"Kak, sudah! Aku tidak apa-apa," ucap Alissa langsung menenangkan Axelle.
"Jika kalian menjadikan Alissa sebagai bahan bullyan kalian lagi. Maka kalian akan tau akibatnya," ucap Axelle menatap geram geng wanita itu.
"Ayo ikut aku," ucap Axelle menarik tangan Alissa keluar dari kantin.
Axelle membawa Alissa ke taman kampus, dan mendudukkan Alissa di kursi yang tersedia di taman itu. Axelle duduk di samping Alissa sambil menatapnya penuh dengan rasa bersalah.
"Mana kakimu," ucap Axelle menarik kaki Alissa dan meletakkannya di pangkuannya.
Saat Axelle menarik kaki Alissa, tanpa sengaja rok Alissa terangkat dan memperlihatkan paha mulusnya. Axelle langsung saja reflek membulatkan matanya melihat itu. Namun, bukan karena melihat paha mulus Alissa, akan tetapi tato biru yang memenuhi paha Alissa.
"Ini, kenapa? apa ini ulah para wanita brandal itu?" tanya Axelle mengepalkan tangannya geram.
"Tidak! ini bukan karena mereka, Kak,"
"Jadi?"
"I.. ini!" ucap Alissa gugup.
"Ini kenapa, Sa? Aku tau, ini pasti karena ulah kakakmu itu 'kan?" tanya Axelle menebak.
"Tidak! luka ini," ucap Alissa langsung bangkit dari duduknya.
"Luka itu kenapa?"
"Sudah, Kak! aku tidak apa-apa. Aku harus kembali ke kelas," ucap Alissa melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Axelle.
Melihat Alissa ingin pergi, Axelle langsung menarik tangan Alissa. Sehingga Alissa terjatuh di pangkuannya. Dengan seketika jantung Axelle seperti berhenti berdetak. Dia menatap kecantikan Alissa dengan penuh kekaguman. Axelle tidak tau kenapa tiba-tiba dia merasakan ada hal yang aneh ketika dia berdekatan dengan Alissa. Padahal selama ini dia tidak pernah merasakan hal itu ketika dekat dengan wanita lain.
"Maaf!" ucap Axelle membantu Alissa untuk bangkit.
"Tidak apa-apa. Maaf, kak! aku harus kembali ke kelas," ucap Alissa gugup lalu berlari kecil menjauhi Axelle.
"Cantik!" gumam Axelle tersenyum sambil menatap kepergian Alissa.
...----------------...
Brumm... Brummm.....
Suara motor mulai terdengar memecahkan suasana malam yang begitu hening. Axelle menatap lawannya yang menatap remeh dirinya. Berlahan senyuman sinis melingkar di wajah Axelle menandakan jika dia tidak takut sama sekali.
"Ingat Axelle lima puluh juta," batin Axelle menyemangati dirinya sendiri.
"Ayo, Bro! lho pasti bisa. Ingat lima puluh juta," ucap Birma, Pran dan Dirga menyemangati. Tentu saja ketiga sahabatnya itu yang paling heboh memberikan dukungan kepada Axelle.
Berlahan satu orang wanita berpakaian super seksi maju ke depan. Dia membawa satu kain merah di tangannya sambil bergaya di depan sana. Sebagai tanda jika balapan akan segera di mulai.
One...
Two...
Let's Go...
Teriak wanita itu, sehingga Axelle dan yang lainnya langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Suara teriakan histeris para pendukung langsung terdengar ricuh sebagai penyemangat mereka.
Axelle mempercepat laju motornya dan melewati para pembalap yang lainnya. Jujur balapan liar seperti ini memanglah hal biasa yang selalu dia lakukan. Jadi dia sudah tau persis bagaimana cara agar mencapai garis pinis dengan mudah.
"Gue janji, jika gue menang gue akan memberikan uangnya untuk bidadariku," gumam Axelle tersenyum sambil membayangkan senyuman Alissa.
Sejak pertama kali bertemu dengan Alissa, Axelle yakin jika Alissa adalah wanita yang tepat untuknya. Bukan hanya cantik, akan tetapi Alissa juga memiliki hari yang sangat bersih. Tidak seperti para penggemar fanatiknya yang lainnya, yang bisanya hanya bergaya dan juga berfoya-foya.
Saat mendekati garis finish, salah satu pembalap lainnya mengejar Axelle. Saat ingin menyalip, pria itu secara sengaja menendang motor Axelle. Hingga motor yang di kendarai Axelle sempat oleng, akan tetapi dia dengan cepat mengendalikan motornya.
Axelle yang tidak terima dengan kecurangan salah satu lawannya langsung mengepalkan tangannya geram. Dia kembali meningikan kecepatan laju motornya dan mengejar pria yang berani mengusiknya.
Brak....
Axelle dengan membalas pria itu dengan menendang motornya. Dengan sekali tentangan motor pria itu langsung hilang kendali dan menabrak tiang pembatas jalan. Melihat pria itu telah terjatuh bersama motornya, Axelle langsung berhenti dan menatap pria itu.
"Mampus lo!" ucap Axelle tersenyum sinis lalu kembali melajukan motornya.
"Axelle! Lo pasti bisa," teriak Birma bersorak memberi dukungan kepada Axelle.
Axelle....
Axelle...
Teriak semua orang sehingga pria tampan itu menjadi besar kepala. Sesampainya di garis finish dia langsung mengangkat kedua tangannya dengan penuh kebahagiaan.
"Yahh!! lo memang yang terbaik." ucap Pran, Birma dan Dirga tertawa penuh kebahagiaan.
"Lima puluh juta, Bro! ayo kita bersenang-senang," ucap Dirga menghampiri Axelle yang telah keluar dari jalur balapan.
"Ok! malam ini kita akan berpesta sepuasnya," ucap Axelle tersenyum bahagia.
Setelah selesai mengambil hadiahnya, Axelle dan teman-temannya pergi ke ke club malam yang biasa mereka kunjingi. Mereka berjonget bersama sambil mengikuti iringan musik sambil meminum minuman beralkohol. Mereka tertawa bersama sambil menikmati alunan musik dan melupakan semua beban pikiran mereka.
Axelle menyelenggarakan kecil ketika melihat ketiga temannya sudah mabuk dan mulai berbicara dengan gaur. Dia terkekeh kecil ketika mendengar ucapan ketiga sahabatnya yang sudah melantur. Dia berlahan melangkahkan kakinya meninggalkan ketiga sahabatnya itu.
"Woii! lo mau ke mana? apa lo mau ninggalin kita?" teriak Pran melihat kepergian Axelle.
"Gue mau ke toilet!" ucap Axelle ketus sambil terus melangkahkan kakinya.
Saat menuju ke toilet tiba-tiba Axelle melihat seorang wanita yang sedang menangis. Axelle melihat wanita itu di kerumuni begitu banyak pria yang berpenampilan seperti preman. Axelle langsung terkejut ketika mendengar suara wanita yang tidak asing di telinganya.
Tidak mau memikirkan yang tidak-tidak, Axelle mencoba mendekat dan mencoba membuktikan dugaannya. Dengan seketika Axelle membulatkan matanya terkejut ketika melihat wanita yang sangat dia kenal terlihat tidak berdaya di tengah-tengah gerombolan pria itu.
"Alissa.... "
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
senjasabdaalam
kebanyakan "dengan" kak ckup satu aja ditengah kalimat itu
2024-01-19
0
senjasabdaalam
bidadariku gk tuh🤣🤣
2024-01-19
1
lff
sadis bener keluarga nya 🥺
2023-07-14
2