Berusaha mendekati

Rumah kontrakan Ayasha

Dalam waktu dua puluh menit mengendarai motornya, gadis itu tiba di depan rumah yang sangat sederhana, tempat tinggalnya yang selama ini di sewanya semenjak dia mendapat pekerjaan. Awalnya tinggal di kosan sekarang sudah mampu menyewa rumah kecil dari uang gajinya walau masih patungan dengan teman sekolahnya dulu, Amelia yang ikutan kuliah di Yogyakarta.

“Amel, tumben lo udah sampai duluan di rumah?” tanya Ayasha, yang baru saja masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan motornya di depan rumah. Amel yang duduk di lantai, seketika mendongakkan kepalanya.

“Lagi gak banyak kerjaan, jadi gue langsung pulang aja. Kita gak usah masak ya, gue udah beliin ayam penyet tuh buat makan malam kita,” jawab Amelia.

“Oh ... kebetulan gue juga gak mood buat masak,” balas Ayasha, gadis itu duduk di lantai beralaskan karpet permadani yang ada di ruang tamunya, tidak ada bangku atau sofa.

Belum ganti baju, gadis itu sudah menyelonjorkan kedua kakinya, lalu membuka blazer yang di pakainya, hingga tampak kemeja putih yang dikenakannya.

“Amel, lo tahu gak di hotel ada kejadian apa hari ini?” ujar Ayasha.

“Kejadian apa? Gue kan gak sekantor sama lo ... Aya.” gemes rasanya si Amel.

Bibir Ayasha mengerucut, sebal dengan sohibnya. Amel hanya bisa nyengir kuda. “Lo tahu hotel tempat gue kerja, ownernya sudah berganti, dan lo tahu siapa owner barunya?” tanya Ayasha.

Amelia hanya bisa menaikkan salah satu bahunya. “Aya, temen gue yang cantik, gue mana tahu siapa ownernya! Udah dibilangin gue kan gak sekantor sama lo,” pungkas Amel, rada-rada sebel jadinya sama Ayasha.

“Iya gue tahu dan gue mau kasih tahu sama lo. Kalau owner barunya itu OM RAFAEL!”

“WHAT! OM RAFAEL!” seru Amelia, terhenyak sampai badannya maju ke arah Ayasha.

Ayasha langsung memundurkan wajahnya sembari mendorong wajah Amelia yang terlalu dekat.

“Iish ... biasa aja dong mukanya!” ucap Ayasha.

“Maklumlah, gue terkejut. Itu beneran om Rafael yang beli hotel Inna?”

Ayasha menganggukkan kepalanya.

“Terus lo gimana perasaannya? Udah jauh-jauh pindah ke Yogyakarta, sekarang malah ketemu lagi sama mantan, pasti rasanya agak giman gitu kan?” tanya Amelia, menyelidik.

Gadis cantik itu menghela napas beratnya. “Perasaan gue ya biasa aja, gue sendiri juga gak nyangka bakal ketemu. Lagi pula status dia pasti sudah menikah dengan sekretarisnya. Dan gue sudah gak punya hubungan apa pun dengan om Rafael.”

“Iya benar ... itu hanya kisah lama, dan loe sudah tutup buku dengan si Om-Om. Jadi ya bersikap biasa saja, jangan di ingat lagi!” sahut sahabat karibnya.

"Mmm ... hanya masa lalu yang sudah dilupakan," gumam Ayasha sendiri.

Amelia beringsut kemudian mengajak Ayasha untuk makan malam. Sebelum makan malam Ayasha memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu baru menyusul Amelia yang sudah menyiapkan makan malamnya.

“Aya, isi kulkas kita kosong ... nanti anterin gue ke mall ya, mau belanja, habis kita selesai makan,” pinta Amelia sambil mengunyah.

“Iya ...,” jawab singkatnya, gak sanggup berkata-kata, mulutnya sudah kepedesan sama ayam penyetnya.

...----------------...

Rafael telah menyelesaikan makan malamnya di restoran hotelnya dengan asisten pribadinya Satya, sesuai dengan rencana sebelumnya, pria itu ingin menikmati jalan di malam hari sepanjang jalan malioboro, sembari menghilangkan pikirannya yang tiba-tiba tertuju ke Ayasha.

Begitu pula dengan Ayasha setelah makan malam, akan menemani Amelia belanja ke mall yang terdekat dari rumah kontrakannya, yaitu Mall Malioboro.

