Bab 19 Pertemuan Tak Terduga

Perjalanan dari Jakarta hingga kini tiba di Malang membuat keduanya memerlukan istirahat yang cukup agar nanti malam kondisi tubuh lebih fit untuk beraktivitas dalam  agenda kegiatan.

Sesampai di kamar  Bisma langsung mengistirahatkan jiwa dan raganya di atas kasur untuk mengurangi rasa lelah hati akibat pembicaraan yang sangat menyita pikiran dan perasaanya atas semua kisah Deby yang ia dengar dari teman seperjalanan.

Ponselnya berbunyi menandakan pesan dari aplikasi hijau masuk. Dengan tak bersemangat ia membuka untuk melihat pesan yang dikirim Deby.

‘Honey udah nyampe di mana? Aku sekarang ada di rumah mama, baru pulang dari mal bersama teman.’

Bisma merasa jijik setelah membacanya. Ia yang selama ini bersemangat untuk mendengar dan mengetahui kabar sang kekasih jika mereka berjauhan, kini enggan untuk membalasnya.

Tangannya bermain untuk men-scroll status yang menarik perhatiannya. Ia melihat status mbak Mayang yang sedang live. Ia  terkejut melihat seorang perempuan berhijab yang sedang menyuapi batita menggemaskan.

“Penampilan baru, semangat baru, dan menuju jodoh baru .... “ terdengar tawa renyah Mayang saat menyorot perempuan muda dan batita mungilnya.

“Apa an sih mba .... “ suara perempuan  dengan nada merajuk itu membuat Bisma menajamkan pendengarannya.

“Ajeng, Lala .... “ guman Bisma seraya membesarkan gambar untuk melihat tangkapan layar pada ponselnya.

Ia terkejut melihat sosok perempuan berhijab yang sedang menyuapi Lala adalah Ajeng mantan istri yang telah ia talak. Wajahnya kelihatan berbeda dengan hijab yang ia gunakan.  Tak dapat ia pungkiri, penampilan baru Ajeng membuat perubahan  yang sangat signifikan.

“Semakin cantik .... “  tanpa sadar bibir Bisma terucap kata-kata yang tak pernah terlintas dari benaknya akan fisik sang istri saat masih bersamanya.

Ia terus menikmati pemandangan indah yang tersaji melalui layar smartphone dalam genggaman tangan. Senyum tipis tanpa ia sadari terbit di ujung bibir melihat keakraban yang terjadi.

Malam telah datang. Bisma sudah bersiap untuk menghadiri seminar “Pemberdayaan UKM dan UMKM Untuk Penyerapan Tenaga Kerja Demi Terciptanya Masyarakat  Sejahtera” yang diadakan Kemendag bekerja sama dengan Kemenaker dan  Kemenparekraf dengan fasilitator diskopindag Malang.

Agenda malam ini selain menghadirkan para pengusaha dibidangnya masing-masing yang melibatkan pihak pemerintah juga akan memberikan beberapa penghargaan kepada para UKM dan UMKM yang telah berjasa dalam menyerap tenaga kerja di bidangnya masing-masing.

Walau pun tubuhnya masih terasa lelah, tapi tak menyurutkan Bisma untuk datang mewakili kepala dinas Kopindag (Koperasi Perindustrian dan Perdagangan) kota Malang yang saat ini sedang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri bersama Kemenparekraf  (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Ia telah dua bulan menjalankan tugas baru di tempat yang berbeda. Bisma belum sempat  menceritakan kepindahannya pada mama dan Mayang.  Tapi sekarang ia rutin mengunjungi keduanya walau pun tidak setiap pekan.

Ia melihat kondisi mamanya sudah sehat.  Mayang  pun kembali beraktivitas menjalankan usaha mamanya di bidang kuliner serta makanan olahan. Perpisahan yang terjadi antara dirinya dan Rudi, membuatnya kini bangkit kembali. Dan Bisma sangat lega akan hal itu.

Bersama rombongan ketiga kementerian yang turut hadir Bisma dan Andrean duduk di kursi VVIP yang telah disediakan pihak panitia penyelenggara.  Ia  merasa tidak sendiri, Andrean seorang teman yang baik dan berbincang dengannya membuat pikiran Bisma terbuka akan banyak hal.

