Ulah Rafael

Satya masih menanti pak bosnya di lobby sambil mengobrol ringan dengan staf resepsionis, sembari sesekali melirik ke arah coffe shop.

Derrt ... Derrt ... Derrt

Suara nada dering ponselnya membuat Satya mendesah, dan menyunggingkan salah satu sudut bibir tebalnya.

“Ck ... dia lagi yang telepon,” gumam Satya sendiri.

“Halo, ada apa lagi?” sapa Satya ketus.

“Mas Satya kok ketus banget sih. Jangan begitu dong, mana Mas Rafael ... aku ingin bicara, dari tadi aku hubungi ke ponselnya tidak di angkat juga?” tanya Delia dari sambungan teleponnya, yang ke sekian kalinya ke Satya.

Pak Bos lagi sibuk menguntiti mantan tunangannya jadi sampai lupa sama dirimu ... Batin Satya.

Pengen banget sang asisten pribadi Rafael bilang seperti itu, tapi sama saja penyakit baru buat Ayasha, karena Delia itu wanita yang menyebalkan dan berani berbuat apa saja jika ada wanita yang berani mendekati Rafael.

“Pak Rafael sedang meeting dengan karyawan di sini,” jawab dusta Satya, cari aman.

“Ck ... rapat terus, dia gak ingat apa ... Aku ditinggali sendiri di sini. Tapi ngomong-ngomong karyawan cewek di sana gak ada yang genit kan sama Mamasku tercinta?” selidik Delia.

Prett ... mamasku tercinta ... ejek batin Satya.

Satya jadi ngurut dada kalau sudah di tanya masalah seperti itu, bagaikan mata-mata buat Delia kalau menjawabnya. “Kalau Pak Rafael sangat mencintaimu, harusnya kamu tidak perlu khawatir, wanita secantik apapun Pak Rafael takkan tergoda,” ejek Satya, kemudian memutuskan sambungan teleponnya.

Di sebrang sana Delia terlihat mendengus kesal atas jawaban Satya, ditambah wanita itu menajamkan kedua netranya, menatap tangannya yang tengah menggenggam figura ukuran 3R yang baru saja ditemukannya di laci meja Rafael, foto Rafael dan Ayasha saat bertunangan, mereka terlihat tersenyum bersama dan saling menatap, itulah potret foto tersebut.

PRANG!

Delia melempar figuran foto tersebut ke lantai, hingga kaca figuran tersebut pecah. “Jahat kamu, Mas Rafael! Kenapa masih menyimpan fotomu dengan bocah itu! Selama ini sudah ada aku, wanita yang kamu cintai ... Mas Rafael!” teriak Delia menggebu-gebu.

...----------------...

Coffe Shop

Urusan kerja sama sudah selesai, agenda kerja Darial mesti kembali ke kantor.

“Ayasha boleh minta ponselmu, kayaknya saya tidak punya nomor ponselmu,” pinta Darial, karena selama ini mereka berkomunikasi melalui line telepon kantor.

“Buat apa Kak Darial?”

“Saya ingin kirim nomor ponsel pribadiku, bukankah kita sekarang sudah berteman?”

Refleks Ayasha memberikan ponselnya, dan Darial segera menyimpan nomor ponselnya lalu miss call ke ponselnya sendiri.

“Kapan-kapan saya mau ajak kamu makan malam, mau kan?” tanya Darial.

“Kalau saya tak sibuk ya Kak Darial.”

“Baiklah nanti saya hubungi kamu, jangan lupa di terima teleponnya. Dan terima kasih banyak untuk hari ini,” ucap Darial, penuh kepuasan.

“Sama-sama Kak Darial, saya juga terima kasih karena Kak Darial sudah menyetujui dan sepakat dengan kerja sama ini.”

Pria itu tersenyum hangat, lalu bangkit dari duduknya. Begitu pula dengan pria yang ada di belakang Ayasha turut beranjak dari duduknya, kemudian memutar balik badannya agar bisa melihat jelas wajah Darial. Pria itu menajamkan matanya kepada pria yang baru saja selesai bicara dengan Ayasha.

Tak lama Ayasha bangkit dari duduknya, karena ingin mengantar Darial ke luar lobby, namun apa yang terjadi.