Hanya mengenakan celana jeans serta jaket hodie plus tas slempangnya di tambah sepatu kets yang dikenakan nya, rambut digulung asal ke atas, Ayasha siap meluncur ke mall.

Sesampainya Ayasha di parkiran motor Mall Malioboro, Amelia langsung menggamit lengan sohibnya, dan melangkah bersama masuk ke dalam mall.

Walau sudah jam delapan malam, pengunjung masih memadati mall, termasuk Ayasha dan Amelia yang datang karena memang ada yang ingin di belinya.

Kedua gadis itu langsung menuju supermarket yang ada di dalam mall Malioboro, dan bergegas menuju bagian frozen food.

“Mel, gue mau ke tempat buah dulu ya,” ucap Ayasha, sambil menunjuk tempat tersebut.

“Ya ... gue nitip buah apel ya setengah kilo aja,” sahut Amelia yang sibuk memilih-milih makanan beku untuk stock di rumah.

Ayasha bergegas ke tempat bagian buah, dan memilih beberapa buah yang ingin dibelinya, ada buah jeruk, buah apel pesanan Amelia, serta buah pir. Dirasa sudah cukup memilih dan memasukkan ke kantong buah, gadis itu memutar balik badannya karena ingin menimbang buah yang mau dibelinya.

BUGH!

Semua plastik buah yang dipegangnya terlepas dari tangannya, gadis itu segera berlutut dan memunguti buah yang keluar dari plastiknya, begitu juga dengan pria yang menabraknya ikut membantu.

“Maaf, aku tidak sengaja,” ucap pria itu sembari memberikan buah yang dipungutnya.

“Ya, gak pa-pa kok Mas, lain kali kalau jalan hati-hati jangan sampai menabrak orang, untung yang jatuh buah, coba kalau telur pasti akan menyusahkan petugas cleaning servicenya untuk membersihkan lantai yang kotor,” tutur Ayasha begitu lembutnya, masih sibuk memunguti buah tanpa menatap pria yang juga jongkok dekat dirinya.

Pria itu tertegun dengan tutur kata Ayasha yang begitu lembut, dan menatap lekat gadis itu.

Ayasha baru menyadari jika pria yang diajaknya bicara tidak menyahutinya, sekejap gadis itu menoleh.

DEG!

Tatapan gadis itu beradu dengan tatapan pria itu, akhirnya membuat gadis itu bergerak cepat memungut buah yang terjatuh, kemudian berdiri dari posisi jongkoknya.

Pria itu pun ikutan bangkit dari jongkoknya lalu mengikis jarak antara mereka berdua, namun sayangnya Amelia sudah menarik lengan Ayasha ketika baru saja mendekatinya.

Amelia sedikit menarik lengan Ayasha agar menjauh dari pria yang masih menatap sohibnya, Rafael hanya tercenung, sambil mengingat wanita yang menarik lengan Ayasha, namun sayangnya hanya bisa melihat bagian punggungnya saja.

“Astaga ... D-dia ... om Rafael kan?” tanya Amelia sambil mengerjap-ngerjapkan kedua bola mata, dan sejenak menoleh ke belakang untuk memastikannya.

“Mmm ...,” gumam Ayasha begitu saja, sambil mengikuti langkah kaki Amelia yang mulai menjauh dari tempat buah.

“Duh sorry, lo jadi ketemu dengan mantan lo,” sahut Amelia, tidak enak hati.

“Iya gak pa-pa kok, lagi pula juga gak sengaja ketemunya. Lagian besok gue bakal lihat wajahnya lagi di kantor,” jawab santai Ayasha.

“Iya sih, tapi paling tidak di luar jam kerja tidak perlu bertemu lagi lah,” tukas Amelia.

Pertemuan tersebut bukanlah hal yang di sengaja buat Rafael, di saat berjalan di sepanjang jalan Malioboro, Rafael melihat Ayasha masuk ke dalam mall, hingga dirinya ada keinginan untuk mengikutinya tanpa sepengetahuan gadis itu, namun dirinya mulai mendekatinya saat Ayasha memisahkan diri dari Amelia, namun kembali Rafael tak bisa menyapa gadis itu.

