Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan

Ajeng memandang  seisi rumahnya dengan perasaan berkecamuk. Ia menghitung mundur awal pernikahan hingga untuk kedua kalinya Bisma menginginkan perpisahan yang artinya kini mereka telah sah berpisah secara agama.

Dua tahun empat bulan ia merasakan hidup menjadi seorang istri lelaki bernama  Bisma Dirgantara Permadi.  Orang awam dapat melihat bagaimana kesempurnaan yang mereka miliki dalam keluarga kecilnya.

Tak bisa Ajeng mungkiri, selama menjadi mantu di keluarga Permadi, ia merasakan limpahan kasih sayang dan kemewahan yang diberikan mertuanya yang baik hati. Begitu pun  saudari iparnya yang tak pelit untuk  berbagi barang branded setiap kepulangannya dari luar negeri.

Ia tersenyum miris memikirkan nasibnya. Tapi Ajeng sudah  ikhlas menerima semua takdir yang telah ditetapkan Allah atas dirinya. Sudah selayaknya ia mensyukuri kenikmatan berupa limpahan materi, walau pun ia harus merasa fakir akan kasih sayang dan kehangatan dalam rumah tangganya.

Kini ia akan melangkah untuk meninggalkan semua  kesempurnaan dan kenyamanan dari rumah megah yang telah Bisma serahkan  sebagai hadiah pernikahan mereka yang nyatanya kandas karena tidak ada kesepahaman.

Setelah mengalami manis dan getirnya menjadi seorang nyonya Bisma Dirgantara, Ajeng  mulai menyadari dan yakin untuk mengakhiri statusnya sebagai istri yang tak diinginkan seorang lelaki sempurna  yang bernama Bisma.

Sendirian ia berbenah membereskan segala barang-barang  berupa baju serta  tas-tas mewah hadiah dari mertua dan kakak iparnya. Karena sudah terbiasa mandiri, walau pun tiga hari berkemas tak membuat Ajeng mengeluh untuk memasukkan semua miliknya ke dalam kardus yang telah ia persiapkan.

Rumida merasa heran melihat majikannya yang  tidak berangkat bekerja. Tapi ia tidak berani untuk bertanya. Ia hanya melihat segala kesibukan Ajeng yang wara-wiri membawa kardus besar beberapa buah.

Ia sudah yakin ada yang tak beres antara kedua majikannya. Selama ini ia pun jarang bertemu dengan suami majikannya. Kalau pun  ada, sangat jarang keduanya berinteraksi seperti keluarga lain pada umumnya.

Rumida  pun tau, majikan lelakinya tidak pernah  berinteraksi dengan putri kecilnya yang cantik dan menggemaskan. Sebagai perempuan dewasa yang sudah banyak berkecimpung dalam kehidupan, ia meyakini rumah tangga yang dijalani majikannya dangat tidak sehat.

Tapi ia bisa apa?

Tak mungkin ia mencampuri sesuatu yang bukan kapasitasnya. Ia hanya dibayar untuk mengasuh putri mereka. Dan ia pun tak ingin melibatkan diri terlalu jauh, walau dalam hatinya ia ingin berbincang dengan Ajeng yang di matanya begitu baik  dan ramah.

Ia dapat melihat kasih sayang yang dicurahkan Nurita dan Mayang setiap kali ia membawa Lala menginap di  rumah mertua majikannya.. Hanya ia menyayangkan sikap anak lelaki mereka yang begitu dingin.

Dan ia merasakan sendiri, tidak ada kehangatan dalam rumah tangga majikannya selama hampir satu tahun ia bekerja menjadi pengasuh Lala. Ia merasa kasihan dengan majikan perempuannya yang begitu tulus bersikap dan berperilaku pada siapa pun tanpa pandan g bulu.

Rumida hanya mampu berdoa semoga Allah selalu melindungi rumah tangga majikannya dan bisa memberikan kehangatan di dalam keluarga kecil yang belum lama terbina.

Pagi ini  Ajeng sudah selesai berbenah.  Ia mensyukuri tidak  memajang foto-foto pernikahan  di rumah mewah mereka. Sehingga ia tidak perlu  untuk menurunkan sesuatu yang tidak penting.

Hal pertama yang akan ia lakukan adalah merehab rumah singgah di lahan  luas yang berada di usaha kafe yang telah berjalan satu tahunan lebih.  Ia akan meminta Hendra mencarikan ahli untuk pengembangan rumahnya menjadi layak huni walau pun tak semegah rumah yang bakal ia tinggalkan.

