Bertemu dengan Delia

Perusahaan Bara Nusantara

Pria yang memiliki postur tubuh tinggi 180 cm terlihat sedang berdiri di sisi jendela, menatap jauh ke arah luar sana dari lantai 10. Perasaannya terasa gamang setelah hari terakhir berbicara dengan Ayasha, padahal dia sadar tak mencintai gadis cantik itu, namun bayangan wajahnya akhir-akhir ini selalu datang di pelupuk matanya, dan terasa ada beban yang mengganjal di hatinya.

Kenapa saat di apartemen, kamu tidak marah ... tidak teriak histeris ... Benarkah jika kamu juga tidak menerima perjodohan kita? ... batin Rafael.

Hubungan Rafael dengan kedua orangtuanya pun semakin memburuk, kedua adiknya juga menjauhkan dirinya dari sang kakak.

Sudah berkali-kali Rafael mendatangi rumah Ayasha, namun gadis itu selalu menghindari dirinya dengan berbagai alasan, sedangkan kedua orang tua Ayasha juga sudah kecewa berat dengan Rafael, hingga pernah pria itu kena bogeman mentah dari papanya Ayasha, dan pria itu pasrah.

Begitu susahnya kah aku untuk meminta maaf padamu, Ayasha.

Di saat pria itu masih menatap ke luar jendela, sepasang tangan melingkar di pinggang Rafael.

“Sedang memikirkan apa, Mas Rafa?” tanya Delia, dengan suara lemah lembutnya.

Rafael menoleh ke belakang. “Tidak memikirkan apa-apa, hanya memikirkan proyek yang ada di Kalimantan,” jawab Rafael berdusta.

Delia semakin mengeratkan pelukannya, dan menyandarkan kepalanya di punggung kekasihnya. “Mas Rafa, ada aku tempat kamu untuk berbagi, tempat kamu curhat. Aku siap mendengarkannya, karena aku sudah menjadi bagian dari hidupmu. Aku sangat mencintaimu,” imbuh Delia, seakan memberikan kekuatan untuk sang kekasih hati, calon suaminya.

Pria itu hanya menaikkan kedua sudut bibirnya dan mengusap lengan Delia yang masih memeluknya dari belakang, namun tatapannya hampa ketika memandang pemandangan di luar jendela perusahaannya.

Kenapa aku bisa melakukan hubungan yang terlarang dengan Delia, padahal kami belum menikah ...

Sekejap ingatan Rafael muncul ketika Delia merayu dirinya dengan sentuhan serta menunjukkan tubuh polosnya, dan tiba-tiba tubuhnya terasa panas, ada rasa ingin dipuaskan, terjadi lah hubungan intim untuk pertama kalinya di malam sebelum hari pertunangannya dengan Ayasha.

Kenapa hatiku juga terasa sakit ketika Ayasha tidak mau menemui ku lagi ... batin Rafael

Pasti Mas Rafael sedang memikirkan masalahnya dengan Ayasha, sepertinya aku harus menemui gadis itu, agar tidak mengganggu Mas Rafael. Itu tidak boleh terjadi! ... batin Delia

...----------------...

Beberapa hari kemudian, setelah Delia berhasil mendapatkan nomor ponsel Ayasha dari Satya asisten pribadi Rafael, diam-diam sekretaris Rafael membuat temu janji dengan Ayasha tanpa sepengetahuan Rafael. Delia dan Ayasha janji ketemu di salah satu cafe yang tak jauh dari perusahaan Rafael.

Siang ini, gadis cantik yang sudah di hubungi terlebih dahulu oleh Delia, terlihat sudah duduk dengan anggunnya di salah satu sudut cafe yang terkenal itu, sambil menunggu orang yang ingin menemuinya. Gadis berparas cantik itu menyesap ice chocolate kesukaannya sambil menatap keramaian yang ada di balik kaca.