“Bagaimana perasaanmu sekarang?” pertanyaan Andrean membuat Bisma mengalihkan atensinya dari panggung tempat ketua panitia penyelenggara sedang memberikan sambutan.

“Sudah lebih baik,” Bisma menjawab dengan cepat. Ia tak ingin kecewa terlalu lama atas berita yang ia dengar tentang masa lalu kekasih yang sudah ia target untuk hidup mendampinginya di masa depan.

“Syukurlah,” ucap Andrean  dengan senyum, “Ku pikir kamu gak akan muncul karena menghabiskan waktu meratapi nasib karena salah memilih pasangan.”

Bisma tersenyum kecut mendengar perkataan lelaki mapan di sampingnya. Matanya kembali fokus ke depan dan mulai mendengarkan pidato sambutan kementerian perdagangan yang diwakili oleh staf ahli.

Satu demi satu kata sambutan dari pihak kementerian  telah berlangsung. Tepat jam sepuluh malam acara pembukaan workshop dan seminar ditutup yang akan dilanjutkan besok pagi hingga siang hari.

Saat hendak kembali ke kamar untuk beristirahat, langkah Bisma terhenti. Suara yang ia kenal dan pernah membersamainya terdengar begitu dekat di indera pendengarannya.

Ia mencari arah suara, yang ia lihat hanya sosok perempuan berhijab yang membelakanginya dan berjalan dengan cepat bersama rombongan para pelaku UKM dan UMKM yang menjadi tamu undangan dalam kegiatan yang dimaksud.

Bisma hanya menggelengkan kepala dengan senyum tipis yang terukir di sudut bibirnya. Ia jadi heran, kenapa pikirannya seolah mengatakan bahwa perempuan berkaca  mata yang lewat di depannya adalah Ajeng.

Tak mungkinlah ...

Akhirnya Bisma memasuki kamar dan menghempaskan tubuhnya di pembaringan. Rasa kantuk dan letih bersamaan menyerangnya, hingga Bisma pun terlelap dalam pelukan malam.

Keesokan paginya dengan fisik lebih fresh, Bisma turun ke ballroom untuk mengikuti acara sekaligus penutupan yang akan dilakukan pihak Kementerian Tenaga Kerja.

Kini acara terakhir yang ditunggu para undangan khususnya para pengusaha yang bergerak di bidangnya masing-masing yaitu penyerahan penghargaan kepada para pelaku UKM dan UMKM.

Bisma melihat antusias dari para pelaku UKM dan UMKM yang namanya dipanggil satu demi satu untuk mengambil penghargaan berupa sertifikat dan uang pembinaan dari kementerian, hingga tiba-tiba  mendengar nama yang tidak asing di telinganya.

“Ajeng Lestari Handayani .... “ suara panitia membuat  mata Bisma membulat dan pandangannya  langsung mengitari aula yang luas untuk mencari nama yang disebut.

Sesosok tinggi semampai berhijab dengan pelan berjalan menuju panggung untuk bergabung dengan para pengusaha yang namanya telah dipanggil terlebih dahulu.

Glek!

Bisma menelan saliva yang terasa nyangkut di tenggorokan. Benar-benar di luar dugaannya. Bagaimana bisa baru enam bulan perpisahannya, tapi kini Ajeng telah menjadi seorang pengusaha dan namanya bersanding dengan seluruh pengusaha yang bergerak di bidang UKM dan UMKM yang akan mendapatkan penghargaan serta uang pembinaan dari pemerintah pusat.

Matanya tak berkedip memandang sosok sang mantan yang kini tampak bersinar bersama para pengusaha yang kini berdiri berjajar menunggu instruksi selanjutnya dari MC yang masih stay di pentas.

“Wah, ternyata ada juga wajah dan pemain baru yang mendapat penghargaan kali ini,” ujar Andrean saat matanya memandang satu demi satu peserta yang mendapat penghargaan sejumlah 10 orang.

“Anda sangat hafal dengan para pengusaha itu ... “ Bisma berkata dengan menatap Andrean keheranan.

