Bab 18 Sisi Lain Deby

Sudah empat hari Bisma mengikuti diklat di Bandung.  Jum’at sore ia baru kembali. Kebetulan ia bertugas sendiri tidak membawa timnya. Dari Bandung ia langsung ke kota Malang untuk mengikuti Workshop dan Seminar yang diadakan Pemda Jatim. Mewakili kepala Dinas yang sedang lawatan ke negara tetangga membuat Bisma kini terdampar di Hotel Grand Mercure Malang.

Bersama kenalan barunya yang bernama Andrean  mereka bersama satu pesawat dari Jakarta – Surabaya untuk mengikuti seminar yang sama. Andrean teman perjalanan yang cukup menyenangkan bagi Bisma.  Keduanya selama di Bandung juga mendapat penginapan yang sama, hingga mereka menjadi teman mengobrol yang menyenangkan.

Begitu taxi bandara mengantarkan keduanya tiba di hotel, mereka langsung turun berbarengan untuk check in. Seminar akan dibuka malam nanti sesudah Isya. Mereka masih mempunyai waktu luang untuk sekedar beristirahat.

Tatapan Bisma terpaku pada pasangan yang saling bergandengan tangan check out dari  hotel tempatnya berada saat ini. Ia yakin  tidak salah lihat. Ia sangat mengenal perempuan yang menggandeng mesra pasangannya seorang lelaki hitam manis dengan postur sedang.

Rasanya bibirnya ingin memanggil perempuan yang berjalan tanpa peduli dengan sekelilingnya. Apalagi yang laki-laki sesekali mencium keningnya. Keduanya terlihat seperti pengantin baru.

“Ada apa pak Bisma?” teguran Andrean mengejutkannya.

“Oh, tidak ... tidak apa-apa,” Bisma menjawab seketika.

Pikirannya bekerja cepat. Ia segera menghampiri resepsionis, karena tidak ingin berprasangka buruk terhadap perempuan yang ia lihat.

“Maaf mbak, apa saya boleh tau pasangan yang baru keluar tadi?” kejar Bisma cepat.

Resepsionis itu memandang Bisma dengan kening berkerut, “Maaf Pak, kami tidak bisa menyebutkan para tamu yang menginap di sini untuk menghormati klien kami .... “ resepsionis yang ber-name tag Indri menggelengkan kepala dengan cepat.

“Jika saya katakan perempuan itu calon istri saya, dan bakal ibu dari anak-anak saya, apa anda masih menolaknya?” Bisma berkata tegas dengan sorot mata memerah menahankesal.

“Ma ... maafkan saya Pak .... “ Rini akhirnya mulai membolak balik buku yang ada di hadapannya.

“Pak Bisma mengenal perempuan itu?” Andrean memandang Bisma dengan serius  saat bertanya padanya.

Kini tatapan Bisma teralihkan pada Andrean yang melayangkan pandangan pada pasangan yang kini telah memasuki mobil mewah yang berada di pintu gerbang luar hotel.

“Apa pak Andre mengenalnya?” kini pertanyaan Bisma ia kembalikan pada Andrean.

“Tentu saja,” Andrean berkata dengan senyum datar dari wajah klimisnya, “Dia mantan adik iparku. Tak ku sangka setelah diceraikan adikku tingkahnya semakin li ar ....”

“Astagfirullahaladjim .... “ Bisma istighfar dalam hati mendengar perkataan Andrean  teman seperjalanannya.

“Ada hubungan apa pak Bisma dengan Riska?” tatapan penuh selidik tergambar dari wajah Andrean saat menembak langsung pada Bisma.

Bisma berpikir untuk menjawab kebenarannya. Tapi ia tidak ingin terombang-ambing dalam ketidak pastian akan masa lalu Deby yang memang tak pernah ia ketahui.

“Saya memang sedang dekat dengan Deby .... “ akhirnya Bisma mengakui setelah terdiam beberapa saat.

“Deby?” senyum sinis tercetak di bibir Andrean saat menyebut nama perempuan yang jadi topik pembicaraan keduanya.

“Pak Andre mengenalnya sebagai Riska,” ujar Bisma cepat, “Saya ingin mendengar masa lalunya untuk memastikan masa depan hubungan kami.”

