Setelah kepergian Yue Fei, Selir Yue Mei menatap Pangeran Chen, ia tersenyum. Lalu ia mencelupkan kain lap itu ke air yang ada di baskom kemudian menaruhnya di dahi Pangeran Chen..
"Pangeran, apa yang terjadi tadi malam ? apa Pangeran bertengkar dengan Permaisuri ?" tanya Selir Yue Mei..
"Tidak.."
"Jangan menutupinya Pangeran, hamba tadi mendengar ucapan Permaisuri. Pangeran jangan tertipu oleh Permaisuri, belum tentu Permaisuri berubah. Lagi pula Permaisuri menikahi Pangeran karna sebuah perjodohan dan hamba lah yang hanya menyayangi Pangeran.." ucap Selir Yue Mei ia menggenggam tangan Pangeran Chen.
Benar apa yang dikatakannya, walaupun Permaisuri berubah ia tidak akan menerimaku..
"Terimakasih Mie'er, kau telah menyayangiku.." lirih Pangeran Chen..
Dilain sisi..
Yue Fei menemui tuan Long, ia kepikiran dengan salah satu pemuda tadi yang keracunan..
"Tuan Long.." sapa Yue Fei ia melihat tuan Long sedang berbincang bincang dengan nyonya Long.
"Permaisuri.." ucap mereka serempak menunduk dengan hormat..
"Tidak perlu seperti itu, anggap saja kita bertetangga.." ucap Yue Fei tersenyum..
*Apa benar dia Permaisuri yang sombong dan sangat angkuh, tapi jika di lihat dari sikapnya rumor itu tidak benar batin tuan Long..
Ternyata Permaisuri rendah hati, rumor itu tidak benar batin nyonya Long*..
Merekapun saling melirik..
"Ekhemm,, apa aku mengganggu waktu kalian ?" tanya Yue Fei..
"Ti,, tidak Permaisuri. Silahkan duduk Permaisuri.." ucap nyonya Long menawarkan tempat duduk di depannya..
Yue Fei duduk, di ikuti tuan Long dan Nyonya Long..
Kedua pelayan pun menunduk hormat undur diri, mereka bergegas ke dapur menyiapkan teh dan camilan..
"Aku datang kesini hanya ingin menanyakan, pemuda tadi yang keracunan.." ucap Yue Fei dengan wajah serius.
"Sebenarnya kemarin ada salah satu warga mengambil air di sungai dan semua anggota keluarganya keracunan, Tabib mengira mereka keracunan dari air sungai itu, tapi setelah di teliti, air sungai itu masih jernih tidak berbau bahkan tidak berwarna.." jelas tuan Long..
"Apa tadi pemuda itu keracunan air itu ?"
"Hamba tadi mengira seperti itu, seluruh warga bingung, harus mendapatkan air darimana ?" ucap tuan Long menunduk dengan wajah lesu..
"Tapi yang lebih heran, desa Chuying tidak terjadi apa apa setelah meminum air dari sungai itu sebelum desa ini.."
"Bagini saja, aku akan ikut memeriksa sungai itu. Mungkin ada hal janggal.." ucap Yue Fei membuat tuan Long dan nyonya Long terkejut.
"Tidak mungkin Permaisuri, biar para warga saja yang memeriksanya.."
"Jika aku tidak turun langsung, mana mungkin aku tau.."
"Ibunda.." teriak seorang laki laki,,
"Jangan berteriak seperti itu dan beri hormat pada Permaisuri.." tegas tuan Long..
"Hormat, hamba Permaisuri.." ucap pemuda itu, ia menatap Yue Fei tanpa berkedip..
Cantik sekali batinnya...
Nyonya Long yang melihatnya, lantas ia menyenggol putranya..
"Maafkan atas kelancangan putra hamba Permaisuri.." ucap nyonya Long menunduk hormat..
Yue Fei terkekeh.. " Tidak perlu seperti itu.." Yue Fei berdiri, ia menghampiri pemuda itu kemudian mengelus pucuk rambutnya..
Deg, deg..
"Siapa nama mu ?" tanya Yue Fei lembut.
"Nama hamba Yong Li, Permaisuri." ucapnya menatap Yue Fei dengan kekaguman memuja.
"Ekhem, sekali lagi maaf atas kelancangan nya Permaisuri.."
"Tidak apa apa.." Yue Fei kembali ke tempat duduknya.
"Hal apa yang kau ketahui Nak ?" tanya tuan Long menatap putranya itu.
"Ayah, aku tadi aku bertemu salah satu warga yang bertarung karna memperebutkan air.."
Tuan Long menghela nafas, ia memijat pelipisnya..
"Tenang saja tuan Long, aku akan membantu kalian.." ucap Yue Fei..
"Ekhemm.."
Derheman seseorang membuat mereka menoleh ke arah orang itu..
"Hormat hamba, Pangeran.." ucap mereka serempak..
"Pangeran kenapa kau kesini ? sebaiknya kau istirahat." ucap Yue Fei menghampiri Pangeran Chen dengan nada khawatir..
*Rumor itu memang tidak benar, dari tatapan Permaisuri sepertinya Permaisuri menyukai Pangeran Chen walaupun separuh wajah Pangeran Chen buruk rupa karna ia harus menutupinya dengan topeng batin tuan Long..
Aku tidak pernah menyangka, Permaisuri mengkhawatirkan Pangeran Chen, beruntung sekali Pangeran Chen batin nyonya Long..
Aku ingin seperti Pangeran Chen yang memiliki istri cantik batin Long Li*..
"Permaisuri, aku tidak apa apa. Jangan mengkhawatirkan ku." ucap Pangeran Chen bersemu merah ketika punggung tangan Yue Fei memeriksa dahinya..
Yue Fei tersenyum, ia menggenggam tangan Chen untuk duduk di kursi, sementara Selir Yue Mei yang sedari tadi melihatnya, ia hanya bisa mengepalkan tangannya..
Pangeran Chen Yu..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Siti solikah
begitulah kalau punya istri lebih dari 1,ada yang cemburu
2025-03-05
0
Sandisalbiah
ternyata Yue mei yg selalu mendoktrinnya otak pangeran Chen.. dan bodohnya dia selalu percaya..
2024-02-02
0
Dianita Indra
next thor
2022-03-27
0