Selesai makan Yue Fei hanya melipatkan tangannya di dada, ia bersandar di kursinya sementara kakinya berada di atas meja..
"Permaisuri, tidak sopan jika duduk seperti itu, bagaimana jika ada yang melihat ?" kata pelayan Liu menatap Yue Fei yang sedang bersiul..
"Liu, aku ingin keluar.." Yue Fei menurunkan kakinya di meja, kemudian menopang dagu, sangat jelas terlihat wajah lesunya..
"Permaisuri harus ijin dulu dengan Pangeran.." Pelayan Liue menatap Yue Fei yang menjatuhkan kepalanya di meja..
"Apa harus minta izin,, aku tidak ingin bertemu dengan gunung es itu.." balas Yue Fei mengkrucutkan bibirnya..
"Tapi gunung es itu ada dimana?" tanya Yue Fei menatap pelayan Liue..
"Mungkin Pangeran ada di tempat latihan.." jawab pelayan Liu..
"Baiklah antarkan aku kesana.." perintah Yue Fei..
Selama di perjalanan, Yue Fei menatap semua yang ada di istana, ia celingak celinguk kanan kiri, menatapnya dengan penuh ke kaguman..
Seandainya ada kamera aku bisa selfi selfi hihihi...
Sampai di tempat latihan,,
Yue Fei menatap Pangeran Chen dan Jendral Yue yang saling beradu pedang, sesekali mereka saling menyerang dan menangkis..
Pantas saja ia dijuliki dewa perang,, ah, gunung es..
Tatapan Yue Fei ter alihkan pada prajurit yang sedang memanah, ia melangkah kan kakinya menuju prajurit yang sedang latihan memanah..
Yue Fei mengambil satu anak panah, ia mengelusnya dan tersenyum, Yue Fei menatap prajurit di sampingnya, ia mengambil posisi siap memanah.
Yue Fei menghembuskan nafas, perlahan lahan ia menarik anak panahnya.
tak..
Anak panah Yue Fei keluar dari warna merah..
"Hah, kenapa sama saja, buruk sekali.." kata Yue Fei dengan wajah cemberut..
"Coba lagi lah..." pelayan Liu menyodorkan anak panah, Yue Fei mengambilnya, kemudian ia menarik kembali anak panah tersebut..
Tanpa ia sadari Pangeran Chen, dari arah belakang Pangeran Chen membantunya, salah satu tangan Pangeran Chen menggenggam tangan Yue Fei di busurnya dan satunya lagi membantu Yue Fei menarik anak panah,, Yue Fei terkejut ia menatap Pangeran Chen..
"Fokuslah kedepan.." Kata Pangeran Chen datar..
Yue Fei kembali menatap ke depan
Deg..
Kedua jantung mereka berdetak sangat cepat..
tak..
Anak panah meleset tepat sasarannya di warna merah,, Yue Fei tersenyum..
"Wah aku berhasil.."
Yue Fei kegirangan.."Terimakasih Pangeran.."
Deg...
Pangeran Chen terkejut, baru pertama kali ia mendengarkan ucapan terimakasih dari Permaisurinya, biasanya dulu ia mendapatkan cemoan dan tatapan benci..
Dari kejauhan, Selir Yue Mei menahan cemburunya, hatinya terbakar ketika melihat Yue Fei tertawa lepas dengan orang yang di cintainya. Selir Yue Fei tidak tahan lalu menghampirinya..
"Pangeran.."
Sapa Selir Yue Mei, Pangeran Chen dan Yue Fei menoleh...
"Mei'er ada apa ?"
"Aku hanya merindukan Pangeran.."
Selir Yue Mei melirik sinis menatap Yue Fei, ia menggeliat manja di lengan Pangeran Chen..
Yue Fei yang melihatnya, dalam hatinya ia terkekeh..
Huh .
"Baiklah, maaf mengganggu Pangeran dan Adik, hamba undur diri.." ucap Yue Fei, ia langsung pergi...
Pangeran Chen yang melihatnya, entah mengapa hatinya tidak rela Permaisurinya meninggalkannya, ia menatap punggung Yue Fei dari jauh..
"Pangeran..."
Selir Yue Mei yang melihatnya sangat geram..
"Pangeran pasti lelah aku akan menyiapkan makanan.." ucap Selir Yue Mei, ia menarik lengan Pangeran Chen..
Pavilium sakura...
Pangeran Chen duduk, ia mengambil hidangan yang disiapkan oleh Selirnya..
"Pangeran makanlah yang banyak.." kata Selir Yue Mei ia menatap Pangeran Chen dengan lembut...
Ditempat lain..
Brakk...
Yue Fei menendang pintu kediamannya dengan kasar, pintu itu pun hancur..
Kasim dan para pelayan yang melihatnya hanya melongo..
"Beraninya dia menatapku dengan sinis,, siapa yang menggoda Pangeran.." gerutu Yue Fei..
"Liu hidangkan makanan yang pedas.."
"Tapi Permaisuri, tidak baik untuk Permaisuri.."
"Jangan membantah, tunjukkan dapurnya.." perintah Yue Fei..
Sampai di dapur...
Para pelayan menunduk hormat,, mereka terkejut melihat Yue Fei yang menginjakkan kakinya di dapur..
Para pelayan pun menunduk hormat..
"Hormat hamba, Permaisuri. Untuk apa Permaisuri datang kesini, dapur ini sangat kotor, tidak pantas untuk Permaisuri.."
"Sudahlah aku hanya ingin makan.." balas Yue Fei melirik ketua pelayan dapur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Siti solikah
wah2 keduanya jantungnya berdetak dengan kencang
2025-03-05
0
Sandisalbiah
walah.. aku banget.. kalau bad mood emang enak makan pedes.... 🤭🤭
2024-02-02
1
Dianita Indra
next
2022-03-27
0