Andrean terdiam. Sebenarnya ia malas untuk membicarakan aib orang lain yang pernah ada ikatan dalam keluarganya. Tapi melihat keseriusan di wajah Bisma membuatnya iba.

Dari kaca matanya ia yakin bahwa Bisma lelaki baik dan bertanggung jawab. Namun mengingat sepak terjang Deby Mariska mantan adik ipar yang telah diceraikan adiknya membuatnya tidak ingin Bisma menjadi korban pelarian Deby untuk memenuhi gaya hidup hedon-nya.

Setelah check-in dan mendapat kamar masing-masing dan menyimpan semua barang bawaan, kini keduanya duduk santai di kafetaria yang berada dalam lingkungan hotel.

Andrean mengisap rokok dalam-dalam, begitu pun Bisma yang mulai menghidupkan rokok yang sudah terselip diantara jarinya. Sejak enam bulan belakangan ini, ia memang akrab dengan kepulan asap rokok untuk mengurangi stress akibat tuntutan pekerjaan di tempat tugasnya yang baru.

“Riska dan  Bram menikah lima tahun yang lalu. Keduanya telah dikaruniai seorang putri bernama Shelda. Sebelum memutuskan menikah dengan Bram, saya sudah mengenalnya dengan baik ....” Andrean memulai ceritanya dengan tatapan nanar memandang kejauhan.

Bisma terpaku mendengar perkataan Andrean. Bagaimana mungkin ia menutup telinga saat orang lain bercerita tentang masa alu perempuan yang sudah ia targetkan menjadi pendamping serta ibu dari anak-anaknya di masa depan.

Tapi ia berusaha menyimak dan tidak ingin memotong cerita Andrean.

“... Riska  tempat mainnya di klub bersama rekan kampusnya. Ia pun biasa BO dengan tarif yang lumayan.  Taulah ... semua yang ada pada dirinya sangat mendukung .... “ tawa sinis di bibir Andrean membuat Bisma tercekat.

“Anda benar .... “ Bisma menelan ludah getir saat mengatakannya.

“Dia termasuk high class di kalangan pengusaha...” Andrean berkata pelan sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.

Mata Andrean memandang jauh mengingat sosok perempuan yang pernah menghangatkan malam-malamnya sebelum akhirnya melabuhkan hati pada Bram adik sepupunya hingga hamil, dan Bram siap menikahi Riska untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Rasanya akal sehat Bisma tak ingin percaya mendengar semua ucapan Andrean tentang kenakalan Deby di masa lalu. Dalam penglihatannya, sosok Deby dengan busana sopan menutup aurat, membuatnya berbeda dari perempuan mana pun yang pernah ia kenal. Dan hal itu telah membuatnya sudah jatuh hati pada pandangan pertama saat melihatnya.

“Kini Shelda berada dalam pengasuhan Bram dan mamanya. Sejak kelahiran putri mereka, Deby tidak pernah mau menyentuh darah dagingnya sendiri. Ia tidak ingin   penampilannya  berubah hanya karena mengurus  anak .... “

Bisma benar-benar tidak menyangka, bahwa perempuan berpakaian serba tertutup yang membuat hatinya ingin berlabuh untuk kedua kalinya bukanlah perempuan yang tepat seperti yang ia bayangkan.  Ini benar-benar  pukulan telak baginya. Ia terlanjur memuja dan sangat yakin bahwa Deby adalah calon ibu yang baik bagi  anak-anak mereka yang akan lahir jika ikatan pernikahan telah terjadi.

“Maafkan aku,” suara Andrean serta helaan nafasnya yang terasa berat terdengar Bisma, “Walau pun tak saya katakan pada anda, tapi begitulah kehidupan Riska .... “

Andrean menghisap rokoknya semakin kuat dan mengeluarkan asapnya secara perlahan dari hidung. Tatapannya kembali mengarah pada Bisma.

“Sepupuku menjatuhkan talak karena Riska bermain dengan atasannya di kantor tempatnya bekerja,” ucapan Andrean kembali melukai hati Bisma.

“Riska terlalu banyak koneksi, yang membuatnya tetap lancar untuk bekerja di tempat yang ia inginkan. Bram tidak ingin kembali padanya walau pun Riska berjanji tidak akan mengulangi perbuatan hina-nya .... “

Bisma menelan salivanya yang terasa kecut setelah mendengar kenyataan yang sangat menyakitkan begitu Andrean mengakhiri ceritanya.

