Bab 3 Mencoba Bertahan

Empat bulan pernikahan mereka lalui tetap dalam kebekuan. Ajeng masih berusaha meraih hati suaminya. Tapi Bisma tetap dingin tak tersentuh. Ia tak henti-hentinya memohon pada Yang Kuasa untuk membukakan hati sang suami agar rumah tangga mereka berjalan dalam koridor yang disyariatkan.

Malam belum terlalu larut. Ajeng sudah mempersiapkan diri. Dua pekan suaminya tidak pulang ke rumah karena melihat perkebunan teh mereka yang ada di Bandung dan dikelola sepupunya Angga.

Sesudah makam malam ia beberes dengan cepat. Ia hafal suaminya tidak menyukai keramaian. Di rumah mereka yang mewah, Ajeng memang tidak mempekerjakan art untuk membantunya sehari-hari.

Ia tau, Bisma tidak mau ada orang luar yang mengganggu aktivitasnya di dalam rumah. Hanya secara berkala ia memanggil jasa art untuk membersihkan rumahnya dari debu yang tak terjangkau jika Bisma masih belum kembali  dari luar kota.

Ia memasang wewangian dan parfum yang lembut dileher dan pergelangan tangannya. Ia yakin dua minggu berjauhan akan membuat suaminya merindukan kehangatan darinya.

Senyum tak lekang dari wajah ayunya, membayangkan kemesraan yang tak lama lagi akan ia arungi bersama Bisma. Untuk menunggu sang suami yang ia lihat selesai makan memasuki ruang kerjanya, akhirnya Ajeng meraih ponsel untuk mengatasi rasa bosan menunggu.

Ajeng terbangun begitu sayup-sayup suara Azan bergema. Ia meraba samping. Tempat tidurnya dingin, berarti Bisma tidur di ruang kerjanya. Semalaman ia menunggu, ternyata pekerjaan lebih menarik bagi suaminya ketimbang istri yang begitu merindukannya.

Ajeng mengusap dada. Miris ....

Entah sampai kapan ia sanggup menjalani pernikahan seperti ini. Bisma  seperti bayangan dalam hidupnya. Ada, tapi seperti tiada. Ia tak mampu menjangkaunya.

Saat hendak bangun kepalanya terasa berat. Pandangannya terasa berkunang-kunang. Tapi Ajeng tetap memaksakan diri. Ia harus menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya. Ia hafal kebiasaan suaminya yang tidak suka jajan di luaran jika sudah berada di rumah.

Mertuanya yang baik hati telah mewariskan tidak hanya kekayaan dan barang branded padanya  tetapi juga ilmu kuliner yang ia miliki. Sehingga kemahiran Ajeng dalam memasak 11 12 lah sama mama mertua kesayangannya.

Setelah melaksanakan kewajiban sebagai hamba yang selalu bersyukur, Ajeng dengan memijit kepalanya yang masih berdenyut berjalan perlahan menuju dapur.

Dengan segenap kekuatan yang ada ia mengeluarkan sayuran dan dua butir telur yang akan digunakan untuk tambahan nasi goreng seafood. Udang dan baso yang tersedia membuat racikan nasi goreng bikinannya mengeluarkan aroma yang membuat rasa lapar.

Bisma keluar dari ruang kerjanya dengan kaos pol* dan celana training. Itulah dinas seharinya jika berada di rumah. Ajeng tak berani lama memandang wajah tampan suaminya yang berselimut salju.

Tidak ada percakapan yang terjadi selama sarapan berlangsung. Ajeng sudah sangat hafal apa yang dimaui suaminya. Biasanya selesai sarapan pagi, Bisma akan pergi ke rumah mamanya sendirian.

Tumben kali ini ia masih betah di kursi tanpa ada keinginan untuk bangkit dan melanjutkan rutinitas akhir pekannya.

“Ada yang ingin ku bicarakan,” suara bariton Bisma mengentikan aktivitas Ajeng yang telah menyatukan piring kotor untuk segera ia cuci, “Duduklah ....”

