Part 02

Axelle melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Dia melewati jalanan kota dimalam hari dengan perasaan kacau. Dia merasa kesal karena sang papa selalu membanding-bandingkannya dengan Askara sang kakak. Padahal jika kedua orang tuanya mau memperhatikannya, Axelle memiliki banyak bakat. Walaupun itu bukan di dalam bidang bisnis.

"Kenapa sih papa selalu membanggakan kakak? Aku akui kakak memang pintar. Tapi semua orang 'kan mempunyai kelebihan masing-masing," Batin Axelle kesal sambil terus melajukan motornya.

Namun, Axelle harus menghentikan motornya ketika melihat lampu merah menyala. Axelle berusaha menahan rasa kesalnya sambil menunggu lampu merah berganti. Saat sedang menunggu, tiba-tiba perhatian Axelle teralih ketika melihat wanita cantik dan lugu sedang berjualan di pinggir jalan.

"Hai!" Teriak Axelle memanggil wanita itu.

"Kakak memanggil saya?" Tanya wanita itu tersenyum.

"Kau jual rokok ********?"

"Ia, Kak! Ini," Ucap wanita itu memberikan sebungkus rokok untuk Axelle.

"Apa kakak mau minum? Aku juga jual minuman," Tawar wanita itu.

"Boleh!" Ucap Axelle menepikan motornya dan memarkirkannya di samping warung wanita itu.

Warungnya terlihat kecil dan juga hanya di lengkapi beberapa kursi dan meja. Namun, walaupun kecil, akan tetapi warung itu ramai akan pembelinya. Selain penjualnya yang cantik lokasi warung itu juga sangat strategis. Di pinggir lampu merah, sehingga sambil menunggu para pengemudi bisa sekalian minum dan membeli sesuatu di sana. Axelle terus menatap wanita itu yang sedang melayani pembelinya yang lain. Cantik dan ramah, hanya itu yang ada di pikiran Axelle tentang wanita itu.

"Maaf ya, Kak! Kakak mau minum apa?" Tanya wanita itu melihat Axelle hanya diam menatapnya.

"kopi," Ucap Axelle melihat kendaraan mulai melaju.

"Kau berjualan sendiri?" Tanya Axelle menatap wanita itu.

"Ia, Kak!"

"Orang tuamu mana? Kenapa mereka membiarkanmu jualan sendiri di malam-malam seperti ini?"

"Mama sudah meninggal, Kak. Aku tinggal bersama Ayah dan mama tiriku," Ucap Wanita itu memberikan secangkir kopi untuk Axelle.

"Alissa! Mana uang? Kakak mau nongkrong," Ucap seorang pria yang berpenampilan seperti preman menghampiri Alissa.

"Kenapa kakak meminta uang kepadaku? Bukankah aku sudah membayar setoran tadi siang?" Tanya Alissa.

Setiap harinya Alissa harus membayar setoran, kepada preman yang katanya pemilik lapak lokasi tempat Alissa berjualan. Alissa yang tidak punya pilihan lain hanya bisa diam dan memberikan uang setoran setiap harinya. Karena bagaimanapun, Alissa sangat membutuhkan lapak itu untuk berjualan.

"Arghh! Banyak bacot! Apa kau mau aku bilang sama mama? Biar sekalian kau di usir dari rumah," Teriak pria itu menatap tajam Alissa.

"Ini!" Ucap Alissa mengalah dan memberikan selembar uang lima puluh ribu kepada Niko kakak tiri Alissa.

"Ini dapat apa?" tanya Niko melihat uang pemberian Alisa.

"Kau masih punya uang di sini 'kan?" tanya Niko merampas tas pinggang Alissa. Di mana di dalam tas itu tersimpan uang hasil penjualan Alissa satu hari ini.

"Hai! Jika kau mau uang kau harus mencarinya dong. Bukan main malak adikmu sendiri," Ucap Axelle merasa geram melihat kelakuan Niko.

"Kau siapa? Main ikut campur masalah orang saja. Apa kau tidak tau aku siapa?" Tanya Niko menatap tajam Axelle.

"Kau itu hanya pecundang yang beraninya sama perempuan," Ucap Axelle tersenyum meremehkan.

"Dasar kau!" Teriak Niko mengepalkan tangannya geram.

"Sudah!" Ucap Alissa menderai keduanya.

"Kakak mau uang 'kan? Ini uangnya, sekarang lebih baik kakak pergi," Ucap Alissa memberikan separuh hasil dagangannya kepada Niko.

"Gitu dong! Jadi adik itu harus nurut," Ucap Niko mencium uang pemberian Alissa.

"Ingat urusan kita belum selesai," Ucap Niko menunjuk Axelle lalu pergi mengunakan sepeda motornya.

Axelle hanya diam sambil menatap kepergian Niko. Dia tidak menyangka jika ada pria seperti Niko yang tega memalak adiknya sendiri. Dia membenarkan jaketnya lalu kembali duduk di kursi plastik sambil mengatur emosinya.