“Justru saya  yang seharusnya berterima kasih karena pak Andrean telah membuka mata dan pikira saya akan perempuan yang terlihat sempurna dengan penampilan sopannya .... “ Bisma tak sanggup meneruskan kata-katanya.

Ia sadar telah membanding-bandingkan penampilan Ajeng yang belum menutup diri dengan Deby, perempuan yang kini telah menggoreskan hatinya sehingga terluka.

“Kalau pak Bisma menginginkan ketenangan dan ketenteraman dalam berumah tangga, lebih baik cari perempuan lain. Apalagi Riska sudah jadi ayam kampus sejak di bangku kuliah. Itu udah style-nya. Kita tidak bisa menilai buku dari covernya. Begitu pun Riska, pakaiannya hanya untuk menutupi kelakuan bej*tnya,” Andrean menatap Bisma dengan penuh keyakinan.

“Terima kasih pak Andre. Saya akan mempertimbangkan semuanya,” Bisma berkata dengan raut penuh kekecewaan mengetahui masa lalu Deby dengan segala kisah kelam yang ia miliki.

“Atau bisa jadi, pak Bisma bisa mengubahnya menjadi lebih baik, siapa yang tau bukan?” Andrean menepuk bahunya begitu keduanya berpisah untuk kembali ke kamar masing-masing, “Mungkin bersama pak Bisma membuatnya berubah menjadi lebih baik.”

Bisma tidak menjawab, hanya hati nuraninya yang sedang berperang akan ucapan Andrean yang terakhir. Apa ia mampu merubah Deby menjadi lebih baik, atau malah ia yang akan goyah dan mengikuti arus kehidupan Deby yang memang terbentuk sejak awal. Tentu bukan perkara mudah dalam merubah karakter dan gaya hidup, hanya iman-lah yang mampu membuat seseorang berubah untuk menjadi lebih baik.

***Salam sayang selalu untuk para reader yang masih setia mengikuti kisah Bisma dan Ajeng. Mungkin ada yang berpendapat ceritanya terlalu bertele-tele. Tetapi sebagai otor\, kita juga udah memikirkan semua saat menulis cerita. Untuk mendapat 'feel' dari apa yang kita tulis memang tidak mudah. Hanya otor berusaha mencurahkan apa yang ada di kepala\, agar ceritanya terkesan natural.

Otor sangat berterima kasih atas semua kritik, saran, komen, like dan semuanya. Yang demikian itu membuat oto semakin bersemangat.

Dukung terus ya ...***

Terpopuler

Comments

Jetty Eva

Jetty Eva

Klo gue jd Bisma..jijik gue bwt bersentuhan dgn Riska...udh di jamah ratusan org...