Sedikit banyak kini ia mengetahui sosok Andrean yang berprofesi sebagai pengusaha ternama dan menjadi ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), yang jam terbangnya sangat tinggi dalam setiap workshop atau seminar serupa yang diadakan kementerian terkait yang memintanya hadir sebagai nara sumber.

“Tentu saja,” jawab Andrean cepat.

Kini pandangan Andrean lurus menatap ke satu titik. Dan Bisma menyadari bahwa pandangannya mengarah pada Ajeng yang selalu mengulas senyum tipis di bibirnya.

“Menarik untuk dipertimbangkan.... “ suara pelan Andrean tertangkap di indera pendengaran Bisma.

“Maksudmu?” kejar Bisma tak sabar mendengar ucapan Andrean saat memandang Ajeng.

Senyum tipis terbit di wajah Andrean. Matanya terus fokus menatap Ajeng membuat Bisma semakin penasaran. Ia yakin banyak hal yang tidak ia ketahui tentang aktivitas sang mantan ketika tak lagi bersama.

“Usahanya melesat dalam dua tahun belakangan,” suara Andrean terdengar lagi di telinganya.

“Maksudnya?” rasa penasaran Bisma membuatnya terus mengejar Andrean untuk memberikan jawaban yang memuaskan.

Kalau dipikirkan secara logis, tidak mungkin Ajeng memulai usaha saat masih bersamanya. Ia tau, masa itu Ajeng masih menjadi pegawai bank pemerintah dan tidak pernah meninggalkan tugas untuk keperluan apa pun, kecuali saat cuti melahirkan putri mereka.

“Aku sendiri tidak percaya ketika panitia menyodorkan namanya sebagai nominator yang akan menerima penghargaan,” senyum terbit di wajah Andrean saat menjawab pertanyaan Bisma.

“Bagaimana kamu mengenalnya?” tak sabar Bisma mendengar perkataan Andrean yang seperti mengenal Ajeng jauh sebelumnya.

“Ternyata UMKM-nya telah dimulai saat ia masih aktif sebagai pegawai bank. Dan yang menjalankan usahanya adalah saudaranya selama dua tahun berjalan,” jawab Andrean logis.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

