Bab 20 Tidak Saling Mengenal

Bisma tertegun, ia memang menyadari setelah melahirkan Lala, mobilitas Ajeng semakin tinggi. Di hari Sabtu dan Minggu yang biasanya dihabiskan Ajeng untuk beberes  rumah dan melayani semua kebutuhannya mulai jarang dilakukan.

Memang ia sering melihat ada saudara jauh yang sempat dikenalkan Ajeng bernama Hendra dengan istrinya Asih yang berpakaian  tertutup dan bercadar.

Semenjak itulah istrinya itu lebih banyak beraktivitas di luar. Dan Bisma tidak pernah mempermasalahkan semuanya. Karena sejak awal pun ia membatasi diri untuk berinteraksi.

Ia paling tidak suka diganggu jika sedang fokus dalam ruang kerjanya, entah itu di hari Sabtu maupun Minggu. Karena yang ada dalam otaknya hanya bekerja, sedangkan yang lain nomor sekian.

Kini tatapan Andrean fokus pada Bisma. Matanya mengarah pada Ajeng dan kembali pada Bisma dengan penuh selidik.

“Saya jadi curiga .... “ Andrean berkata dengan kening berkerut, “Apa pak Bisma mengenal bu Ajeng? Atau punya hubungan dekat?”

Sontak pertanyaan Andrean membuat Bisma terkejut. Bagaimana mungkin Andrean yang berprofesi sebagai pengusaha dan menjadi teman seperjalanannya bisa mengambil kesimpulan secepat ini.

“Mengapa pak Andrean bisa berpendapat seperti itu?” Bisma tak tak langsung menjawab.

“Tim penilai akan menyelidiki latar belakang para pelaku UKM dan  UMKN untuk melihat aliran dana dalam proses usaha yang mereka geluti sebelum memberikan penghargaan atas kinerja mereka.

Ini dilakukan untuk mencegah money laundry yang sudah sangat marak. Dan kami mengetahui bahwa usaha bu Ajeng murni dari kantong sendiri. Dan saya sedikit mendapat informasi bahwa bu Ajeng telah berpisah dengan suaminya yang seorang ASN bernama Bisma. Atau hanya kebetulan nama mantan suaminya sama ....?”

Bisma tersenyum kecut tanpa keinginan menjawab pertanyaan Andrean. Ia tidak ingin terjebak dan membenarkan prasangka Andrean yang benar-benar tepat.

“Mengapa hal seperti itu anda dalami? Bukankah itu sudah masuk ranah pribadi?” Bisma berkata dengan perasaan tak nyaman atas pertanyaan Andrean yang penuh selidik padanya.

“Kalau tidak benar syukurlah .... “ senyum meremehkan terbit di wajah Andrean saat mengatakannya tepat di hadapan Bisma, “Bu Ajeng perempuan menarik. Pasti banyak yang ingin dekat padanya .”

Bisma hanya tersenyum kecut  mendengar perkataan Andrean. Kini tatapannya mengarah kembali ke panggung. Di luar dugaan namanya disebut untuk memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha yang masih menunggu di pentas, yang sebelumnya Andrean telah terlebih dahulu naik ke pentas untuk memberikan penghargaan berupa sertifikat dan uang pembinaan.

Di luar kuasa Bisma, ia mewakili Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan  kabupaten  Malang untuk menyerahkan buket serta sertifikat dan uang pembinaan pada Ajeng yang mendapat penghargaan sebagai pelaku UMKM terbaik dengan beberapa peserta yang ada yang  karena telah menciptakan lapangan pekerjaan atas usaha mikronya di berbagai bidang.

Dada Ajeng berdebar hebat ketika matanya menatap sosok yang berdiri dari kursi VVIP dan berjalan semakin mendekat ke arahnya. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu sang mantan yang memang sudah ia hindari enam bulan belakangan begitu talak yang kedua kalinya terucap di bibir Bisma.

Senyum berusaha ia tampilkan dengan sempuna ketika sosok tegap itu berdiri dengan gagah di hadapannya. Di dalam hatinya menangis menahan kesedihan. Kenapa harus dipertemukan kembali, disaat hatinya masih mengobati lara yang tertinggal akibat sikap dingin sang suami yang kini menjadi mantan.