“Maaf, sudah dari tadi ya menunggu,” ucap wanita yang mengenakan baju kerjanya serta make up yang memesona wajah ayunya, penampilannya sebagai sekretaris profesional terlihat sekali.

Ayasha menolehkan wajahnya dari jendela kaca. “Ya...” jawab singkatnya.

Wanita itu duduk di hadapan Ayasha kemudian melambaikan tangannya ke salah satu waitres.

“Kamu ingin menambah pesanan?” tanya Delia.

“Tidak, sudah cukup,” jawab Ayasha menolak.

Delia pun memesan minuman serta cemilan untuk dirinya sendiri.

“Terima kasih kamu sudah mau menemuiku,” ucap Delia.

“Mmm...,” gumam Ayasha, sembari menatap datar wajah wanita yang ada di hadapannya.

“Sebenarnya aku tidak mau ikut campur tentang masalah kamu dengan Mas Rafael, tapi setelah melihat Mas Rafael banyak termenung dalam beberapa hari ini, jadi terpaksa aku ikut campur, lagi pula aku sudah jadi bagian hidupnya dan sudah sebagai calon istrinya. Jadi di sini aku ingin kasih tahu kamu, jika sebelum kamu bertunangan dengan Mas Rafael, kami sudah punya hubungan —,”

“Ya, saya tahu jika Om Rafael sudah berpacaran dengan Mbak Delia selama tiga tahun, kan!” Ayasha menyela ucapan Delia.

“Oh ... kamu sudah tahu, dan aku tidak perlu minta maaf dengan mu setelah kamu melihat hubungan intim kami. Sebenarnya justru kamu pihak ketiga dalam hubungan kami berdua. Dan aku harap kamu menyadarinya, dan jangan mengusik Mas Rafael dengan atas dasar apapun, walau kamu masih saudara Mas Rafael,” tukas Delia, wanita itu menunjukkan ketegasannya.

Ayasha terlihat santai mendengarnya, sembari kembali menyesap ice chocolate nya.

“Jangan asal tuding mbak Delia, salah kalian berdua yang menutupi hubungannya terutama terhadap kedua orang tua om Rafael. Lagi pula kamulah sebenarnya pihak ketiga di antara saya dan om Rafael. Saya sudah dijodohkan oleh kedua orang tua sejak dari kecil dengan om Rafael, jadi saya bukanlah pihak ketiga itu!” kecam Ayasha penuh penekanan.

“Lagi pula hubungan intim sebelum menikah saja dibanggakan!” kata Ayasha, tenang.

Delia menyeringai tipis. “Tapi sayangnya Mas Rafael lebih terpikat olehku ketimbang gadis yang belum ada apanya. Mas Rafael menyukai wanita pintar dan sudah pasti dewasa, tidak seperti anak kemaren sore,” ejek wanita itu.

“Pria mana yang tidak terpikat jika setiap hari disuguhkan dengan perhatian, kelembutan serta sentuhan lalu godaan maut dari seorang wanita, betulkan?” balik mengejek Ayasha dengan sikap tenangnya.

Sialan bocah ini ada aja balasannya.

“Tapi Mbak Delia tenang saja saya tidak akan mengusik kehidupan Om Rafael walaupun dia masih saudara saya. Saya sudah tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Om Rafael, jadi silahkan miliki sepuasnya. Setiap wanita pasti ingin memiliki suami seperti Om Rafael, dan itu mimpi Mbak Delia kan. Jadi selamat, mimpi Mbak Delia sudah terwujud di depan mata,” pungkas Ayasha.

Usia boleh saja masih berumur 18 tahun, namun gadis itu bisa cepat tanggap dalam beberapa hal, termasuk menghadapi wanita yang duduk di hadapannya.

Delia mengatupkan bibirnya, tak bisa menyanggah pernyataan Ayasha, memang itulah mimpi Delia ingin memiliki sosok pria seperti Rafael, yang tampan, mapan, memiliki perusahaan sendiri.