Ajeng menuruti keinginan suaminya. Dan segera mendudukkan diri tepat di hadapan Bisma yang kini menatapnya dengan sorot yang tidak bisa ditebak.

Ruangan makan hening sesaat. Bisma membuang muka dan menghela nafas dalam-dalam. Tanpa berpikiran negatif Ajeng tersenyum melihat wajah gelisah suaminya.

“Apa ada masalah mas?” Ajeng bertanya dengan hati-hati.

“Aku ingin kita mengakhiri sandiwara ini,” ucapan Bisma begitu dingin.

“Sandiwara? Maksudnya?”  Ajeng belum paham perkataan suaminya.

“Pernikahan ini bukanlah seperti yang ku harapkan,” ujar Bisma, “Aku pun yakin kamu tersiksa dengan rumah tangga kita.”

Ajeng menggelengkan kepala, berusaha menolak kebenaran yang disampaikan Bisma. Ia tidak ingin mendengarnya dan menganggap itu hanya omong kosong.

Empat bulan ini ia berusaha belajar dan bersyukur dengan segala apa yang miliki. Walau pun sebagai seorang istri kekurangan nafkah batin, tidak lantas membuatnya melupakan anugerah yang ia dapat berupa harta dan mertua yang selalu mendukungnya.

“Aku tidak ingin berdosa lebih besar karena membiarkan istri yang harusnya ku bimbing tapi .... “

“Aku redho dengan semuanya mas. Tapi ku mohon, jangan akhiri pernikahan ini,” dengan cepat Ajeng memotong ucapan Bisma.

Ia kasian dengan bapak di kampung serta Dimas. Apa tanggapan keluarga di sana jika ia harus berpisah dan menyandang status sebagai janda?

Ajeng menggelengkan kepala berharap bahwa semua ini hanya mimpi dan ia segera terbangun dari mimpi panjangnya.

“Aku tidak bisa menjalani lebih lama lagi. Dunia kita berbeda. Dan aku pun tidak bisa menjadi suami sempurna untukmu,” tegas Bisma.

“Mas, aku mohon.... “ Ajeng mengharap belas kasih Bisma.

Ia sudah terlanjur sayang pada suaminya yang sampai detik ini masih dingin dan kaku. Ia tak ingin berpisah.

“Kamu tidak akan kekurangan walau pun kita berpisah,” ujar Bisma datar.

Ia yakin dengan pemikirannya, bahwa Ajeng mengkhawatirkan kehidupannya yang selama ini dihujani kemewahan akan berakhir dengan perpisahan mereka.

“Bukan seperti itu .... “ Ajeng menggelengkan kepala.

Ia tau isi kepala sang suami yang selalu menganggapnya matre karena barang-barang branded yang selalu bertambah setiap minggu.

Bukan keinginan Ajeng untuk shopping, tetapi mertuanya dan Mayang sering minta ia temani untuk cuci mata di akhir pekan. Sebagai menantu yang baik, ia selalu menyempatkan diri untuk menemani keduanya setiap panggilan datang.

“Aku tau, setiap wanita semua sama. Jangan khawatir akan masa depanmu ....” Bisma menjadi tak sabar karena Ajeng menolak keinginannya.

“Biarkan aku memikirkan semuanya .... “ lirih Ajeng.

Ia memegang erat sisi meja saat hendak bangkit dari duduknya.  Hanya itu kekuatan yang ia punya agar tetap mampu berdiri dengan kokoh di hadapan suaminya.

Tak sanggup ia terus duduk di hadapan Bisma yang begitu memaksa untuk berpisah. Ia redha dan ikhlas dengan segala sikap Bisma yang tetap dingin.  Ia pun yakin masih mampu bertahan dengan pernikahan yang begitu dingin tanpa ada kehangatan dan sikap mesra satu sama lain.

Begitu bangkit, kepalanya terasa berputar. Ajeng sudah tidak merasakan apa-apa lagi selain kelukaan akibat percakapan Bisma yang telah membuat hatinya terkoyak.

“Jeng .... “ samar-samar  ia mendengar suara  Nurita dengan tepukan lembut di pipinya.