Rafael menyenggol bahu Ayasha dari belakang, agak mendorong ketika melewati gadis itu, tanpa di sadari Rafael, paha Ayasha menyenggol meja, hingga meja tersebut goyang dan cangkir yang masih ada sisanya jatuh mengenai rok sepan Ayasha dan meluncur bebas ke atas lantai.

PRANG!

Bunyi pecahan gelas itu sangatlah nyaring, membuat langkah Rafael berhenti dan memutar balik badannya.

Ayasha sendiri sedang terkejut dengan roknya yang sudah basah serta gelas yang sudah terjatuh, kemudian menegakkan wajahnya, ingin melihat siapa yang menyenggol bahunya dengan sengaja. Gadis itu tidak menyangka jika Rafael berada di coffe shop.

Pria itu menyeringai tipis ketika melihat Ayasha dari tempatnya berdiri, sedangkan Ayasha hanya bisa menahan kekesalannya setelah tahu siapa pelakunya.

Sejak kapan Om Rafael ada di coffe shop?

“Kamu baik-baik saja kan, siapa tadi yang sengaja menyenggol kamu?” tanya Darial cemas, dan mulai mencari pria yang dia lihat wajahnya tadi.

“Gak pa-pa kok Kak, mungkin orang itu tidak sengaja.”

“Tidak sengaja apanya, tadi terlihat jelas kalau dia menyenggol bahu kamu kok.”

Ayasha memberanikan diri untuk menahan lengan Darial, yang ingin menghampiri Rafael yang masih berdiri tak jauh dari keberadaan mereka berdua, karena Darial melihatnya dengan jelas. “Sudah Kak, saya tak mau ada keributan, ini hanya masalah kecil,” pinta Ayasha, menenangi Darial yang ikutan kesal.

“Kalau begitu kamu ikut saya, membeli baju ganti. Tidak mungkin kamu bekerja dengan pakaian yang basah dan kotor ini,” pinta Darial, menarik tangan Ayasha untuk pertama kalinya. Sosok Darial terlihat seperti penolongnya dari kekacauan yang terjadi, ulah Rafael.

Gadis itu kembali menahan lengan Darial. “Sebentar Kak.” Ayasha memanggil waiters untuk merapikan meja dan pecahan gelas, baru gadis itu mengikuti Darial.

Rafael mengetatkan rahangnya semakin tegas, denyut di sisi dahinya terlihat bergerak akibat menahan emosinya sendiri, gara-gara melihat Darial masih memegang pergelangan tangan Ayasha.

Di saat Ayasha dan Darial melewati Rafael, gadis itu menatap datar pria itu walau sebenarnya dia kesal.

“Di jam kerja tidak diperkenankan untuk keluar kantor kecuali dinas di luar kantor!” tegur Rafael ketika mereka lewat, ya ... Rafael mendengar dengan jelas jika Darial mengajak Ayasha untuk membeli baju ganti.

Ayasha tidak menggubrisnya, sedangkan Darial yang ingin menjawab Rafael, gadis itu menggelengkan kepalanya seolah meminta jangan di tanggapi pria itu, akhirnya Darial memilih keluar dari coffe shop dengan Ayasha, mereka tidak peduli dengan sorot mata Rafael yang begitu tajam.

Keterlaluan kamu, Ayasha! ... geram batin Rafael.

...----------------...

Baru kali ini Ayasha melanggar peraturan kantor, tapi ini juga karena keadaan yang mendadak, tidak mungkin dia bekerja dengan pakaian kotor. Mau tidak mau gadis itu mencari baju ganti di Mall Malioboro, ditemani oleh Darial, pria itu sangat perhatian dengan Ayasha walau mereka baru dekat.

Setelah mendapatkan baju yang pas dan sesuai, gadis itu langsung menggantinya dan Darial segera membayarkan tagihannya sebelum Ayasha membayarnya.

“Kak Darial, kok sudah di bayar tagihannya, saya kan gak enak jadinya," ujar Ayasha terlihat canggung.

“Jangan sungkan Ayasha, anggap aja ini baju hadiah dari saya untukmu, hadiah awal pertemanan kita,” jawab santai Darial.

“Terima kasih banyak, sebagai gantinya kapan-kapan saya traktir makan di angkringan,” balas Ayasha, tulus.

“Boleh, bagaimana kalau besok. Pulang kerja saya jemput?”

“Oke ... Boleh,” jawab cepat Ayasha, tanpa banyak berpikir lagi.