Amelia bergegas menyelesaikan belanjanya, kemudian mengajak Ayasha bergegas pulang, takut sohibnya berpapasan dengan Rafael. Tak bisa dielakkan Rafael menatap Ayasha dari kejauhan tanpa Ayasha menyadarinya, tatapan tanpa arti dan makna, namun sorot mata pria itu tertuju ke gadis yang sedang mengantre di salah satu kasir.

“Pak Rafael, jadi mau beli buah apelnya?” tanya Satya.

Tatapan pria itu seketika buyar karena teguran Satya yang sudah berada di sampingnya. “Ya  jadi beli ambil saja empat biji, sekalian buah jeruknya empat biji,” pinta Rafael.

Satya bergegas mengambil buahnya, namun melirik bosnya yang masih betah menatap Ayasha dari kejauhan.

...----------------...

Esok hari

Hotel Inna Garuda

Seperti hari-hari sebelumnya, Ayasha selalu tampil cantik dengan make up naturalnya serta setelan busana kerjanya yang mengenakan blazer dipadu dengan rok sepannya yang selutut, dan tak lupa rambut coklat panjangnya di gerai begitu indah.

Sebelum jam delapan pagi, gadis itu sudah tiba di hotel dengan semangat dan senyum yang selalu terulas di wajah cantiknya.

“Selamat pagi Mbak Tia ...,” sapa Ayasha, sembari masuk ke bagian recepsionist.

“Pagi juga Mbak Aya,” balik sapa Ayasha.

“Ada surat buat saya kah?” Oh iya nanti sekitar jam satu siang ada tamu buat saya, nanti tolong hubungi saya ya,” pinta Ayasha, gadis itu duduk sebentar di balik meja resepsionis untuk mengecek data tamu semalam, serta pemasukan yang sudah di terima.

“Baik Mbak Aya nanti di kabari, dan ini ada beberapa surat,” ucap Tia, beberapa amplop surat diberikannya.

“Terima kasih, yang tugas semalam tidak ada kendalakan Mbak Tia?”

“Waktu pergantian shift tidak ada kendala, semuanya aman Mbak Aya.”

“Ok.” Ayasha kembali fokus ke layar komputer, untuk verifikasi beberapa data baru nanti lanjut menuju ruangannya yang ada di lantai dua.

...----------------...

Rafael yang masih berada di kamarnya terlihat sudah rapi dengan setelan pakaian kerjanya, rencananya pria itu akan turun untuk sarapan pagi kemudian dilanjutkan dengan agenda rapat bersama para manajer hotel miliknya.

Satya sudah menghampiri kamar Rafael, untuk sama-sama menuju lantai lobby untuk sarapan bersama.

Di saat Rafael dan Satya keluar dari pintu lift, tak disangka Rafael dan Ayasha berpapasan. “Selamat pagi Pak Rafael,” sapa Ayasha ramah layaknya karyawan yang lain, ketika gadis itu ingin masuk lift, sedangkan Rafael baru mau keluar lift.

“Mmm ...,” gumam pria itu, hanya gumaman saja bukan balas menyapa,  akan tetapi buat Ayasha tidak masalah, terserah, yang penting gadis itu sudah berlaku sopan sebagai karyawan hotel.

Ayasha langsung memencet tombol lantai dua, ketika pintu lift hampir mau tertutup, salah satu kaki tampak menahan di antara celah pintu lift tersebut, hingga pintu lift tak jadi terbuka.

Sang pemilik kaki kembali masuk ke dalam lift dan langsung memencet tombol angka lima. Satya yang berada di luar lift hanya melongo saja, ketika melihat Bosnya kembali masuk ke dalam lift.

“Satya duluan saja sarapan, saya mau ambil ponsel yang ketinggalan di kamar,” kata Rafael sebelum pintu lift tertutup.

Sejenak suasana lift yang kebetulan hanya terisi oleh Ayasha dan Rafael, hening sejenak, tak ada suara pun yang keluar dari mulut Ayasha dan Rafael. Mereka sama-sama bergeming.

Ting!

Pintu lift terbuka di lantai dua, kaki kanan Ayasha sudah mulai melangkah untuk keluar dari pintu lift.

“Aakh!” pekik Ayasha.

Rupanya Rafael menarik lengan kiri Ayasha dan mencengkeramnya agar tetap berada di dalam lift, dan pria itu memencet tombol tutup, pintu lift kembali tertutup.

