Waktu yang berlalu

Mama Nia menatap sendu ke arah putri sulungnya yang terlihat sibuk malam ini.

“Ayasha, kamu beneran ingin kuliah di Yogyakarta?” tanya mama Nia, kembali meyakini keputusan anaknya.

Ayasha yang sedang mengeluarkan isi lemari pakaiannya sejenak berhenti, lalu duduk di tepi ranjang bersama mama Nia.

“Aya, sudah daftar dan ikut ujian masuk universitas di sana Mam. Aya butuh suasana yang baru. Papa juga sudah menyetujuinya, Mam.”

Sebenarnya Ayasha ingin sekali kuliah di luar negeri, tapi apa daya, semua karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Sebenarnya bisa saja dia minta bantuan kepada orang tua Rafael yang begitu menyayanginya, namun nanti akan menjadi hutang budi.

Mama Nia mendesah sembari ikutan merapikan pakaian Ayasha yang sudah dikeluarkan dari lemarinya, dipilih untuk dimasukkan ke dalam koper.

“Tapi tetap aja Mama tuh gak rela kamu memilih kuliah di sana nak, padahal di Jakarta, Depok, Bogor banyak universitas yang bagus. Ini kenapa jadi memilih jarak yang jauh. Kamu tega mau tinggalin Mama sama Papa,” gerutu Mama Nia, terkesan sedih.

“Mam, Aya kan masih di pulau Jawa. Kalau papa cuti kerja, mama sama papa bisa tengok  Aya ke Yogyakarta sekalian liburan.”

Mama Nia hanya bisa mendengus kesal, “iya Mama juga paham, tapi yang namanya seorang ibu gak rela dan belum siap ditinggali sama anaknya dalam jarak yang jauh.”

Mama Nia dan papa Tisna paham dengan alasan yang sebenarnya, semua karena gagalnya pernikahan Ayasha, dan dia memilih untuk menjauh dari keluarga besarnya karena malu, namun tidak di ungkapkan oleh Ayasha.

Ayasha langsung memeluk Mama Nia. “Maafkan Aya ya Mam, doakan Aya semoga cita-cita Aya tercapai. Dan pilihan ini bukan bermaksud ingin menjauh dari mama dan papa,” ucap Ayasha.

Kedua netra mama Nia berkaca-kaca. “Mama selalu mendoakan mu yang terbaik, semoga anak mama yang cantik  ini cita-citanya tercapai, dan jadilah wanita yang tangguh dan mandiri.”

“Makasih Mam.” Ayasha mengeratkan pelukannya.

Kedua orang tua Ayasha bukanlah keluarga yang bergelimang harta, tapi keluarga yang sederhana namun bisa dikatakan lebih dari cukup, karena papa Tisna salah satu manajer di perusahaan besar di Jakarta. Namun papa Tisna selalu mendidik anaknya hidup dalam kesederhanaan, tidak menunjukkan kemewahan. Tapi karena Ayasha memang sudah terlahir menjadi gadis cantik, pakaian dengan harga murah pun terkesan mewah jika dikenakan oleh Ayasha.

...----------------...

Hijrah ke kota Yogyakarta itu keputusan Ayasha, meninggalkan ibu kota Jakarta dan mengobati luka hatinya, membuka lembaran baru. Keputusan Ayasha ke Yogyakarta tidak ada yang tahu, cukup mama Nia dan papa Tisna yang tahu.

Keadaan Rafael sekarang, sudah jelas mama Rara dan papa Stevan memutuskan hubungan mereka sebagai orang tua dan anak. Mama Rara dan papa Stevan benar-benar sudah kecewa dengan keputusan yang Rafael pilih. Melamar dan sudah jelas kepergok berhubungan intim dengan sekretarisnya yang bernama Delia secara diam-diam, tanpa meminta izin dan restu kepada orang tua, dan tentunya sudah menyakiti hati Ayasha, yang masih kerabat keluarga mereka.