Matanya terasa berat untuk dibuka dengan kepala yang berdenyut bertalu-talu. Ia tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya.

“Dek .... “ kembali ia mendengar suara Mayang.

“Biar saja bu. Mungkin ini bawaan hamil muda hingga mbak Ajeng pingsan. Jangan khawatir .... “  dr. Ergi Sihotang, SpOg yang biasa menangani Mayang yang sedang menjalani program kehamilan bersam suaminya Rudi Anggoro menjelaskan pada Nurita dan Mayang.

“Alhamdulillah ya Allah .... “ Nurita mengucap syukur mendengar penjelasan dr. Ergi dan memeluk Mayang dengan perasaan bahagia.

Bisma yang baru saja mengurus administrasi dan masuk dalam ruangan tidak mengerti dengan raut mamanya yang terlihat bahagia dengan bibirnya yang terus menerus mengucap syukur.

“Apa yang terjadi ma?” Ia tak bisa menahan rasa ingin tahu.

“Ajeng hamil nak. Hari ini mama merasa sangat bahagia .... “  Nurita kini memeluk Bisma dan menangis terharu.

Bisma tercekat. Baru saja ia menyampaikan keinginannya untuk berpisah dengan istrinya. Ternyata semesta berkehendak lain.

Kini Ajeng mendengar semua pembicaraan dengan jelas. Rasa bahagia berbalut luka hinggap di hatinya. Ia tau, Allah lah yang telah mengatur semuanya. Mungkin ini jawaban do’anya agar bisa bertahan dalam rumah tangga yang baru seumur jagung ia jalani.

“Bantu bunda untuk tetap kuat ya sayang .... “ lirih Ajeng berkata sambil membelai perutnya yang masih tampak rata.

Ia yakin, dengan adanya buah cinta  yang kini bersemayam di dalam rahimnya akan menguatkan dirinya untuk berjuang dalam merebut hati suaminya agar memiliki setitik  rasa kasih demi keluarga kecil mereka di masa depan.

***Segala bentuk dukungan sangat Otor harapkan dari para pembacaku tersayang ....***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