penasaran lo..hisss...udah enggak penting tau

2024-11-08

1

Lilik Juhariah

Lilik Juhariah

nah gini perempuan itubhrs mandiri GK usah cengeng

2025-02-27

0

Ds Phone

Ds Phone

terkejut kau kutuk dia lagi padan muka

2025-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal Mula
2 Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3 Bab 3 Mencoba Bertahan
4 Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5 Bab 5 Nasehat Sari
6 Bab 6 Memulai Usaha
7 Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8 Bab 8 Suami Tak Berhati
9 Bab 9 Mari Kita Berpisah
10 Bab 10 Nasehat Nurita
11 Bab 11 Curhat Ajeng
12 Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13 Bab 13 Resign
14 Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15 Bab 15 Amarah Bisma
16 Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17 Bab 17 Masa Lalu Deby
18 Bab 18 Sisi Lain Deby
19 Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20 Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21 Bab 21 Makan Siang Bersama
22 Bab 22 Ajeng Mendua?
23 Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24 Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25 Bab 25 Merasakan Cemburu
26 Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27 Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28 Bab 28 Ingin Mendekat
29 Bab 29 Marah Tak Beralasan
30 Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31 Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32 Bab 32 Kekesalan Ibnu
33 Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34 Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35 Bab 35 Usaha Deby
36 Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37 Bab 37 Kekecewaan Deby
38 Bab 38 Melanjutkan Rencana
39 Bab 39 Semakin Mendekat
40 Bab 40 Keisengan Bisma
41 Bab 41 Pengakuan Bisma
42 Bab 42 Kekecewaan Bisma
43 Bab 43 Siapa Pembelinya?
44 Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45 Bab 45 Curhat Hilman
46 Bab 46 Curhat Deby
47 Bab 47 Keinginan Rujuk
48 Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49 Bab 49 Kemarahan Ajeng
50 Bab 50 Penyesalan Bisma
51 51 Kesedihan Bisma
52 Bab 52 Keputusan Bisma
53 Bab 53 Kepergian Bisma
54 Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55 Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56 Bab 56 Perhatian Sigit
57 Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58 Bab 58 Pov Hilman
59 Bab 59 Pov Hilman2
60 Bab 60 Keinginan Hilman
61 Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62 Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63 Bab 63 Keputusan Ajeng
64 Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65 Bab 65 Terbiasa Sendiri
66 Bab 66 Prahara Duka Dewi
67 Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68 Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69 Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70 Bab 70 Dr. Fransiska
71 Bab 71 Lamaran Mayang
72 Bab 72 Tempat Tugas Baru
73 Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74 Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75 Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76 Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77 Bab 77 Kedatangan Bisma
78 Bab 78 Pernikahan Mayang
79 Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80 Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81 Bab 81 Bertemu Dimas
82 Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83 Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84 Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85 Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86 Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87 Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88 Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89 Bab 89 Rencana Wirya
90 Bab 90 Pengakuan Lala
91 Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92 Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93 Bab 93 Bertemu Teman Lama
94 Bab 94 Dewi Dipermalukan
95 Bab 95 Tetangga Baru
96 Bab 96 Bertemu Ibnu
97 Bab 97 Proposal Bisma
98 Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99 Bab 99 Dijemput Bisma
100 Bab 100 Ajakan Bisma
101 Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102 Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103 Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104 Bab 104 Cerita Mayang
105 Bab 105 Insiden Acara Mayang
106 Bab 106 Fakta Sebenarnya
107 Bab 107 Pov Bisma
108 Bab 108 Ancaman Bisma
109 Bab 109 Siasat Siska
110 Bab 110 Senjata Makan Tuan
111 Bab 111 Ajeng Opname
112 Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113 Bab 113 Over Dosis
114 Bab 114 Rencana Gugatan
115 Bab 115 Asisten Dadakan
116 Bab 116 Perasaan Bisma
117 Bab 117 Apa Mungkin?
118 Bab 118 Investigasi Bisma
119 Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120 Bab 120 Keberangkatan Bisma
121 Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122 Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123 Bab 123 Dilema Ajeng
124 Bab 124 Menuju Takdir
125 Bab 125 Lalat Pengganggu
126 Bab 126 Tiba-tiba Sah
127 Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128 Bab 128 Pov Bisma
129 Bab 129 Tugas Mendadak
130 Bab 130 Bisma Sakit
131 Bab 131 Perawat Spesial
132 Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133 Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134 Bab 134 Pamit Pulang
135 Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136 Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137 Bab 137 Makanan Pembuka
138 Bab 138 Kita Bikin Romantis
139 Bab 139 The Pillow Talk
140 Bab 140 Kekesalan Ajeng
141 Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142 Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143 Bab 143 Makanan Penutup
144 Bab 144 Kenekatan Siska
145 Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146 Bab 146 Keputusasaan Siska
147 Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148 Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149 Bab 149 Kedatangan Ajeng
150 Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151 Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152 Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153 Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154 Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155 Bab 155 Pengakuan Darmawan
156 Bab 156 Pelantikan Bisma
157 Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158 Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159 Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160 Bab 160 Ajeng Pingsan
161 Bab 161 Kabar Bahagia
162 Bab 162 Morning sickness
163 Bab 163 Kegundahan Bisma
164 Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165 Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166 Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167 Bab 167 Pesona Bumil
168 Bab 168 Persiapan Lahiran
