Menggores luka kembali

Sungguh sangat menyiksa batinnya, begitu banyak kenangan lucu bersama pria itu, dan hal itu perlahan-lahan harus dia hapus dalam ingatannya.

Andaikan saja ada yang jual obat penghapus ingatan, pasti gadis itu akan membelinya dalam jumlah banyak.

Ayasha kembali mengusap buliran bening yang tiba-tiba saja terjatuh tanpa izin di pipinya ketika sudah keluar dari cafe.

Rafael yang baru saja memarkirkan mobilnya di parkiran cafe, tiba-tiba saja kedua netranya melihat sosok Ayasha yang baru saja keluar dari cafe.

“Ayasha,” gumam Rafael bermonolog.

Pria itu segera keluar dari mobilnya kemudian berlari mengejar Ayasha yang sudah keluar dari halaman cafe.

“Ayasha!” panggil Rafael.

Gadis yang di panggil namanya tidak mendengar, dan masih melangkahkan kakinya menuju halte busway.

“Ayasha,” teriak Rafael semakin kencang.

BUG!

Lengan Ayasha ke tarik ke belakang, hingga tubuh gadis itu menabrak tubuh Rafael.

DEG!

Sesaat tatapan mereka berdua terkunci dalam beberapa menit. Jantung Ayasha berdegup kencang di saat dadanya sudah menempel di dada Rafael.

“Ayasha.”

Lamunan Ayasha buyar seketika, kedua netranya mulai mengerjap-ngerjap, tak lama menyentak tangan Rafael yang masih mencekal pergelangan tangannya.

Gadis itu memutar balikkan badannya tanpa mengeluarkan suaranya.

“Kenapa kamu selalu menghindari aku, bukankah kita masih saudara? Kenapa kamu memblokir nomor ponselku? Apa kamu sekarang sangat membenciku? Apakah kamu sengaja menyiksaku atas keputusanku?” cecar Rafael, sebelum Ayasha melangkahkan kakinyan kembali.

Sejenak hati Ayasha terasa ngilu, seharusnya dialah yang tersiksa dengan cinta bertepuk sebelah tangan, dan seharusnya pria itu berbahagia atas keputusannya. Lalu kenapa sekarang bilang dirinya telah menyiksa pria itu, ayolah ini bukan candaan.

“Jawablah Ayasha, selama ini aku tidak tenang. Setiap aku datang ke rumahmu, kamu selalu menghindari aku,” ucap Rafael, tak peduli semua orang yang lalu lalang memperhatikan mereka berdua.

Ayasha menarik napasnya dalam-dalam, serta menulikan kedua telinganya. Lalu kembali melangkahkan kakinya tanpa memberikan jawaban.

Rafael menatap nanar punggung gadis itu, entah kenapa hatinya kembali terasa gamang, seperti masih ada yang mengganjal, hanya karena permohonan maaf yang belum diterima oleh Ayasha.

Rafael maju tiga langkah lalu kembali menarik lengan Ayasha dari belakang, kemudian memeluk tubuh gadis itu. Seketika itu juga kedua netra Ayasha membulat dan terkesiap, kedua tangannya pun berada di udara, tak menyentuh pria itu.

“Tolong maafkan aku, biar aku tenang, Ayasha,” pinta Rafael lirih, pria itu memeluk gadis itu dengan erat.

Ayasha yang masih kaget hanya bisa terdiam sejenak, tak mampu berkata-kata.

Tak jauh dari keberadaan mereka, Delia sudah berapi-api melihat sosok yang di kenalnya sedang berpelukan di pinggir jalan.

“MAS RAFAEL ... AYASHA!” pekik Delia bagaikan orang kebakaran jenggot.

Delia langsung meraih lengan Rafael untuk melepaskan pelukannya dengan hati yang memanas.

PLAK!!

Tangan Delia melayang ke pipi Ayasha dengan entengnya, hingga gadis itu memalingkan wajah ke samping.

“Sudah aku bilang, jangan pernah menggoda calon suamiku. Dasar pelakor!” maki Delia di depan orang banyak.

Ayasha yang masih terkejut, menyentuh pipinya yang terasa kebas lalu menatap nanar kedua orang tersebut.

“Apa-apaan kamu Delia telah menampar Ayasha dan menyebut dia pelakor!” geram Rafael, tidak terima dengan tuduhan Delia, lalu pria itu menahan tangan wanita itu.

“Mas Rafa, sudah jelas-jelas dia memelukmu, apalagi kalau bukan maksudnya menggoda mu agar kamu  kembali bertunangan dengannya, iyakan!” tuduh Delia, matanya menatap sinis ke arah Ayasha.

