Istri Rafael

Kedua telinga Ayasha sangat mengenal nama wanita itu, tanpa disadari kertas yang dipegangnya sekarang sudah tak terbentuk karena remasan tangannya.

“Permisi Mbak Ayasha, ada wanita yang mengaku istri Pak Rafael ingin bertemu, bagaimana?” tanya sang resepsionis konfirmasi ke Ayasha.

“Hubungi saja melalui Pak Wibowo,” balas Ayasha. Untung saja posisi gadis itu tidak terlalu kelihatan oleh Delia karena tertutup oleh beberapa staf resepsionis yang berdiri, namun Ayasha bisa melihat wanita itu dengan sedikit mendongakkan wajahnya.

“Baik Mbak.”

Sang resepsionis belum sempat menghubungi Pak Wibowo, rupanya Rafael berada di lobby bersama Satya.

“Sayang...,” sapa Delia ketika tak sengaja menelisik setiap sudut lobby, wanita itu langsung menghampiri pria itu, dan langsung memeluk pria itu.

Kedua mata Rafael terbelalak melihat kedatangan Delia, yang sangat tiba-tiba. Pria itu tidak membalas pelukan Delia, namun sorotnya matanya menangkap wajah Ayasha yang baru saja berdiri dari kursi di balik meja tinggi itu tanpa melihat mereka berdua, seketika itu juga wajah Rafael pias ...

Ayasha ... batin Rafael.

Gadis itu meninggalkan meja resepsionis tanpa melihat adegan pelukan itu, tak peduli, namun sorot mata Rafael tetap menatap  ke arah Ayasha, yang berlalu dari meja resepsionis, entah kenapa hati Rafael gusar.

“Aku sangat merindukanmu sayang,” ungkap Delia, wanita itu tak tahu malu memeluk mesra Rafael di depan umum.

“Jangan bikin aku malu di sini, Delia!” kata Rafael sedikit berbisik, terkesan tidak suka dengan kedatangan Delia, pria itu melepaskan kedua tangan Delia dengan kasarnya, lalu menggandeng tangan Delia, mengajaknya pergi meninggalkan lobby hotelnya. Wanita itu mengulas senyum tipisnya kepada siapa pun yang menatap dirinya dan seakan memperlihatkan jika dia pasangan dari pria yang menggandeng tangannya.

Semua mata karyawan yang ada di lobby turut menyaksikan pelukan mesra sang pemilik hotel dengan wanita yang mengakui sebagai istrinya.

“Oh ... ternyata Pak Rafael sudah punya istri. Wajah istrinya lumayan sih, tapi kelihatan gak cocok sama Pak Rafael yang begitu tampan,” kata salah satu staf resepsionis.

“Ho'oh patah hati deh, dikirain status doublenya cuma punya pacar doang, tapi ternyata sudah punya istri, sampai pakai di samperin ke sini. Cinta berat nih kayaknya,” balas salah satu karyawan.

Entah untung atau tidak di saat adegan pelukan Rafael dan Delia, Ayasha meninggalkan meja resepsionis karena dia melanjutkan on duty ke beberapa kamar, pengecekan kebersihan dan kenyamanan isi kamar.

Gadis itu menyibukkan dirinya dalam pekerjaannya, dan tak memikirkan dengan kedatangan Delia karena bukan urusannya. Tapi sepertinya dia harus mempersiapkan diri jika mereka nanti akan bertemu secara tak sengaja maupun tidak sengaja.

Ternyata mereka sudah menikah, baguslah.

...----------------...

Kamar 515

Rafael membawa Delia ke kamar inapnya, dan kini terlihat pria itu berdiri di hadapan Delia yang sudah terduduk di sofa.

“Maksud apa kamu menyusulku ke sini Delia? Sudah aku katakan di sini aku sedang mengurus hotel yang baru aku beli!” Nada suara Rafael terdengar tak bersahabat.

“Iya Mas, aku paham ... tapi aku bosan kerja sendirian di perusahaan, aku juga kangen sama kamu, Mas. Jadi aku menyusul ke sini, tanpa kasih tahu Mas sebelumnya, biar suprise,” jawab Delia dengan lembutnya.

“Ya ... ya ... aku sangat terkejut dengan kedatanganmu, dengan kelancanganmu! Sekarang suprise apalagi yang kamu berikan buatku!” seru Rafael terlihat marah.

“Mmm ... tadi aku bilang ke resepsionis, kalau aku istri kamu, saat menanyakan keberadaan Mas Rafael,” ucap Delia terlihat santai, dan merasa tidak bersalah.

“DAMN!” umpat Rafael, pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, tak menyangka Delia begitu lancang mengakui dirinya sebagai istrinya, sedang Rafael belum menikahinya, hanya sebatas tunangan saja.