“Terima kasih,” Ajeng berkata pelan ketika matanya beradu pandang  dengan Bisma.

Dengan cepat Ajeng mengalihkan pandangan ketika tatapan Bisma masih mengarah dengan lekat padanya. Ia hanya menangkupkan kedua tangan di dada ketika tangan Bisma terulur untuk menjabat tangannya.

Melihat perbuatan Ajeng membuat Bisma menatapnya tak percaya. Ia tidak menyangka akan mendapat sambutan seperti ini. Di manapun keberadaannya akan mendapat sambutan hangat dan hormat dari orang yang bertemu dengannya.

Tapi di sini, sekarang ....

Akhirnya Bisma menurunkan tangan dan hanya menganggukkan kepala dengan senyum kosong yang ia berikan, karena wajah Ajeng telah berpaling darinya tanpa meninggalkan senyum sedikit pun untuknya.

Secepat inikah perempuan yang telah memberikan seorang putri padanya bersikap acuh.  Batin Bisma tak terima atas perlakuan Ajeng barusan. Ia merasa tidak memiliki kesalahan apa pun selama mereka berumah tangga. Apalagi Ajeng adalah tipe perempuan yang tidak pernah protes atas segala sikap dan tingkah lakunya selama bersama dalam satu atap.

Dari tempatnya duduk saat ini tatapan Bisma masih mengarah pada satu titik. Ia tidak menyangka Ajeng diminta untuk menyampaikan sepatah dua kata sekapur sirih sebagai bukti dan berbagi pengalaman atas pencapaiannya sebagai pemain baru dalam dunia UMKM tetapi sudah mendapat apresiasi yang sangat besar dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Suara tenang dan lembut  Ajeng terdengar dalam ruangan ballroom hotel Grand Mercure menghipnotis para tamu yang berada di sana. Bisma dapat melihat bagaimana sosok Ajeng membuat semuanya antusias dan fokus mendengar ucapannya.

“ ... ucapan syukur selalu saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia yang telah diberikan kepada saya. Terima kasih kepada orangtua yang telah membimbing saya sehingga mampu berpijak di kaki sendiri untuk membantu saudara kita yang masih kekurangan. Serta putri kecil saya sebagai penyemangat dan nafas hidup saya dalam berkarier untuk memberikan manfaat kepada masyarakat .... “

Bisma tertegun mendengar kata demi kata  meluncur di bibir Ajeng yang begitu fasih dan santai dalam memberikan dan berbagi pengalaman sebagai enterpreneur muda di bidangnya. Walau dalam hati ada sedikit kekecewaan. Ia tau pasti itu, karena ia pun sadar diri kenapa tidak disebut dalam momen bergengsi tersebut.

“Wah, single parent .... “ bisik-bisik lelaki yang berada dalam lingkaran kursi VVIP tempatnya duduk saat ini  terdengar di telinga Bisma.

“Yang ini sih jelas janda berkelas .... “ Andrean ikut nimbrung membuat telinga Bisma pedas mendengarnya, “Yang seperti ini sangat cocok untuk dijadikan ‘future wife.’ Pandai mengelola harta suami.”

Bisma merasa tak senang saat Andrean menepuk lengannya begitu mengakhiri ucapannya barusan. Entah kenapa kehadiran Ajeng dalam ruangan yang sama dengannya membuat suhu tubuhnya meningkat. Apa lagi para lelaki dewasa yang nota bene sudah berkeluarga menjadikan sang mantan topik pembicaraan yang hangat diantara sesama mereka.

Bisma masih menyimak perkataan MC yang mengakhiri rangkaian acara seminar sekaligus penghargaan kepada para pelaku usaha yang berprestasi di bidangnya masing-masing.

“Secepatnya kita akan mengadakan kunjungan ke tempat para finalis yang mendapatkan penghargaan,” bisik Andrean padanya.

Bisma tak menjawab hanya kepalanya mengangguk menyetujui perkataan Andrean yang tertuju padanya. Otaknya masih belum sinkron untuk berpikir jauh. Belum lagi masalah asmara yang membuatnya harus mengambil keputusan terbaik, karena ini berkaitan dengan masa depan yang otomatis adalah jangka panjang kehidupannya.