“Inikah maksudmu Om Rafael, ingin mempermalukan aku di depan umum. Aku punya salah apa sama Om ... Pernahkan aku menyakitimu!” suara Ayasha bergetar hebat, menahan rasa sakitnya, apalagi melihat tatapan orang-orang yang berada di sekeliling mereka, yang begitu mengintimidasinya.

Pria itu menyugarkan rambutnya, tiba-tiba keadaan di luar kontrol dirinya.

“Terima kasih atas penghinaan ini Om Rafael, Mbak Delia ... akan selalu aku ingat!” Gadis itu menahan dirinya untuk tidak menangis di depan orang tersebut.

“Terima kasih Mbak Delia telah memaki dan menuduh saya dengan kata pelakor! Padahal Mbak Delia sendirilah seorang pelakor! Maling teriak maling!” ucap Ayasha menatap nanar ke wajah Rafael, kemudian gadis itu membalikkan tubuhnya, akhirnya berlari menjauh dari mereka dan segera naik ojek yang kebetulan sedang terparkir. Hatinya jatuh berkeping-keping.

“Ayasha!” teriak Rafael mengejar gadis itu, namun sayangnya gadis itu sudah menghilang dengan tukang ojek yang membawanya.

“Aargh!” teriak Rafael frustrasi, tak mengira akan seperti ini jadinya, semakin rumit untuk memperbaiki hubungan kekeluargaannya.

Delia yang masih berdiri, menghentakkan kedua kakinya, kesal melihat Rafael lebih memilih mengejar Ayasha ketimbang diam bersama dirinya.

...----------------...

Perusahaan Bara Nusantara.

Satya menutupi kedua telinganya ketika mendengar teriakan nyaring Rafael yang sudah berada di ruangannya bersama sekretarisnya, Delia.

“Delia, kamu tidak berhak menemui Ayasha. Gadis itu adalah urusanku, bukan urusanmu!” gertak Rafael.

Setelah kejadian di cafe dan Ayasha sudah pergi meninggalkan mereka, Rafael memilih kembali ke kantornya, padahal dia datang untuk bertemu dengan temannya, namun terpaksa dibatalkan sepihak.

Tatapan Rafael begitu tajam menatap wanita yang berdiri di hadapannya.

“Dan kamu tahu Delia, aku kecewa dengan tudingan kamu ke Ayasha, menuding dia pelakor. Ayasha bukanlah pelakor!” suara Rafael meninggi.

“Aku cemburu Mas, aku cemburu melihat Mas Rafael memeluk Ayasha. Hingga aku mengeluarkan kata-kata itu?” jawab Delia, masih bertutur lembut.

“Aku bertemu dengannya juga hanya berbincang biasa saja, aku tidak menyakiti hatinya kok,” lanjut kata Delia.

“Tapi tetap saja aku tidak suka dengan sikap lancangmu, aku sudah mempertahankan hubungan kita, memilih dirimu. Namun kamu menambah luka untuk Ayasha, kamu tahu dia masih saudaraku. Aku bersikap baik dengannya karena kekerabatan kami, seharusnya kamu mengerti dan paham akan hal itu!” sentak Rafael.

Delia menundukkan kepalanya. “Maafkan aku Mas, aku memang salah, aku tidak akan mengulanginya kembali,” ucap Delia lirih, setetes demi setetes buliran bening itu meluncur ke pipi Delia.

Sejenak Rafael membuang tatapannya dari Delia, dan mengusap  kasar wajahnya. Kenapa jadi begitu rumit!

Rafael yang mendengar suara isak tangis, segera menarik lengan Delia, lalu memeluknya. “Maafkan aku jika terbawa emosi, pikiranku sangat kalut saat ini,” kata Rafael, tangannya mengusap lembut punggung Delia, lalu mengecup pucuk rambut wanita itu.

Wanita itu menenggelamkan wajahnya di dada lebar kekasihnya dan menangis tersedu-sedu. Rafael hanya bisa memejamkan matanya, dan membayangkan wajah kecewa Ayasha.

Aku harus bagaimana Ayasha!

...----------------...

Luka yang ditorehkan oleh Rafael sangatlah membekas di hati gadis itu, dia tidak bisa memungkirinya, sekalinya menyukai pria untuk pertama kalinya namun di khianati begitu kejamnya bukan hanya sekedar melihat jalan bareng, tapi hubungan intim.

Gadis itu memang tidak menangis atau berteriak tidak menerima kenyataan yang di hadapinya, namun dipendamnya begitu dalam di hatinya, dan selalu berusaha melupakan pria itu.