Rafael sudah berusaha untuk meminta maaf dan minta restu kepada kedua orang tuanya untuk hubungannya dengan Delia karena sudah berbuat jauh dengan Delia, namun sayangnya pintu mansion dan perusahaan papa Stevan sudah tertutup untuk kedatangan Rafael. Sedangkan Delia hanya menyikapinya dengan santai jika calon mertuanya tidak merestui dirinya sebagai menantu, paling tidak Rafael tetap akan menjadi suaminya kelak, dan tidak jadi menikah dengan gadis yang dijodohkan oleh keluarga calon suaminya, menurut dia sudah cukup, dan merasa puas akan pencapaiannya.

Keberadaan Ayasha menghilang begitu saja, tidak ada yang tahu termasuk kedua orang tua Rafael dan Rafael, setiap ada acara keluarga, mama Nia dan papa Tisna selalu bungkam. Mama Rara yang sangat menyayangi Ayasha, sangat kecewa tidak bisa bertemu dengan Ayasha, dan semakin benci dengan putra sulungnya.

 “Akhirnya kita benar-benar tidak bertemu lagi, Ayasha. Kamu pergi ke mana?” gumam Rafael lirih, pria itu menatap fotonya saat acara tunangan dengan Ayasha yang masih tersimpan di ponselnya.

...----------------...

Enam bulan kemudian ...

Hari-hari Rafael semakin menyesakkan, bayangan wajah terakhir Ayasha, masih selalu ada dipelupuk kedua matanya, bagaikan dilem tak mau pergi. Dalam enam bulan kepergian Ayasha, pria itu masih belum kapok mendatangi  rumah Ayasha, dengan harapan dia diberitahukan kemana gadis itu berada.

Seperti sekarang, pria itu kembali datang dan mengetuk rumah Ayasha. Kebetulan papa Tisna yang membukakan pintu karena belum berangkat kerja.

Papa Tisna mendesah setelah melihat siapa yang bertamu di pagi hari. “Buat apa lagi kamu datang ke sini! Saya sudah bilang jika Ayasha sudah tidak tinggal di sini, dan kamu tidak perlu tahu Ayasha ada di mana!” kata papa Tisna kesal.

Rafael menatap sendu wajah Papa Tisna. “Aku mohon Pah, aku ingin bertemu dengannya walau hanya sekali. Jika Papa tidak mau kasih tahu keberadaannya, paling tidak ... nomor ponsel Ayasha agar aku bisa menghubunginya,” pinta Rafael memelas.

“Rafael, saya gak habis pikir dengan kamu. Buat apalagi menemui anak saya? Bukankah kamu sendiri yang telah memutuskan pertunangan, seharusnya kamu tidak bersikukuh untuk menemuinya. Sudah sekarang pergilah dari rumah saya, dan jangan pernah datang lagi. Karena sampai kapanpun, saya tidak akan memberitahukannya!” kata papa Tisna mengusir, lalu menutup kembali pintu rumahnya.

Tinggallah Rafael yang tercenung di ambang pintu yang telah tertutup, entah kenapa hatinya jadi pilu.

“Aku ingin bertemu denganmu, Ayasha,” gumam Rafael lirih.

...----------------...

5 tahun kemudian ...

Perusahaan Bara Nusantara.

Satya terlihat sibuk merapikan dokumen-dokumen yang akan di bawa di atas meja kerja Rafael. Pria itu semenjak ditinggal tanpa kabar oleh mantan tunangan lebih banyak termenung, padahal ada Delia di sisinya, namun hatinya seperti ada yang hilang.

Dalam lima tahun, pria itu masih terus mengunjungi rumah Ayasha, berjuang memperbaiki hubungan kekeluargaannya dan menanyakan keberadaan gadis itu, namun belum juga membuahkan hasil.