Gadis itu menyentak tangan Rafael dari lengannya, namun tak bisa dilepaskannya, justru semakin kuat cengkeramannya.

bersambung ..... Rafael mau ngapain? 🤔

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

cowok brengsak pengen jedoorin 😡

2025-01-12

0

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

hayo !! mo ngapain Lo... 🤪🤪

2025-02-27

0

Ayuni Tri Purnomo

Ayuni Tri Purnomo

seruuuuu,,suka cerita ny

2025-02-03

0

lihat semua
Episodes
1 Hati yang terluka
2 Ikatan sudah berakhir
3 Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4 Bertemu dengan Delia
5 Menggores luka kembali
6 Waktu yang berlalu
7 Pemilik Hotel
8 Acara ramah tamah
9 Berusaha mendekati
10 Hanya orang asing
11 Kesal sendiri
12 Teman dekat
13 Ulah Rafael
14 Jangan genit
15 Kejutan
16 Haruskah bertemu setiap hari?
17 Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18 Istri Rafael
19 Pelet
20 Sandiwara
21 Dijemput Darial
22 Makan malam
23 Lain dihati lain dimulut
24 Feeling seorang Ibu
25 Anak kecil
26 Mengantar Ayasha pulang
27 Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28 Hati yang gundah
29 Delia bukan istri Om Rafael
30 Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31 Dipecat!
32 Delia bukan istri saya!
33 Keributan di lobby hotel
34 Klarifikasi Rafael
35 Healing sejenak
36 Datang ke rumah Ayasha
37 Tolong beri aku kesempatan!
38 Friend with benefit
39 Hati yang kecewa
40 Jantung yang berdebar
41 Rafael patah hati
42 Tubuh Rafael mulai bereaksi
43 Sidak ke kamar
44 Amelia vs Delia dan Rian
45 Bangunnya singa betina
46 Putus hubungan!
47 Melelahkan
48 Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49 Ada yang jantungnya berdebar-debar
50 Perhatian Rafael
51 Tak bisa tidur
52 Sarapan pagi
53 Pertemuan kembali
54 Memohon maaf
55 Terkuaknya borok Delia
56 Memberitahukan rekaman
57 Abaikan aku kembali seperti dulu.
58 Penjelasan Rian
59 Darial cemas
60 Perhatian Darial
61 Rafael vs Delia
62 FORGETTING YOU
63 Delia diusir
64 Keadaan Rafael
65 Menemui Rafael
66 Berpisah untuk selamanya?
67 Memberitahukan kebenaran yang lain
68 Tentang Larissa
69 Ungkapan Larissa
70 Kekhawatiran Rafael
71 Ilmu hitam dan ilmu putih
72 Perjalanan pulang ke rumah
73 Obrolan Rafael dan Larissa
74 Minta restu
75 Kedatangan Delia ke perusahaan
76 Kejutan dari Rafael
77 Gosip yang beredar
78 Ada yang datang!?
79 Tamak!
80 Dukun mulai bekerja
81 Datang kembali ke Jogja
82 Dia tak ada di sini
83 Darial cemburu
84 Mengobati Ayasha
85 Penyakit
86 Ayasha akhirnya tahu
87 Apa hubunganmu dengan Rafael?
88 Melamar Ayasha.
89 Sang Casanova
90 Info sejenak
91 Ciuman pertama
92 Sarapan pagi bersama
93 Minta berhenti bekerja!
94 The hardest day
95 Tentang Darial
96 Bu Laras & Delia
97 Melukis kenangan indah
98 Don't say you love me
99 Malam dan pagi yang indah
100 Perhatian Rafael
101 Menemui orang tua Ayasha
102 Restu orang tua Ayasha
103 Makan malam bersama
104 Video club malam
105 Kapan kalian menikah?
106 Welcome back Delia!
107 Putus hubungan!?
108 Siuman dari pingsan
109 Makan siang bersama keluarga
110 Melamarnya kembali
111 Memelukmu
112 Rumah Sakit
113 Keadaan Ayasha
114 Berjuang menyelamatkan
115 Larissa melihatnya
116 Menikah dengan Kak Darial
117 I love you
118 SAH! SAH!
119 Extra Part - Hubby
120 Extra Part - menjenguk Ibra
121 Extra Part - cepat sembuh Uncle
122 Extra Part - sudah tidak waras
123 Extra Part - perpisahan
124 Extra Part - Tidur seranjang
125 Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126 Extra part - kejutan kecil