Pria itu menduga, pasti Ayasha sudah mendengar ucapan Delia sebagai istrinya, karena dia melihat jelas kalau Ayasha tadi beranjak dari balik meja resepsionis.

“Mas kok kamu kelihatan kesal sih, memang aku akan jadi istri kamu kan ... Ingat itu! Aku sudah cukup lama menunggumu Mas, selama 5 tahun setia di sisimu, mendampingimu, sekaligus bekerja sebagai sekretarismu di perusahaan BARA, mana ada tunangan sampai 5 tahun,” imbuh Delia, sedikit kesal.

“Ya ... aku kesal! Kamu selalu menuntutku untuk menikahimu, padahal kamu tahu, aku tidak akan menikahimu sebelum orang tuaku merestui kita!” sentak Rafael.

“Restu ... Restu! selalu saja alasannya restu orang tua. Buat apa dulu Mas Rafael melamarku, dan berjanji akan menikahiku setelah putus dari bocah ingusan itu.”

“Kamu ingat Delia! Kamu sendiri yang memohon untuk minta di lamar dan mengancam ingin bunuh diri hingga terjatuh sakit ... saat aku akan bertunangan dengan Ayasha, aku sudah turuti keinginanmu, dan juga sudah melepaskan ikatan tunangan dengan Ayasha demi kamu. Jadi tolong jangan menuntut hal yang lebih lagi. Jika kamu tidak bisa menunggu, ya sudah kamu cari pria lain saja, dan kita akhiri hubungan ini!”

Semenjak tragedi di depan cafe lima tahun yang lalu, hubungan Rafael dan Delia sebenarnya buat Rafael semakin lama semakin terasa hambar, bagaikan sayur tanpa garam. Rafael benar-benar tidak menyukai Delia yang telah lancang menemui Ayasha tanpa sepengetahuannya, di tambah di depan umum Delia telah mengumpat Ayasha dengan kata pelakorr. Namun buat Delia itu salah satu kemenangan buat wanita itu.

“Tapi Mas, aku sudah menyerahkan diriku padamu, jangan seenaknya dong ... aku disuruh cari pria lain. Aku tuh juga sudah malu selalu ditanyakan oleh kedua orang tuaku 'Kapan nikah'! Umur kita akan semakin tua Mas, aku sudah 30 tahun sedangkan Mas Rafael sudah 35 tahun!” jawab Delia agak kesal.

Enak aja aku cari pria lain, lalu melepaskanmu ....Harusnya lima tahun yang lalu aku tidak suntik KB biar hamil, pasti sekarang sudah jadi istri Mas Rafael.

Pria itu meraup wajahnya dengan kasar, mengingat lima tahun yang lalu mereka dalam sebulan sering berhubungan intim, namun setelah ketahuan oleh Mama Rara dan Ayasha, pria itu tak pernah berhubungan intim lagi dengan Delia walau di goda seperti apapun, dirinya seakan hasratnya hilang, mungkinkah doa seorang Ibu terkabul.

Serta semenjak Ayasha menghilang 5 tahun yang lalu, Rafael belum juga menikahi Delia dengan alasan belum dapat restu dari kedua orang tuanya seperti yang dia ucapkan, akan tetapi Rafael memenuhi kebutuhan materi wanita itu tiap bulannya di luar gaji wanita itu sebagai sekretarisnya, kecuali berhubungan intim, Rafael selalu menolak, cukup kebodohan dia selama sebulan hilang kendali karena godaan dan nafsu sesaat.

Kalau Rafael di bilang bodoh sebagai CEO, kenapa tidak mencari tahu tentang Delia? Sebenarnya bukannya bodoh tapi apa yang mau di cari atau di selidik tentang Delia pikir Rafael, karena hampir 24 jam wanita itu selalu ada di sampingnya, mulai dari tempat kerja sampai apartemennya, kecuali Rafael dinas keluar kota, dia tidak akan mengajak Delia, cukup Satya yang menemaninya.

Wanita itu beranjak dari duduknya, tidak peduli dengan raut marah Rafael, kemudian melepaskan sepatu high healsnya, lalu mendekati ranjang yang berukuran king, lalu direbahkannya tubuhnya di atas ranjang, dan menunjukkan kemolekan pahanya hingga ke pangkal serta buah dadanya yang menantang, sengaja menggoda.

“Terserah Mas Rafael deh, aku lelah ingin istirahat,” balas Delia, kemudian memejamkan kedua matanya.

Tak tahan dengan sikap Delia yang sering seenaknya, pria itu memilih keluar dari kamarnya. Lalu menghubungi Satya yang sempat dia tinggalkan di lobby gara-gara kedatangan Delia.

