Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna

“Dzolim sekali suamimu,” Sari berkata dengan geram setelah Ajeng mengakhiri ceritanya.

“Aku sudah berusaha memaklumi semuanya Sar,” ujar Ajeng lesu, “Aku ridho walau pun mas Bisma tidak seperti suami kebanyakan.”

“Lebih baik  berpisah. Secara hukum agama memang telah jatuh talak dan kalian tidak bisa berkumpul lagi,” Sari menjelaskan secara gamblang.

“Aku malu dengan keluarga di kampung Sar,” lirih Ajeng yang kini sudah mulai tenang dari isaknya.

“Apa  selamanya kamu mau hidup tersiksa dalam penikahan yang tidak sehat?” Sari menatapnya dengan gemas.

“Aku tidak ingin orang kampung menertawakan kegagalan rumah tanggaku,” Ajeng berterus terang akan alasannya mencoba bertahan.

“Ha ha  ha ...” Sari tertawa miris, “Tampaknya kamu perlu dibangunkan dari mimpi buruk yang bernama pernikahan.”

“Bukankah Allah membenci perceraian?” Ajeng berusaha keukeuh dengan pendapat pribadinya.

“Dengar bu Ajeng yang terhormat!” Sari mulai gemas dengan pemikiran lelet Ajeng dengan kehidupan rumah tangganya yang tidak sehat.

“Sar .... “ Ajeng sadar dengan keseriusan Sari.

“Pernikahan merupakan sunah Rasulullah. Di dalamnya diharapkan tercapainya keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah. Sebagaimana firman Allah dalam Qur’an surah ar-Rum ayat 21 :

‘Wa min Aayaatihiii an khalaqa lakum min anfusikum azwaajal litaskunuuu ilaihaa wa ja’ala bainakum mawad datanw wa rahmah; inna fii zaalika la Aayaatil liqawminy yatafakkaruun.’

Yang artinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Ajeng terdiam mendengar ucapan Sari yang memang sangat benar. Tapi logikanya masih menolak untuk menerima semua  yang dipaparkan Sari.

“Apakah rumah tangga yang Bisma telah bersumpah atas nama Allah di hadapan semua saksi telah memberikan sakinah yang artinya tenang atau tenteram, mawadah artinya cinta kasih, dan warahmah yang berarti rahmat berjalan dalam rumah tangga kalian ?” tantang Sari.

Ajeng tak bersuara mendengar Sari yang terus menyampaikan semua kebenaran yang masih berperang dalam otaknya untuk memilah.

“Jadi kalimat sakinah mawadah warahmah ini sesuai dengan apa yang ada di dalam ayat 21 Surat Ar-Rum tersebut. Allah  telah menciptakan manusia untuk saling berpasangan. Antara  istri dan suami untuk mendapatkan ketenangan, ketenteraman, dan saling mencurahkan kasih sayang.”

Ajeng semakin tergugu dengan penjelasan panjang lebar dan tausiyah yang disampaikan Sari padanya.

Melihat Ajeng yang mulai manggut-manggut mendengar perkataannya, Sari semakin bersemangat untuk membuka hati dan pemikiran Ajeng yang tertutup akan rasa gengsi jika harus berpisah dengan suami tajirnya.

“Kamu tau Jeng,” sapaan Sari kembali normal, karena ia yakin Ajeng mulai bisa  mengontrol kesedihannya, “Pernikahan itu adalah ibadah seumur hidup yang kita jalani. Setiap pekerjaan yang kita lakukan akan mendatangkan kebaikan yang bernilai pahala di sisi Allah.”

“Mas Bisma salatnya tepat waktu dan tidak pernah lalai .... “ Ajeng mengingat  tentang kebiasaan ayahnya Lala.

Itulah yang membuatnya kagum saat pertama kali  bertemu Bisma yang tidak pernah melewatkan waktu begitu panggilan azan tiba. Tidak seperti rekan kerjanya yang mengerjakan tetapi terkadang di akhir waktu. Bahkan ada yang lalai dan tidak mempedulikan seruan azan.

“Heleh ... “ Sari menggumam, “Banyak yang salat, tapi lalai dalam tanggung jawab lain. Dalam agama kita begitu pernikahan terjadi, pasangan suami istri harus bekerja sama dalam  menciptakan baiti jannati. Artinya menciptakan tempat tinggal yang layaknya surga.