Dan kini ia melihat sang mantan telah menjadi perempuan sukses di mata orang lain, yang ia sendiri tidak pernah tau, dan mau tau dengan kesibukan dan aktivitas kesehariannya. Tapi sedikit banyak ia paham, inilah yang membuat e-banking nya memberi notif setiap waktu.

Satu tahunan sebelum ia mengucapkan talak yang kedua, notifikasi banking aktif berbunyi. Ia beranggapan bahwa Ajeng adalah perempuan matre yang hanya menghabiskan uangnya untuk hal yang tak bermanfaat.

Hal itulah yang membuat rasa sayang yang mulai hadir terkikis secara perlahan. Ia paling tidak suka perempuan matre, yang menjadikan dirinya sebagai sapi perahan. Walau pun ia tau itu adalah kewajibannya sebagai seorang suami.

Pertemuan dengan Deby, perempuan berpakaian sopan dengan gaya anggun dan feminim membuatnya menemukan sosok lain yang menurutnya itulah perempuan yang se-frekuensi dengannya.

Pertemuan pertama kali terjadi saat ia masih aktif di Pemda Jakarta. Deby yang merupakan bagian protokol di sana terlihat berbeda di matanya. Sosok  Deby tampak begitu anggun dengan pakaian tertutup. Ia pun sadar banyak mata kaum Adam yang menunjukkan ketertarikan saat bercengkerama atau pun sekadar berbincang biasa.

Hingga akhirnya Bisma dipindahkan tugas ke Malang, rasa syukur luar biasa ia panjatkan, karena sangat kebetulan Deby pun mutasi di tempat yang sama dengannya.

Setiap bepergian kemana pun Bisma tidak sayang untuk mengeluarkan uang untuk Deby setelah tiga bulan kebersamaan yang mereka lalui. Kini apa yang ia lihat, ia rasa dan ia fikirkan semua benar-benar di luar dugaan. Kejutan  yang membuat otaknya perlu relaks. Namun  yang ia yakini sekarang adalah bahwa kepindahan Deby bukan kebetulan, tetapi sesuatu yang memang direncanakan.

Bisma berupaya  mengeluarkan pikirannya tentang Deby yang cukup menguras otaknya. Ia ingin fokus dengan kegiatan yang sedang berjalan.

Sekarang ia masih menyimak dan belum mengeluarkan pendapat atas pembicaraan Andrean dan para staf ahli tiga kementerian yang berencana untuk turun ke lapangan melihat langsung aktivitas para pelaku UKM dan UMKM yang telah mendapat apresiasi dari tiga kementerian tersebut.

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

hello bisma. manusia bisa berubah.. emangnya kau siapa? hanya seorang mantan. yg harus secepatnya dilupakan dan dibuang ketempat S A M P A H

2025-01-01

0

Jetty Eva

Jetty Eva

LAH..LO BERHARAP AJENG CENGENGESAN AMA LO..??KECIAAAN DECH LO..NGANGGAP ISTRI SHOLEHAH ANGIN TP MEMUJA JALANG SETINGGI LANGIT...

2025-03-07

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

mantap ajeng....awas ya jangan spi kecantol lg sm ai bisma...huh...mantan buang ke laut aja