Astaga aku harus bagaimana sekarang, Ayasha pasti akan semakin menjauhiku ...

bersambung .....

Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya, like, komen, bunga, kopi, di kasih VOTE juga mau. Terima kasih sebelumnya 🙏.

Lope Lope sekebon 🌹🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

kata Ayasha bodoh amat lu mo nikah apa blm udh beristri atau blm bkn urusan Ayasha iya nggak pemirsah /Panic//Panic//Panic/

2025-02-27

0

Memyr 67

Memyr 67

pantas, dah tua juga, rafael blum menikah. nggak bisa tegas gitu, sama ceweknya, ihhh mencla mencle

2024-12-21

0

Anonim

Anonim

Rafael ini juga mau enaknya aja. Dengan menunggu restu orang tua yg mungkin mustahil merestui, jadi takunjung menikahi Delia yg katanya dicintainya.
Delia ya gitu..perempuan belum menikah dengan gampangnya menyodorkan diri jadi tidak perawan lagi. Akhirnya lama mpek bertahun-tahun digantung cuma jadi tunangan karena menunggu restu orang tua Rafael. Yang rugi mah kamu Delia. Rafael mah enak aja. Sekarang malah disuruh cari laki2 lain kau Delia.l

2024-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 Hati yang terluka
2 Ikatan sudah berakhir
3 Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4 Bertemu dengan Delia
5 Menggores luka kembali
6 Waktu yang berlalu
7 Pemilik Hotel
8 Acara ramah tamah
9 Berusaha mendekati
10 Hanya orang asing
11 Kesal sendiri
12 Teman dekat
13 Ulah Rafael
14 Jangan genit
15 Kejutan
16 Haruskah bertemu setiap hari?
17 Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18 Istri Rafael
19 Pelet
20 Sandiwara
21 Dijemput Darial
22 Makan malam
23 Lain dihati lain dimulut
24 Feeling seorang Ibu
25 Anak kecil
26 Mengantar Ayasha pulang
27 Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28 Hati yang gundah
29 Delia bukan istri Om Rafael
30 Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31 Dipecat!
32 Delia bukan istri saya!
33 Keributan di lobby hotel
34 Klarifikasi Rafael
35 Healing sejenak
36 Datang ke rumah Ayasha
37 Tolong beri aku kesempatan!
38 Friend with benefit
39 Hati yang kecewa
40 Jantung yang berdebar
41 Rafael patah hati
42 Tubuh Rafael mulai bereaksi
43 Sidak ke kamar
44 Amelia vs Delia dan Rian
45 Bangunnya singa betina
46 Putus hubungan!
47 Melelahkan
48 Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49 Ada yang jantungnya berdebar-debar
50 Perhatian Rafael
51 Tak bisa tidur
52 Sarapan pagi
53 Pertemuan kembali
54 Memohon maaf
55 Terkuaknya borok Delia
56 Memberitahukan rekaman
57 Abaikan aku kembali seperti dulu.
58 Penjelasan Rian
59 Darial cemas
60 Perhatian Darial
61 Rafael vs Delia
62 FORGETTING YOU
63 Delia diusir
64 Keadaan Rafael
65 Menemui Rafael
66 Berpisah untuk selamanya?
67 Memberitahukan kebenaran yang lain
68 Tentang Larissa
69 Ungkapan Larissa
70 Kekhawatiran Rafael
71 Ilmu hitam dan ilmu putih
72 Perjalanan pulang ke rumah
73 Obrolan Rafael dan Larissa
74 Minta restu
75 Kedatangan Delia ke perusahaan
76 Kejutan dari Rafael
77 Gosip yang beredar
78 Ada yang datang!?
79 Tamak!
80 Dukun mulai bekerja
81 Datang kembali ke Jogja
82 Dia tak ada di sini
83 Darial cemburu
84 Mengobati Ayasha
85 Penyakit
86 Ayasha akhirnya tahu
87 Apa hubunganmu dengan Rafael?
88 Melamar Ayasha.
89 Sang Casanova
90 Info sejenak
91 Ciuman pertama
92 Sarapan pagi bersama
93 Minta berhenti bekerja!
94 The hardest day
95 Tentang Darial
96 Bu Laras & Delia
97 Melukis kenangan indah
98 Don't say you love me
99 Malam dan pagi yang indah
100 Perhatian Rafael
101 Menemui orang tua Ayasha
102 Restu orang tua Ayasha
103 Makan malam bersama
104 Video club malam
105 Kapan kalian menikah?
106 Welcome back Delia!
107 Putus hubungan!?
108 Siuman dari pingsan
109 Makan siang bersama keluarga
110 Melamarnya kembali
111 Memelukmu
112 Rumah Sakit
113 Keadaan Ayasha
114 Berjuang menyelamatkan