Saatnya untuk berbincang serius dengan sus Rumida masalah  yang ia hadapi dan keinginannya untuk pindah  ke Malang.

“Sus, saya  sudah merencanakan beberapa bulan belakangan ini ...” Ajeng menghentikan ucapannya beberapa saat,  “Kemungkinan saya dan Lala akan pindah ke  Malang.”

Rumida menatap Ajeng dengan perasaan tidak nyaman. Ia yakin sesuatu yang  buruk sedang terjadi dalam rumah tangga majikannya.

“Walau pun tidak saya ceritakan, mungkin sus sudah mengetahuinya sendiri. Dan saya tidak ingin menceritakan permasalahan rumah tangga  kami. Cukup saya dan suami yang tau,” Ajeng berkata dengan getir.

Walau ia berusaha tegar, tetap saja rasa sakit selalu hadir mengingat kegagalan dalam  rumah tangganya. Ia belum bisa menghilangkan rasa yang masih tersisa. Apalagi Bisma adalah lelaki pertama yang membuatnya mengenal cinta.

Selama ini ia terlalu sibuk belajar, bekerja hingga meraih impiannya menjadi pegawai salah satu bank milik pemerintah. Tiada waktu baginya untuk bermain-main. Semua hanya keinginan untuk membahagiakan ayah dan memberikan kesempatan bagi adiknya untuk bersekolah lebih tinggi.

“Jadi mbak Ajeng dan Lala akan meninggalkan rumah ini untuk selamanya?” tanya sus Rumida untuk memastikan rasa ingin tahunya yang begitu tinggi.

“Benar.  Jika  sus Rumida berkenan, saya sangat berharap sus ikut kami. Saya berjanji akan membayar lebih tinggi,” Ajeng menatap perempuan yang usianya hampir sebaya mertuanya  itu dengan  penuh harap.

Rumida terpekur. Ia senang bekerja dengan Ajeng, perempuan baik hati dan tidak pelit untuk berbagi. Tetapi  sebelum Ajeng menyampaikan keinginannya, ia pun sebenarnya sudah berniat  untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai babby sitter.

Kedua anaknya yang sudah bekerja dan hidup mapan di Semarang menginginkan ia untuk pensiun dan menikmati hari tua bersama mereka. Tapi ia masih memikirkan  untuk membicarakannya bersama Ajeng.

Ia tidak tega meninggalkan Ajeng dan Lala di rumah mewah tanpa ada orang lain yang menemani keduanya. Ia menganggap Ajeng sudah seperti keluarga sendiri.

“Maafkan saya mbak ...”  Rumida berkata dengan penuh kehati-hatian, “Sebenarnya saya berat untuk mengatakan ini.”

Ajeng menatap Rumida lekat. Ia menunggu ucapan perempuan yang begitu menyayangi putri kecilnya.

“Mbak, sebenarnya berat juga bagi saya untuk mengatakannya ... “ Rumida menatap Ajeng dengan perasaan sedih.

Tidak akan lagi ia bertemu majikan yang baik hati serta keluarga loyal yang tidak pelit untuk berbagi terhadapnya. Tapi mau bagaimana lagi, ia pun ingin berkumpul dengan kedua buah hatinya yang sudah memiliki kehidupan lebih baik.

“Kenapa sus?” Ajeng  menunggu ucapan Rumida dengan perasaan khawatir.

“Saya sebenarnya juga ingin mengundurkan diri dan berhenti dari pekerjaan,” Rumida berkata perlahan.

“Sus Ida mau pulang kampung?” Ajeng bertanya dengan cepat.

Rumida mengangguk pelan, “Anak-anak saya di Semarang meminta saya untuk pindah mengikuti mereka. Alhamdulillah keduanya sudah memiliki pekerjaan yang layak....”

“Syukurlah sus,” Ajeng tersenyum haru mendengar Rumida yang langsung menceritakan  keinginan kedua anaknya yang ingin berkumpul  dan menyenangkan ibunya di hari tua.

“Saya sangat menyayangi Lala seperti cucu sendiri. Mbak Ajeng sangat baik. Berat bagi saya untuk meninggalkan mbak Ajeng dan Lala .... “ mata Rumida berkaca-kaca saat mengatakannya.

Mendengar ucapan perempuan yang sudah menemaninya hampir satu tahunan membuat Ajeng langsung memeluknya dan menangis terharu.

