Alissa yang tadinya ingin mengambil air minum tidak sengaja memdengar pertengkaran Axelle dan mamanya. Dia tidak menyangka jika keadaan keluarga Axelle juga sangat hancur. Bahkan dia dan Axelle memiliki nasib yang sama, Sama-sama tidak di anggap meskipun ada. Apa mungkin, karena itu maka Allah menyatukan mereka berdua? agar mereka bisa saling menghargai dan melengkapi satu sama lain.
Saat melihat Axelle melangkahkan kakinya menuju kamar mereka, Alissa dengan cepat kembali ke kamar. Dia duduk di tepi ranjang dan pura-pura tidak melihat apapun. Ketika melihat wajah kusam Axelle saat memasuki kamar mereka. Alissa langsung menyambutnya dengan senyuman. Dia berharap dengan senyumannya dapat membuat Axelle melupakan ucapan mamanya.
"Kakak dari mana saja? aku mencari kakak sejak tadi lho," ucap Alissa tersenyum sambil menghampiri Axelle.
"Ini! aku tadi pergi ke toko untuk membelikan pakaian untukmu. Maaf, karena aku tidak sempat meminta ijin kepadamu," ucap Axelle tersenyum lalu meletakkan barang belanjaannya di sofa.
"Wah! ini banyak sekali, Kak," ucap Alissa mencoba pakaian yang di belikan Axelle satu persatu.
"Maaf! karena aku hanya bisa memberikan pakaian seperti ini kepadamu. Aku janji jika aku punya uang, aku akan membelikan pakaian yang lebih bagus untukmu," ucap Axelle menunduk sedih.
"Kata siapa ini tidak bagus? lihat ini sangat bagus kok. Bahkan aku tidak memiliki pakaian sebagus ini,"
"Apa kau suka?"
"Ia! aku sangat suka,"
"Lalu?"
"Lalu apa?" tanya Alissa mengerutkan keningnya binggung.
"Aku sudah memberikan pakaian ini untukmu. Lalu apa kau tidak ingin memberika sesuatu kepadaku?"
Mendengar ucapan Axelle, Alissa langsung mengerutkan keningnya binggung.
"Jadi ini semua tidak gratis? ada bayarannya gitu?" tanya Alissa dengan wajah polosnya.
"Aku tidak butuh bayaran,"
"Jadi?"
"Ini!" ucap Axelle menunjukkan wajahnya.
"Itu apa?" tanya Alissa tidak mengerti.
Melihat Alissa yang tidak mengerti dengan kode yang dia berikan, Axelle hanya membuang napasnya kasar. Dia melihat jika Alissa memang sangat polos. Jadi dia yakin jika Alissa belum pernah pacaran sebelumnya.
"Apa kau belum pernah pacaran?" tanya Axelle.
"Tidak!" ucap Alissa sambil mengelengkan kepalanya.
"Ya, sudah! sekarang kau simpan pakaianmu di lemari sana. Aku mau istirahat," ucap Axelle memilih untuk membaringkan tubuhnya di ranjang.
Saat ingin memejamkan matanya, tiba-tiba Axelle mendengar suara perut Alissa yang berbunyi. Dia baru sadar jika dia belum memberi Alissa makan sejak pagi.
"Kau belum makan?" tanya Axelle menatap Alissa.
"He... he... belum," ucap Alissa cengengesan.
"Kau tunggu di sini ya. Biar aku ambilkan makanan untukmu," ucap Axelle bangkit dari tidurnya.
"Baiklah! tapi apa boleh aku memakai salah satu pakaian ini. Baju ini terlalu besar," ucap Alissa menarik baju Axelle yang dia kenakan.
"Itu semua pakaianmu. Jadi kau boleh memakainya sesukamu," ucap Axelle tersenyum lalu membelai lembut puncak kepala Alissa.
"Terima kasih banyak, Kak. Jadi besok aku bisa pergi ke kampus dengan pakaian yang layak," ucap Alissa tersenyum bahagia.
Mendengar ucapan Alissa, Axelle hanya terdiam. Dia merasa sangat bahagia karena bisa membuat Alissa tersenyum. Walaupun dia belum bisa memberikan kemewahan kepada Alissa. Namun, dia berjanji akan bekerja keras untuk menafkahi Alissa dengan keringatnya sendiri. Dia akan membuktikan jika dia mampu membangun rumah tangganya dengan Alissa dari nol.
"Baiklah! kau coba saja pakaian itu. Jika ada yang tidak pas katakan saja, mungkin aku bisa menukarkan nya lagi," ucap Axelle tersenyum lalu keluar dari kamarnya.
Saat berjalan menuju dapur, tidak sengaja di berpas-pasan dengan Askara. Namun, dia lebih memilih untuk tidak memperdulikan kakaknya itu. Dia terus melangkah kakinya tanpa menatap ke arah Askara.
"Apa kau tidak mau menyapaku? apa kau sangat membenciku?" tanya Askara menatap Axelle.
"Maaf! aku hanya sedang terburu-buru. Alissa sudah lapar," ucap Axelle menghentikan langkahnya.
"Kakak yakin kau bisa menjadi kepala keluarga yang baik untuk istrimu," ucap Askara tersenyum.
"Terima kasih atas pujiannya," ucap Axelle kembali melangkahkan kakinya.
Mendengar ucapan Axelle, Askara hanya menatap kepergian adiknya itu. Ingin sekali dia memeluk Axelle dan memberikan dukungan. Namun, hubungannya dengan Axelle terlalu rengang. Jangankan memeluk dan memberikan dukungan, bahkan berbicara saja mereka sangat jarang.
Namun, Askara tidak akan pernah berhenti memberikan perhatiannya kepada Axelle. Dia akan terus berusaha menjadi kakak yang baik untuk Axelle. Walaupun dia harus berjuang keras untuk itu. Sikap kedua orang tua mereka yang selalu membeda-bedakan mereka menciptakan jarak di antara keduanya.
Axelle pergi ke dapur dan mencari sesuatu yang bisa dia makan bersama Alissa malam ini. Namun, dia melihat meja makan yang kosong tanpa ada sedikitpun jejak makanan di sana. Kebiasaan keluarga mereka yang selalu mencari makanan sendiri, sehingga membuat meja makan terus kosong.
Bahkan Axelle tidak mengingat kapan dia makan bersama keluarganya. Kedua orang tuanya terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Sedangkan Askara sang kakak juga selalu menghabiskan waktunya di kantor. Membuat mereka semua seperti orang asing saja.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
senjasabdaalam
padahal bagus banget jalan ceritanya cuma beberapa taypo sma kata yg ran rancu dan beberapa istilah yg gk gue ngerti.terlepas dari itu semua ini bagus banget tpi knpa sepi sih???ini bagus loh
2024-01-19
0
chio
org kaya msa g pny ART??
2023-11-01
1
abdan syakura
ayo masak Alissa.....
2023-06-07
2