"Alissa!" teriak Niko menghampiri Alissa yang sedang menyusun barang dagangannya.
"Ada apa, Kak? jika kakak minta uang lagi, maaf aku tidak akan memberikannya," ucap Alissa mengingat tato biru yang masih membekas di pahanya.
Karena Alissa memberikan separuh uang dagangannya kepada Niko, jadi setorannya kepada mama tirinya menjadi berkurang. Memang dia mendapatkan uang lebih dari pemberian Axelle. Akan tetapi dia menyisihkan nya karena ingin membeli keperluan kampusnya.
Alissa adalah gadis yang pintar, sehingga dia mendapatkan undangan khusus dari Universitas tempat Axelle kuliah. Alissa mendapatkan kesempatan untuk kuliah di Universitas favorit itu dengan gratis. Walaupun biaya kuliah yang gratis, akan tetapi Alissa harus membeli beberapa kebutuhan kampusnya.
Karena hal itulah membuat mama tirinya murka, dia memukuli Alissa dengan rotan. Bukan hanya itu Alissa juga tidak di perbolehkan masuk ke dalam rumah. Sehingga Alissa harus tidur di teras semalaman.
"Tidak! aku tidak membutuhkan uangmu," ucap Niko menarik kursi dan duduk sambil menatap tubuh indah Alissa.
"Jadi?" tanya Alissa mengerutkan keningnya binggung.
"Ayah menyuruhku untuk menjemputmu. Katanya kita akan menghadiri pesta salah satu kerabatnya. Jadi kau cepat tutup warung kumuhmu ini. Lalu bersihkan dirimu dan kenalan ini," ucap Niko melemparkan kantongan plastik yang berisi sebuah gaun kepada Alissa.
Alissa menatap gaun itu dengan penuh kebingungan. Dia menatap Niko dengan tatapan penuh selidik. Dia merasa jika ada hal yang aneh dari sikap kakak tirinya itu. Karena tidak biasanya Niko bersikap baik seperti ini kepadanya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? kau mau ikut atau tidak?" tanya Niko meningikan suaranya.
"Ia, Kak! aku ikut," ucap Alissa terkejut ketika mendengar bentakan Niko.
"Gitu dong! cepat kau tutup warungmu ini. Nanti mama keburu marah karena terlalu lama menunggu," ucap Niko lalu duduk dengan santainya.
Tidak mau membuat mood Niko semakin buruk, Alissa langsung bergegas untuk menutup warungnya. Jujur saja perasaan Alissa tiba-tiba tidak tenang. Namun, dia tidak bisa bertanya terlalu banyak karena takut akan membuat Niko menjadi kesal.
"Sudah, Kak! Aku ke rumah dulu ya," ucap Alissa.
"Untuk apa? bukankah Ayah sudah mengirimkan pakaian untukmu? lebih baik kau mandi di toilet warungmu saja," ucap Niko ketus.
"Tapi, Kak!"
"Sudah! tidak ada tapi-tapian. Kau mau ikut apa tidak? atau kau tidak mau ikut ya, biar Ayah marah dan menghajarmu lagi,"
"Baiklah! aku akan mandi di sini saja. Kakak tunggu sebentar ya,"
"Baiklah! tapi aku tidak mau menunggu terlalu lama. Karena waktuku itu sangat berharga,"
Mendengar ucapan Niko, Alissa hanya mengangguk patuh. Dia berjalan menuju toilet dan mencoba membersihkan dirinya. Tidak menunggu lama, akhirnya Alissa keluar dengan balutan gaun selutut yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Itu ada alat make up! kau rias sedikit wajahmu itu. Jangan sampai karena penampilanmu keluarga kita jadi malu," ucap Niko ketus.
"Ia, Kak!" ucap Alissa mengantuk patuh lalu mengoleskan make up tipis di wajahnya.
Setelah selesai, Niko langsung membawa Alissa ke suatu tempat mengunakan motornya. Namun, tiba-tiba Alissa mengerutkan keningnya binggung ketika motor Niko berhenti di sebuah tempat hiburan malam. Alissa menatap tempat itu dengan tatapan penuh ketakutan.
