Teman dekat

Ayasha sudah terbiasa menemui tamu hotel jika ada masalah atau kendala yang tidak bisa di selesaikan oleh staf hotel, dan juga sudah terbiasa menghadapi klien yang ingin menggunakan jasa hotel tempat dia bekerja, sesuai dengan bidang kerjanya di divisi sales dan marketing, gadis itu harus bisa bernegosiasi serta memikat para klien dan konsumen agar tertarik dengan fasilitas tempatnya bekerja.

Ayasha menunjukkan tempat yang telah dia siapkan di salah satu meja, dan mempersilahkan Darial untuk duduk. Dan tak lama rupanya Rafael memilih duduk di meja yang berhadapan dengan meja Ayasha dari arah yang berbeda, dan pria itu duduk memunggungi gadis itu, tanpa sepengetahuan Ayasha, mereka berdua saling membelakangi.

Gadis itu mulai membuka pembicaraannya dengan Darial, suaranya begitu lembut namun tuturnya sangat jelas dan tegas, intonasinya juga terdengar teratur.

“Pak  Darial, mau minum apa ... kopi, teh atau jus?” tanya Ayasha ketika  waiters sudah menghampiri meja mereka.

“Coffe latte aja,” pinta Darial.

Ayasha segera memesan minuman untuk Darial serta dirinya, di tambah dengan beberapa kue.

“Saya lanjut penjelasannya lagi ya Pak Darial, di sini ada proposal yang kami buat sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang Bapak inginkan saat pertemuan kita sebelumnya,” tutur Ayasha, memberikan proposal yang di bawanya dan Darial langsung membacanya dengan seksama.

“Di proposal tersebut ada beberapa event yang akan di adakan sesuai dengan tema gathering yang Bapak inginkan, dan beberapa tempat rekreasi yang akan kita kunjungi. Serta di sini kami juga sudah merange biaya sesuai budget yang Bapak ajukan tempo hari.”

Semua penjelasan Ayasha, disimaknya baik-baik oleh Darial begitu pula dengan Rafael yang memang sengaja menguping pembicaraan mereka berdua.

Ekspresi wajah Darial menunjukkan kekaguman dengan cara gadis itu menjelaskan dan mempresentasikan jasa hotel yang ditawarkannya.

“Proposal ini sangat menarik, ternyata melebihi ekspetasi yang saya inginkan, atau mungkin karena  Mbak Ayasha nya yang sangat pandai menjelaskannya,” ucap Darial kagum dan memuji.

Gadis itu kembali mengulas senyum tipisnya. “Saya jadi tersanjung atas pujian Pak Darial, ini semua sudah jadi tugas saya untuk menjelaskan dan merincikan kepada klien yang ingin bekerja sama dengan hotel kami,” tutur Ayasha, ramah.

Pertemuan Darial dan Ayasha terhitung ini pertemuan ketiga kalinya, dan untuk ketiga kalinya Darial sangat mengagumi gadis yang ada di hadapannya.

Di sela-sela pembicaraan, waiters mengantarkan pesanan Ayasha.

“Ini coffe lattenya Pak Darial, silahkan di minum dulu, mumpung masih hangat,” ucap Ayasha mempersilahkan kepada pria bule itu.

“Terima kasih Mbak Aya.” Pria itu mulai menyesapnya perlahan-lahan.

“Oh iya saya tidak tahu kesukaan Pak Darial, jadi saya memesan beberapa crosaint, serta cake potong,” kata Ayasha, sembari mendekati piring yang berisi kue ke Darial.

“Apa pun yang di suguhi sama Mbak Ayasha yang cantik ini, saya pasti suka,” balas Darial.

Rafael yang mendengar kata-kata manis Darial terasa ingin muntah seketika. Dengan hati yang kesal pria itu menyesap kopi yang masih panas, hingga dirinya meringis kepanasan pada bagian bibir dan lidahnya.

Ayasha hanya bisa tersenyum tipis, kemudian menutupi rasa malunya dengan menyesap ice hazelnutnya yang menjadi pilihannya.