2024-11-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal Mula
2 Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3 Bab 3 Mencoba Bertahan
4 Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5 Bab 5 Nasehat Sari
6 Bab 6 Memulai Usaha
7 Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8 Bab 8 Suami Tak Berhati
9 Bab 9 Mari Kita Berpisah
10 Bab 10 Nasehat Nurita
11 Bab 11 Curhat Ajeng
12 Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13 Bab 13 Resign
14 Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15 Bab 15 Amarah Bisma
16 Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17 Bab 17 Masa Lalu Deby
18 Bab 18 Sisi Lain Deby
19 Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20 Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21 Bab 21 Makan Siang Bersama
22 Bab 22 Ajeng Mendua?
23 Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24 Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25 Bab 25 Merasakan Cemburu
26 Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27 Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28 Bab 28 Ingin Mendekat
29 Bab 29 Marah Tak Beralasan
30 Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31 Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32 Bab 32 Kekesalan Ibnu
33 Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34 Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35 Bab 35 Usaha Deby
36 Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37 Bab 37 Kekecewaan Deby
38 Bab 38 Melanjutkan Rencana
39 Bab 39 Semakin Mendekat
40 Bab 40 Keisengan Bisma
41 Bab 41 Pengakuan Bisma
42 Bab 42 Kekecewaan Bisma
43 Bab 43 Siapa Pembelinya?
44 Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45 Bab 45 Curhat Hilman
46 Bab 46 Curhat Deby
47 Bab 47 Keinginan Rujuk
48 Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49 Bab 49 Kemarahan Ajeng
50 Bab 50 Penyesalan Bisma
51 51 Kesedihan Bisma
52 Bab 52 Keputusan Bisma
53 Bab 53 Kepergian Bisma
54 Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55 Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56 Bab 56 Perhatian Sigit
57 Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58 Bab 58 Pov Hilman
59 Bab 59 Pov Hilman2
60 Bab 60 Keinginan Hilman
61 Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62 Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63 Bab 63 Keputusan Ajeng
64 Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65 Bab 65 Terbiasa Sendiri
66 Bab 66 Prahara Duka Dewi
67 Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68 Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69 Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70 Bab 70 Dr. Fransiska
71 Bab 71 Lamaran Mayang
72 Bab 72 Tempat Tugas Baru
73 Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74 Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75 Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76 Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77 Bab 77 Kedatangan Bisma
78 Bab 78 Pernikahan Mayang
79 Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80 Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81 Bab 81 Bertemu Dimas
82 Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83 Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84 Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85 Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86 Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87 Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88 Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89 Bab 89 Rencana Wirya
90 Bab 90 Pengakuan Lala
91 Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92 Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93 Bab 93 Bertemu Teman Lama
94 Bab 94 Dewi Dipermalukan
95 Bab 95 Tetangga Baru
96 Bab 96 Bertemu Ibnu
97 Bab 97 Proposal Bisma
98 Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99 Bab 99 Dijemput Bisma
100 Bab 100 Ajakan Bisma
101 Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102 Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103 Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104 Bab 104 Cerita Mayang
