. Di usia mereka yang masih remaja, sudah di pastikan mereka akan lebih suka bersenang-senang dan menikmati masa remaja mereka.
"Lalu lo mau apa sekarang. Apa lo akan meninggalkan masa remaja lo, dan melanjutkan pernikahan kalian?" tanya Birma menatap Axelle.
"Tentu saja! aku akan memperjuangkan istriku. Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuknya," ucap Axelle penuh keyakinan.
"Apa lo yakin?" tanya ketiganya serentak.
"Tentu saja! lagian jadi suami itu enak. Tidur jadi gak kesepian dan kedinginan lagi. Bisa peluk istri,"ucap Axelle tersenyum genit.
"Gila lo!" ucap ketiga serentak.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
alurnya aku suka cuman masih byk typo dan kata2 yg kecampur2 seperti percakapan Axelle dan tmn2 nya kan pake kata 'elo gue' tpi kadang berubah jdi 'aku kamu'
2024-05-23
1
NurKarni
sebaiknya jam pelajaran diganti jam kuliahm kalau pelajaran kesannya mreka pelajar bukan mahasiswa
2023-12-10
3
heyannafs._
uang 50 jt hasil balapan kemana Thor? kan katanya yg bayar semuanya teman nya Axel
2023-10-13
0