“Sebelum kita kembali berdiskusi kembali, bolehkah saya bertanya tentang hal yang pribadi?” tanya Darial dengan tatapan menyelidik.

Hampir saja Ayasha tersedak dengan minumannya sendiri. “Pak Darial, mau tanya apa ya?”

Pria yang memiliki wajah blesteran itu menatap lekat wajah cantik Ayasha. “Kalau boleh tahu, Mbak Ayasha sudah menikah kah?”

“Oh ... dikirain saya Pak Darial mau tanya apa. Saya belum menikah Pak Darial, masih sendiri.”

Ada kelegaan di hati Darial. “Kalau pacar sudah punya belum, atau mungkin calon suami?” pria itu masih menatap lekat wajah Ayasha.

“Untuk saat ini pacar dan calon suami belum punya Pak Darial,” jawab jujur Ayasha.

Untuk jawaban ini kedua pria yang ada di hadapan dan di belakang Ayasha sama-sama bernapas lega.

“Syukurlah ... kalau begitu saya punya kesempatan untuk lebih mengenal Mbak Ayasha lebih jauh,” balas Darial.

Ayasha mengernyitkan keningnya, agak heran dengan ungkapan pria blesteran tersebut. “Maksudnya Pak Darial?”

Pria itu sedikit memajukan punggungnya agar bisa lebih dekat menatap gadis cantik itu, kemudian wajah tampannya tersenyum hangat. “Bolehkan saya mengenal lebih dekat lagi di luar dari kerja sama ini, menjadi temanmu, Mbak Ayasha,” pinta Darial, suara beratnya terdengar pelan namun terkesan sexy.

Siapa pun yang berada di posisi Ayasha, duduk berhadapan dengan pria berwajah tampan, suara beratnya begitu berkarisma, serta tatapan mata hazelnya begitu tajam namun menjadi daya tarik tersendiri buat pria itu, pasti denyut jantungnya saling berlomba-lomba menuju garis finish. Munafik sekali jika tidak ada ketertarikan dengan pria yang sedang mengajaknya berteman.

Posisi Ayasha, sendiri, belum menikah dan tidak ada ikatan apa pun dengan siapa pun, sudah tentu boleh saja berteman dengan lawan jenisnya.

“Bagaimana ... bolehkah saya mengenalmu lebih dekat, berteman denganmu,” kembali lagi Darial bertanya, terlihat sangat berharap sekali.

“Jika sekedar untuk berteman, Pak Darial bisa menjadi teman saya seperti yang lainnya kok,” jawab Ayasha.

Darial menaikkan salah satu alisnya,” teman dekat, Mbak Ayasha,” ucap Darial penuh penegasan.

DEG!

Di satu sisi jantung Ayasha agak berdebar, manusiawi jika seorang wanita jantung nya berdebar dalam posisi sedang ditanya dan ditatap oleh pria yang sangat tampan, sudah dipastikan akan sedikit canggung, tapi pria yang duduk membelakangi Ayasha, sudah semakin menajamkan kedua telinganya, dan mengeraskan rahangnya!

Ayasha memegang gelas ice hazelnutnya, kemudian menatap penuh keramahan. “Kalau boleh tahu Pak Darial sudah menikah kah? Atau mungkin sudah bertunangan atau punya kekasih?”

“Saya masih sendiri, belum menikah, tidak bertunangan dan tidak punya kekasih. Apa perlu saya perlihatkan KTP saya.” Pria itu benar saja mengeluarkan kartu tanda penduduknya, dan menunjukkan jika statusnya belum menikah kepada Ayasha, gadis itu dibuat tercengang dengan sikap Darial.

“Kamu bisa bacakan kalau saya belum menikah,” tunjuk Darial ke KTPnya.

Ayasha dibuat kagok oleh Darial. “Iya Pak Darial, saya percaya kalau Bapak belum menikah. Soalnya banyak di luar sana pria yang sudah bertunangan ternyata sudah melamar wanita yang lain,” ucap Ayasha tiba-tiba teringat masa lalunya.

