"Baiklah! nikahkan saja mereka," ucap Askara langsung setuju dengan pendapat Pak Rt.
Mendengar itu, Alissa langsung gugup. Dia menatap Axelle dengan tatapan kosongnya. Dia tidak menyangka jika akan mengakhiri masa lajangnya seperti ini. Lain dengan Alissa yang panik, Axelle malah merasa senang. Selain bisa memiliki Alissa dengan seutuhnya. Akan tetapi akhirnya dia juga bisa mengeluarkan Alissa dari kekejaman keluarganya.
"Bagaimana?" tanya Pak Rt menatap Axelle dan Alissa.
"Baiklah! kami akan menikah," ucap Axelle penuh keyakinan.
Mendengar ucapan Axelle, Alissa langsung membulatkan matanya terkejut. Dia menatap Axelle dengan tatapan penuh rasa tidak percaya. Axelle yang melihat ekpresi Alissa, hanya bisa tersenyum meyakinkannya.
"Hanya ini yang bisa kita lakukan. Kau mau ya. Ingat, apa kau mau di jual lagi?" ucap Axelle mengengam tangan Alissa.
Mendengar ucapan Axelle, Alissa langsung mengingat kejadian semalam. Berlahan wajahnya langsung pucat ketakutan. Dia tidak mau jika harus di jadikan alat untuk penebus hutang oleh kakak tirinya yang tidak punya hati itu.
Karena tidak punya pilihan lain, akhirnya Alissa setuju untuk menikah dengan Axelle. Mereka menikah dengan seadanya di kantor desa. Walaupun pernikahan yang jauh di katakan layak, akan tetapi Axelle melantunkan ijab kabul dengan sangat lantangnya.
Melihat itu, Askara langsung tersenyum bahagia. Dia berharap dengan pernikahan ini, Axelle bisa lebih dewasa lagi dan menjauhi dunia gelapnya. Setelah selesai, Askara langsung membawa mereka kedalam mobilnya. Axelle terus menatap Alissa yang duduk di sampingnya sambil tersenyum sendiri.
Dia tidak tau harus berkata apa untuk saat ini. Yang pasti dia merasa sangat bahagia, karena akhirnya dia bisa melewati hari-harinya bersama Alissa. Sedangkan Alissa hanya diam sambil menatap ke arah kaca jendela. Melihat dari penampilan kakak iparnya dan juga mobil yang dia naiki.
Dia bisa menebak jika Axelle yang kini bersetatus sebagai suaminya bukanlah orang biasa. Dia takut jika orang tua Axelle tidak akan bisa menerima kehadirannya. Terlebih lagi dengan sifat keluarganya yang matre, membuat Alissa semakin merasa cemas.
Namun, tiba-tiba perhatian Alissa teralihkan ketika merasakan tangan kekar yang mengengam tangannya. Dia menatap yang punya tangan sambil mengerutkan keningnya binggung.
"Aku percaya ada rahasia besar di balik semua kejadian ini. Jadi, kau jangan perlu cemas seperti itu," ucap Axelle tersenyum sambil menatap teduh wajah cantik Alissa.
Askara yang melihat itu dari kaca spion depan hanya bisa tersenyum kecil. Setelah tumbuh dewasa, baru kali ini dia melihat sisi kelembutan dari adiknya itu. Bahkan dia dapat melihat cinta yang begitu besar terpancar di mata Axelle kepada Alissa.
"Mama dan papa sudah menunggu di mension," ucap Askara datar sambil terus melakukan mobilnya.
Mendengar ucapan Askara, Axelle hanya mampu membuang napasnya kasar. Dia menatap Alissa sekilas lalu kembali menatap sang kakak.
"Kalian tidak perlu khawatir! aku bisa menafkahi istriku tanpa bantuan kalian," ucap Axelle ketus sambil terus mengengam tangan Alissa.
"Kakak tidak menyangka jika adik kakak sudah besar sekarang. Bahkan sekarang dia telah menjadi suami orang," ucap Askara tersenyum sambil menatap Axelle dari kaca spion depan.
Mendengar ucapan sang kakak, Axelle hanya diam sambil melirik Alissa. Dia tidak tau harus berkata apa kepada Alissa tentang keadaan keluarganya. Dia hanya bisa berharap agar Alissa bisa menerima keadaan keluarganya yang kacau.
Setelah melewati perjalanan yang begitu panjang, akhirnya mereka sampai di mension utama. Askara langsung menepikan mobilnya dan menatap ke arah mension dengan perasaan cemas. Dia takut jika kedua orang tuanya akan kembali menghina Axelle di depan Alissa.
"Siapa namamu?" tanya Askara menatap Alissa.
"A... Alissa," ucap Alissa gugup.
"Aku Askara kakaknya Axelle. Kau boleh memanggilku Kak Askara," ucap Askara tersenyum.
"Satu lagi! kakak harap kau bisa menutup mata dan teligamu setelah masuk ke mension ini. Kakak hanya ingin memberitahu jika Axelle adalah pria yang baik. Jadi kau tidak akan menyesal karena telah mengambil keputusan untuk menikah dengannya," ucap Askara tersenyum lalu turun dari mobilnya.
Mendengar ucapan Askara, Axelle hanya diam sambil mengengam tangan Alissa. Mereka berlahan turun dari mobil dan berjalan memasuki mension secara beriringan. Axelle juga terus mengengam tangan Alissa untuk memberikan semangat kepadanya.
Melihat mension Axelle yang sangat besar, Alissa hanya mampu menatapnya dengan penuh kekaguman. Mensionnya terlihat sangat luas dan mewah, jika di bandingkan dengan rumah Alissa. Maka akan terlihan jauh berbeda, bahkan rumah Alissa akan terlihat seperti gudang di mension itu.
Saat memasuki ruang tamu, Alissa langsung melihat pasangan paru baya menatap ke arah mereka. Walaupun sudah berumur, pasangan itu masih terlihat sangat cantik dan juga tampan. Ada rasa kagum terpancar di wajah Alissa ketika melihat pesona pasangan itu.
Akan tetapi rasa kagumnya langsung berubah ketika melihat tatapan tajam keduanya. Mereka menatap penampilan Alissa dengan tatapan meremehkan. Sehingga membuat Alissa semakin tidak percaya diri.
"Ternyata bukan hanya tidak berguna, tapi kau juga tidak becus milih pasangan,"
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
senjasabdaalam
ikut bahagia buat kalian mungkin ini jlan terbaik buat kehidupan kalian berdua
2024-01-19
0
Tiwik Firdaus
aq jadi exsel kau jadi papa juga tak berguna dan pasangan juga tak berguna sehingga beristri banyak dan ginta ganti perempuan jalang gitublo exsel
2023-08-13
1
Qaisaa Nazarudin
Askara..Tanggung jawab kamu ke Axelle udah selesai,Sekarang kamu harus mikir kebahagiaan kamu sendiri,jangan jadi hamba kerja dan hamba harta,kamu juga berhak bahagia..💪🏻💪🏻
2023-06-15
2