127 Extra part - menyempurnakan ibadah
128 Extra Part - akhir cerita
129 Info Novel Terbaru
130 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131 Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Hati yang terluka
2
Ikatan sudah berakhir
3
Semoga kelak kita tidak akan bertemu
4
Bertemu dengan Delia
5
Menggores luka kembali
6
Waktu yang berlalu
7
Pemilik Hotel
8
Acara ramah tamah
9
Berusaha mendekati
10
Hanya orang asing
11
Kesal sendiri
12
Teman dekat
13
Ulah Rafael
14
Jangan genit
15
Kejutan
16
Haruskah bertemu setiap hari?
17
Apakah aku harus panggil Om Rafael!
18
Istri Rafael
19
Pelet
20
Sandiwara
21
Dijemput Darial
22
Makan malam
23
Lain dihati lain dimulut
24
Feeling seorang Ibu
25
Anak kecil
26
Mengantar Ayasha pulang
27
Perbincangan antara Bos dengan Aspri
28
Hati yang gundah
29
Delia bukan istri Om Rafael
30
Pertemuan pertama Ayasha dan Delia
31
Dipecat!
32
Delia bukan istri saya!
33
Keributan di lobby hotel
34
Klarifikasi Rafael
35
Healing sejenak
36
Datang ke rumah Ayasha
37
Tolong beri aku kesempatan!
38
Friend with benefit
39
Hati yang kecewa
40
Jantung yang berdebar
41
Rafael patah hati
42
Tubuh Rafael mulai bereaksi
43
Sidak ke kamar
44
Amelia vs Delia dan Rian
45
Bangunnya singa betina
46
Putus hubungan!
47
Melelahkan
48
Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania
49
Ada yang jantungnya berdebar-debar
50
Perhatian Rafael
51
Tak bisa tidur
52
Sarapan pagi
53
Pertemuan kembali
54
Memohon maaf
55
Terkuaknya borok Delia
56
Memberitahukan rekaman
57
Abaikan aku kembali seperti dulu.
58
Penjelasan Rian
59
Darial cemas
60
Perhatian Darial
61
Rafael vs Delia
62
FORGETTING YOU
63
Delia diusir
64
Keadaan Rafael
65
Menemui Rafael
66
Berpisah untuk selamanya?
67
Memberitahukan kebenaran yang lain
68
Tentang Larissa
69
Ungkapan Larissa
70
Kekhawatiran Rafael
71
Ilmu hitam dan ilmu putih
72
Perjalanan pulang ke rumah
73
Obrolan Rafael dan Larissa
74
Minta restu
75
Kedatangan Delia ke perusahaan
76
Kejutan dari Rafael
77
Gosip yang beredar
78
Ada yang datang!?
79
Tamak!
80
Dukun mulai bekerja
81
Datang kembali ke Jogja
82
Dia tak ada di sini
83
Darial cemburu
84
Mengobati Ayasha
85
Penyakit
86
Ayasha akhirnya tahu
87
Apa hubunganmu dengan Rafael?
88
Melamar Ayasha.
89
Sang Casanova
90
Info sejenak
91
Ciuman pertama
92
Sarapan pagi bersama
93
Minta berhenti bekerja!
94
The hardest day
95
Tentang Darial
96
Bu Laras & Delia
97
Melukis kenangan indah
98
Don't say you love me
99
Malam dan pagi yang indah
100
Perhatian Rafael
101
Menemui orang tua Ayasha
102
Restu orang tua Ayasha
103
Makan malam bersama
104
Video club malam
105
Kapan kalian menikah?
106
Welcome back Delia!
107
Putus hubungan!?
108
Siuman dari pingsan
109
Makan siang bersama keluarga
110
Melamarnya kembali
111
Memelukmu
112
Rumah Sakit
113
Keadaan Ayasha
114
Berjuang menyelamatkan
115
Larissa melihatnya
116
Menikah dengan Kak Darial
117
I love you
118
SAH! SAH!
119
Extra Part - Hubby
120
Extra Part - menjenguk Ibra
121
Extra Part - cepat sembuh Uncle
122
Extra Part - sudah tidak waras
123
Extra Part - perpisahan
124
Extra Part - Tidur seranjang
125
Extra Part - mengunjungi orang tua Delia
126
Extra part - kejutan kecil
127
Extra part - menyempurnakan ibadah
128
Extra Part - akhir cerita
129
Info Novel Terbaru
130
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
131
Info novel terbaru : Om Bram, Nikah Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!