Ayasha masih menjauhkan diri dari keluarga Rafael atau pun keluarga besarnya yang turut hadir di saat acara tunangannya. Nomor ponsel Rafael pun sudah di blokirnya, setelah beberapa kali menghubunginya hanya untuk sekedar memohon maaf.

Semuanya sudah berlalu, jangan membuat luka hatiku semakin mendalam.

Waktu terus bergulir, Ayasha menghapus rasa kesedihannya dengan kembali melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya yaitu kuliah di salah satu Universitas Negeri. Gadis cantik itu memilih mengikuti ujian masuk di salah satu universitas negeri di kota Yogyakarta, dan kedua orang tuanya tidak bisa menolak permintaan putri satu-satunya, akhirnya mengikuti permintaan Ayasha.

bersambung ....

Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ....Hari senin jangan lupa vote nya dong buat Ayasha ..... makasih sebelumnya.

Lope lope sekebon 🍊🍊🍊🌻🌻🌻🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Be snowman

Be snowman

aaaaaaa tetep nyess meski udh tamat bacaa/Sob/

2024-12-02

0

Dewi Dama

Dewi Dama

cerita nya bagus..lagi...sehat selalu thooorrr...

2024-11-16

0

Sofiya

Sofiya

ya Allah 😭😭😭

2024-12-23

0

lihat semua
Episodes
1 Hati yang terluka
2 Ikatan sudah berakhir
3 Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4 Bertemu dengan Delia
5 Menggores luka kembali
6 Waktu yang berlalu
7 Pemilik Hotel
8 Acara ramah tamah
9 Berusaha mendekati
10 Hanya orang asing
11 Kesal sendiri
12 Teman dekat
13 Ulah Rafael
14 Jangan genit
15 Kejutan
16 Haruskah bertemu setiap hari?
17 Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18 Istri Rafael
19 Pelet
20 Sandiwara
21 Dijemput Darial
22 Makan malam
23 Lain dihati lain dimulut
24 Feeling seorang Ibu
25 Anak kecil
26 Mengantar Ayasha pulang
27 Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28 Hati yang gundah
29 Delia bukan istri Om Rafael
30 Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31 Dipecat!
32 Delia bukan istri saya!
33 Keributan di lobby hotel
34 Klarifikasi Rafael
35 Healing sejenak
36 Datang ke rumah Ayasha
37 Tolong beri aku kesempatan!
38 Friend with benefit
39 Hati yang kecewa
40 Jantung yang berdebar
41 Rafael patah hati
42 Tubuh Rafael mulai bereaksi
43 Sidak ke kamar
44 Amelia vs Delia dan Rian
45 Bangunnya singa betina
46 Putus hubungan!
47 Melelahkan
48 Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49 Ada yang jantungnya berdebar-debar
50 Perhatian Rafael
51 Tak bisa tidur
52 Sarapan pagi
53 Pertemuan kembali
54 Memohon maaf
55 Terkuaknya borok Delia
56 Memberitahukan rekaman
57 Abaikan aku kembali seperti dulu.
58 Penjelasan Rian
59 Darial cemas
60 Perhatian Darial
61 Rafael vs Delia
62 FORGETTING YOU
63 Delia diusir
64 Keadaan Rafael
65 Menemui Rafael
66 Berpisah untuk selamanya?
67 Memberitahukan kebenaran yang lain
68 Tentang Larissa
69 Ungkapan Larissa
70 Kekhawatiran Rafael
71 Ilmu hitam dan ilmu putih
72 Perjalanan pulang ke rumah
73 Obrolan Rafael dan Larissa
74 Minta restu
75 Kedatangan Delia ke perusahaan
76 Kejutan dari Rafael
77 Gosip yang beredar
78 Ada yang datang!?
79 Tamak!
80 Dukun mulai bekerja
81 Datang kembali ke Jogja
82 Dia tak ada di sini
83 Darial cemburu
84 Mengobati Ayasha
85 Penyakit
86 Ayasha akhirnya tahu
87 Apa hubunganmu dengan Rafael?
88 Melamar Ayasha.
89 Sang Casanova
90 Info sejenak
91 Ciuman pertama
92 Sarapan pagi bersama
93 Minta berhenti bekerja!
94 The hardest day
95 Tentang Darial
96 Bu Laras & Delia
97 Melukis kenangan indah
98 Don't say you love me
99 Malam dan pagi yang indah
100 Perhatian Rafael
101 Menemui orang tua Ayasha
102 Restu orang tua Ayasha
103 Makan malam bersama
104 Video club malam
105 Kapan kalian menikah?
106 Welcome back Delia!
107 Putus hubungan!?
108 Siuman dari pingsan
109 Makan siang bersama keluarga
110 Melamarnya kembali
111 Memelukmu
112 Rumah Sakit
113 Keadaan Ayasha
