Di dalam kereta, Yue Fei hanya menatap keluar di jendela, tanpa menatap atau melirik Pangeran Chen..
Tiba tiba roda kereta tersandung oleh batu, Pangeran Chen yang sedikit pusing terjatuh di bahu Yue Fei..
"Maaf.." ucap Pangeran Chen menggeleng gelengkan kepalanya.
Yue Fei lalu menatap Pangeran Chen,,
Kenapa wajahnya terlihat pucat..
Tiba tiba Yue Fei dan Pangeran Chen mendengarkan sebuah teriakan..
Merekapun langsung melihat dari arah jendela.
Yue Fei yang melihatnya kerumuan, ia turun menghampiri kerumuan tersebut dan menerobosnya masuk melihat apa yang terjadi.
Lalu ia melihat seorang pemuda yang pingsan dengan wajah bibir yang kebiruan. di tangisi oleh sang Ibu..
Yue Fei langsung berjongkok, ia memeriksa denyut nadinya..
"Sepertinya anak anda keracunan.." ucap Yue Fei, Pangeran Chen yang melihatnya hanya mengernyitkan dahinya..
Semenjak kapan Permaisurinya tau dalam hal pengobatan ...
"Pangeran ada apa ?" tanya Selir Yue Mei ia menepuk bahu Pangeran Chen.
Pangeran Chen menoleh..
"Ya ampun, Pangeran kenapa wajah mu terlihat pucat ?" ucap Selir Yue Mei, ia memegang dahi Pangeran Chen..
Yue Fei menoleh, ia melihat Pangeran Chen dan menghampiri..
"Permaisuri Yue Fei apa yang kau lakukan hingga tidak mengetahui tubuh Pangeran yang sangat panas ?" bentak Selir Yue Mei...
Semua orang langsung bersujud, karna mendengarkan kata Permaisuri Yue Fei..
Semua orang langsung bersujud..
"Maaf Pangeran, maaf Permaisuri kami tidak menyadari keberadaan kalian.." ucap salah satu mereka.
"Pangeran jika berkenan, mari beristirahat di kediaman hamba.." ucap salah satu laki laki paruh baya..
"Kalian berdirilah, aku tidak apa apa Selir Yue Mei." ucap Pangeran Chen tersenyum.
"Ini salahku, maaf aku lalai." ucap Yue Fei dengan nada penyesalan..
"Baiklah, sebaiknya kita cari penginapan dulu untuk meristirahatkan tubuh Pangeran.." ucap Yue Fei...
"Bagaimana dengan kediaman hamba Permaisuri.." ucap laki laki paruh baya tadi..
"Kau siapa ?" tanya Yue Fei.
"Hamba adalah Long, ketua desa Sinji.." ucap Yue Fei..
"Baiklah kami menerima tawaran anda.." ucap Yue Fei..
Sampailah mereka di kediaman tuan Long...
"Istriku, Istriku.." teriak Tuan Long, seorang wanita paruh baya keluar dari kediaman tersebut. "Lihatlah Pangeran dan Permaisuri serta Selir akan menginap di rumah kita.." ucap tuan Long tersenyum.
Wanita itupun memberi hormat.
"Salam untuk Pangeran dan Permaisuri serta Selir.." ucap wanita paruh baya tersebut..
"Istriku cepat antarkan Pangeran untuk istirahat.."
"Dan kalian siapkan makanan ter enak.." perintah tuan Long, para pelayan pun menuju ke dapur, Sementara Yue Fei dan Selir Yue Mei mengikuti nyonya Long untuk mengistirahatkan tubuh Pangeran Chen..
"Permaisuri hamba akan memanggilkan seorang Tabib.."
"Em, baiklah.." ucap Yue Fei membantu Pangeran Chen menyelimuti tubuhnya..
"Selir Yue Mei tolong bawakan air untuk mengompres tubuh Pangeran.." perintah Yue Fei..
"Emm, baiklah.." ucap Selir Yue Mei...
"Hamba akan undur diri Permaisuri.." ucap Nyonya Long mengikuti Selir Yue Mei keluar.
Yue Fei menatap Pangeran Chen yang terlihat lemah..
"Kenapa kau tidak bilang jika tidak enak badan?" tanya Yue Fei, ia memegang dahi Pangeran Chen..
Pangeran Chen yang mendapatkan perlakuan baik Yue Fei, wajahnya bersemu merah.
"Aku,, aku tidak apa apa.." jawabnya dengan menunduk...
"Hemm,, apa tadi malam kau tidur diluar ? hingga membuat mu seperti ini ?" tanya Yue Fei..
"Ti,, tidak.." jawab Pangeran Chen memalingkan wajahnya..
"Maaf..."
Satu kata dari Yue Fei membuat Pangeran Chen menatapnya dengan lekat,,
Deg,, deg..
Apa aku tidak salah dengar, Permaisuri mengucapkan kata maaf..
Selang beberapa saat, Selir Yue Mei datang. Ia membawa air di baskom dan kain lap.
"Permaisuri biar hamba yang merawat Pangeran.."
"Biar aku saja, aku yang salah.." ucap Yue Fei..
"Tidak perlu, ini semua salah Permaisuri.." ucap Selir Yue Mei menatap tajam Yue Fei..
Ulet keket ini...
Yue Fei menghela nafas, ia tidak ingin ribut di depan Pangeran Chen yang terbaring lemah, lagipula ini kediaman orang..
"Mei'er bukan Permaisuri yang salah.." ucap Pangeran Chen melerai perdebatan mereka..
"Baiklah..." ucap Yue Fei berlalu pergi...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Siti solikah
kenapa Yue fe selalu mengalah
2025-03-05
0
murniati cls
pdhl selir itu cmn mau tahta saja, mknya cari perhatian,biar org tau dia baik
2024-06-28
0
Kartika Lina
pangeran ko lemah badan nya,, tidur diluar sekali dah masuk angin aja 🤭😂
2024-06-13
0