105 Bab 105 Insiden Acara Mayang
106 Bab 106 Fakta Sebenarnya
107 Bab 107 Pov Bisma
108 Bab 108 Ancaman Bisma
109 Bab 109 Siasat Siska
110 Bab 110 Senjata Makan Tuan
111 Bab 111 Ajeng Opname
112 Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113 Bab 113 Over Dosis
114 Bab 114 Rencana Gugatan
115 Bab 115 Asisten Dadakan
116 Bab 116 Perasaan Bisma
117 Bab 117 Apa Mungkin?
118 Bab 118 Investigasi Bisma
119 Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120 Bab 120 Keberangkatan Bisma
121 Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122 Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123 Bab 123 Dilema Ajeng
124 Bab 124 Menuju Takdir
125 Bab 125 Lalat Pengganggu
126 Bab 126 Tiba-tiba Sah
127 Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128 Bab 128 Pov Bisma
129 Bab 129 Tugas Mendadak
130 Bab 130 Bisma Sakit
131 Bab 131 Perawat Spesial
132 Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133 Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134 Bab 134 Pamit Pulang
135 Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136 Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137 Bab 137 Makanan Pembuka
138 Bab 138 Kita Bikin Romantis
139 Bab 139 The Pillow Talk
140 Bab 140 Kekesalan Ajeng
141 Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142 Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143 Bab 143 Makanan Penutup
144 Bab 144 Kenekatan Siska
145 Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146 Bab 146 Keputusasaan Siska
147 Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148 Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149 Bab 149 Kedatangan Ajeng
150 Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151 Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152 Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153 Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154 Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155 Bab 155 Pengakuan Darmawan
156 Bab 156 Pelantikan Bisma
157 Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158 Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159 Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160 Bab 160 Ajeng Pingsan
161 Bab 161 Kabar Bahagia
162 Bab 162 Morning sickness
163 Bab 163 Kegundahan Bisma
164 Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165 Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166 Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167 Bab 167 Pesona Bumil
168 Bab 168 Persiapan Lahiran
169 Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170 Bab 170 Lahirnya Bisma Junior
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Bab 1 Awal Mula
2
Bab 2 Bersuami Rasa Janda
3
Bab 3 Mencoba Bertahan
4
Bab 4 Menangis Dalam Kesendirian
5
Bab 5 Nasehat Sari
6
Bab 6 Memulai Usaha
7
Bab 7 Diakah Yang Membuatmu Berubah?
8
Bab 8 Suami Tak Berhati
9
Bab 9 Mari Kita Berpisah
10
Bab 10 Nasehat Nurita
11
Bab 11 Curhat Ajeng
12
Bab 12 Nasehat Sari Yang Syarat Makna
13
Bab 13 Resign
14
Bab 14 Meninggalkan Semua Kesempurnaan
15
Bab 15 Amarah Bisma
16
Bab 16 Menginap di Kediaman Deby
17
Bab 17 Masa Lalu Deby
18
Bab 18 Sisi Lain Deby
19
Bab 19 Pertemuan Tak Terduga
20
Bab 20 Tidak Saling Mengenal
21
Bab 21 Makan Siang Bersama
22
Bab 22 Ajeng Mendua?
23
Bab 23 Deby Yang Tak Tau Diri
24
Bab 24 Berkunjung ke Tempat Ajeng
25
Bab 25 Merasakan Cemburu
26
Bab 26 Curhat Lelaki Dewasa
27
Bab 27 Apa Ini Rasanya Merindu?
28
Bab 28 Ingin Mendekat
29
Bab 29 Marah Tak Beralasan
30
Bab 30 Melihatmu Dengan Rasa Yang Berbeda
31
Bab 31 Selalu Ingin Dekat
32
Bab 32 Kekesalan Ibnu
33
Bab 33 Merindukan Saat Bersama
34
Bab 34 Curhat Membawa Kebaikan
35
Bab 35 Usaha Deby
36
Bab 36 Mulai Menyusun Rencana
37
Bab 37 Kekecewaan Deby
38
Bab 38 Melanjutkan Rencana
39
Bab 39 Semakin Mendekat
40
Bab 40 Keisengan Bisma
41
Bab 41 Pengakuan Bisma
42
Bab 42 Kekecewaan Bisma
43
Bab 43 Siapa Pembelinya?
44
Bab 44 Makan Siang Di Rumah Ajeng
45