169 Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170 Bab 170 Lahirnya Bisma Junior
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Bab 1 Awal Mula
2
Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3
Bab 3 Mencoba Bertahan
4
Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5
Bab 5 Nasehat Sari
6
Bab 6 Memulai Usaha
7
Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8
Bab 8 Suami Tak Berhati
9
Bab 9 Mari Kita Berpisah
10
Bab 10 Nasehat Nurita
11
Bab 11 Curhat Ajeng
12
Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13
Bab 13 Resign
14
Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15
Bab 15 Amarah Bisma
16
Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17
Bab 17 Masa Lalu Deby
18
Bab 18 Sisi Lain Deby
19
Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20
Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21
Bab 21 Makan Siang Bersama
22
Bab 22 Ajeng Mendua?
23
Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24
Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25
Bab 25 Merasakan Cemburu
26
Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27
Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28
Bab 28 Ingin Mendekat
29
Bab 29 Marah Tak Beralasan
30
Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31
Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32
Bab 32 Kekesalan Ibnu
33
Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34
Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35
Bab 35 Usaha Deby
36
Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37
Bab 37 Kekecewaan Deby
38
Bab 38 Melanjutkan Rencana
39
Bab 39 Semakin Mendekat
40
Bab 40 Keisengan Bisma
41
Bab 41 Pengakuan Bisma
42
Bab 42 Kekecewaan Bisma
43
Bab 43 Siapa Pembelinya?
44
Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45
Bab 45 Curhat Hilman
46
Bab 46 Curhat Deby
47
Bab 47 Keinginan Rujuk
48
Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49
Bab 49 Kemarahan Ajeng
50
Bab 50 Penyesalan Bisma
51
51 Kesedihan Bisma
52
Bab 52 Keputusan Bisma
53
Bab 53 Kepergian Bisma
54
Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55
Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56
Bab 56 Perhatian Sigit
57
Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58
Bab 58 Pov Hilman
59
Bab 59 Pov Hilman2
60
Bab 60 Keinginan Hilman
61
Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62
Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63
Bab 63 Keputusan Ajeng
64
Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65
Bab 65 Terbiasa Sendiri
66
Bab 66 Prahara Duka Dewi
67
Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68
Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69
Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70
Bab 70 Dr. Fransiska
71
Bab 71 Lamaran Mayang
72
Bab 72 Tempat Tugas Baru
73
Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74
Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75
Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76
Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77
Bab 77 Kedatangan Bisma
78
Bab 78 Pernikahan Mayang
79
Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80
Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81
Bab 81 Bertemu Dimas
82
Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83
Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84
Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85
Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86
Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87
Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88
Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89
Bab 89 Rencana Wirya
90
Bab 90 Pengakuan Lala
91
Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92
Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93
Bab 93 Bertemu Teman Lama
94
Bab 94 Dewi Dipermalukan
95
Bab 95 Tetangga Baru
96
Bab 96 Bertemu Ibnu
97
Bab 97 Proposal Bisma
98
Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99
Bab 99 Dijemput Bisma
100
Bab 100 Ajakan Bisma
101
Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102
Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103
Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104
Bab 104 Cerita Mayang
105
Bab 105 Insiden Acara Mayang
106
Bab 106 Fakta Sebenarnya
107
Bab 107 Pov Bisma
108
Bab 108 Ancaman Bisma
109
Bab 109 Siasat Siska
110
Bab 110 Senjata Makan Tuan
111
Bab 111 Ajeng Opname
112
Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113
Bab 113 Over Dosis
114
Bab 114 Rencana Gugatan
115
Bab 115 Asisten Dadakan
116
Bab 116 Perasaan Bisma
117
Bab 117 Apa Mungkin?
118
Bab 118 Investigasi Bisma
119
Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120
Bab 120 Keberangkatan Bisma
121
Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122
Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123
Bab 123 Dilema Ajeng
124
Bab 124 Menuju Takdir
125
Bab 125 Lalat Pengganggu
126
Bab 126 Tiba-tiba Sah
127
Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128
Bab 128 Pov Bisma
129
Bab 129 Tugas Mendadak
130
Bab 130 Bisma Sakit
131
Bab 131 Perawat Spesial
132
Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133
Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134
Bab 134 Pamit Pulang
135
Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136
Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137
Bab 137 Makanan Pembuka
138
Bab 138 Kita Bikin Romantis
139
Bab 139 The Pillow Talk
140
Bab 140 Kekesalan Ajeng
141
Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142
Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143
Bab 143 Makanan Penutup
144
Bab 144 Kenekatan Siska
145
Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146
Bab 146 Keputusasaan Siska
147
Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148
Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149
Bab 149 Kedatangan Ajeng
150
Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151
Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152
Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153
Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154
Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155
Bab 155 Pengakuan Darmawan
156
Bab 156 Pelantikan Bisma
157
Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158
Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159
Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160
Bab 160 Ajeng Pingsan
161
Bab 161 Kabar Bahagia
162
Bab 162 Morning sickness
163
Bab 163 Kegundahan Bisma
164
Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165
Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166
Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167
Bab 167 Pesona Bumil
168
Bab 168 Persiapan Lahiran
169
Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170
Bab 170 Lahirnya Bisma Junior

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!