Alissa dan Axelle berangkat ke kampus bersama-sama. Axelle melajukan motornya sambil terus tersenyum. Dia menatap tangan Alissa yang melingkar di perutnya dengan penuh kebahagiaan. Seumur hidupnya, baru kali ini dia berboncengan bersama wanita.
Bahkan dia mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang. Seakan-akan dia tidak mau mengakhiri kesempatannya romantis itu. Alissa juga meletakkan bahunya di punggung Axelle. Dia merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya sambil memejamkan matanya.
Sama seperti Axelle, Alissa juga baru kali ini duduk di boncengan seorang pria dengan penuh kebahagiaan. Dia memeluk erat tubuh Axelle dari belakang seakan dia tidak mau melepaskannya walaupun hanya sedetik saja. Namun saat hampir sampai di kampus, Alissa langsung menyuruh Axelle untuk berhenti.
"Kak! berhenti," ucap Alissa sehingga Axelle langsung mengerem secara mendadak.
"Ada apa?" tanya Axelle membuka kaca helmnya.
"Aku turun di sini saja," ucap Alissa turun dari motor Axelle.
"Kenapa? apa kau malu?" tanya Axelle kesal.
"Tidak! aku tidak malu. Hanya saja aku tidak mau jadi bahan bullyan para fans kakak itu," ucap Alissa mengingat jika suaminya itu adalah pangeran sekaligus brandal kampus.
Jika mereka masuk ke kampus secara bersama-sama. Sudah di pastikan para penggemar Axelle akan mengahajar Alissa secara berjamaah. Tentu saja Alissa tidak mau menjadi sasaran empuk para penggemar fanatik suaminya itu. Terlebih lagi saat pertama kali masuk kuliah dia sudah di bully oleh salah satu geng pengemar Axelle.
"Baiklah! tapi kau jalan duluan. Aku akan mengawasimu dari belakang," ucap Axelle mengalah lalu membuka helm yang di kenakan Alissa.
"Ternyata kakak romantis juga ya," ucap Alissa tersenyum sambil menatap kagum Axelle.
Mendengar ucapan Alissa, telinga Axelle langsung naik seketika. Dia menatap Alissa sambil tersenyum lalu menutup kaca helm Alissa.
"Baru tau jika aku romantis," ucap Axelle tersenyum sambil membuka helm itu dari kepala Alissa.
"Aku bisa jauh lebih romantis dari ini. Tapi," ucap Axelle tersenyum sambil menatap tubuh Alissa.
"Tapi apa?" tanya Alissa.
"Apa kau sudah siap memberikan hakku?" ucap Axelle tersenyum nakal sambil menaik turunkan alisnya mengoda Alissa.
Mendengar ucapan Axelle, Alissa langsung menunduk malu. Wajahnya seketika merona, sehingga membuat Axelle langsung tersenyum kecil. Sikap polos dan lugu Alissa membuat cinta di hati Axelle semakin besar. Dia bersyukur karena bisa mendapatkan istri sebaik dan sepolos Alissa. Tidak seperti para pengemar yang liar dan jauh dari kata polos.
"Sudah! kau pikirkan saja dulu. Sekarang cepat kau jalan," ucap Axelle menarik hidung mancung Alissa.
Tidak lupa dia menciun kening Alissa dengan lembut. Alissa yang merasakan sesuatu benda kenyal yang menempel di keningnya langsung membulatkan matanya terkejut. Dia langsung menutup mulutnya dan menatap Axelle dengan tatapan rasa tidak percaya.
"Kenapa kau melihatku seperti itu. Apa kau mau yang lebih?" tanya Axelle sambil menatap bibir ranum Alissa.
"Tidak! aku mau masuk kampus," ucap Alissa salah tingkah lalu berlari kecil menuju gerbang kampus.
Axelle hanya tersenyum sambil menatap punggung Alissa yang berlahan menjauh. Setelah melihat Alissa sudah memasuki gerbang kampus, Axelle langsung menghidupkan motornya. Dia mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang memasuki perkarangan kampus.
Melihat kedatangan Axelle, banyak para chiby-chiby yang menatap kagum kearahnya. Bahkan tak jarang dari mereka yang bersorak ria sambil melayangkan senyumannya kepada Axelle. Axelle yang sudah terbiasa dengan hal itu memilih untuk diam dan memarkirkan motornya.
Dia menatap Alissa yang berjalan sambil terus memperhatikannya. Dia dapat melihat raut wajah tidak suka yang terpancar dari wajah Alissa. Bukannya merasa bersalah karena membuat istrinya cemburu, Axelle malah ada niat usil. Dia membalas senyuman para chiby-chiby itu, sehingga mereka langsung baper setengah mati.
Melihat aksi genit suaminya, Alissa langsung mengepalkan tangannya geram. Dia menatap tajam Axelle sebagai petanda sebuah perang dunia akan segera di mulai. Melihat tatapan tajam istrinya, Axelle hanya bisa diam menunduk lalu melangkahkan kakinya menuju kantin.
"Dasar! sudah punya istri tapi masih saja genit. Kau lihat saja nanti," batin Alissa geram lalu melangkahkan kakinya menuju kelas dengan penuh kekesalan.
Axelle hanya mampu menatap Alissa sambil bersembunyi. Berlahan jantungnya berdegup kencang, seperti petanda akan terjadi sesuatu yang buruk. Bagaimana tidak, sebentar lagi dia akan menghadapi kemarahan Alissa yang akan membuat hidupnya seperti mau meledak.
"Hai, Bro!" ucap Birma menepuk bahu Axelle, sehingga si punya bahu langsung melompat seketika.
"Astaga naga!" ucap Axelle terkejut sambil memegang dadanya.
"Lo kenapa? seperti sedang lihat setan saja," ucap Birma menatap binggung Axelle.
"Memang gue baru melihat setan," ucap Axelle kesal.
"Setan! mana setannya," ucap Birma menatang.
"Lo!" ucap Axelle ketus lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Birma.
"Gue! setan?" tanya Birma bertanya pada dirinya sendiri.
"Woi! tungguin gue," ucap Birma berlari mengejar Axelle yang sudah menjauh.
Bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Rara Kusumadewi
kena omel bini nanti km alex
2023-07-07
2
Qaisaa Nazarudin
Ciih udah pandai cemburu wkwkwkwk
2023-06-15
1
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
siap" diamok mas e
2023-05-13
1