Tak harus rumah yang megah atau mewah, tetapi yang paling penting bahwa rumah yang dihuni membawa kebahagiaan dan keberkahan. Dengan demikian, penghuni yang bertempat tinggal dalam rumah tersebut pun mendapatkan kebaikan dan tidak hanya di dunia bahkan di akhirat nantinya.”

Ajeng terpekur menyadari kebenaran semua perkataan Sari. Ia tidak bisa mengelak bahwa semua yang diucapkan Sari tidak tercipta dalam rumah tangganya bersama Bisma.

“Lebih bagus suami dzolim-mu itu melepasmu sekarang. Jika kamu bersikukuh mempertahankan rumah tanggamu dengan segala usaha yang telah kamu lakukan, tapi tidak membuat Bisma  berubah, dia yang akan berdosa. Kamu selamanya akan menyiksa diri dalam pernikahan yang tidak sehat.”

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” kini Ajeng mulai pasrah setelah logikanya mulai berjalan.

“Bukankah suami tajirmu telah menjatuhkan talak? Apalagi yang kamu tunggu? Buktikan bahwa kamu mampu berdiri di atas kakimu sendiri,” Sari berkata dengan berapi-api.

“Yah, aku telah menjadi janda sekarang .... “ Ajeng berkata dengan getir.

“Jendes tajir melintir. Jangan lupa itu,” Sari berkata dengan senyumnya yang mengembang.

“Jangan meledek,” Ajeng mencibirkan bibirnya mendengar candaan Sari.

“Emang lo pantas disebut janda merana?” pancing Sari yang akhirnya membuat wajah sendu Ajeng langsung berubah.

Ia tak terima dibilang janda merana. Teman sekantornya saja satu pun tidak ada yang tau kondisi rumah tangganya  yang sudah tercerai berai. Walau ia sadar  kinerjanya sangat menurun akhir-akhir ini.

Ia tidak memiliki  semangat dalam bekerja. Pikirannya terporsir akan nasib yang bakal ia jalani bersama buah hatinya di masa depan. Dengan bekerja ia berharap beban pikirannya akan berkurang. Walau kenyataannya setiap kembali ke rumah, hatinya kembali hampa.

“Gimana bisnismu di Malang?” pancing Sari, “Ku dengar udah mulai bangun kost-kost an serta laundry?”

“Alhamdulillah udah mulai lancar,” Ajeng berkata lesu, “Aku masih kekurangan sedikit modal.... “

“Apa kamu gak memiliki tabungan lain?” kejar Sari.

“Ada sih. Tapi itu tabungan Lala yang dikirim  bulanan  ayahnya,” Ajeng mengingat jumlah nominal yang lumayan besar.

“Kuras aja. Kan memang itu mampunya  mantan suamimu memberikan nominal tanpa seri,” Sari berkata penuh semangat.

“Lha ustadzah Sari matre  juga .... “ Ajeng menggelengkan kepala melihat tingkah  sahabatnya yang telah berhasil membangunkan dari mimpi terburuknya.

“Ini untuk kebaikanmu dan Lala di masa depan. Aku yakin, kamu bisa produktif  jika fokus pada satu hal. Tinggalkan hal yang membuat langkah buntu. Dan fokus dengan yang lain, yang membuat kita bisa dihargai,” sambung Sari serius.

“Omonganmu masuk akal sekarang,” Ajeng kini manggut-manggut.

“Bukankah dari dulu aku selalu benar, dan kamu yang paling pintar?” Sari tersenyum puas melihat Ajeng mulai ceria kembali.

“Sudah selesai curhatnya?” ustadz Zakri yang membawa troli berisi full belanjaan  kini tiba di hadapan mereka.

“Maaf ustadz, saya mengganggu waktu istrinya,” Ajeng merasa sungkan melihat lelaki kharismatik yang kini memandang sahabatnya lekat.

“Hati-hati naksir ustadzku,” canda Sari, “Aku sih ga masalah nambah adik madu seperti bu Ajeng ini...”

“Hus!”  ustadz Zakri menggelengkan kepala mendengar ucapan istrinya.

“Astaghfirullahaladjim .... “ mata Ajeng membulat seketika.

“Aduh!” Sari menjerit kecil ketika jemarinya dicubit Ajeng dengan bibir mengerucut memperoloknya, “Mentang-mentang jendes melendes. Upsss!”