“Tapi saya tidak bodoh sepertimu Mbak Delia yang mengakui sebagai wanita pintar, tapi mau menyerahkan diri demi mewujudkan mimpi. Sungguh perbuatan yang sangat merendahkan dirinya sendiri! Iya kalau dinikahi oleh Om Rafael, bagaimana kalau ternyata tidak dinikahi. Yang ada bukan status sebagai istri Rafael Alviansyah, tapi status perawan rasa janda!” ucap Ayasha, gadis itu tersenyum tipis.

Di balik meja, kedua tangan Delia terkepal, batinnya sudah mengeram dan hal itu terlihat jelas oleh Ayasha.

“Kenapa Mbak Delia? benarkan yang saya katakan ... Mbak Delia menyerahkan mahkotanya sebelum ijab kabul, bukankah itu sama saja Mbak Delia merendahkan diri sendiri, atau takut kehilangan Om Rafael. Jika memang Om Rafael sangat mencintai Mbak Delia pasti akan menjaga kehormatan Mbak Delia sebelum pernikahan berlangsung! Tapi ya sudahlah itu urusan kalian berdua. Sepertinya sudah tidak ada yang dibicarakan, saya pamit dulu. Semoga kalian berdua bahagia selalu!” ucap Ayasha.

Gadis itu langsung beranjak dari duduknya kemudian berlalu dari Delia, tanpa menunggu Delia membuka suara. Menurut gadis itu percuma bicara lama lama dengan wanita itu, membulat saja.

Delia masih mengeram dan kesal sendiri, seharusnya dia yang memposisikan diri sebagai wanita yang terluka, namun rupanya dirinya sendiri yang dipojokkan telak oleh gadis bau kencur.

“Sialan, tahu begini aku tidak usah menghubunginya. Tapi yang jelas mas Rafael sudah menjadi milikku, dia akan menjadi suamiku, Ayasha!” gumam Delia sendiri.

Tahukah perasaan Ayasha ketika menemui Delia, wanita yang dicintai Rafael, wanita yang dipilih oleh Rafael, dari semalaman dia menyiapkan mental untuk menghadapi pertemuan siang ini, walau sebenarnya hatinya terasa menyesakkan, salahkah kalau dia masih memiliki perasaan suka dengan mantan tunangannya, apalagi sudah mengenal sosok pria itu dari kecil, pria yang selalu dia panggil Om. Pria yang terkadang suka menggendongnya ketika dia masih kecil, pria yang pernah naik pohon mangga gara-gara Ayasha minta diambilkan kucingnya yang bertengger di pohon mangga. Pria yang mau melakukan apapun dikala gadis itu menangis demi menenanginya. Semuanya tinggal kenangan saja!

bersambung .....

"Apa salahnya aku menyerahkan mahkotaku untuk Mas Rafael, dengan begitu dia akan tertunduk selalu denganku, karena aku bisa memuaskannya!" gumam Delia.

Simpan di sini dulu.....

Terpopuler

Comments

Yeni Fitriani

Yeni Fitriani

bukan perawan rasa janda tp tepatnya gadis bukan perawan....karna tdk semua gadis msh perawan....gadis utk sebutkan perempuan yg belum menikah.....tp perawan utk sebutan perempuan yg belum pernah hubungan intim dgn laki2 manapun.

2025-03-03

0

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

janda rasa perawan janda yg menjaga harga dirinya hgg dia menikah LG /Proud//Proud/

2025-02-27

0

Lena Sari

Lena Sari

hahaaa...bnyak kok Thor sekarang perawan rasa janda.