“Terima kasih sus. Saya juga sudah menganggap sus Ida seperti orang tua sendiri. Saya tidak akan melupakan kebaikan sus Ida yang sudah sangat membantu  dan menyayangi kami berdua.”

Kini keduanya saling bercerita dan menguatkan satu sama lain. Walau pun tidak tersurat, tapi pesan dan nasehat Rumida akan kepindahannya ke Malang membuat Ajeng merasa kuat.

Dari kata-kata yang tersirat dari bibir perempuan paro baya itu ia meminta Ajeng untuk selalu mendekatkan diri kepada  Sang pencipta , karena Dia-lah satu-satunya yang membolak-balik hati hamba-Nya.

.....

Setelah menerima kabar  mutasinya, Bisma menerima dengan lapang dada.. Ia pun kini mulai berbenah untuk mendelegasikan pekerjaannya pada figur pengganti yang akan melanjutkan tugasnya setelah ia mulai berpindah tugas di kota Malang di awal tahun.

Siang itu setelah dua bulan menjalani agenda kerja yang padat,  Bisma menyempatkan diri untuk kembali ke rumah.

Sesampai di rumah ia melihat suasana tampak sepi. Tidak ada kegiatan apa pun yang terlihat di dalam saat ia mulai memasuki ruangan.

Jemarinya meraba permukaan sofa yang tampak berdebu membuatnya tak bisa menahan batuk.

“Kemana perempuan itu?”  desisnya kesal.

Ia adalah tipe  yang sangat menjaga kebersihan. Dan ia sangat benci menyadari rumah sangat jorok dan kotor..

Dengan perasaan malas ia melangkah ke dapur untuk sekedar mengambil air putih yang selama ini selalu tersedia tanpa ia minta.

Keterkejutan  Bisma  bertambah, semua peralatan makan minum  satu pun tidak  tersedia di rak  pirin. Ia membuka kulkas dengan cepat, berharap menemukan sesuatu untuk membuang rasa dahaga yang begitu menyiksa. Harapannya begitu sampai di rumah ia bisa menikmati menu rumahan yang biasa disediakan Ajeng. Tapi harapan  tak sesuai kenyataan.

Ia masih berpikiran positif, dan menganggap bahwa Ajeng menginap di  rumah mamanya. Ia tau, betapa sayangnya mama dengan perempuan  matre yang telah memberinya cucu perempuan kebanggaannya.

Bisma melangkah menuju ruang kerjanya. Tetap saja hening tanpa suara. Hanya debu-debu yang dengan setia hadir di semua sisi ruangan.

Dengan cepat ia menghubungi penyedia jasa cleaning servis. Ia tidak nyaman dengan suasana rumah yang begitu kotor penuh debu. Membuatnya bersin berkepanjangan.

Tak berapa lama kemudian petugas cleaning servis sebanyak 6 orang datang untuk membersihkan rumah sesuai permintaannya.

Bisma menunggu di teras rumah memandang ponsel sambil membaca chat Deby menanyakan keberadaannya saat ini. Senyum tak lekang dari bibirnya melihat gambar yang dikirim Deby, memperlihatkan aktivitasnya di Bandung bersama dengan rekan kerja dan atasannya.