Sedangkan orang tua Rafael, semakin membenci putranya, dan selalu mengusir Rafael jika datang ke mansion. Semakin lama kehidupan Rafael terasa sepi, jauh dari keluarganya sendiri. Semua karena keputusannya sendiri memilih bersama Delia sebagai bentuk tanggung jawab telah mengambil mahkota Delia.

“Satya, benarkah kamu tidak tahu keberadaan Ayasha?” tanya Rafael lirih.

Lima tahun yang lalu Satya diberikan tugas untuk mencari orang yang bisa mencari keberadaan Ayasha, namun hingga detik ini tak ada kabar satupun.

“Tidak ada kabarnya, Pak Rafael.”

Sebenarnya buat apa Pak Bos mencari gadis itu, bukankah sudah berakhir! Lagi pula sudah memiliki Delia ...

“Lebih baik kita hentikan pencariannya Pak Rafael, ini sudah lima tahun berlalu. Lagi pula Pak Rafael buat apalagi ingin mencarinya, bukannya Bapak sudah tidak ada hubungannya dengan Ayasha?”

“Saya ingin bertemu dengannya,” jawab Rafael lirih.

“Jika memang tidak dipertemukan kembali, sebaiknya di doakan saja  Semoga Ayasha dalam keadaan sehat dan bahagia, Pak Rafael. Jika memang Allah tidak berkehendak mempertemukan kembali, mau dicari ke sarang semut pun, tidak akan ketemu,” sahut Satya asal. Sangking geramnya dengan ucapan Satya, pria itu melemparkan pulpen yang dipegangnya, dan menatap nyalak ke asistennya.

“Sorry Pak Bos, itu pendapat saya saja.”

Makanya Pak Bos, kalau dulu masih terikat jangan di sia-siakan ... sekarang pakai di cari-cari. Buat apa??

“Satya, jam berapa kita berangkat?”

“Pesawat jam 12 siang, Pak Rafael.”

Pria itu manggut-manggut, kemudian menundukkan kepalanya, ditatap lah cincin yang melingkar di jari manisnya.

Apa kabarnya Ayasha? Sudah lima tahun berlalu ... dimanakah kamu sekarang? Apakah kamu di sana pernah mengingat akan diriku. Ayasha, tahukah kamu jika aku selalu mengingatmu, wajahmu tak bisa dilupakan. Kapan kita akan bertemu kembali, Ayasha??

Pria itu tersenyum kecut, lalu memalingkan tatapannya ke figura kecil yang terpajang di atas meja kerjanya, foto dirinya dengan Delia. Rafael tidak pernah meletakkan figura tersebut, namun dia tahu siapa yang memajangnya, dan dia hanya bisa merutuki dirinya sendiri.

bersambung ...

Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 👣👣, like, komen, votenya juga mau .... plus rate bintang 5. Terima kasih sebelumnya 🙏🏻🙏🏻.

Satu lagi jika alur ceritanya tidak suka, silahkan diskip aja ceritanya, maklum saya tidak bisa memuaskan Kakak Readers dalam membuat cerita, tapi please jangan kasih rate bintang 1/2/3 🤧🤧 ... alangkah baiknya jangan kasih rate, entah kenapa baru beberapa bab nulis nya udah ada yang kasih rate 1 😭😭😭. Ampun DJ ...

Terpopuler

Comments

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

katanya horang kaya sewa detektif kek org pintar kek gitu aja nyerah... selidiki jg Delia dia MP beneran gak SM kamu...tegas dongggg payah lu Raphael /Panic//Panic/

2025-02-27

0

Dewi Dama

Dewi Dama

semangat..thoorrr..cerita nya bagus...