Setelah selesai  berbelanja Darial dan Ayasha berpisah di depan Mall, gadis itu tidak enak kalau Darial kembali mengantarnya ke hotel, padahal dengan senang hati pria itu mengantarnya kembali.

Lima belas menit kemudian Ayasha kembali ke hotel, di lobby terlihat Lena mondar-mandir seperti menunggu seseorang.

“Oh Ayasha, dari mana saja kamu?” tanya Lena di saat melihat kedatangan Ayasha, orang yang di tunggunya.

“Ada apa memangnya?”

“Ponsel kamu kok gak bisa di hubungi sih, udah berapa kali di coba gak aktif terus.”

“Ponsel aku wess mati, kena tumpahan air di coffe shop waktu ketemu Pak Darial.”

“Astaga, pantas saja. Ya udah sekarang mending kamu sekarang ke ruang GM deh, dari tadi kamu di cariin sama Pak Rafael. Makanya aku cari-cari kamu dari tadi!” pinta Lena.

Sejenak Ayasha menarik napasnya dalam-dalam dan menghembusnya kasar.

“Ada apa Pak Rafael mencariku?” tanya Ayasha pura-pura tidak tahu, padahal tahu penyebabnya.

“Justru itu aku gak tahu, dan aku pengen tahu ... kenapa bisa tiba-tiba kamu di panggil dan minta menghadap beliau.”

“Ya udah aku titip ini, baju aku kena tumpahan kopi, dan tolong cek ponselku ya," pinta Ayasha, sambil menyodorkan paper bag.

“Pantas aja baju kamu beda, ternyata habis beli baju baru toh.”

“Mmm....” gumam Ayasha, gadis itu pun berlalu, kemudian menuju ruang GM yang ada di lantai 1.

Mau apalagi Om Rafael panggil, bukankah sudah cukup dengan pembicaraan tadi pagi!

...----------------...

Ruang General Manager.

Tok ... Tok ... Tok!!

“Masuk!” sahut seseorang dari dalam ruangan.

Ayasha yang masih berdiri di luar ruangan, mengatur napas nya sejenak, baru buka pintu dan masuk ke dalam ruangan.

Rafael yang duduk di kursi tampak menajamkan matanya ke arah pintu, menanti sosok gadis yang di panggilnya.

“Permisi,” ucap Ayasha ketika masuk ke ruangan.

“Harus berapa lama aku  menunggu kamu datang menghadapku!” sentak Rafael dengan wajah tanpa bersalah, dan tatapan menyalang.

Ayasha belum mendekati Rafael, namun sudah di kena bentak. “Maaf Pak Rafael, aku tidak tahu jika Bapak memanggil, lagi pula Bapak kan tahu kenapa bisa menunggu lama! Bukankah ini ulah Bapak sendiri!”

Pria itu berdecih dan menatap kesal gadis itu, Rafael bisa melihat baju kerja Ayasha sudah berbeda dengan sebelumnya, berarti gadis itu benar-benar pergi dengan pria itu.

“Jangan asal menuduh, Ayasha!”

“Aku tidak asal menuduh, lagi pula space jalan antar meja di coffe shop itu cukup untuk tiga orang, dan tak mungkin saling menyenggol seperti masuk ke gang sempit. Sudah bisa dipastikan jika Bapaklah yang sengaja menyenggol saya!” balas Ayasha.

Pria itu beranjak dari duduknya, lalu melangkahkan kakinya agar lebih dekat dengan Ayasha. “Sekarang sepertinya kamu sudah pandai berdebat, sudah pandai berbicara dengan laki-laki, dan ternyata pandai juga merayu. Aku tak menyangka,” sindir Rafael, tatapan matanya terlihat seperti merendahkan dirinya.

Ayasha mendesah dan memutar malas kedua bola matanya. “Terima kasih atas pujiannya Pak Rafael! Ya aku memang pandai berbicara dengan laki-laki dan juga pandai merayunya, bukankah sebagian tugas karyawan marketing harus bisa bernegosiasi, demi keuntungan perusahaan! Kalau orang marketing tidak pandai merayu dan bernegosiasi dengan costumernya, lalu apa yang akan di dapatkan oleh Perusahaan? ... Bukankah tugasku menjual fasilitas di hotel ini hingga hotel ini dapat pemasukan!” jawab Ayasha lugas.