TAK!

Suara gelas yang terhentak di atas meja terdengar jelas di telinga Ayasha, namun tak di carinya sumber suara tersebut.

Rafael terlihat mengepalkan salah satu tangannya yang memegang tisu untuk melap tumpahan kopinya, gara-gara menghentakkan cangkir kopinya sendiri, hati kecilnya tersindir dengan perkataan Ayasha.

“Jadi mulai sekarang kita berteman kan, dan boleh saya panggil Ayasha saja ... sepertinya usiamu lebih muda dari saya?” tanya Darial, mulai mengubah panggilannya.

“Mmm ... iya Pak Darial,” jawab Ayasha agak canggung karena tatapan Darial begitu menghipnotis dirinya.

“Bisakah kamu juga mengubah nama panggilan saya, Aya?”

Ayasha tampak ragu-ragu untuk mengubah nama panggilan, apalagi Darial salah satu klien hotel tempatnya bekerja, sudah tentu dia harus memprioritaskan kesopanannya.

“Panggil saya Mas atau Kakak, asalnya jangan Om ... saya tidak setua Om-Om yang memiliki sugar baby di luar sana,” pinta Darial dengan santainya.

Ayasha hampir saja ingin tertawa mendengar celetuk kan Om-Om sugar baby.

“Baiklah karena Pak Darial wajahnya bule, lebih enak saya panggil Kak Darial, karena gak cocok di panggil Mas Mas. Tapi sepertinya usia Pak Darial juga cocok di panggil Om,” jawab Ayasha menahan tawanya.

Darial menyetujuinya karena wajah dia memang tidak ada tampak orang Jawa, lebih dominan bulenya yang dia dapat dari Papanya warga negara Inggris.

“No ... jangan panggil saya Om, kecuali kamu mau menjadi sugar wife saya,” canda Darial. Ayasha kembali tersenyum mendengar tanggapan pria blesteran itu.

Kurang ajar, enak sekali kamu bilang jadi sugar wife! Batin Rafael mengeram.

Darial dan Ayasha mulai mengakrabkan dirinya, dengan perbincangan yang santai namun serius karena masih membicarakan kerja sama. Dan hasil akhirnya Darial menyetujui proposal yang dipresentasikan oleh Ayasha, serta langsung deal perusahaan Darial menggunakan jasa hotel Inna Garuda untuk mengadakan family gathering dalam waktu seminggu lagi.

Pria yang berada di belakang Ayasha, tersenyum ketika gadis itu berhasil bernegosiasi, namun raut wajahnya seketika itu juga berubah mendengar keakraban Ayasha dan Darial.

Hati Rafael terasa amat menyesakkan, mendengar suara Ayasha yang begitu lembut dan terdengar akrab dengan pria lain. Pikirannya kembali menerawang di saat masa lalu, gadis itu tidak pernah terlalu dekat dengan teman pria di sekolahnya, setelah tahu jika dia sudah dijodohkan oleh Rafael. Ke mana pun gadis itu ingin pergi, gadis itu selalu minta izin atau minta diantar oleh Rafael jika dia ada waktu, walau tahu jika dirinya akan diacuhkan dan menerima sikap dingin dari pria itu.

Jika dulu ada pria sebaya mendekati Ayasha, sikap Rafael biasa saja dan tidak merasakan sakit hati. Namun entah kenapa untuk sekarang, ini sangat menyakitkan buat dirinya.

Kenapa dadaku terasa sakit, Ayasha!

bersambung .....

Yang pengen tahu status Rafael dan Delia, stay tune ya Kakak 😊. Seperti biasa tinggalkan jejaknya ya.