haduh....nyeseknyaaaa

2024-11-08

0

Sera

Sera

semangat thor

2024-05-17

1

Uthie

Uthie

menarik ceritanya 👍👍👍

2023-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal Mula
2 Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3 Bab 3 Mencoba Bertahan
4 Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5 Bab 5 Nasehat Sari
6 Bab 6 Memulai Usaha
7 Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8 Bab 8 Suami Tak Berhati
9 Bab 9 Mari Kita Berpisah
10 Bab 10 Nasehat Nurita
11 Bab 11 Curhat Ajeng
12 Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13 Bab 13 Resign
14 Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15 Bab 15 Amarah Bisma
16 Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17 Bab 17 Masa Lalu Deby
18 Bab 18 Sisi Lain Deby
19 Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20 Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21 Bab 21 Makan Siang Bersama
22 Bab 22 Ajeng Mendua?
23 Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24 Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25 Bab 25 Merasakan Cemburu
26 Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27 Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28 Bab 28 Ingin Mendekat
29 Bab 29 Marah Tak Beralasan
30 Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31 Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32 Bab 32 Kekesalan Ibnu
33 Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34 Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35 Bab 35 Usaha Deby
36 Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37 Bab 37 Kekecewaan Deby
38 Bab 38 Melanjutkan Rencana
39 Bab 39 Semakin Mendekat
40 Bab 40 Keisengan Bisma
41 Bab 41 Pengakuan Bisma
42 Bab 42 Kekecewaan Bisma
43 Bab 43 Siapa Pembelinya?
44 Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45 Bab 45 Curhat Hilman
46 Bab 46 Curhat Deby
47 Bab 47 Keinginan Rujuk
48 Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49 Bab 49 Kemarahan Ajeng
50 Bab 50 Penyesalan Bisma
51 51 Kesedihan Bisma
52 Bab 52 Keputusan Bisma
53 Bab 53 Kepergian Bisma
54 Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55 Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56 Bab 56 Perhatian Sigit
57 Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58 Bab 58 Pov Hilman
59 Bab 59 Pov Hilman2
60 Bab 60 Keinginan Hilman
61 Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62 Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63 Bab 63 Keputusan Ajeng
64 Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65 Bab 65 Terbiasa Sendiri
66 Bab 66 Prahara Duka Dewi
67 Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68 Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69 Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70 Bab 70 Dr. Fransiska
71 Bab 71 Lamaran Mayang
72 Bab 72 Tempat Tugas Baru
73 Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74 Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75 Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76 Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77 Bab 77 Kedatangan Bisma
78 Bab 78 Pernikahan Mayang
79 Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80 Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81 Bab 81 Bertemu Dimas
82 Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83 Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84 Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85 Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86 Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87 Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88 Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89 Bab 89 Rencana Wirya
90 Bab 90 Pengakuan Lala
91 Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92 Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93 Bab 93 Bertemu Teman Lama
94 Bab 94 Dewi Dipermalukan
95 Bab 95 Tetangga Baru
96 Bab 96 Bertemu Ibnu
97 Bab 97 Proposal Bisma
98 Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99 Bab 99 Dijemput Bisma
100 Bab 100 Ajakan Bisma
101 Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102 Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103 Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104 Bab 104 Cerita Mayang
105 Bab 105 Insiden Acara Mayang
106 Bab 106 Fakta Sebenarnya
107 Bab 107 Pov Bisma
108 Bab 108 Ancaman Bisma
109 Bab 109 Siasat Siska
110 Bab 110 Senjata Makan Tuan
111 Bab 111 Ajeng Opname
112 Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113 Bab 113 Over Dosis
114 Bab 114 Rencana Gugatan
115 Bab 115 Asisten Dadakan
116 Bab 116 Perasaan Bisma
117 Bab 117 Apa Mungkin?
118 Bab 118 Investigasi Bisma
119 Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120 Bab 120 Keberangkatan Bisma
121 Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122 Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123 Bab 123 Dilema Ajeng
124 Bab 124 Menuju Takdir
125 Bab 125 Lalat Pengganggu
126 Bab 126 Tiba-tiba Sah
127 Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128 Bab 128 Pov Bisma
129 Bab 129 Tugas Mendadak
130 Bab 130 Bisma Sakit
131 Bab 131 Perawat Spesial
132 Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133 Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134 Bab 134 Pamit Pulang
135 Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136 Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137 Bab 137 Makanan Pembuka
138 Bab 138 Kita Bikin Romantis
139 Bab 139 The Pillow Talk
140 Bab 140 Kekesalan Ajeng
141 Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142 Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143 Bab 143 Makanan Penutup
144 Bab 144 Kenekatan Siska
145 Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146 Bab 146 Keputusasaan Siska
147 Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148 Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149 Bab 149 Kedatangan Ajeng
150 Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151 Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152 Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153 Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154 Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155 Bab 155 Pengakuan Darmawan
156 Bab 156 Pelantikan Bisma
157 Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158 Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159 Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160 Bab 160 Ajeng Pingsan
161 Bab 161 Kabar Bahagia
162 Bab 162 Morning sickness
163 Bab 163 Kegundahan Bisma
164 Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165 Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166 Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167 Bab 167 Pesona Bumil
168 Bab 168 Persiapan Lahiran
169 Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170 Bab 170 Lahirnya Bisma Junior