2024-11-23

0

lihat semua
Episodes
1 Hati yang terluka
2 Ikatan sudah berakhir
3 Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4 Bertemu dengan Delia
5 Menggores luka kembali
6 Waktu yang berlalu
7 Pemilik Hotel
8 Acara ramah tamah
9 Berusaha mendekati
10 Hanya orang asing
11 Kesal sendiri
12 Teman dekat
13 Ulah Rafael
14 Jangan genit
15 Kejutan
16 Haruskah bertemu setiap hari?
17 Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18 Istri Rafael
19 Pelet
20 Sandiwara
21 Dijemput Darial
22 Makan malam
23 Lain dihati lain dimulut
24 Feeling seorang Ibu
25 Anak kecil
26 Mengantar Ayasha pulang
27 Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28 Hati yang gundah
29 Delia bukan istri Om Rafael
30 Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31 Dipecat!
32 Delia bukan istri saya!
33 Keributan di lobby hotel
34 Klarifikasi Rafael
35 Healing sejenak
36 Datang ke rumah Ayasha
37 Tolong beri aku kesempatan!
38 Friend with benefit
39 Hati yang kecewa
40 Jantung yang berdebar
41 Rafael patah hati
42 Tubuh Rafael mulai bereaksi
43 Sidak ke kamar
44 Amelia vs Delia dan Rian
45 Bangunnya singa betina
46 Putus hubungan!
47 Melelahkan
48 Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49 Ada yang jantungnya berdebar-debar
50 Perhatian Rafael
51 Tak bisa tidur
52 Sarapan pagi
53 Pertemuan kembali
54 Memohon maaf
55 Terkuaknya borok Delia
56 Memberitahukan rekaman
57 Abaikan aku kembali seperti dulu.
58 Penjelasan Rian
59 Darial cemas
60 Perhatian Darial
61 Rafael vs Delia
62 FORGETTING YOU
63 Delia diusir
64 Keadaan Rafael
65 Menemui Rafael
66 Berpisah untuk selamanya?
67 Memberitahukan kebenaran yang lain
68 Tentang Larissa
69 Ungkapan Larissa
70 Kekhawatiran Rafael
71 Ilmu hitam dan ilmu putih
72 Perjalanan pulang ke rumah
73 Obrolan Rafael dan Larissa
74 Minta restu
75 Kedatangan Delia ke perusahaan
76 Kejutan dari Rafael
77 Gosip yang beredar
78 Ada yang datang!?
79 Tamak!
80 Dukun mulai bekerja
81 Datang kembali ke Jogja
82 Dia tak ada di sini
83 Darial cemburu
84 Mengobati Ayasha
85 Penyakit
86 Ayasha akhirnya tahu
87 Apa hubunganmu dengan Rafael?
88 Melamar Ayasha.
89 Sang Casanova
90 Info sejenak
91 Ciuman pertama
92 Sarapan pagi bersama
93 Minta berhenti bekerja!
94 The hardest day
95 Tentang Darial
96 Bu Laras & Delia
97 Melukis kenangan indah
98 Don't say you love me
99 Malam dan pagi yang indah
100 Perhatian Rafael
101 Menemui orang tua Ayasha
102 Restu orang tua Ayasha
103 Makan malam bersama
104 Video club malam
105 Kapan kalian menikah?
106 Welcome back Delia!
107 Putus hubungan!?
108 Siuman dari pingsan
109 Makan siang bersama keluarga
110 Melamarnya kembali
111 Memelukmu
112 Rumah Sakit
113 Keadaan Ayasha
114 Berjuang menyelamatkan
115 Larissa melihatnya
116 Menikah dengan Kak Darial
117 I love you
118 SAH! SAH!
119 Extra Part - Hubby
120 Extra Part - menjenguk Ibra
121 Extra Part - cepat sembuh Uncle
122 Extra Part - sudah tidak waras
123 Extra Part - perpisahan
124 Extra Part - Tidur seranjang
125 Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126 Extra part - kejutan kecil
127 Extra part - menyempurnakan ibadah
128 Extra Part - akhir cerita
129 Info Novel Terbaru
130 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131 Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Hati yang terluka