115 Larissa melihatnya
116 Menikah dengan Kak Darial
117 I love you
118 SAH! SAH!
119 Extra Part - Hubby
120 Extra Part - menjenguk Ibra
121 Extra Part - cepat sembuh Uncle
122 Extra Part - sudah tidak waras
123 Extra Part - perpisahan
124 Extra Part - Tidur seranjang
125 Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126 Extra part - kejutan kecil
127 Extra part - menyempurnakan ibadah
128 Extra Part - akhir cerita
129 Info Novel Terbaru
130 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131 Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Hati yang terluka
2
Ikatan sudah berakhir
3
Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4
Bertemu dengan Delia
5
Menggores luka kembali
6
Waktu yang berlalu
7
Pemilik Hotel
8
Acara ramah tamah
9
Berusaha mendekati
10
Hanya orang asing
11
Kesal sendiri
12
Teman dekat
13
Ulah Rafael
14
Jangan genit
15
Kejutan
16
Haruskah bertemu setiap hari?
17
Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18
Istri Rafael
19
Pelet
20
Sandiwara
21
Dijemput Darial
22
Makan malam
23
Lain dihati lain dimulut
24
Feeling seorang Ibu
25
Anak kecil
26
Mengantar Ayasha pulang
27
Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28
Hati yang gundah
29
Delia bukan istri Om Rafael
30
Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31
Dipecat!
32
Delia bukan istri saya!
33
Keributan di lobby hotel
34
Klarifikasi Rafael
35
Healing sejenak
36
Datang ke rumah Ayasha
37
Tolong beri aku kesempatan!
38
Friend with benefit
39
Hati yang kecewa
40
Jantung yang berdebar
41
Rafael patah hati
42
Tubuh Rafael mulai bereaksi
43
Sidak ke kamar
44
Amelia vs Delia dan Rian
45
Bangunnya singa betina
46
Putus hubungan!
47
Melelahkan
48
Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49
Ada yang jantungnya berdebar-debar
50
Perhatian Rafael
51
Tak bisa tidur
52
Sarapan pagi
53
Pertemuan kembali
54
Memohon maaf
55
Terkuaknya borok Delia
56
Memberitahukan rekaman
57
Abaikan aku kembali seperti dulu.
58
Penjelasan Rian
59
Darial cemas
60
Perhatian Darial
61
Rafael vs Delia
62
FORGETTING YOU
63
Delia diusir
64
Keadaan Rafael
65
Menemui Rafael
66
Berpisah untuk selamanya?
67
Memberitahukan kebenaran yang lain
68
Tentang Larissa
69
Ungkapan Larissa
70
Kekhawatiran Rafael
71
Ilmu hitam dan ilmu putih
72
Perjalanan pulang ke rumah
73
Obrolan Rafael dan Larissa
74
Minta restu
75
Kedatangan Delia ke perusahaan
76
Kejutan dari Rafael
77
Gosip yang beredar
78
Ada yang datang!?
79
Tamak!
80
Dukun mulai bekerja
81
Datang kembali ke Jogja
82
Dia tak ada di sini
83
Darial cemburu
84
Mengobati Ayasha
85
Penyakit
86
Ayasha akhirnya tahu
87
Apa hubunganmu dengan Rafael?
88
Melamar Ayasha.
89
Sang Casanova
90
Info sejenak
91
Ciuman pertama
92
Sarapan pagi bersama
93
Minta berhenti bekerja!
94
The hardest day
95
Tentang Darial
96
Bu Laras & Delia
97
Melukis kenangan indah
98
Don't say you love me
99
Malam dan pagi yang indah
100
Perhatian Rafael
101
Menemui orang tua Ayasha
102
Restu orang tua Ayasha
103
Makan malam bersama
104
Video club malam
105
Kapan kalian menikah?
106
Welcome back Delia!
107
Putus hubungan!?
108
Siuman dari pingsan
109
Makan siang bersama keluarga
110
Melamarnya kembali
111
Memelukmu
112
Rumah Sakit
113
Keadaan Ayasha
114
Berjuang menyelamatkan
115
Larissa melihatnya
116
Menikah dengan Kak Darial
117
I love you
118
SAH! SAH!
119
Extra Part - Hubby
120
Extra Part - menjenguk Ibra
121
Extra Part - cepat sembuh Uncle
122
Extra Part - sudah tidak waras
123
Extra Part - perpisahan
124
Extra Part - Tidur seranjang
125
Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126
Extra part - kejutan kecil
127
Extra part - menyempurnakan ibadah
128
Extra Part - akhir cerita
129
Info Novel Terbaru
130
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131
Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!