Kehangatan Hati.

Yue Fei berjongkok, ia menatap Pangeran Chen. Lalu menenangkannya dengan memeluknya..

Yue Fei mengelus punggung Pangeran Chen dengan lembut..

"Sudahlah jangan khawatir, pasti ada penawarnya.."

Pangeran Chen membalas pelukan Yue Fei, ia membenamkan kepalanya di dada Yue Fei..

"Kapan ? kapan ? semuanya berakhir.."

Yue Fei membantu Pangeran Chen berdiri lalu memapahnya ke ranjangnya..

Lalu Yue Fei ikut membaringkan tubuhnya di samping Pangeran Chen, ia mengelus lembut kepala Pangeran Chen..

Pangeran Chen mendongakkan kepalanya, ia menatap Yue Fei..

"Kenapa ? kenapa kau tidak jijik padaku ? bukankan kau selalu mengejek ku. Bahkan tatapan kebencian selalu jelas di matamu ?"

Pangeran Chen menanyakan secara berturut turut, ia penasaran dengan perubahan Permaisurinya. Apa benar Permaisurinya telah berubah ?

"Dulu, Aku tidak bisa menerima kenyataan. Kau tau ? aku belum siap untuk menikah. Aku hanya ingin bebas, Kemanapun bisa aku lakukan tanpa ada yang melarang dan tanpa ada yang mengekang.." jawab Yue Fei dengan seadanya, ia tidak mungkin menjawab iya atau tidak..

"Apa Ibunda pernah mengatakannya pada mu ?"

"Tidak, Ibunda tidak pernah mengungkitnya. Justru mereka tidak pernah membahas kutukan ini dan apa penyebabnya aku tidak tau.."

"Hem, baiklah. Jika begitu tidurlah, besok jika tubuh Pangeran masih tidak enak. Kita bisa menyuruh pengawal untuk mengantarkan hadiahnya.."

"Ya, maaf membuat mu takut dan membuat mu melihat semua ini.."

"Sudahlah, kenapa kau bisa berubah ?"

"Setiap bulan purnama aku akan merasakan seperti ini dan besok tubuhku akan kembali seperti semula.."

"Oo, baiklah ! tidurlah aku sudah ngantuk.."

Yue Fei memejamkan matanya, ia memeluk Pangeran Chen dengan erat. Hingga tangan kirinya. Ia jadikan bantalan di kepala Pangeran Chen dan memeluknya.q

Pangeran Chen yang mendapatkan perhatian dari Yue Fei. Seketika hatinya menghangat lalu mengikuti alam mimpi Yue Fei..

Ke esokan paginya..

Pangeran Chen membuka matanya. Mengingat kejadian malam yang membuatnya malu, takut disertai senang. Ia menatap Yue Fei..

Dengan hati hati Pangeran Chen, melepaskan lilitan tangannya yang melingkar di perutnya. Ia segera membersihkan dirinya..

Tanpa menyuruh pelayan, karna di penginapan tersebut telah tersedia air.

Pangeran Chen tidak menyuruh pelayan untuk membantunya membersihkan diri karna takut membangunkan istrinya.

Setelah membersihkan diri, ia keluar dari penginapan Yue Fei..

"Pelayan bawa makanan kesini.."

"Baik Pangeran.." ucap pelayan Liu yang sedari tadi menunggu majikannya keluar..

Pangeran Chen menutup pintunya dengan hati hati agar tidak mengganggu tidur Yue Fei. Lantas Pangeran Chen mendekati ranjang Yue Fei, ia tersenyum.

"Terimakasih, atas tadi malam.."

ucap Pangeran Chen, lalu mencium kening Yue Fei..

tok tok tok...

"Masuklah.."

Pelayan Liu beserta dua pelayan lainnya masuk dan membawa makanan.

"Kalian, siapkan air untuk Permaisuri ?"

"Baik Pangeran.."

Selang beberapa saat, Yue Fei membuka matanya, ia mengucek matanya..

Hoeemm...

"Ternyata sudah pagi.." gumam Yue Fei.

Yue Fei meraba ke arah sampingnya. Ia langsung bergegas turun dari ranjangnya.

"Pangeran.."

Pangeran Chen yang telah selesai memakai hanfunya, ia menoleh..

"Sudah bangun,, cepatlah makan.."

"Tidak usah, aku mau membersihkan tubuhku dulu.."

"Pelayan..."

"Ehh, tidak usah memanggil pelayan. Aku bisa membersihkan diri sendiri.." jawab Yue Fei..

ia segera menuju tempat pemandiannya..

Setelah selesai mandi Yue Fei di rias oleh pelayan Liu..

Yue Fei memakai hanfu berwarna merah sama halnya dengan hanfu Pangeran Chen..

Setelah selesai di rias, Yue Fei menghamapiri Pangeran Chen yang telah menunggunya sedari tadi untuk makan bersama.

"Pangeran bagaimana keadaan tubuh mu ? apa sudah baikan ?" tanya Yue Fei tanpa melihat Pangeran Chen, ia memasukkan sayurnya kedalam mulutnya.

Pangeran Chen menatap Yue Fei..

"Apa Permaisuri khawatir ?" tanya Pangeran Chen.

"Jelas aku khawatir, kau membuat ku takut tadi malam.." jawab Yue Fei..

Pangeran Chen tersenyum..

Setelah selesai makan, mereka keluar dari penginapannya.

Terlihat Selir Yue Mei menunggu Pangeran Chen dan Yue Fei di luar pintu..

"Hormat hamba, Pangeran, Permaisuri." ucap Selir Yue Mei menunduk hormat.

Pagi hari, bukannya pemandangan indah malah pemandangan ulet keket ...

Yue Fei mengangguk, ia langsung pergi meninggalkan Pangeran Chen dan Selir Yue Mei..

"Permaisuri.."

"Aku akan menunggu di luar.." ucap Yue Fei tanpa mengehentikan langkah kakinya.

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

bagus

2025-03-05

0

Dede Mila

Dede Mila

lanjut

2024-09-01

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

apa selir Yue mei tau akan kutukan pd pangeran Chen ini...

2024-02-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!