"Arggh!" teriak Axelle mengacak-acak rambutnya frustasi.
Dia menghampaskan bokongnya di tepi ranjang, sambil menangkupkan kedua tangannya menutupi wajahnya. Ucapan kedua orang tuanya sangat menyakiti hatinya. Sehingga membuat Axelle sangat terluka, sehingga dia tidak lagi menyadari kehadiran Alissa.
Alissa yang melihat keadaan Axelle hanya bisa terdiam. Dia menatap iba keadaan Axelle yang terlihat sangat kacau. Dia tau jika perasaan Axelle saat ini sedang sangat kacau. Bagaimana tidak dia di hina oleh kedua orang tuanya secara terang-terangan. Bahkan mereka juga tidak bisa menghargai Axelle di depan Alissa istrinya.
Walaupun di luar sana Axelle terlihat sangat garang dan suka membuat onar. Akan tetapi dia memiliki hati yang sangat rapuh. Sama seperti anak remaja yang lainnya, di usianya yang masih remaja, dia membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya. Walaupun memiliki keluarga yang utuh, akan tetapi Axelle merasa jika dia hidup sebatang kara di dunia ini.
"Maaf! maaf jika perkataan mama dan papa telah menyakitimu," ucap Axelle tidak sanggup menatap wajah Alissa.
"Tidak apa-apa! aku sudah biasa mendapatkan ucapan seperti tadi," ucap Alissa tersenyum lalu duduk di samping Axelle.
"Kau nampak sangat lelah! aku masakkan air hangat untukmu ya," ucap Alissa tersenyum.
"Masak?" tanya Axelle mengerutkan keningnya binggung.
"Ia! kakak mau mandi 'kan? biar aku masakkan air panasnya, lalu kakak bisa mandi mengunakan air hangat. Tapi kompornya di mana ya?" tanya Alissa tidak melihat ada dapur yang dia lewati saat masuk ke menssion yang luas itu.
"Kalau mau membuat air hangat kau tidak membutuhkan kompor. Tinggal di colok saja pakai tenaga listrik," ucap Axelle terkekeh kecil.
Mendengar ucapan Axelle, Alissa hanya mengerutkan keningnya binggung. Melihat kepolosan dan keluguan Alissa, Axelle hanya tersenyum kecil lalu mengacak-acak rambut Alissa gemas.
"Kalau kau mau menyiapkan air hangat untukku, ayo ikut," ucap Axelle menarik tangan Alissa menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.
Alissa hanya menatap kamar mandi Axelle yang begitu luas. Jika di bandingkan dengan rumah yang dia tempati bersama keluarganya. Kamar kamar dan kamar mandi Axelle adalah seluruh ruangan yang ada di rumahnya. Dia memperhatikan semua benda yang ada di sana dengan penuh kebingungan. Karena baru kali ini dia melihat semua benda mewah itu.
"Kenapa kau hanya diam! katanya mau membuatkan air hangat untukku," ucap Axelle menarik hidung Alissa.
"Aw! kakak," ucap Alissa memasukkan bibirnya sambil memegang hidung mancung nya.
Melihat tingkah lucu Alissa, Axelle hanya tersenyum kecil. Kehadiran Alissa membuat hidupnya semakin berwarna. Bahkan baru kali ini dia bisa tersenyum seperti ini. Saat bersama Alissa dia bisa tenang dan melupakan semua masalah hidupnya.
"Sini! biar aku jelaskan. Tapi kau harus memperhatikannya, karena aku tidak mau menjelaskannya untuk kedua kalinya," ucap Axelle ketus lalu menarik tangan Alissa menuju water heater.
Axelle menjelaskan cara mengunakan water heater dengan sangat sabar. Dia menjelaskannya dengan baik sambil sesekali melirik ke arah Alissa. Namun, tiba-tiba Axelle berhenti dan menatap wajah polos Alissa yang sedang memperhatikan ucapannya. Alissa yang melihat Axelle tiba-tiba diam langsung mengerutkan keningnya binggung.
"Apa kau sudah mengerti?" tanya Axelle menatap Alissa.
"Sudah!" ucap Alissa mengangguk.
"Sekarang kau coba," ucap Axelle menjauh dan membiarkan Alissa mendekati water heater.
Alissa memanaskan air hangat untuk Axelle dengan baik. Dengan kepintarannya, Alissa langsung mengerti apa yang di jelaskan oleh Axelle. Melihat Alissa yang cepat tanggal dengan semua penjelasannya, Axelle hanya tersenyum sambil menatap kagum istrinya itu.
"Sudah selesai! sekarang kakak bisa mandi, agar tubuh kakak menjadi segar," ucap Alissa tersenyum.
"Apa kau tidak mau mandi bersamaku?" tanya Axelle tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Emm! Aku keluar dulu. Lebih baik kakak mandi saja terlebih dulu," ucap Alissa salah tingkah lalu berlari kecil menjauhi Axelle.
Melihat tingkah Alissa, Axelle hanya tersenyum kecil sambil menatap kepergian istrinya. Dengan seketika ingatan Axelle kembali ke kejadian semalam. Di mana kakak Alissa dengan teganya menjual Alissa kepada pria hidung belang. Dengan seketika, Axelle merasa kasihan kepada Alissa. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi Alissa dari semua orang yang ingin menyakitinya.
Axelle menatap air hangat yang telah di siapkan Alissa untuknya. Dia langsung menguyur tubuhnya dengan air hangat itu dengan perasaan sangat bahagia. Dia berharap jika rumah tangganya dengan Alissa akan berjalan dengan baik. Hingga akhirnya hanya maut yang dapat memisahkan mereka.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Axelle keluar dengan mengunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Rambutnya yang masih basah di biarkan begitu saja. Bahkan air dari rambutnya menetes dan mengalir di dada bidangnya. Sehingga membuat pesona Axelle semakin terpancar.
Dia menatal Alissa yang sedang memperhatikan satu persatu barang-barang yang ada di kamarnya, sambil bergumam seorang diri. Melihat kepolosan Alissa, Axelle hanya tersenyum kecil lalu berjalan mendekati Alissa.
Arghhhh....
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Rara Kusumadewi
mending tinggal di apartemen aja mereka.... biar damai
2023-07-07
4
Qaisaa Nazarudin
Lebih baik kau bawak istrimu keluar de sana,Hidup mandiri,Bukti kan kau mampu hidup tampa mereka,Mereka sendiri gak ada yg becus,malah menilai orang dan meremehkan org lain,kehidupan yg toxic dan Egois..
2023-06-15
1
abdan syakura
wadohhhh
bikin kaget aja....
2023-06-07
1