“Umi... “ ustadz Zakri terkejut mendengar ucapan istrinya, “Gak baik ngomong seperti itu umii .... “

“Betul ustadz,” Ajeng menganggukkan kepala membenarkan ucapan sahabatnya, “Terima kasih atas waktu yang ustadz berikan untuk kami berdua. Terima kasih Sar. Kamu audara perempuan terbaik yang ku miliki saat ini.”

Sari membalas pelukan Ajeng sambil mengusap punggungnya untuk menamba kekuatan pada teman seperjuangannya saat SMP hingga SMA. Ia merasa puas melihat Ajeng yang kini mulai tampa bersemangat.

Wajah sendunya segar kembali. Seperti Ajeng yang ia kenal. Perempuan penuh vitalitas dan menampilkan kesempurnaan saat dipandang.

“Semoga kamu mendapat pengganti yang lebih baik,” ujar Sari menatapnya lekat, “Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar kesanggupan seorang hamba. Dan bersyukurlah kita, karena Allah menguji dan akan meninggikan derajat hamba-Nya yang mampu menjalani dan tetap istiqomah dalam mencari keridhaan Allah.”

“Terima kasih Sar,” mata Ajeng kembali berkaca-kaca mendengar ucapan Sari sebelum keduanya berpisah.

“Tetap semangat!” Sari mengacungkan tangannya ke arah Ajeng dengan senyum terkembang.

“Assalamu’alaikum,” ustadz Zakri pamit sambil menggandeng istrinya berlalu dari hadapan Ajeng.

Sepeninggal Sari dan suaminya, Ajeng bangkit dari kursi. Ia merasakan sesak yang membuatnya susah untuk bernafas menghilang perlahan. Beban di pundak yang membuatnya sulit untuk melangkahpun mulai terasa ringan.

Ia bersyukur memiliki  Sari yang hadir dalam waktu dan kondisi terburuknya. Ucapan dan nasehat Sari telah membuka mata hati dan pikirannya. Ia tidak boleh jatuh dan terbelenggu atas pesona Bisma yang membuatnya buta.

Dengan langkah enteng Ajeng berjalan kembali menuju parkiran untuk kembali ke rumah. Dalam perjalanan pulang, gema azan Magrib mengalun membuatnya mempercepat mobil untuk segera mengadukan segala permasalahan dan jalan yang akan ia ambil pada sang empunya kehidupan.

***Maaf ya\, kecapean persiapan hingga hari raya\, otor flu berat. Tapi otor tetap usahakan up tiap hari. Selamat membaca ya ...***

Terpopuler

Comments

Lilik Juhariah

Lilik Juhariah

setuju.dg sari , mempertahankan akan menambah dosa tiap hari , dosa Bisma terutama , mending cerai