Alissa adalah seorang anak piatu. Mamanya meninggal sejak dia berusia lima tahun. Setelah sang mama meninggal, Ayahnya menikah dengan janda beranak satu yaitu Niko. Setelah papanya menikah dengan mama Niko, kehidupan Alissa menjadi berubah drastis. Dia selalu di siksa oleh ibu dan kakak tirinya.

Bahkan sejak kecil Alissa berjualan di lampu merah untuk membiayai kebutuhannya, dan juga kebutuhan dapur. Sepulang berjualan dia harus menyetor uang hasil penjualannya kepada mama tirinya. Jika tidak, dia akan di pukul dengan rotan dan di suruh tidur di teras semalaman.Ayah Alissa yang melihat kekejaman istrinya kepada Alissa hanya diam saja. Bahkan dia sering ikut menyiksa Alissa karena mengangap jika Alissa adalah beban hidupnya.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Axelle memeriksa tubuh Alissa.

"Aku tidak apa-apa! Lebih baik kakak pulang saja. Jangan sampai Kak Niko kembali bersama teman-temannya," Ucap Alissa panik.

"Kenapa kau cemas seperti itu? Aku tidak akan kenapa-napa," Ucap Axelle santai sambil menyeruput kopi buatan Alissa.

"Kopi buatanmu sangat enak. Mulai sekarang aku akan menjadi salah satu pelangan setiamu," Ucap Axelle tersenyum manis.

"Kau Alissa 'kan? Kenalkan aku Axelle," Ucap Axelle memperkenalkan diri.

"Kakak tau namaku dari mana?" Tanya Alissa mengerutkan keningnya binggung.

"Tadi pecundang itu memanggilmu Alissa. Jadi namamu Alissa 'kan?"

"Ia! Namaku Alissa," Ucap Alissa tersenyum.

"Kak!" Ucap beberapa bocah berpenampilan kumuh menghampiri Alissa.

"Hai! Kalian sudah pulang? Apa kalian sudah makan?" Tanya Alissa tersenyum.

"Belum, Kak!"

"Kebetulan. Kakak udah beli makanan untuk kalian. Kalian makannya, maaf kakak hanya bisa beli nasi putih sama tahu tempe saja," Ucap Alissa memberikan makanan yang dia beli untuk para bocah itu.

Walaupun serba kekurangan dan memiliki hidup yang sangat kelam, akan tetapi Alissa tidak pernah mengeluh. Bahkan dia selalu menyisihkan uang hasil jualannya untuk memberi anak-anak gelandangan makan. Dengan begitu Alissa merasa sangat bahagia karena bisa berbagi walaupun hanya sedikit.

Axelle yang melihat itu, hanya bisa menatap binggung ke arah Alissa. Dia berpikir kenapa Alissa memberikan para bocah gelandaangan itu makan. Sedangkan dia saja dalam kesulitan.

"Mereka adikmu?" Tanya Axelle menatap para bocil itu.

"Tidak! Tapi aku sudah menganggap mereka seperti adikku sendiri," Ucap Alissa tersenyum.

"Kakak mau beli apa lagi? Hari semakin larut, aku mau tutup," Ucap Alissa.

"Tidak ada! Ini uangnya," Ucap Axelle memberikan lima lembar uang seratus kepada Alissa.

"Kak! Ini banyak sekali," Ucap Alissa kaget melihat uang yang di berika Axelle.

"Ambil saja untukmu," Ucap Axelle langsung melajukan motornya.

Axelle melirik jam tangannya dan melihat jika dia sudah terlambat untuk melakukan balapan liar. Axelle melajukan motornya menuju tempat tujuannya dan berharap jika dia masih bisa mengikuti balapan liar itu. Selama di perjalanan dia terus membayangkan senyuman polos Alissa. Senyuman yang sangat indah bahkan bisa membuat jantungnya berhenti seketika.

Bersambung......

Terpopuler

Comments

senjasabdaalam

senjasabdaalam

serem dong kalo berhenti yg bner ya jantung berdebar2

2024-01-19

0

IndraAsya

IndraAsya

👣👣👣 jejak 💪💪💪😘😘😘

2023-06-30

1

Adila Ardani

Adila Ardani

mampir thor

2023-06-08

1

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Pengumuman
49 Part 48
50 Part 49
51 Part 50
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 46
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Pengumuman pemenang giveaway.
95 Part 93
96 Part 94
97 Part 95
98 Part 96
99 Part 97
100 Part 98
101 Part 99
102 Part 100
103 Promosi karya baru; Pernikahan Membawa Luka.
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Pengumuman
49
Part 48
50
Part 49
51
Part 50
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 46
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Pengumuman pemenang giveaway.
95
Part 93
96
Part 94
97
Part 95
98
Part 96
99
Part 97
100
Part 98
101
Part 99
102
Part 100
103
Promosi karya baru; Pernikahan Membawa Luka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!