2
Ikatan sudah berakhir
3
Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4
Bertemu dengan Delia
5
Menggores luka kembali
6
Waktu yang berlalu
7
Pemilik Hotel
8
Acara ramah tamah
9
Berusaha mendekati
10
Hanya orang asing
11
Kesal sendiri
12
Teman dekat
13
Ulah Rafael
14
Jangan genit
15
Kejutan
16
Haruskah bertemu setiap hari?
17
Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18
Istri Rafael
19
Pelet
20
Sandiwara
21
Dijemput Darial
22
Makan malam
23
Lain dihati lain dimulut
24
Feeling seorang Ibu
25
Anak kecil
26
Mengantar Ayasha pulang
27
Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28
Hati yang gundah
29
Delia bukan istri Om Rafael
30
Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31
Dipecat!
32
Delia bukan istri saya!
33
Keributan di lobby hotel
34
Klarifikasi Rafael
35
Healing sejenak
36
Datang ke rumah Ayasha
37
Tolong beri aku kesempatan!
38
Friend with benefit
39
Hati yang kecewa
40
Jantung yang berdebar
41
Rafael patah hati
42
Tubuh Rafael mulai bereaksi
43
Sidak ke kamar
44
Amelia vs Delia dan Rian
45
Bangunnya singa betina
46
Putus hubungan!
47
Melelahkan
48
Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49
Ada yang jantungnya berdebar-debar
50
Perhatian Rafael
51
Tak bisa tidur
52
Sarapan pagi
53
Pertemuan kembali
54
Memohon maaf
55
Terkuaknya borok Delia
56
Memberitahukan rekaman
57
Abaikan aku kembali seperti dulu.
58
Penjelasan Rian
59
Darial cemas
60
Perhatian Darial
61
Rafael vs Delia
62
FORGETTING YOU
63
Delia diusir
64
Keadaan Rafael
65
Menemui Rafael
66
Berpisah untuk selamanya?
67
Memberitahukan kebenaran yang lain
68
Tentang Larissa
69
Ungkapan Larissa
70
Kekhawatiran Rafael
71
Ilmu hitam dan ilmu putih
72
Perjalanan pulang ke rumah
73
Obrolan Rafael dan Larissa
74
Minta restu
75
Kedatangan Delia ke perusahaan
76
Kejutan dari Rafael
77
Gosip yang beredar
78
Ada yang datang!?
79
Tamak!
80
Dukun mulai bekerja
81
Datang kembali ke Jogja
82
Dia tak ada di sini
83
Darial cemburu
84
Mengobati Ayasha
85
Penyakit
86
Ayasha akhirnya tahu
87
Apa hubunganmu dengan Rafael?
88
Melamar Ayasha.
89
Sang Casanova
90
Info sejenak
91
Ciuman pertama
92
Sarapan pagi bersama
93
Minta berhenti bekerja!
94
The hardest day
95
Tentang Darial
96
Bu Laras & Delia
97
Melukis kenangan indah
98
Don't say you love me
99
Malam dan pagi yang indah
100
Perhatian Rafael
101
Menemui orang tua Ayasha
102
Restu orang tua Ayasha
103
Makan malam bersama
104
Video club malam
105
Kapan kalian menikah?
106
Welcome back Delia!
107
Putus hubungan!?
108
Siuman dari pingsan
109
Makan siang bersama keluarga
110
Melamarnya kembali
111
Memelukmu
112
Rumah Sakit
113
Keadaan Ayasha
114
Berjuang menyelamatkan
115
Larissa melihatnya
116
Menikah dengan Kak Darial
117
I love you
118
SAH! SAH!
119
Extra Part - Hubby
120
Extra Part - menjenguk Ibra
121
Extra Part - cepat sembuh Uncle
122
Extra Part - sudah tidak waras
123
Extra Part - perpisahan
124
Extra Part - Tidur seranjang
125
Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126
Extra part - kejutan kecil
127
Extra part - menyempurnakan ibadah
128
Extra Part - akhir cerita
129
Info Novel Terbaru
130
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131
Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!