2025-02-28

0

Ds Phone

Ds Phone

semangat untuk hidup tinggal yang menakit kan hati

2025-02-18

0

guntur 1609

guntur 1609

betul tu. buat bisma menyesal dalam hidupnya

2025-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal Mula
2 Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3 Bab 3 Mencoba Bertahan
4 Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5 Bab 5 Nasehat Sari
6 Bab 6 Memulai Usaha
7 Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8 Bab 8 Suami Tak Berhati
9 Bab 9 Mari Kita Berpisah
10 Bab 10 Nasehat Nurita
11 Bab 11 Curhat Ajeng
12 Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13 Bab 13 Resign
14 Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15 Bab 15 Amarah Bisma
16 Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17 Bab 17 Masa Lalu Deby
18 Bab 18 Sisi Lain Deby
19 Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20 Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21 Bab 21 Makan Siang Bersama
22 Bab 22 Ajeng Mendua?
23 Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24 Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25 Bab 25 Merasakan Cemburu
26 Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27 Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28 Bab 28 Ingin Mendekat
29 Bab 29 Marah Tak Beralasan
30 Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31 Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32 Bab 32 Kekesalan Ibnu
33 Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34 Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35 Bab 35 Usaha Deby
36 Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37 Bab 37 Kekecewaan Deby
38 Bab 38 Melanjutkan Rencana
39 Bab 39 Semakin Mendekat
40 Bab 40 Keisengan Bisma
41 Bab 41 Pengakuan Bisma
42 Bab 42 Kekecewaan Bisma
43 Bab 43 Siapa Pembelinya?
44 Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45 Bab 45 Curhat Hilman
46 Bab 46 Curhat Deby
47 Bab 47 Keinginan Rujuk
48 Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49 Bab 49 Kemarahan Ajeng
50 Bab 50 Penyesalan Bisma
51 51 Kesedihan Bisma
52 Bab 52 Keputusan Bisma
53 Bab 53 Kepergian Bisma
54 Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55 Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56 Bab 56 Perhatian Sigit
57 Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58 Bab 58 Pov Hilman
59 Bab 59 Pov Hilman2
60 Bab 60 Keinginan Hilman
61 Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62 Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63 Bab 63 Keputusan Ajeng
64 Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65 Bab 65 Terbiasa Sendiri
66 Bab 66 Prahara Duka Dewi
67 Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68 Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69 Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70 Bab 70 Dr. Fransiska
71 Bab 71 Lamaran Mayang
72 Bab 72 Tempat Tugas Baru
73 Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74 Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75 Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76 Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77 Bab 77 Kedatangan Bisma
78 Bab 78 Pernikahan Mayang
79 Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80 Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81 Bab 81 Bertemu Dimas
82 Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83 Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84 Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85 Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86 Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87 Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88 Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89 Bab 89 Rencana Wirya
90 Bab 90 Pengakuan Lala
91 Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92 Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93 Bab 93 Bertemu Teman Lama
94 Bab 94 Dewi Dipermalukan
95 Bab 95 Tetangga Baru
96 Bab 96 Bertemu Ibnu
97 Bab 97 Proposal Bisma
98 Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99 Bab 99 Dijemput Bisma
100 Bab 100 Ajakan Bisma
101 Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102 Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103 Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104 Bab 104 Cerita Mayang
105 Bab 105 Insiden Acara Mayang
106 Bab 106 Fakta Sebenarnya
107 Bab 107 Pov Bisma
108 Bab 108 Ancaman Bisma
109 Bab 109 Siasat Siska
110 Bab 110 Senjata Makan Tuan
111 Bab 111 Ajeng Opname
112 Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113 Bab 113 Over Dosis
114 Bab 114 Rencana Gugatan
115 Bab 115 Asisten Dadakan
116 Bab 116 Perasaan Bisma
117 Bab 117 Apa Mungkin?
118 Bab 118 Investigasi Bisma
119 Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120 Bab 120 Keberangkatan Bisma
121 Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122 Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123 Bab 123 Dilema Ajeng
124 Bab 124 Menuju Takdir
125 Bab 125 Lalat Pengganggu
126 Bab 126 Tiba-tiba Sah
127 Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128 Bab 128 Pov Bisma
129 Bab 129 Tugas Mendadak
130 Bab 130 Bisma Sakit
131 Bab 131 Perawat Spesial
132 Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133 Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134 Bab 134 Pamit Pulang
135 Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136 Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137 Bab 137 Makanan Pembuka
138 Bab 138 Kita Bikin Romantis
139 Bab 139 The Pillow Talk
140 Bab 140 Kekesalan Ajeng
141 Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142 Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143 Bab 143 Makanan Penutup
144 Bab 144 Kenekatan Siska
145 Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146 Bab 146 Keputusasaan Siska
147 Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148 Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149 Bab 149 Kedatangan Ajeng
150 Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151 Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152 Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153 Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154 Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155 Bab 155 Pengakuan Darmawan
156 Bab 156 Pelantikan Bisma
157 Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158 Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159 Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160 Bab 160 Ajeng Pingsan
161 Bab 161 Kabar Bahagia
162 Bab 162 Morning sickness
163 Bab 163 Kegundahan Bisma
164 Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165 Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166 Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167 Bab 167 Pesona Bumil
168 Bab 168 Persiapan Lahiran