Lope lope sekebon 🍊🍊🍊🌻🌻🌻🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Be snowman

Be snowman

rasakan itu om om ngeselin/Panic/

2024-12-02

0

Anonymous

Anonymous

mampus rapael 🤣

2024-11-18

0

Anonim

Anonim

Rafael nih kepo berat

2024-09-30

0

lihat semua
Episodes
1 Hati yang terluka
2 Ikatan sudah berakhir
3 Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4 Bertemu dengan Delia
5 Menggores luka kembali
6 Waktu yang berlalu
7 Pemilik Hotel
8 Acara ramah tamah
9 Berusaha mendekati
10 Hanya orang asing
11 Kesal sendiri
12 Teman dekat
13 Ulah Rafael
14 Jangan genit
15 Kejutan
16 Haruskah bertemu setiap hari?
17 Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18 Istri Rafael
19 Pelet
20 Sandiwara
21 Dijemput Darial
22 Makan malam
23 Lain dihati lain dimulut
24 Feeling seorang Ibu
25 Anak kecil
26 Mengantar Ayasha pulang
27 Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28 Hati yang gundah
29 Delia bukan istri Om Rafael
30 Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31 Dipecat!
32 Delia bukan istri saya!
33 Keributan di lobby hotel
34 Klarifikasi Rafael
35 Healing sejenak
36 Datang ke rumah Ayasha
37 Tolong beri aku kesempatan!
38 Friend with benefit
39 Hati yang kecewa
40 Jantung yang berdebar
41 Rafael patah hati
42 Tubuh Rafael mulai bereaksi
43 Sidak ke kamar
44 Amelia vs Delia dan Rian
45 Bangunnya singa betina
46 Putus hubungan!
47 Melelahkan
48 Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49 Ada yang jantungnya berdebar-debar
50 Perhatian Rafael
51 Tak bisa tidur
52 Sarapan pagi
53 Pertemuan kembali
54 Memohon maaf
55 Terkuaknya borok Delia
56 Memberitahukan rekaman
57 Abaikan aku kembali seperti dulu.
58 Penjelasan Rian
59 Darial cemas
60 Perhatian Darial
61 Rafael vs Delia
62 FORGETTING YOU
63 Delia diusir
64 Keadaan Rafael
65 Menemui Rafael
66 Berpisah untuk selamanya?
67 Memberitahukan kebenaran yang lain
68 Tentang Larissa
69 Ungkapan Larissa
70 Kekhawatiran Rafael
71 Ilmu hitam dan ilmu putih
72 Perjalanan pulang ke rumah
73 Obrolan Rafael dan Larissa
74 Minta restu
75 Kedatangan Delia ke perusahaan
76 Kejutan dari Rafael
77 Gosip yang beredar
78 Ada yang datang!?
79 Tamak!
80 Dukun mulai bekerja
81 Datang kembali ke Jogja
82 Dia tak ada di sini
83 Darial cemburu
84 Mengobati Ayasha
85 Penyakit
86 Ayasha akhirnya tahu
87 Apa hubunganmu dengan Rafael?
88 Melamar Ayasha.
89 Sang Casanova
90 Info sejenak
91 Ciuman pertama
92 Sarapan pagi bersama
93 Minta berhenti bekerja!
94 The hardest day
95 Tentang Darial
96 Bu Laras & Delia
97 Melukis kenangan indah
98 Don't say you love me
99 Malam dan pagi yang indah
100 Perhatian Rafael
101 Menemui orang tua Ayasha
102 Restu orang tua Ayasha
103 Makan malam bersama
104 Video club malam
105 Kapan kalian menikah?
106 Welcome back Delia!
107 Putus hubungan!?
108 Siuman dari pingsan
109 Makan siang bersama keluarga
110 Melamarnya kembali
111 Memelukmu
112 Rumah Sakit
113 Keadaan Ayasha
114 Berjuang menyelamatkan
115 Larissa melihatnya
116 Menikah dengan Kak Darial
117 I love you
118 SAH! SAH!
119 Extra Part - Hubby
120 Extra Part - menjenguk Ibra
121 Extra Part - cepat sembuh Uncle
122 Extra Part - sudah tidak waras
123 Extra Part - perpisahan
124 Extra Part - Tidur seranjang
125 Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126 Extra part - kejutan kecil
127 Extra part - menyempurnakan ibadah
128 Extra Part - akhir cerita