2025-03-07

0

Ds Phone

Ds Phone

tu lah kau pilih betina bukan perumpuan

2025-02-18

1

Darwin Win

Darwin Win

…hmmm…👍

2025-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal Mula
2 Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3 Bab 3 Mencoba Bertahan
4 Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5 Bab 5 Nasehat Sari
6 Bab 6 Memulai Usaha
7 Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8 Bab 8 Suami Tak Berhati
9 Bab 9 Mari Kita Berpisah
10 Bab 10 Nasehat Nurita
11 Bab 11 Curhat Ajeng
12 Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13 Bab 13 Resign
14 Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15 Bab 15 Amarah Bisma
16 Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17 Bab 17 Masa Lalu Deby
18 Bab 18 Sisi Lain Deby
19 Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20 Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21 Bab 21 Makan Siang Bersama
22 Bab 22 Ajeng Mendua?
23 Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24 Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25 Bab 25 Merasakan Cemburu
26 Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27 Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28 Bab 28 Ingin Mendekat
29 Bab 29 Marah Tak Beralasan
30 Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31 Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32 Bab 32 Kekesalan Ibnu
33 Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34 Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35 Bab 35 Usaha Deby
36 Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37 Bab 37 Kekecewaan Deby
38 Bab 38 Melanjutkan Rencana
39 Bab 39 Semakin Mendekat
40 Bab 40 Keisengan Bisma
41 Bab 41 Pengakuan Bisma
42 Bab 42 Kekecewaan Bisma
43 Bab 43 Siapa Pembelinya?
44 Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45 Bab 45 Curhat Hilman
46 Bab 46 Curhat Deby
47 Bab 47 Keinginan Rujuk
48 Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49 Bab 49 Kemarahan Ajeng
50 Bab 50 Penyesalan Bisma
51 51 Kesedihan Bisma
52 Bab 52 Keputusan Bisma
53 Bab 53 Kepergian Bisma
54 Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55 Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56 Bab 56 Perhatian Sigit
57 Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58 Bab 58 Pov Hilman
59 Bab 59 Pov Hilman2
60 Bab 60 Keinginan Hilman
61 Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62 Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63 Bab 63 Keputusan Ajeng
64 Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65 Bab 65 Terbiasa Sendiri
66 Bab 66 Prahara Duka Dewi
67 Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68 Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69 Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70 Bab 70 Dr. Fransiska
71 Bab 71 Lamaran Mayang
72 Bab 72 Tempat Tugas Baru
73 Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74 Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75 Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76 Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77 Bab 77 Kedatangan Bisma
78 Bab 78 Pernikahan Mayang
79 Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80 Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81 Bab 81 Bertemu Dimas
82 Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83 Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84 Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85 Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86 Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87 Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88 Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89 Bab 89 Rencana Wirya
90 Bab 90 Pengakuan Lala
91 Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92 Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93 Bab 93 Bertemu Teman Lama
94 Bab 94 Dewi Dipermalukan
95 Bab 95 Tetangga Baru
96 Bab 96 Bertemu Ibnu
97 Bab 97 Proposal Bisma
98 Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99 Bab 99 Dijemput Bisma
100 Bab 100 Ajakan Bisma
101 Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102 Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103 Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104 Bab 104 Cerita Mayang
105 Bab 105 Insiden Acara Mayang
106 Bab 106 Fakta Sebenarnya
107 Bab 107 Pov Bisma
108 Bab 108 Ancaman Bisma
109 Bab 109 Siasat Siska
110 Bab 110 Senjata Makan Tuan
111 Bab 111 Ajeng Opname
112 Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113 Bab 113 Over Dosis
114 Bab 114 Rencana Gugatan
115 Bab 115 Asisten Dadakan
116 Bab 116 Perasaan Bisma
117 Bab 117 Apa Mungkin?
118 Bab 118 Investigasi Bisma
119 Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120 Bab 120 Keberangkatan Bisma
121 Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122 Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123 Bab 123 Dilema Ajeng
124 Bab 124 Menuju Takdir
125 Bab 125 Lalat Pengganggu
126 Bab 126 Tiba-tiba Sah
127 Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128 Bab 128 Pov Bisma
129 Bab 129 Tugas Mendadak
130 Bab 130 Bisma Sakit
131 Bab 131 Perawat Spesial
132 Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133 Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134 Bab 134 Pamit Pulang
135 Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136 Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137 Bab 137 Makanan Pembuka
138 Bab 138 Kita Bikin Romantis
139 Bab 139 The Pillow Talk
140 Bab 140 Kekesalan Ajeng
141 Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142 Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143 Bab 143 Makanan Penutup
144 Bab 144 Kenekatan Siska
145 Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146 Bab 146 Keputusasaan Siska
147 Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148 Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149 Bab 149 Kedatangan Ajeng
150 Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151 Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152 Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153 Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154 Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155 Bab 155 Pengakuan Darmawan
156 Bab 156 Pelantikan Bisma
157 Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158 Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159 Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160 Bab 160 Ajeng Pingsan
161 Bab 161 Kabar Bahagia
162 Bab 162 Morning sickness
163 Bab 163 Kegundahan Bisma
164 Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165 Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166 Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167 Bab 167 Pesona Bumil
168 Bab 168 Persiapan Lahiran
169 Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170 Bab 170 Lahirnya Bisma Junior
