Serangan

Yue Fei kemudian turun ke sungai di ikuti Long Li dan 6 warga..

"Kalian, kumpulkan semua tumbuhan ini dan jangan sampai tersisa sedikit pun, yang lebih penting adalah akarnya.."

"Baik, Permaisuri." ucap mereka.

30 menit telah berlalu..

Sungai itupun bersih tanpa tumbuhan daun hati..

"Sebenarnya ini tumbuhan apa Permaisuri ?" tanya Long Li..

"Ini adalah tumbuhan hati, pantas saja air beracun karna akarnya mengandung racun yang menyebabkan mual, sakit jantung bahkan pingsan atau koma dan lebih parahnya bisa meninggal tapi penawar racun tersebut terletak pada daunnya.."

Wah ternyata rumor Permaisuri sombong, angkuh bahkan suka menindas rakyat kecil bisa sehebat ini, bahkan ia tidak pernah mengeluh berjalan kaki memanjat bukit batin mereka..

"Dari mana Permaisuri tau ?" tanya salah satu warga..

"Karna aku pernah mempelajarinya, jika kalian tidak percaya aku bisa membuktikannya.."

Yue Fei mengambil daun hati tersebut dan memakannya..

"Lihatlah, tidak terjadi apa apa bukan dan sekarang kalian ambilah dan tumbuk daunnya. Berikan pada warga yang telah keracunan sebelum terlambat.."

"Baik Permaisuri.." ucap mereka serempak..

Yue Fei mengambil tumbuhan itu dan merangkulnya.

"Permaisuri jangan, biar kami saja yang membawanya. Hanfu Permaisuri akan kotor.." ucap Yong Li..

"Hahaha, jangan khawatir hanya hanfu, tidak apa apa tapi menolong lebih baik kan, hanfu di kediamanku masih banyak, bahkan tikus pun mau memakai hanfu ku.."

Akhirnya Long Li dan para warga terkekeh mendengar ucapan Yue Fei..

Merekapun turun bersama sama, di selangi canda tawa..

Long Li dan para warga tidak pernah menyangka, jika Permaisuri mudah bergaul dengan rakyat jelata tidak seperti yang di rumorkan..

Sampai di bawah bukit, dekat air terjun..

Yue Fei menghapus keringatnya dengan hanfu lengannya..

Long Li dan para warga yang melihatnya, memandang kasihan, karna tidak seharusnya wanita menaiki sebuah bukit yang di penuhi duri tumbuhan, bahkan juga terlihat hanfu Yue Fei compang camping terkena duri tumbuhan dan sangat kotor, jika pun seorang Permaisuri pekerjaan tersebut tidak pantas di lakukan..

"Permaisuri maaf.." ucap salah satu warga bersujud, Long Li dan para warga lainnya mengikuti warga itu yang bersujud.

Yue Fei pun menatap warga tersebut.

"Hah ! kenapa kalian bersujud dan minta maaf ? kalian tidak memiliki salah apa apa." tanya Yue Fei keheranan, ia membantu salah satu warga berdiri dan warga lainnya mengikuti berdiri.

"Karna kami telah menjelekkan Permaisuri. Kami pantas untuk di hukum.."

"Hahaha, sudahlah memang aku yang salah dan aku meminta maaf pada kalian.." ucap Yue Fei menatap Long Li dan para warga.

Merekapun tersenyum dengan kerendahan hati Yue Fei yang memaafkan mereka begitu saja, jika di ketahui oleh Kaisar menjelekkan nama anggota kerjaan maka hukumannya adalah hukuman mati. Tapi Permaisuri yang dirumorkan kejam malah memaafkannya begitu saja..

Yue Fei menatap sang langit yang telah kelihatan merah, ia pun berfikir akan menikmati sore dengan duduk di batu besar di tengah sungai tadi.

"Kalian, pulanglah aku masih ingin disini.."

"Tidak Permaisuri, kami akan menjaga Permaisuri.." ucap Long Li..

"Kalian pulanglah, aku akan menjaga Permaisuri disini.." perintah Ling Li pada semua warga..

Merekapun mengiyakannya dan menunduk hormat..

Yue Fei menuju sebuah batu besar di tengah sungai, ia duduk.

Sementara Long Li ia ikut duduk di salah satu batu di samping Yue Fei...

Keindahan langit sore, keindahan langit yang nampak biru, di iringi awan yang sejajar.

Dedaunan hijau dari pepohonan memberikan keteduhan hati di tambah dengan sejuknya semilir angin yang melewati sang tubuh..

Long Li menatap Yue Fei tanpa berkedip, rambut yang terurai di terpa angin, menambah akan kecantikannya..

Merekapun saling diam membisu, hanya terdengar suara air terjun menghiasi kening mereka..

srekk..

Sebuah anak panah menghampiri Yue Fei, dengan sigap Long Li menangkap anak panah tersebut.

Munculah tiga orang berpakain hitam..

"Heh, anak muda jangan ikut campur. Kami memiliki urusan dengan Permaisuri.." ucap salah satu orang yang berpakaian hitam, yang terlihat seperti ketuanya.

"Tidak, memangnya Permaisuri punya salah apa pada kalian.."

"Tentang nyawa, jangan lindungi Permaisuri jahat itu. Seharusnya kau membunuhnya, jika kau tidak menyerahkannya. Maka kami terpaksa akan membunuh mu.." ucap sang ketua menatap tajam ke arah Yue Fei.

Ketiga orang berpakain hitam itupun menyerang Long Li. Tadinya sungai yang jernih kini terciprat dari darah Long Li, salah satu pedang dari orang yang berpakain hitam itu menggoreng lengan Long Li..

"Permaisuri cepat pergi.." teriak Long Li yang masih bertahan serangan ketiga orang yang berpakaian hitam..

"Tidak ! mana mungkin aku meninggalkan mu.." teriak Yue Fei menatap Long Li dengan tatapan khawatir.

"Cepat Permaisuri.." teriak Long Li..

Sial aku bahkan tidak bisa melakukan apapun dengan tangan kosong..

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

mereka suruhan selir Yue mei..

2024-02-02

0

Dianita Indra

Dianita Indra

lanjut thor

2022-03-27

0

novi 99

novi 99

katanya bisa bela diri.... beladiri gak perlu pke senjata... hadeh

2021-06-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!