"Kak! katanya kita mau ke pesta salah satu kerabat Ayah. Tapi kenapa kakak membawaku ke tempat ini?" tanya Alissa binggung.
"Jangan banyak tanya! Ikut saja denganku," ucap Niko menarik kasar tangan Alissa lalu membawanya memasuki club malam itu.
Melihat kecantikan Alissa, banyak pengunjung yang menatapnya dengan tatapan nakal. Alissa yang ketakutan melihat tatapan para pria hidung belang itu hanya bisa berlindung di belakang Niko. Dia kira Niko yang dia anggap seperti kakaknya, akan melindunginya dari para pria hidung belang itu.
Akan tetapi kali ini dia salah besar. Seorang kakak yang seharusnya melindunginya, ternyata akan memanfaatkannya untuk kepentingannya sendiri. Melihat Niko datang bersama wanita cantik dan juga lugu, segerombolan pria berpenampilan preman langsung datang mendekatinya.
"Aku sudah datang membawa apa yang bos mau. Jadi uangku sudah lunas 'kan?" tanya Niko kepada seorang pria yang telah berumur di depannya.
"Ternyata kau benar! adikmu sangat cantik," ucap pria itu menarik dagu Alissa dan menatap kagum kecantikannya.
"Lalu mana bonus untukku?" tanya Niko menarik Alissa.
"Karena kau membawa gadis yang sangat istimewa. Maka aku akan memberikan bonus lebih untukmu. Ambil ini," ucap pria itu memberikan amplop berisi uang kepada Niko.
"Terima kasih, Bos! sekarang kalian bersenang-senanglah," ucap Niko melemparkan tubuh Alissa ke pelukan pria hidung belang itu.
"Kak! kenapa kakak menjualku? Aku mohon jangan lakukan ini, Kak!" ucap Alissa penuh permohonan.
"Maaf adikku, sayang! kakak terpaksa melakukan ini. Karena kakak tidak mau mati sia-sia karena kakak tidak bisa membayar hutang kakak. Lagian kakak hanya menyuruhmu bersenang-senang dengannya. Tidak lebih," ucap Niko tanpa ada balas kasihan sedikitpun.
"Kak! tolong jangan lakukan ini, Kak. Aku akan membayar hutang kakak. Tapi aku mohon jangan jual aku, Kak," ucap Alissa menangis histeris.
"Maaf! kakak tidak bisa," ucap Niko tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan Alissa tanpa ada belas kasihan sedikitpun.
"Kak! Kakak!" teriak Alissa berharap Niko bisa berubah pikiran.
Akan tetapi usahanya sia-sia. Niko terus berjalan meninggalkannya bersama para preman itu sambil tertawa bahagia.
"Ayo masuk!" ucap kepala preman itu menyeret tubuh Alissa masuk ke kamar.
Sesampainya di kamar, pria itu langsung melemparkan tubuh Alissa di atas ranjang. Dia menatap tubuh indah Alissa dengan tatapan penuh hasrat. Dia berlahan naik ke atas ranjang dan mencoba menyentuh tubuh Alissa.
Alissa yang tidak terima tubuhnya di jajah oleh pria yang tidak dia kenal berusaha untuk memberontak. Dia berusaha mengeluarkan seluruh tenanganya agar bisa lepas dari pria itu. Namun, sangat di sayangkan. Tenaga pria itu jauh lebih kuat sehingga Alissa tidak bisa melawannya.
Pria itu kini telah berada di atasnya. Dia mencoba menindih tubuh mungil Alissa dengan tubuh kekarnya sehingga Alissa tidak bisa lagi melawan. Dia menatap bibir mungil Alissa dengan tatapan penuh hasrat. Karena Alissa tidak bisa lagi melawan, pria itu mencoba melancarkan aksinya dengan mencium bibir Alissa.
Bughh....
Argghh.....
Bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
kalea rizuky
lemah sih jd cwek bodoh bgt prgi kn bs
2024-09-06
0
💞 NYAK ZEE 💞
ya Allah......buat bayar utang .....
2023-05-05
1
💞 NYAK ZEE 💞
wah2......jahat sekali ..... jangan dipakai...... ada niat buruk dari kakak tiri mu......
2023-05-05
1