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Bab 1 Awal Mula
2
Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3
Bab 3 Mencoba Bertahan
4
Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5
Bab 5 Nasehat Sari
6
Bab 6 Memulai Usaha
7
Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8
Bab 8 Suami Tak Berhati
9
Bab 9 Mari Kita Berpisah
10
Bab 10 Nasehat Nurita
11
Bab 11 Curhat Ajeng
12
Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13
Bab 13 Resign
14
Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15
Bab 15 Amarah Bisma
16
Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17
Bab 17 Masa Lalu Deby
18
Bab 18 Sisi Lain Deby
19
Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20
Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21
Bab 21 Makan Siang Bersama
22
Bab 22 Ajeng Mendua?
23
Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24
Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25
Bab 25 Merasakan Cemburu
26
Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27
Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28
Bab 28 Ingin Mendekat
29
Bab 29 Marah Tak Beralasan
30
Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31
Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32
Bab 32 Kekesalan Ibnu
33
Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34
Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35
Bab 35 Usaha Deby
36
Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37
Bab 37 Kekecewaan Deby
38
Bab 38 Melanjutkan Rencana
39
Bab 39 Semakin Mendekat
40
Bab 40 Keisengan Bisma
41
Bab 41 Pengakuan Bisma
42
Bab 42 Kekecewaan Bisma
43
Bab 43 Siapa Pembelinya?
44
Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45
Bab 45 Curhat Hilman
46
Bab 46 Curhat Deby
47
Bab 47 Keinginan Rujuk
48
Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49
Bab 49 Kemarahan Ajeng
50
Bab 50 Penyesalan Bisma
51
51 Kesedihan Bisma
52
Bab 52 Keputusan Bisma
53
Bab 53 Kepergian Bisma
54
Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55
Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56
Bab 56 Perhatian Sigit
57
Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58
Bab 58 Pov Hilman
59
Bab 59 Pov Hilman2
60
Bab 60 Keinginan Hilman
61
Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62
Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63
Bab 63 Keputusan Ajeng
64
Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65
Bab 65 Terbiasa Sendiri
66
Bab 66 Prahara Duka Dewi
67
Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68
Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69
Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70
Bab 70 Dr. Fransiska
71
Bab 71 Lamaran Mayang
72
Bab 72 Tempat Tugas Baru
73
Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74
Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75
Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76
Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77
Bab 77 Kedatangan Bisma
78
Bab 78 Pernikahan Mayang
79
Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80
Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81
Bab 81 Bertemu Dimas
82
Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83
Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84
Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85
Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86
Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87
Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88
Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89
Bab 89 Rencana Wirya
90
Bab 90 Pengakuan Lala
91
Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92
Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93
Bab 93 Bertemu Teman Lama
94
Bab 94 Dewi Dipermalukan
95
Bab 95 Tetangga Baru
96
Bab 96 Bertemu Ibnu
97
Bab 97 Proposal Bisma
98
Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99
Bab 99 Dijemput Bisma
100
Bab 100 Ajakan Bisma
101
Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102
Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103
Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104
Bab 104 Cerita Mayang
105
Bab 105 Insiden Acara Mayang
106
Bab 106 Fakta Sebenarnya
107
Bab 107 Pov Bisma
108
Bab 108 Ancaman Bisma
109
Bab 109 Siasat Siska
110
Bab 110 Senjata Makan Tuan
111
Bab 111 Ajeng Opname
112
Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113
Bab 113 Over Dosis
114
Bab 114 Rencana Gugatan
115
Bab 115 Asisten Dadakan
116
Bab 116 Perasaan Bisma
117
Bab 117 Apa Mungkin?
118
Bab 118 Investigasi Bisma
119
Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120
Bab 120 Keberangkatan Bisma
121
Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122
Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123
Bab 123 Dilema Ajeng
124
Bab 124 Menuju Takdir
125
Bab 125 Lalat Pengganggu
126
Bab 126 Tiba-tiba Sah
127
Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128
Bab 128 Pov Bisma
129
Bab 129 Tugas Mendadak
130
Bab 130 Bisma Sakit
131
Bab 131 Perawat Spesial
132
Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133
Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134
Bab 134 Pamit Pulang
135
Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136
Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137
Bab 137 Makanan Pembuka
138
Bab 138 Kita Bikin Romantis
139
Bab 139 The Pillow Talk
140
Bab 140 Kekesalan Ajeng
141
Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142
Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143
Bab 143 Makanan Penutup
144
Bab 144 Kenekatan Siska
145
Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146
Bab 146 Keputusasaan Siska
147
Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148
Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149
Bab 149 Kedatangan Ajeng
150
Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151
Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152
Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153
Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154
Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155
Bab 155 Pengakuan Darmawan
156
Bab 156 Pelantikan Bisma
157
Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158
Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159
Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160
Bab 160 Ajeng Pingsan
161
Bab 161 Kabar Bahagia
162
Bab 162 Morning sickness
163
Bab 163 Kegundahan Bisma
164
Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165
Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166
Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167
Bab 167 Pesona Bumil
168
Bab 168 Persiapan Lahiran
169
Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170
Bab 170 Lahirnya Bisma Junior

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!