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Bab 1 Awal Mula
2
Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3
Bab 3 Mencoba Bertahan
4
Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5
Bab 5 Nasehat Sari
6
Bab 6 Memulai Usaha
7
Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8
Bab 8 Suami Tak Berhati
9
Bab 9 Mari Kita Berpisah
10
Bab 10 Nasehat Nurita
11
Bab 11 Curhat Ajeng
12
Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13
Bab 13 Resign
14
Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15
Bab 15 Amarah Bisma
16
Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17
Bab 17 Masa Lalu Deby
18
Bab 18 Sisi Lain Deby
19
Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20
Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21
Bab 21 Makan Siang Bersama
22
Bab 22 Ajeng Mendua?
23
Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24
Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25
Bab 25 Merasakan Cemburu
26
Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27
Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28
Bab 28 Ingin Mendekat
29
Bab 29 Marah Tak Beralasan
30
Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31
Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32
Bab 32 Kekesalan Ibnu
33
Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34
Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35
Bab 35 Usaha Deby
36
Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37
Bab 37 Kekecewaan Deby
38
Bab 38 Melanjutkan Rencana
39
Bab 39 Semakin Mendekat
40
Bab 40 Keisengan Bisma
41
Bab 41 Pengakuan Bisma
42
Bab 42 Kekecewaan Bisma
43
Bab 43 Siapa Pembelinya?
44
Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45
Bab 45 Curhat Hilman
46
Bab 46 Curhat Deby
47
Bab 47 Keinginan Rujuk
48
Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49
Bab 49 Kemarahan Ajeng
50
Bab 50 Penyesalan Bisma
51
51 Kesedihan Bisma
52
Bab 52 Keputusan Bisma
53
Bab 53 Kepergian Bisma
54
Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55
Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56
Bab 56 Perhatian Sigit
57
Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58
Bab 58 Pov Hilman
59
Bab 59 Pov Hilman2
60
Bab 60 Keinginan Hilman
61
Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62
Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63
Bab 63 Keputusan Ajeng
64
Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65
Bab 65 Terbiasa Sendiri
66
Bab 66 Prahara Duka Dewi
67
Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68
Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69
Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70
Bab 70 Dr. Fransiska
71
Bab 71 Lamaran Mayang
72
Bab 72 Tempat Tugas Baru
73
Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74
Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75
Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76
Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77
Bab 77 Kedatangan Bisma
78
Bab 78 Pernikahan Mayang
79
Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80
Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81
Bab 81 Bertemu Dimas
82
Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83
Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84
Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85
Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86
Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87
Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88
Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89
Bab 89 Rencana Wirya
90
Bab 90 Pengakuan Lala
91
Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92
Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93
Bab 93 Bertemu Teman Lama
94
Bab 94 Dewi Dipermalukan
95
Bab 95 Tetangga Baru
96
Bab 96 Bertemu Ibnu
97
Bab 97 Proposal Bisma
98
Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99
Bab 99 Dijemput Bisma
100
Bab 100 Ajakan Bisma
101
Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102
Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103
Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104
Bab 104 Cerita Mayang
105
Bab 105 Insiden Acara Mayang
106
Bab 106 Fakta Sebenarnya
107
Bab 107 Pov Bisma
108
Bab 108 Ancaman Bisma
109
Bab 109 Siasat Siska
110
Bab 110 Senjata Makan Tuan
111
Bab 111 Ajeng Opname
112
Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113
Bab 113 Over Dosis
114
Bab 114 Rencana Gugatan
115
Bab 115 Asisten Dadakan
116
Bab 116 Perasaan Bisma
117
Bab 117 Apa Mungkin?
118
Bab 118 Investigasi Bisma
119
Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120
Bab 120 Keberangkatan Bisma
121
Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122
Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123
Bab 123 Dilema Ajeng
124
Bab 124 Menuju Takdir
125
Bab 125 Lalat Pengganggu
126
Bab 126 Tiba-tiba Sah
127
Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128
Bab 128 Pov Bisma
129
Bab 129 Tugas Mendadak
130
Bab 130 Bisma Sakit
131
Bab 131 Perawat Spesial
132
Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133
Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134
Bab 134 Pamit Pulang
135
Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136
Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137
Bab 137 Makanan Pembuka
138
Bab 138 Kita Bikin Romantis
139
Bab 139 The Pillow Talk
140
Bab 140 Kekesalan Ajeng
141
Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142
Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143
Bab 143 Makanan Penutup
144
Bab 144 Kenekatan Siska
145
Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146
Bab 146 Keputusasaan Siska
147
Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148
Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149
Bab 149 Kedatangan Ajeng
150
Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151
Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152
Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153
Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154
Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155
Bab 155 Pengakuan Darmawan
156
Bab 156 Pelantikan Bisma
157
Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158
Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159
Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160
Bab 160 Ajeng Pingsan
161
Bab 161 Kabar Bahagia
162
Bab 162 Morning sickness
163
Bab 163 Kegundahan Bisma
164
Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165
Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166
Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167
Bab 167 Pesona Bumil
168
Bab 168 Persiapan Lahiran
169
Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170
Bab 170 Lahirnya Bisma Junior

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!