Terpopuler

Comments

Lilik Juhariah

Lilik Juhariah

dg yg halal .susah senyumnya yg haram menebar senyum , itulah setan

2025-02-27

0

Ds Phone

Ds Phone

dengan orang lain kau bolih senyum dengan bini haram

2025-02-18

0

moms D'ana

moms D'ana

laki² edan

2025-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal Mula
2 Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3 Bab 3 Mencoba Bertahan
4 Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5 Bab 5 Nasehat Sari
6 Bab 6 Memulai Usaha
7 Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8 Bab 8 Suami Tak Berhati
9 Bab 9 Mari Kita Berpisah
10 Bab 10 Nasehat Nurita
11 Bab 11 Curhat Ajeng
12 Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13 Bab 13 Resign
14 Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15 Bab 15 Amarah Bisma
16 Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17 Bab 17 Masa Lalu Deby
18 Bab 18 Sisi Lain Deby
19 Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20 Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21 Bab 21 Makan Siang Bersama
22 Bab 22 Ajeng Mendua?
23 Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24 Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25 Bab 25 Merasakan Cemburu
26 Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27 Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28 Bab 28 Ingin Mendekat
29 Bab 29 Marah Tak Beralasan
30 Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31 Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32 Bab 32 Kekesalan Ibnu
33 Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34 Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35 Bab 35 Usaha Deby
36 Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37 Bab 37 Kekecewaan Deby
38 Bab 38 Melanjutkan Rencana
39 Bab 39 Semakin Mendekat
40 Bab 40 Keisengan Bisma
41 Bab 41 Pengakuan Bisma
42 Bab 42 Kekecewaan Bisma
43 Bab 43 Siapa Pembelinya?
44 Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45 Bab 45 Curhat Hilman
46 Bab 46 Curhat Deby
47 Bab 47 Keinginan Rujuk
48 Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49 Bab 49 Kemarahan Ajeng
50 Bab 50 Penyesalan Bisma
51 51 Kesedihan Bisma
52 Bab 52 Keputusan Bisma
53 Bab 53 Kepergian Bisma
54 Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55 Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56 Bab 56 Perhatian Sigit
57 Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58 Bab 58 Pov Hilman
59 Bab 59 Pov Hilman2
60 Bab 60 Keinginan Hilman
61 Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62 Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63 Bab 63 Keputusan Ajeng
64 Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65 Bab 65 Terbiasa Sendiri
66 Bab 66 Prahara Duka Dewi
67 Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68 Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69 Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70 Bab 70 Dr. Fransiska
71 Bab 71 Lamaran Mayang
72 Bab 72 Tempat Tugas Baru
73 Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74 Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75 Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76 Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77 Bab 77 Kedatangan Bisma
78 Bab 78 Pernikahan Mayang
79 Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80 Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81 Bab 81 Bertemu Dimas
82 Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83 Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84 Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85 Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86 Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87 Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88 Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89 Bab 89 Rencana Wirya
90 Bab 90 Pengakuan Lala
91 Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92 Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93 Bab 93 Bertemu Teman Lama
94 Bab 94 Dewi Dipermalukan
95 Bab 95 Tetangga Baru
96 Bab 96 Bertemu Ibnu
97 Bab 97 Proposal Bisma
98 Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99 Bab 99 Dijemput Bisma
100 Bab 100 Ajakan Bisma
101 Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102 Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103 Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104 Bab 104 Cerita Mayang
105 Bab 105 Insiden Acara Mayang
106 Bab 106 Fakta Sebenarnya
107 Bab 107 Pov Bisma
108 Bab 108 Ancaman Bisma
109 Bab 109 Siasat Siska
110 Bab 110 Senjata Makan Tuan
111 Bab 111 Ajeng Opname
112 Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113 Bab 113 Over Dosis
114 Bab 114 Rencana Gugatan
115 Bab 115 Asisten Dadakan
116 Bab 116 Perasaan Bisma
117 Bab 117 Apa Mungkin?
118 Bab 118 Investigasi Bisma
119 Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120 Bab 120 Keberangkatan Bisma
121 Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122 Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123 Bab 123 Dilema Ajeng
124 Bab 124 Menuju Takdir
125 Bab 125 Lalat Pengganggu
126 Bab 126 Tiba-tiba Sah
127 Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128 Bab 128 Pov Bisma
129 Bab 129 Tugas Mendadak
130 Bab 130 Bisma Sakit
131 Bab 131 Perawat Spesial
132 Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133 Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134 Bab 134 Pamit Pulang
135 Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136 Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137 Bab 137 Makanan Pembuka
138 Bab 138 Kita Bikin Romantis
139 Bab 139 The Pillow Talk
140 Bab 140 Kekesalan Ajeng
141 Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142 Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143 Bab 143 Makanan Penutup
144 Bab 144 Kenekatan Siska
145 Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146 Bab 146 Keputusasaan Siska
147 Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148 Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149 Bab 149 Kedatangan Ajeng
150 Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151 Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152 Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153 Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154 Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155 Bab 155 Pengakuan Darmawan
156 Bab 156 Pelantikan Bisma
157 Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158 Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159 Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160 Bab 160 Ajeng Pingsan
161 Bab 161 Kabar Bahagia
162 Bab 162 Morning sickness
163 Bab 163 Kegundahan Bisma
164 Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165 Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166 Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167 Bab 167 Pesona Bumil
168 Bab 168 Persiapan Lahiran
