Pada malam harinya,,
Yue Fei hanya diam diri di kediamannya, semenjak pertengkaran tadi pagi Yue Fei sangat enggan bertemu dengan Pangeran Chen. Jika bertemu dengan Pangeran Chen, Yue Fei mengabaikannya..
Karna merasa bosan Yue Fei, membuka jendelanya, ia menatap sang langit yang dipenuhi dengan warna warni..
Ternyata pestanya sangat meriah...
Karna penasaran, Yue Fei keluar dari kediamannya. Ia melangkah kan kakinya ke taman istana di ikuti pelayannya..
Dari kejauhan Yue Fei melihat Pangeran Chen sedang duduk berdua dengan Selir Yue Mei..
Dunia ini begitu sempit, pemandangan hanya itu itu saja...
"Permaisuri.." sapa seseorang..
Yue Fei pun menoleh...
Siapa dia ?
"Kebetulan aku bertemu dengan Permaisuri di sini, aku ingin mengundang Permaisuri menikmati teh malam ini. Acara pesta meriah karna kedatangan Permaisuri.."
Tidak ada salahnya aku menerima undangannya, dari pada lihat pemandangan ulet keket.
Dari kejauhan Pangeran Chen melihat Yue Fei yang sedang berbincang dengan Putra Mahkota, ia menggeram kesal..
Sedangkan Selir Yue Mei tersenyum licik...
Pangeran Yun Li menuntun Yue Fei kesebuah rungan..
Yue Fei masuk mengikuti Pangeran Yun Li..
Tumpukan kertas tertata rapi di ruangan tersebut dan banyak buku yang tersusun rapi di rak..
"Pangeran apa ini ruangan kerja Pangeran.."
Yue Fei mendekati rak buku yang berjajar rapi..
"Apa Permaisuri suka membaca buku ?" tanya Pangeran Yun Li menghentikan tatapan Yue Fei yang melihat lihat buku di rak..
Yue Fei pun menoleh, ia duduk di kursi sambil memandang langit...
Pangeran Yun Li ikut duduk di hadapan Yue Fei..
Ia mengambil teh yang telah disiapkan oleh pelayan..
"Permaisuri, boleh aku menanyakan sesuatu ?" tanya Pangeran Yun Li..
"Menanyakan apa Pangeran ?"
"Apa Permaisuri mencintai Pangeran Chen ?"
Yue Fei menaikkan alisnya..
"Jangan heran, Permaisuri. Setauku Permaisuri tidak mencintainya.."
"Hem, lalu apa Pangeran mencintai istri Pangeran ? Pangeran memiliki berapa istri ?" tanya Yue Fei tersenyum.
"Tiga istri, apa Pangeran mencintainya ?"
"Hem, tapi pernikahan hanyalah sebuah politik.."
"Lalu apa Pangeran mencintai mereka ?"
"Mau tidak mau aku harus mencintainya.."
Yue Fei terkekeh mendengarkan ucapan Pangeran Yun Li..
"Kenapa Permaisuri tertawa ?" tanya Pangeran Yun Li keheranan.
"Pangeran cinta itu tidak bisa di bagi, walaupun hanya seujung kuku.." jawab Yue Fei menggeleng gelengkan kepalanya..
"Dan lagi, aku tidak suka di duakan." ucap Yue Fei ia bergegas berdiri.
"Pangeran ini sudah malam, aku harus kembali ke kediamanku dan maaf tadi hamba tidak sopan, tidak memberi hormat pada Pangeran..." ucap Yue Fei menunduk hormat berlalu pergi...
gadis yang menarik batin Pangeran Yun Li tersenyum..
Sampai di kediamannya, Yue Fei melihat Pangeran Chen yang duduk dengan bersendekap memandang Yue Fei dari arah pintu..
Yue Fei menatap Pangeran Chen yang menatapnya, kemudian ia melangkahkan kakinya melewati Pangeran Chen menuju meja riasnya..
Yue Fei membuka tusuk konde, serta perhiasan yang ada di rambutnya..
"Liu, beristirahatlah. Aku bisa melakukannya sendiri.." perintah Yue Fei..
"Tapi Permaisuri.."
"Sudahlah, jangan membantah.."
Setelah kepergian pelayan Liu, Pangeran Chen menatap Yue Fei yang masih duduk di depan cerminnya..
"Apa menyenangkan, berdua dengan Pangeran Yun Li ?" tanya Pangeran Chen dengan penuh penekanan.
"Aku tidak sengaja bertemu dengan Pangeran Yun Li, lagi pula Pangeran Yun Li mengundangku karna dia menghormati seorang tamu.." jawab Yue Fei ia berdiri menuju lemarinya, mengambil hanfu putih polos khusus untuk tidur..
"Hem, jaga batasan mu. Kita kesini untuk undangan. Jangan sampai ada rumor."
Pangeran Chen melirik Yue Fei..
"Pangeran, pertengkaran tadi pagi sudah menjelaskan. Aku harus menjauh dari para laki laki. Daripada Pangeran bersusah payah mengingatkan ku. Lebih baik Pangeran urus Selir Pangeran, Dan ya ! Walaupun aku dikenal sifat sombong, angkuh dan jahat. Aku masih memiliki hati nurani. Jika ada yang mengusikku, maka aku akan membalasnya dua kali lipat.." balas Yue Fei melirik Pangeran Chen yang meliriknya, ia tersenyum sinis.
Lalu menuju ke ruangan pergantian pakaian, di sebelah ranjangnya.
Setelah itu Yue Fei langsung merebahkan dirinya..
"Karna suasana hati Pangeran tidak baik, alangkah baiknya jika Pangeran tidur bersama dengan Selir Pangeran.."
Yue Fei langsung memejamkan matanya..
Pangeran Chen yang mendengarkannya, ia pergi dengan wajah kekesalan..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Buke Chika
klu g mau di2kan knp masih jdi permaisuri kenapa g minta cerai kembali ke keluarga jenderal aneh lo safira,perkataan g sesuai kenyataan
2024-09-29
0
Sandisalbiah
dia bukan lawanmu pangeran.. kau ingin menggapai hatinya tp kau menduakan dia terlebih dahulu.. langkah yg sangat salah.. walau itu paksaan dr kaisar dan ibu ratu tapi kau menikmati keberadaan selirmu kan.. 🤔🤔😱
2024-02-02
0
Dianita Indra
lanjut
2022-03-27
0