129 Info Novel Terbaru
130 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131 Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Hati yang terluka
2
Ikatan sudah berakhir
3
Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4
Bertemu dengan Delia
5
Menggores luka kembali
6
Waktu yang berlalu
7
Pemilik Hotel
8
Acara ramah tamah
9
Berusaha mendekati
10
Hanya orang asing
11
Kesal sendiri
12
Teman dekat
13
Ulah Rafael
14
Jangan genit
15
Kejutan
16
Haruskah bertemu setiap hari?
17
Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18
Istri Rafael
19
Pelet
20
Sandiwara
21
Dijemput Darial
22
Makan malam
23
Lain dihati lain dimulut
24
Feeling seorang Ibu
25
Anak kecil
26
Mengantar Ayasha pulang
27
Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28
Hati yang gundah
29
Delia bukan istri Om Rafael
30
Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31
Dipecat!
32
Delia bukan istri saya!
33
Keributan di lobby hotel
34
Klarifikasi Rafael
35
Healing sejenak
36
Datang ke rumah Ayasha
37
Tolong beri aku kesempatan!
38
Friend with benefit
39
Hati yang kecewa
40
Jantung yang berdebar
41
Rafael patah hati
42
Tubuh Rafael mulai bereaksi
43
Sidak ke kamar
44
Amelia vs Delia dan Rian
45
Bangunnya singa betina
46
Putus hubungan!
47
Melelahkan
48
Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49
Ada yang jantungnya berdebar-debar
50
Perhatian Rafael
51
Tak bisa tidur
52
Sarapan pagi
53
Pertemuan kembali
54
Memohon maaf
55
Terkuaknya borok Delia
56
Memberitahukan rekaman
57
Abaikan aku kembali seperti dulu.
58
Penjelasan Rian
59
Darial cemas
60
Perhatian Darial
61
Rafael vs Delia
62
FORGETTING YOU
63
Delia diusir
64
Keadaan Rafael
65
Menemui Rafael
66
Berpisah untuk selamanya?
67
Memberitahukan kebenaran yang lain
68
Tentang Larissa
69
Ungkapan Larissa
70
Kekhawatiran Rafael
71
Ilmu hitam dan ilmu putih
72
Perjalanan pulang ke rumah
73
Obrolan Rafael dan Larissa
74
Minta restu
75
Kedatangan Delia ke perusahaan
76
Kejutan dari Rafael
77
Gosip yang beredar
78
Ada yang datang!?
79
Tamak!
80
Dukun mulai bekerja
81
Datang kembali ke Jogja
82
Dia tak ada di sini
83
Darial cemburu
84
Mengobati Ayasha
85
Penyakit
86
Ayasha akhirnya tahu
87
Apa hubunganmu dengan Rafael?
88
Melamar Ayasha.
89
Sang Casanova
90
Info sejenak
91
Ciuman pertama
92
Sarapan pagi bersama
93
Minta berhenti bekerja!
94
The hardest day
95
Tentang Darial
96
Bu Laras & Delia
97
Melukis kenangan indah
98
Don't say you love me
99
Malam dan pagi yang indah
100
Perhatian Rafael
101
Menemui orang tua Ayasha
102
Restu orang tua Ayasha
103
Makan malam bersama
104
Video club malam
105
Kapan kalian menikah?
106
Welcome back Delia!
107
Putus hubungan!?
108
Siuman dari pingsan
109
Makan siang bersama keluarga
110
Melamarnya kembali
111
Memelukmu
112
Rumah Sakit
113
Keadaan Ayasha
114
Berjuang menyelamatkan
115
Larissa melihatnya
116
Menikah dengan Kak Darial
117
I love you
118
SAH! SAH!
119
Extra Part - Hubby
120
Extra Part - menjenguk Ibra
121
Extra Part - cepat sembuh Uncle
122
Extra Part - sudah tidak waras
123
Extra Part - perpisahan
124
Extra Part - Tidur seranjang
125
Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126
Extra part - kejutan kecil
127
Extra part - menyempurnakan ibadah
128
Extra Part - akhir cerita
129
Info Novel Terbaru
130
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131
Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!