2024-11-16

0

Pri Ana

Pri Ana

apakah Rafael sudah menikah SM Delia thor

2024-10-16

0

lihat semua
Episodes
1 Hati yang terluka
2 Ikatan sudah berakhir
3 Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4 Bertemu dengan Delia
5 Menggores luka kembali
6 Waktu yang berlalu
7 Pemilik Hotel
8 Acara ramah tamah
9 Berusaha mendekati
10 Hanya orang asing
11 Kesal sendiri
12 Teman dekat
13 Ulah Rafael
14 Jangan genit
15 Kejutan
16 Haruskah bertemu setiap hari?
17 Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18 Istri Rafael
19 Pelet
20 Sandiwara
21 Dijemput Darial
22 Makan malam
23 Lain dihati lain dimulut
24 Feeling seorang Ibu
25 Anak kecil
26 Mengantar Ayasha pulang
27 Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28 Hati yang gundah
29 Delia bukan istri Om Rafael
30 Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31 Dipecat!
32 Delia bukan istri saya!
33 Keributan di lobby hotel
34 Klarifikasi Rafael
35 Healing sejenak
36 Datang ke rumah Ayasha
37 Tolong beri aku kesempatan!
38 Friend with benefit
39 Hati yang kecewa
40 Jantung yang berdebar
41 Rafael patah hati
42 Tubuh Rafael mulai bereaksi
43 Sidak ke kamar
44 Amelia vs Delia dan Rian
45 Bangunnya singa betina
46 Putus hubungan!
47 Melelahkan
48 Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49 Ada yang jantungnya berdebar-debar
50 Perhatian Rafael
51 Tak bisa tidur
52 Sarapan pagi
53 Pertemuan kembali
54 Memohon maaf
55 Terkuaknya borok Delia
56 Memberitahukan rekaman
57 Abaikan aku kembali seperti dulu.
58 Penjelasan Rian
59 Darial cemas
60 Perhatian Darial
61 Rafael vs Delia
62 FORGETTING YOU
63 Delia diusir
64 Keadaan Rafael
65 Menemui Rafael
66 Berpisah untuk selamanya?
67 Memberitahukan kebenaran yang lain
68 Tentang Larissa
69 Ungkapan Larissa
70 Kekhawatiran Rafael
71 Ilmu hitam dan ilmu putih
72 Perjalanan pulang ke rumah
73 Obrolan Rafael dan Larissa
74 Minta restu
75 Kedatangan Delia ke perusahaan
76 Kejutan dari Rafael
77 Gosip yang beredar
78 Ada yang datang!?
79 Tamak!
80 Dukun mulai bekerja
81 Datang kembali ke Jogja
82 Dia tak ada di sini
83 Darial cemburu
84 Mengobati Ayasha
85 Penyakit
86 Ayasha akhirnya tahu
87 Apa hubunganmu dengan Rafael?
88 Melamar Ayasha.
89 Sang Casanova
90 Info sejenak
91 Ciuman pertama
92 Sarapan pagi bersama
93 Minta berhenti bekerja!
94 The hardest day
95 Tentang Darial
96 Bu Laras & Delia
97 Melukis kenangan indah
98 Don't say you love me
99 Malam dan pagi yang indah
100 Perhatian Rafael
101 Menemui orang tua Ayasha
102 Restu orang tua Ayasha
103 Makan malam bersama
104 Video club malam
105 Kapan kalian menikah?
106 Welcome back Delia!
107 Putus hubungan!?
108 Siuman dari pingsan
109 Makan siang bersama keluarga
110 Melamarnya kembali
111 Memelukmu
112 Rumah Sakit
113 Keadaan Ayasha
114 Berjuang menyelamatkan
115 Larissa melihatnya
116 Menikah dengan Kak Darial
117 I love you
118 SAH! SAH!
119 Extra Part - Hubby
120 Extra Part - menjenguk Ibra
121 Extra Part - cepat sembuh Uncle
122 Extra Part - sudah tidak waras
123 Extra Part - perpisahan
124 Extra Part - Tidur seranjang
125 Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126 Extra part - kejutan kecil
127 Extra part - menyempurnakan ibadah
128 Extra Part - akhir cerita
129 Info Novel Terbaru
