Karena tidak ada makanan yang bisa di makan malam ini. Axelle memilih untuk memasak mie instan untuk Alissa. Walaupun sederhana, dia berharap bisa mengisi perut Alissa untuk malam ini. Dia memotong beberapa sayuran sambil bersiul. Dia berusaha terlihat tegar walaupun sebenarnya hatinya sangat terluka.
Setelah selesai, Axelle meletakkan mie instan itu ke dalam dua mangkuk. Setelah itu dia membawanya ke kamar dan makan malam bersama Alissa.
"Makanannya sudah siap!" ucap Axelle tersenyum ketika melihat Alissa sedang menyimpan pakaian yang dia beli ke dalam lemari.
"Sudah siap ya?" ucap Alissa langsung menghampiri Axelle dengan penuh kegembiraan.
"Ayo kita makan di sini,"
Axelle meletakkan dua mangkok mie instant itu di meja yang berada di balkon kamarnya. Alissa langsung menghampiri Axelle dan duduk di sampingnya. Berlahan Alissa tersenyum penuh kekaguman, ketika melihat pemandangan yang sangat indah dari balkon itu.
Dari sana Alissa dapat melihat keindahan taman di sekitaran mension, dan juga melihat indahnya bintang dan rembulan malam. Di sanalah Axelle selalu menghabiskan kesendirian. Bahkan tempat itu adalah tempat pavoritnya ketika berada di mension. Pemandangan yang begitu indah dapat menenangkan pikirannya dan membuat semua beban pikirannya langsung menghilang sekejab.
"Apa kau suka?" tanya Axelle menatap kagum kecantikan Alissa.
"Ia! tempat ini sangat indah. Mulai sekarang, tempat ini adalah tempat pavoritku, saat ada di rumah besar ini," ucap Alissa tersenyum.
"Apa kau tau? jika malam ini tempat ini menjadi semakin indah,"
"Semakin indah?" tanya Alissa mengerutkan keningnya binggung.
"Ia! tempan ini terlihat sangat indah. Bahkan jauh lebih indah dari sebelumnya," ucap Axelle tersenyum.
Mendengar ucapan Axelle, Alissa hanya mengerutkan keningnya binggung. Dia menatap ke seluruh tempat itu dan mencoba berpikir apa penyebab tempat itu terlihat semakin indah.
"Apa kau mau tau alasannya?" tanya Awet sambil melahap mie instan miliknya.
"Apa?" tanya Alissa serius.
"Karena malam ini, ada seorang bidadari yang duduk di sampingku. Sehingga semua keindahan ini, langsung di kalahkan oleh kecantikannya," ucap Axelle tersenyum sambil memainkan matanya.
Mendengar gombalan maut Axelle, Alissa langsung menunduk malu. Dia langsung mengambil mangkok mie yang ada di depannya, lalu melahap mie itu dengan layapnya.
"Pelan-pelan! aku tidak akan mengambilnya. Punyaku saja masih banyak," ucap Axelle tersenyum.
"Aku sangat lapar," ucap Alissa ketus lalu kali menyantap mie instan itu.
Melihat itu, Axelle hanya tersenyum kecil lalu kembali melahap mienya. Dia menghabiskan satu mangkok mie itu dengan lahap, sambil sesekali mencuri pandangannya kepada Alissa. Dia bersyukur dengan kehadiran Alissa dapat membuat hidupnya yang kelam menjadi berwarna. Istrinya itu sangatlah polos dan lugu, sehingga Axelle semakin suka mengodanya.
"Setelah selesai makan kau tidurlah! besok kita harus kuliah," ucap Axelle.
"Kakak benar! aku juga sudah mengantuk. Aku tidur dulu ya," ucap Alissa bangkit dari duduknya.
"Eh! mangkonya tarok di mana ya?" tanya Alissa.
"Biarkan saja di sini. Besok saja di bersihkan. Sekarang kau tidur saja," ucap Axelle.
"Baik! Tapi," ucap Aliasa mengingat ranjang di kamar Axelle cuman ada satu.
"Tapi apa?"
"Ranjangnya 'kan cuman ada satu. Jadi aku tidur dimana?"
"Di ranjanglah! jadi di mana lagi?"
"Lalu kakak tidur di mana?"
"Ya tidur di ranjang bersamamu," ucap Axelle santai lalu berjalam melewati Alissa.
Dia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, lalu menepuk-nepuk kasur yang ada di sampingnya. Melihat Alissa yang hanya diam di tempat Axelle kembali duduk lalu mengambil ponselnya.
"Hai google! suami istri di malam pertama melakukan apa?" tanya Axelle berbicara kepada mbah google.
"Suami istri di malam pertama biasanya melakukan malam pertama. Di mana suami akan membobol istrinya," ucap mbah google sehingga membuat Alissa langsung terkejut.
"Malam pertama! membobol!" cuman Alissa panik sambil menggigit ujung kukunya.
"Membobol? bagaimana caranya?" tanya Axelle menatap Alissa sambil tersenyum.
"Kakak mau apa?" tanya Alissa refleks menutup dada dan bagian intimnya.
"Ha... ha... aku hanya bercanda. Lagian aku belum siap menjadi ayah," ucap Axelle terkekeh geli melihat ekspresi Alissa.
"Sudah! ayo tidur. Apa kau mau besok terlambat ke kampus?" tanya Axelle lalu membaringkan tubuhnya dengan santai.
"Ayo sini! aku tidak akan melakukan apa-apa," ucap Axelle kembali ketika melihat Alissa hanya diam saja.
Mendengar ucapan Axelle, Alissa hanya mengangguk patuk. Dia berjalan mendekati ranjang lalu membaringkan tubuhnya di sana. Jantungnya berdetak dengan kencang dan menimbulkan rasa gugup. Ketika melihat Alissa sudah membaringkan tubuhnya, Axelle langsung mematikan lampu.
Melihat itu, Alissa langsung menutup matanya sambil berkomat-kamit seorang diri. Bukannya merasa kasihan, Axelle malah memegang perutnya berusaha untuk menahan tawanya. Mendengar Axelle yang menertawainya Alissa langsung memasukkan bibirnya kesal.
Dia berlahan menarik selimut lalu berusaha memejamkan matanya. Selain hari yang sudah semakin larut, tubuh Alissa juga terasa sangat lelah kerena kejadian tadi pagi. Kejadian yang menggubau hidupnya dalam seketika. Karena merasa lelah dan juga mengantuk, Alissa akhirnya tertidur dengan lelapnya.
Melihat Alissa yang sudah tertidur, Axelle langsung membawa tubuh Alissa ke dalam pelukannya. Dia menghirup aroma tubuh Alissa lalu memejamkan matanya. Hingga akhirnya pasangan pengantin baru itu langsung larut dalam mimpi mereka masing-masing.
Bersambung........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣
2024-07-23
1
Jana
🤣🤣🤣 ya ampun google bahasamu itu lho
2023-08-18
3
Lilik Juhariah
bener tuhan mempertemukan mereka sbg pasangan halal untuk saling menguatkan
2023-08-17
0