Ke esokan paginya...
Yue Fei beberapa kali mengerjapkan matanya hingga jelas, ia menatap langit langit kediamannya lalu menoleh.
Kenapa dia ada sini batin Yue Fei...
Perlahan lahan Yue Fei menjauhkan tangan Pangeran Chen yang melingkar di tubuhnya..
Tenggorokan ku sakit, sial ! tubuh ini terlalu lemah jika bukan karna orang ini membuat ku kesal aku tidak akan begini gerutu Yue Fei..
Dengan hati hati Yue Fei, melangkah kan kakinya, hingga posisinya berada di atas tubuh Pangeran Chen..
Pangeran Chen yang merasakan ada pergerakan, ia membuka matanya...
"Fei'er.."
Yu Fei menatap Pangeran Chen, ia langsung turun dari atas tubuh Pangeran Chen..
"Kau mau kemana ? kau masih sakit.." tanya Pangeran Chen..
"Maaf, Pangeran aku sakit ataupun mati tidak ada hubungannya dengan mu.."
Yue Fei menajawabnya dengan datar, ia langsung pergi meninggalkan Pangeran Chen, sampai di luar kediaman ia melihat pelayan Liu yang menunggunya di luar.
"Permaisuri.."
Para pelayan menunduk hormat, mereka menangis sangat khawatir akan kesehatan Yue Fei.
"Liu aku ingin membersihkan tubuhku.."
"Hamba sudah menyiapkannya, Permaisuri.."
Setelah setengah jam ia berdebat dengan para pelayan yang ingin membantunya membersihkan tubuhnya, akhirnya para pelayan mengalah membiarkan Yue Fei membersihkan tubuhnya sendiri.
"Huhf, akhirnya mereka keluar juga, biasa jaman kuno, hah.."
Yue Fei menatap kolam pemandianya, aroma mawar merah membuat pikirannya kembali tenang..
Setengah jam Yue Fei telah selesai dengan ritual mandinya..
Yue Fei menatap pantulan bayangannya di cermin,..
"Permaisuri, apa Permaisuri tau ? pada saat Permaisuri sakit, Pangeran Chen merawat Permaisuri, Pangeran tidak pernah meninggalkan Permaisuri sedikit pun, bahkan Pangeran enggan keluar dari kediaman Permaisuri.."
"Sudahlah bukan urusan ku, aku akan berterimakasih padanya untuk balas budi agar tidak punya hutang, jika bukan karna dia mana mungkin suasana hatiku buruk.."
Yue Fei menatap pelayan Liu dengan wajah kesalnya..
"Sudahlah, undang Pangeran Chen untuk meminum teh dengan ku.." perintah Yue Fei..
__
Di gazebo, Yue Fei menunggu Pangeran Chen dengan santainya, ia menatap para bunga yang di kelilingi oleh kupu kupu, semilir angin membuat rambutnya terbawa, Yue Fei memejamkan matanya, rasa sejuk membuat hatinya bertambah sejuk..
Pangeran Chen yang sudah sampai, ia menatap Yue Fei tanpa berkedip, kecantikan yang terbawa oleh angin membuatnya tercengang..
Pangeran Che segera sadar akan lamunannya.
"Permaisuri.." sapa Pangeran Chen..
Yue Fei membuka matanya, ia menoleh..
"Pangeran anda sudah datang..."
Yue Fei duduk, di ikuti Pangeran Chen, ia menuangkan teh di cangkir Pangeran Chen, sementara Pangeran Chen yang melihatnya, hatinya merasa kehangatan, ia tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh istrinya.
"Silahkan diminum Pangeran,," ucap Yue Fei.
Pangeran Chen tersenyum, ia mengambil cangkirnya lalu meminumnya...
"Terimakasih karna telah merawatku Pangeran, tapi Pangeran tidak perlu repot repot untuk merawatku.."
Deg..
"Dan Pangeran meminta balasan apa ? karna sudah merawat ku.." tanya Yue Fei..
"Tidak perlu, aku hanya kasihan pada mu. Lagi pula kau istriku.."
Istri, istri sungguh miris...
"Pangeran tidak perlu repot repot menganggap ku istri, pada awalnya Pangeran tidak pernah menganggapku istri, jadi seterusnya seperti itu dan tolong Pangeran urus sana Selir kesayangan Pangeran.."
Yue Fei meminum tehnya, ia memberi hormat berlalu pergi..
"Apa kau cemburu ?" tanya Pangeran Chen menghentikan langkah kakinya..
"Menurut Pangeran ? " Yue Fei kembali melanjutkan langkah kakinya..
Aku bahkan tidak tau perasaan mu batin Pangeran Chen Mengehela nafas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Siti solikah
Yue fe
2025-03-05
0
Lily Miu
huh aq juga gak mau, sakit ati
2024-10-12
0
Sandisalbiah
sapa pangeran juga tau perasaan pangeran sendiri..?
2024-02-02
0