Pria itu tampak kesal dengan sanggahan Ayasha, namun memang benar apa yang di jabarkan oleh Ayasha, tak berkutik lah Rafael. Gadis itu menyeringai tipis dan menantang tatapan mantan tunangannya.

bersambung ....

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

A

2024-11-26

0

Anonim

Anonim

Rafael ini GM tidak profesional.
Masalah pribadi dicampur aduk dengan seenaknya sendiri. Egois beber kau Rafael. Cemburu ngaku bos !!!

2024-09-30

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

Rafael tidak mencintaimu Delia..Rafael hanya kau jebak dengan Apem mu agar Rafael hidup denganmu.. sebenarnya yang dicintai Rafael adalah Ayasha

2024-05-03

6

lihat semua
Episodes
1 Hati yang terluka
2 Ikatan sudah berakhir
3 Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4 Bertemu dengan Delia
5 Menggores luka kembali
6 Waktu yang berlalu
7 Pemilik Hotel
8 Acara ramah tamah
9 Berusaha mendekati
10 Hanya orang asing
11 Kesal sendiri
12 Teman dekat
13 Ulah Rafael
14 Jangan genit
15 Kejutan
16 Haruskah bertemu setiap hari?
17 Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18 Istri Rafael
19 Pelet
20 Sandiwara
21 Dijemput Darial
22 Makan malam
23 Lain dihati lain dimulut
24 Feeling seorang Ibu
25 Anak kecil
26 Mengantar Ayasha pulang
27 Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28 Hati yang gundah
29 Delia bukan istri Om Rafael
30 Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31 Dipecat!
32 Delia bukan istri saya!
33 Keributan di lobby hotel
34 Klarifikasi Rafael
35 Healing sejenak
36 Datang ke rumah Ayasha
37 Tolong beri aku kesempatan!
38 Friend with benefit
39 Hati yang kecewa
40 Jantung yang berdebar
41 Rafael patah hati
42 Tubuh Rafael mulai bereaksi
43 Sidak ke kamar
44 Amelia vs Delia dan Rian
45 Bangunnya singa betina
46 Putus hubungan!
47 Melelahkan
48 Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49 Ada yang jantungnya berdebar-debar
50 Perhatian Rafael
51 Tak bisa tidur
52 Sarapan pagi
53 Pertemuan kembali
54 Memohon maaf
55 Terkuaknya borok Delia
56 Memberitahukan rekaman
57 Abaikan aku kembali seperti dulu.
58 Penjelasan Rian
59 Darial cemas
60 Perhatian Darial
61 Rafael vs Delia
62 FORGETTING YOU
63 Delia diusir
64 Keadaan Rafael
65 Menemui Rafael
66 Berpisah untuk selamanya?
67 Memberitahukan kebenaran yang lain
68 Tentang Larissa
69 Ungkapan Larissa
70 Kekhawatiran Rafael
71 Ilmu hitam dan ilmu putih
72 Perjalanan pulang ke rumah
73 Obrolan Rafael dan Larissa
74 Minta restu
75 Kedatangan Delia ke perusahaan
76 Kejutan dari Rafael
77 Gosip yang beredar
78 Ada yang datang!?
79 Tamak!
80 Dukun mulai bekerja
81 Datang kembali ke Jogja
82 Dia tak ada di sini
83 Darial cemburu
84 Mengobati Ayasha
85 Penyakit
86 Ayasha akhirnya tahu
87 Apa hubunganmu dengan Rafael?
88 Melamar Ayasha.
89 Sang Casanova
90 Info sejenak
91 Ciuman pertama
92 Sarapan pagi bersama
93 Minta berhenti bekerja!
94 The hardest day
95 Tentang Darial
96 Bu Laras & Delia
97 Melukis kenangan indah
98 Don't say you love me
99 Malam dan pagi yang indah
100 Perhatian Rafael
101 Menemui orang tua Ayasha
102 Restu orang tua Ayasha
103 Makan malam bersama
104 Video club malam
105 Kapan kalian menikah?
106 Welcome back Delia!
107 Putus hubungan!?
108 Siuman dari pingsan
109 Makan siang bersama keluarga
110 Melamarnya kembali
111 Memelukmu
112 Rumah Sakit
113 Keadaan Ayasha
114 Berjuang menyelamatkan
115 Larissa melihatnya
116 Menikah dengan Kak Darial
117 I love you
118 SAH! SAH!
119 Extra Part - Hubby
120 Extra Part - menjenguk Ibra
121 Extra Part - cepat sembuh Uncle
122 Extra Part - sudah tidak waras