Bab 45 Curhat Hilman
46
Bab 46 Curhat Deby
47
Bab 47 Keinginan Rujuk
48
Bab 48 Pembicaraan Serius Ajeng dan Hilman
49
Bab 49 Kemarahan Ajeng
50
Bab 50 Penyesalan Bisma
51
51 Kesedihan Bisma
52
Bab 52 Keputusan Bisma
53
Bab 53 Kepergian Bisma
54
Bab 54 Surat Cinta Pengobat Luka
55
Bab 55 Ada Apa Dengan Hilman
56
Bab 56 Perhatian Sigit
57
Bab 57 Semua Masih Bisa Dibicarakan
58
Bab 58 Pov Hilman
59
Bab 59 Pov Hilman2
60
Bab 60 Keinginan Hilman
61
Bab 61 Pertemuan Tak Terduga
62
Bab 62 Pertemuan Ajeng dan Hilman
63
Bab 63 Keputusan Ajeng
64
Bab 64 Berakhir Sampai Di sini
65
Bab 65 Terbiasa Sendiri
66
Bab 66 Prahara Duka Dewi
67
Bab 67 Dendam Kesumat Dewi
68
Bab 68 Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri
69
Bab 69 Kisah Dari Negeri Seberang
70
Bab 70 Dr. Fransiska
71
Bab 71 Lamaran Mayang
72
Bab 72 Tempat Tugas Baru
73
Bab 73 Kedatangan Tamu Tak Diundang
74
Bab 74 Perempuan Pendamping Bisma
75
Bab 75 Satu Hari Bersama Ranti Family
76
Bab 76 Pembicaraan Ranti dan Nurita
77
Bab 77 Kedatangan Bisma
78
Bab 78 Pernikahan Mayang
79
Bab 79 Berita Mengejutkan Bagi Bisma
80
Bab 80 Kedatangan Tamu Istimewa
81
Bab 81 Bertemu Dimas
82
Bab 82 Jawaban Atas Semua Pertanyaan
83
Bab 83 Sarapan di Pagi Hari
84
Bab 84 Percakapan di Pagi Hari
85
Bab 85 Perjuangan Belum Berakhir
86
Bab 86 Masih Jauh Api Dari Panggang
87
Bab 87 Tamu Jam Makan Siang
88
Bab 88 Tetap Semangat Jangan Kasi Kendor
89
Bab 89 Rencana Wirya
90
Bab 90 Pengakuan Lala
91
Bab 91 Langkah Pertama Bisma
92
Bab 92 Gila Talak Gila Rujuk
93
Bab 93 Bertemu Teman Lama
94
Bab 94 Dewi Dipermalukan
95
Bab 95 Tetangga Baru
96
Bab 96 Bertemu Ibnu
97
Bab 97 Proposal Bisma
98
Bab 98 Ulang Tahun Bisma
99
Bab 99 Dijemput Bisma
100
Bab 100 Ajakan Bisma
101
Bab 101 Mantan-Mantan Terindah
102
Bab 102 Kejutan Manis Bisma
103
Bab 103 Tamu Tak Tau Diri
104
Bab 104 Cerita Mayang
105
Bab 105 Insiden Acara Mayang
106
Bab 106 Fakta Sebenarnya
107
Bab 107 Pov Bisma
108
Bab 108 Ancaman Bisma
109
Bab 109 Siasat Siska
110
Bab 110 Senjata Makan Tuan
111
Bab 111 Ajeng Opname
112
Bab 112 Mantan Yang Bertanggung Jawab
113
Bab 113 Over Dosis
114
Bab 114 Rencana Gugatan
115
Bab 115 Asisten Dadakan
116
Bab 116 Perasaan Bisma
117
Bab 117 Apa Mungkin?
118
Bab 118 Investigasi Bisma
119
Bab 119 Kunjungan Rekan Seperjuangan
120
Bab 120 Keberangkatan Bisma
121
Bab 121 Kedatangan Dari Tanah Suci
122
Bab 122 Usaha Pak De Susilo
123
Bab 123 Dilema Ajeng
124
Bab 124 Menuju Takdir
125
Bab 125 Lalat Pengganggu
126
Bab 126 Tiba-tiba Sah
127
Bab 127 Insiden di Tengah Malam
128
Bab 128 Pov Bisma
129
Bab 129 Tugas Mendadak
130
Bab 130 Bisma Sakit
131
Bab 131 Perawat Spesial
132
Bab 132 Membangunkan Macan Tidur
133
Bab 133 Klarifikasi Ajeng
134
Bab 134 Pamit Pulang
135
Bab 135 Semua Tentang Rasa (POV Bisma)
136
Bab 136 Romantisme Di Siang Menjelang ....
137
Bab 137 Makanan Pembuka
138
Bab 138 Kita Bikin Romantis
139
Bab 139 The Pillow Talk
140
Bab 140 Kekesalan Ajeng
141
Bab 141 Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu ....
142
Bab 142 Aqiqahan Baby Queena
143
Bab 143 Makanan Penutup
144
Bab 144 Kenekatan Siska
145
Bab 145 Sekali Tepuk, Dua Nyamuk Langsung Koit
146
Bab 146 Keputusasaan Siska
147
Bab 147 Kehancuran Wirya Di Depan Mata
148
Bab 148 Linda Menemukan Bukti
149
Bab 149 Kedatangan Ajeng
150
Bab 150 Percakapan Serius di Tengah Malam
151
Bab 151 Akhir Perjalanan Siska
152
Bab 152 Pertemuan Tak Terduga
153
Bab 153 Menghadiri Undangan Tasyakuran
154
Bab 154 Siapa Lelaki Itu?
155
Bab 155 Pengakuan Darmawan
156
Bab 156 Pelantikan Bisma
157
Bab 157 Berbagi Bahagia Dalam Kebersamaan
158
Bab 158 Mayang Bertemu Rudi
159
Bab 159 Percakapan Dua ‘Jones’
160
Bab 160 Ajeng Pingsan
161
Bab 161 Kabar Bahagia
162
Bab 162 Morning sickness
163
Bab 163 Kegundahan Bisma
164
Bab 164 Bisma Suntuk, Guntur Yang Sibuk
165
Bab 165 Ngidam Yang Aneh
166
Bab 166 Rindu Yang Tertahan
167
Bab 167 Pesona Bumil
168
Bab 168 Persiapan Lahiran
169
Bab 169 Mantan-Mantan Terindah
170
Bab 170 Lahirnya Bisma Junior

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!