130 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131 Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Hati yang terluka
2
Ikatan sudah berakhir
3
Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4
Bertemu dengan Delia
5
Menggores luka kembali
6
Waktu yang berlalu
7
Pemilik Hotel
8
Acara ramah tamah
9
Berusaha mendekati
10
Hanya orang asing
11
Kesal sendiri
12
Teman dekat
13
Ulah Rafael
14
Jangan genit
15
Kejutan
16
Haruskah bertemu setiap hari?
17
Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18
Istri Rafael
19
Pelet
20
Sandiwara
21
Dijemput Darial
22
Makan malam
23
Lain dihati lain dimulut
24
Feeling seorang Ibu
25
Anak kecil
26
Mengantar Ayasha pulang
27
Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28
Hati yang gundah
29
Delia bukan istri Om Rafael
30
Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31
Dipecat!
32
Delia bukan istri saya!
33
Keributan di lobby hotel
34
Klarifikasi Rafael
35
Healing sejenak
36
Datang ke rumah Ayasha
37
Tolong beri aku kesempatan!
38
Friend with benefit
39
Hati yang kecewa
40
Jantung yang berdebar
41
Rafael patah hati
42
Tubuh Rafael mulai bereaksi
43
Sidak ke kamar
44
Amelia vs Delia dan Rian
45
Bangunnya singa betina
46
Putus hubungan!
47
Melelahkan
48
Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49
Ada yang jantungnya berdebar-debar
50
Perhatian Rafael
51
Tak bisa tidur
52
Sarapan pagi
53
Pertemuan kembali
54
Memohon maaf
55
Terkuaknya borok Delia
56
Memberitahukan rekaman
57
Abaikan aku kembali seperti dulu.
58
Penjelasan Rian
59
Darial cemas
60
Perhatian Darial
61
Rafael vs Delia
62
FORGETTING YOU
63
Delia diusir
64
Keadaan Rafael
65
Menemui Rafael
66
Berpisah untuk selamanya?
67
Memberitahukan kebenaran yang lain
68
Tentang Larissa
69
Ungkapan Larissa
70
Kekhawatiran Rafael
71
Ilmu hitam dan ilmu putih
72
Perjalanan pulang ke rumah
73
Obrolan Rafael dan Larissa
74
Minta restu
75
Kedatangan Delia ke perusahaan
76
Kejutan dari Rafael
77
Gosip yang beredar
78
Ada yang datang!?
79
Tamak!
80
Dukun mulai bekerja
81
Datang kembali ke Jogja
82
Dia tak ada di sini
83
Darial cemburu
84
Mengobati Ayasha
85
Penyakit
86
Ayasha akhirnya tahu
87
Apa hubunganmu dengan Rafael?
88
Melamar Ayasha.
89
Sang Casanova
90
Info sejenak
91
Ciuman pertama
92
Sarapan pagi bersama
93
Minta berhenti bekerja!
94
The hardest day
95
Tentang Darial
96
Bu Laras & Delia
97
Melukis kenangan indah
98
Don't say you love me
99
Malam dan pagi yang indah
100
Perhatian Rafael
101
Menemui orang tua Ayasha
102
Restu orang tua Ayasha
103
Makan malam bersama
104
Video club malam
105
Kapan kalian menikah?
106
Welcome back Delia!
107
Putus hubungan!?
108
Siuman dari pingsan
109
Makan siang bersama keluarga
110
Melamarnya kembali
111
Memelukmu
112
Rumah Sakit
113
Keadaan Ayasha
114
Berjuang menyelamatkan
115
Larissa melihatnya
116
Menikah dengan Kak Darial
117
I love you
118
SAH! SAH!
119
Extra Part - Hubby
120
Extra Part - menjenguk Ibra
121
Extra Part - cepat sembuh Uncle
122
Extra Part - sudah tidak waras
123
Extra Part - perpisahan
124
Extra Part - Tidur seranjang
125
Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126
Extra part - kejutan kecil
127
Extra part - menyempurnakan ibadah
128
Extra Part - akhir cerita
129
Info Novel Terbaru
130
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131
Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!