123 Extra Part - perpisahan
124 Extra Part - Tidur seranjang
125 Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126 Extra part - kejutan kecil
127 Extra part - menyempurnakan ibadah
128 Extra Part - akhir cerita
129 Info Novel Terbaru
130 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131 Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Hati yang terluka
2
Ikatan sudah berakhir
3
Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4
Bertemu dengan Delia
5
Menggores luka kembali
6
Waktu yang berlalu
7
Pemilik Hotel
8
Acara ramah tamah
9
Berusaha mendekati
10
Hanya orang asing
11
Kesal sendiri
12
Teman dekat
13
Ulah Rafael
14
Jangan genit
15
Kejutan
16
Haruskah bertemu setiap hari?
17
Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18
Istri Rafael
19
Pelet
20
Sandiwara
21
Dijemput Darial
22
Makan malam
23
Lain dihati lain dimulut
24
Feeling seorang Ibu
25
Anak kecil
26
Mengantar Ayasha pulang
27
Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28
Hati yang gundah
29
Delia bukan istri Om Rafael
30
Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31
Dipecat!
32
Delia bukan istri saya!
33
Keributan di lobby hotel
34
Klarifikasi Rafael
35
Healing sejenak
36
Datang ke rumah Ayasha
37
Tolong beri aku kesempatan!
38
Friend with benefit
39
Hati yang kecewa
40
Jantung yang berdebar
41
Rafael patah hati
42
Tubuh Rafael mulai bereaksi
43
Sidak ke kamar
44
Amelia vs Delia dan Rian
45
Bangunnya singa betina
46
Putus hubungan!
47
Melelahkan
48
Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49
Ada yang jantungnya berdebar-debar
50
Perhatian Rafael
51
Tak bisa tidur
52
Sarapan pagi
53
Pertemuan kembali
54
Memohon maaf
55
Terkuaknya borok Delia
56
Memberitahukan rekaman
57
Abaikan aku kembali seperti dulu.
58
Penjelasan Rian
59
Darial cemas
60
Perhatian Darial
61
Rafael vs Delia
62
FORGETTING YOU
63
Delia diusir
64
Keadaan Rafael
65
Menemui Rafael
66
Berpisah untuk selamanya?
67
Memberitahukan kebenaran yang lain
68
Tentang Larissa
69
Ungkapan Larissa
70
Kekhawatiran Rafael
71
Ilmu hitam dan ilmu putih
72
Perjalanan pulang ke rumah
73
Obrolan Rafael dan Larissa
74
Minta restu
75
Kedatangan Delia ke perusahaan
76
Kejutan dari Rafael
77
Gosip yang beredar
78
Ada yang datang!?
79
Tamak!
80
Dukun mulai bekerja
81
Datang kembali ke Jogja
82
Dia tak ada di sini
83
Darial cemburu
84
Mengobati Ayasha
85
Penyakit
86
Ayasha akhirnya tahu
87
Apa hubunganmu dengan Rafael?
88
Melamar Ayasha.
89
Sang Casanova
90
Info sejenak
91
Ciuman pertama
92
Sarapan pagi bersama
93
Minta berhenti bekerja!
94
The hardest day
95
Tentang Darial
96
Bu Laras & Delia
97
Melukis kenangan indah
98
Don't say you love me
99
Malam dan pagi yang indah
100
Perhatian Rafael
101
Menemui orang tua Ayasha
102
Restu orang tua Ayasha
103
Makan malam bersama
104
Video club malam
105
Kapan kalian menikah?
106
Welcome back Delia!
107
Putus hubungan!?
108
Siuman dari pingsan
109
Makan siang bersama keluarga
110
Melamarnya kembali
111
Memelukmu
112
Rumah Sakit
113
Keadaan Ayasha
114
Berjuang menyelamatkan
115
Larissa melihatnya
116
Menikah dengan Kak Darial
117
I love you
118
SAH! SAH!
119
Extra Part - Hubby
120
Extra Part - menjenguk Ibra
121
Extra Part - cepat sembuh Uncle
122
Extra Part - sudah tidak waras
123
Extra Part - perpisahan
124
Extra Part - Tidur seranjang
125
Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126
Extra part - kejutan kecil
127
Extra part - menyempurnakan ibadah
128
Extra Part - akhir cerita
129
Info Novel Terbaru
130
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131
Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!