114 Berjuang menyelamatkan
115 Larissa melihatnya
116 Menikah dengan Kak Darial
117 I love you
118 SAH! SAH!
119 Extra Part - Hubby
120 Extra Part - menjenguk Ibra
121 Extra Part - cepat sembuh Uncle
122 Extra Part - sudah tidak waras
123 Extra Part - perpisahan
124 Extra Part - Tidur seranjang
125 Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126 Extra part - kejutan kecil
127 Extra part - menyempurnakan ibadah
128 Extra Part - akhir cerita
129 Info Novel Terbaru
130 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131 Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Hati yang terluka
2
Ikatan sudah berakhir
3
Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4
Bertemu dengan Delia
5
Menggores luka kembali
6
Waktu yang berlalu
7
Pemilik Hotel
8
Acara ramah tamah
9
Berusaha mendekati
10
Hanya orang asing
11
Kesal sendiri
12
Teman dekat
13
Ulah Rafael
14
Jangan genit
15
Kejutan
16
Haruskah bertemu setiap hari?
17
Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18
Istri Rafael
19
Pelet
20
Sandiwara
21
Dijemput Darial
22
Makan malam
23
Lain dihati lain dimulut
24
Feeling seorang Ibu
25
Anak kecil
26
Mengantar Ayasha pulang
27
Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28
Hati yang gundah
29
Delia bukan istri Om Rafael
30
Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31
Dipecat!
32
Delia bukan istri saya!
33
Keributan di lobby hotel
34
Klarifikasi Rafael
35
Healing sejenak
36
Datang ke rumah Ayasha
37
Tolong beri aku kesempatan!
38
Friend with benefit
39
Hati yang kecewa
40
Jantung yang berdebar
41
Rafael patah hati
42
Tubuh Rafael mulai bereaksi
43
Sidak ke kamar
44
Amelia vs Delia dan Rian
45
Bangunnya singa betina
46
Putus hubungan!
47
Melelahkan
48
Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49
Ada yang jantungnya berdebar-debar
50
Perhatian Rafael
51
Tak bisa tidur
52
Sarapan pagi
53
Pertemuan kembali
54
Memohon maaf
55
Terkuaknya borok Delia
56
Memberitahukan rekaman
57
Abaikan aku kembali seperti dulu.
58
Penjelasan Rian
59
Darial cemas
60
Perhatian Darial
61
Rafael vs Delia
62
FORGETTING YOU
63
Delia diusir
64
Keadaan Rafael
65
Menemui Rafael
66
Berpisah untuk selamanya?
67
Memberitahukan kebenaran yang lain
68
Tentang Larissa
69
Ungkapan Larissa
70
Kekhawatiran Rafael
71
Ilmu hitam dan ilmu putih
72
Perjalanan pulang ke rumah
73
Obrolan Rafael dan Larissa
74
Minta restu
75
Kedatangan Delia ke perusahaan
76
Kejutan dari Rafael
77
Gosip yang beredar
78
Ada yang datang!?
79
Tamak!
80
Dukun mulai bekerja
81
Datang kembali ke Jogja
82
Dia tak ada di sini
83
Darial cemburu
84
Mengobati Ayasha
85
Penyakit
86
Ayasha akhirnya tahu
87
Apa hubunganmu dengan Rafael?
88
Melamar Ayasha.
89
Sang Casanova
90
Info sejenak
91
Ciuman pertama
92
Sarapan pagi bersama
93
Minta berhenti bekerja!
94
The hardest day
95
Tentang Darial
96
Bu Laras & Delia
97
Melukis kenangan indah
98
Don't say you love me
99
Malam dan pagi yang indah
100
Perhatian Rafael
101
Menemui orang tua Ayasha
102
Restu orang tua Ayasha
103
Makan malam bersama
104
Video club malam
105
Kapan kalian menikah?
106
Welcome back Delia!
107
Putus hubungan!?
108
Siuman dari pingsan
109
Makan siang bersama keluarga
110
Melamarnya kembali
111
Memelukmu
112
Rumah Sakit
113
Keadaan Ayasha
114
Berjuang menyelamatkan
115
Larissa melihatnya
116
Menikah dengan Kak Darial
117
I love you
118
SAH! SAH!
119
Extra Part - Hubby
120
Extra Part - menjenguk Ibra
121
Extra Part - cepat sembuh Uncle
122
Extra Part - sudah tidak waras
123
Extra Part - perpisahan
124
Extra Part - Tidur seranjang
125
Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126
Extra part - kejutan kecil
127
Extra part - menyempurnakan ibadah
128
Extra Part - akhir cerita
129
Info Novel Terbaru
130
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131
Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!