169 Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170 Bab 170 Lahirnya Bisma Junior
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Bab 1 Awal Mula
2
Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3
Bab 3 Mencoba Bertahan
4
Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5
Bab 5 Nasehat Sari
6
Bab 6 Memulai Usaha
7
Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8
Bab 8 Suami Tak Berhati
9
Bab 9 Mari Kita Berpisah
10
Bab 10 Nasehat Nurita
11
Bab 11 Curhat Ajeng
12
Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13
Bab 13 Resign
14
Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15
Bab 15 Amarah Bisma
16
Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17
Bab 17 Masa Lalu Deby
18
Bab 18 Sisi Lain Deby
19
Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20
Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21
Bab 21 Makan Siang Bersama
22
Bab 22 Ajeng Mendua?
23
Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24
Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25
Bab 25 Merasakan Cemburu
26
Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27
Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28
Bab 28 Ingin Mendekat
29
Bab 29 Marah Tak Beralasan
30
Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31
Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32
Bab 32 Kekesalan Ibnu
33
Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34
Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35
Bab 35 Usaha Deby
36
Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37
Bab 37 Kekecewaan Deby
38
Bab 38 Melanjutkan Rencana
39
Bab 39 Semakin Mendekat
40
Bab 40 Keisengan Bisma
41
Bab 41 Pengakuan Bisma
42
Bab 42 Kekecewaan Bisma
43
Bab 43 Siapa Pembelinya?
44
Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45
Bab 45 Curhat Hilman
46
Bab 46 Curhat Deby
47
Bab 47 Keinginan Rujuk
48
Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49
Bab 49 Kemarahan Ajeng
50
Bab 50 Penyesalan Bisma
51
51 Kesedihan Bisma
52
Bab 52 Keputusan Bisma
53
Bab 53 Kepergian Bisma
54
Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55
Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56
Bab 56 Perhatian Sigit
57
Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58
Bab 58 Pov Hilman
59
Bab 59 Pov Hilman2
60
Bab 60 Keinginan Hilman
61
Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62
Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63
Bab 63 Keputusan Ajeng
64
Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65
Bab 65 Terbiasa Sendiri
66
Bab 66 Prahara Duka Dewi
67
Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68
Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69
Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70
Bab 70 Dr. Fransiska
71
Bab 71 Lamaran Mayang
72
Bab 72 Tempat Tugas Baru
73
Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74
Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75
Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76
Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77
Bab 77 Kedatangan Bisma
78
Bab 78 Pernikahan Mayang
79
Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80
Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81
Bab 81 Bertemu Dimas
82
Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83
Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84
Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85
Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86
Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87
Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88
Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89
Bab 89 Rencana Wirya
90
Bab 90 Pengakuan Lala
91
Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92
Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93
Bab 93 Bertemu Teman Lama
94
Bab 94 Dewi Dipermalukan
95
Bab 95 Tetangga Baru
96
Bab 96 Bertemu Ibnu
97
Bab 97 Proposal Bisma
98
Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99
Bab 99 Dijemput Bisma
100
Bab 100 Ajakan Bisma
101
Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102
Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103
Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104
Bab 104 Cerita Mayang
105
Bab 105 Insiden Acara Mayang
106
Bab 106 Fakta Sebenarnya
107
Bab 107 Pov Bisma
108
Bab 108 Ancaman Bisma
109
Bab 109 Siasat Siska
110
Bab 110 Senjata Makan Tuan
111
Bab 111 Ajeng Opname
112
Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113
Bab 113 Over Dosis
114
Bab 114 Rencana Gugatan
115
Bab 115 Asisten Dadakan
116
Bab 116 Perasaan Bisma
117
Bab 117 Apa Mungkin?
118
Bab 118 Investigasi Bisma
119
Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120
Bab 120 Keberangkatan Bisma
121
Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122
Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123
Bab 123 Dilema Ajeng
124
Bab 124 Menuju Takdir
125
Bab 125 Lalat Pengganggu
126
Bab 126 Tiba-tiba Sah
127
Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128
Bab 128 Pov Bisma
129
Bab 129 Tugas Mendadak
130
Bab 130 Bisma Sakit
131
Bab 131 Perawat Spesial
132
Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133
Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134
Bab 134 Pamit Pulang
135
Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136
Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137
Bab 137 Makanan Pembuka
138
Bab 138 Kita Bikin Romantis
139
Bab 139 The Pillow Talk
140
Bab 140 Kekesalan Ajeng
141
Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142
Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143
Bab 143 Makanan Penutup
144
Bab 144 Kenekatan Siska
145
Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146
Bab 146 Keputusasaan Siska
147
Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148
Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149
Bab 149 Kedatangan Ajeng
150
Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151
Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152
Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153
Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154
Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155
Bab 155 Pengakuan Darmawan
156
Bab 156 Pelantikan Bisma
157
Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158
Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159
Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160
Bab 160 Ajeng Pingsan
161
Bab 161 Kabar Bahagia
162
Bab 162 Morning sickness
163
Bab 163 Kegundahan Bisma
164
Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165
Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166
Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167
Bab 167 Pesona Bumil
168
Bab 168 Persiapan Lahiran
169
Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170
Bab 170 Lahirnya Bisma Junior

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!