169 Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170 Bab 170 Lahirnya Bisma Junior
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Bab 1 Awal Mula
2
Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3
Bab 3 Mencoba Bertahan
4
Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5
Bab 5 Nasehat Sari
6
Bab 6 Memulai Usaha
7
Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8
Bab 8 Suami Tak Berhati
9
Bab 9 Mari Kita Berpisah
10
Bab 10 Nasehat Nurita
11
Bab 11 Curhat Ajeng
12
Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13
Bab 13 Resign
14
Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15
Bab 15 Amarah Bisma
16
Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17
Bab 17 Masa Lalu Deby
18
Bab 18 Sisi Lain Deby
19
Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20
Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21
Bab 21 Makan Siang Bersama
22
Bab 22 Ajeng Mendua?
23
Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24
Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25
Bab 25 Merasakan Cemburu
26
Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27
Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28
Bab 28 Ingin Mendekat
29
Bab 29 Marah Tak Beralasan
30
Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31
Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32
Bab 32 Kekesalan Ibnu
33
Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34
Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35
Bab 35 Usaha Deby
36
Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37
Bab 37 Kekecewaan Deby
38
Bab 38 Melanjutkan Rencana
39
Bab 39 Semakin Mendekat
40
Bab 40 Keisengan Bisma
41
Bab 41 Pengakuan Bisma
42
Bab 42 Kekecewaan Bisma
43
Bab 43 Siapa Pembelinya?
44
Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45
Bab 45 Curhat Hilman
46
Bab 46 Curhat Deby
47
Bab 47 Keinginan Rujuk
48
Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49
Bab 49 Kemarahan Ajeng
50
Bab 50 Penyesalan Bisma
51
51 Kesedihan Bisma
52
Bab 52 Keputusan Bisma
53
Bab 53 Kepergian Bisma
54
Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55
Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56
Bab 56 Perhatian Sigit
57
Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58
Bab 58 Pov Hilman
59
Bab 59 Pov Hilman2
60
Bab 60 Keinginan Hilman
61
Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62
Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63
Bab 63 Keputusan Ajeng
64
Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65
Bab 65 Terbiasa Sendiri
66
Bab 66 Prahara Duka Dewi
67
Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68
Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69
Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70
Bab 70 Dr. Fransiska
71
Bab 71 Lamaran Mayang
72
Bab 72 Tempat Tugas Baru
73
Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74
Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75
Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76
Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77
Bab 77 Kedatangan Bisma
78
Bab 78 Pernikahan Mayang
79
Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80
Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81
Bab 81 Bertemu Dimas
82
Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83
Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84
Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85
Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86
Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87
Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88
Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89
Bab 89 Rencana Wirya
90
Bab 90 Pengakuan Lala
91
Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92
Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93
Bab 93 Bertemu Teman Lama
94
Bab 94 Dewi Dipermalukan
95
Bab 95 Tetangga Baru
96
Bab 96 Bertemu Ibnu
97
Bab 97 Proposal Bisma
98
Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99
Bab 99 Dijemput Bisma
100
Bab 100 Ajakan Bisma
101
Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102
Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103
Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104
Bab 104 Cerita Mayang
105
Bab 105 Insiden Acara Mayang
106
Bab 106 Fakta Sebenarnya
107
Bab 107 Pov Bisma
108
Bab 108 Ancaman Bisma
109
Bab 109 Siasat Siska
110
Bab 110 Senjata Makan Tuan
111
Bab 111 Ajeng Opname
112
Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113
Bab 113 Over Dosis
114
Bab 114 Rencana Gugatan
115
Bab 115 Asisten Dadakan
116
Bab 116 Perasaan Bisma
117
Bab 117 Apa Mungkin?
118
Bab 118 Investigasi Bisma
119
Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120
Bab 120 Keberangkatan Bisma
121
Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122
Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123
Bab 123 Dilema Ajeng
124
Bab 124 Menuju Takdir
125
Bab 125 Lalat Pengganggu
126
Bab 126 Tiba-tiba Sah
127
Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128
Bab 128 Pov Bisma
129
Bab 129 Tugas Mendadak
130
Bab 130 Bisma Sakit
131
Bab 131 Perawat Spesial
132
Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133
Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134
Bab 134 Pamit Pulang
135
Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136
Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137
Bab 137 Makanan Pembuka
138
Bab 138 Kita Bikin Romantis
139
Bab 139 The Pillow Talk
140
Bab 140 Kekesalan Ajeng
141
Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142
Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143
Bab 143 Makanan Penutup
144
Bab 144 Kenekatan Siska
145
Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146
Bab 146 Keputusasaan Siska
147
Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148
Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149
Bab 149 Kedatangan Ajeng
150
Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151
Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152
Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153
Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154
Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155
Bab 155 Pengakuan Darmawan
156
Bab 156 Pelantikan Bisma
157
Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158
Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159
Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160
Bab 160 Ajeng Pingsan
161
Bab 161 Kabar Bahagia
162
Bab 162 Morning sickness
163
Bab 163 Kegundahan Bisma
164
Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165
Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166
Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167
Bab 167 Pesona Bumil
168
Bab 168 Persiapan Lahiran
169
Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170
Bab 170 Lahirnya Bisma Junior

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!